Sorry, we're closed Opens Senin at 9:00 am

Tahun: 2025

POSO || jejakindonesia.id – Dalam upaya mendukung ketahanan pangan nasional, Kepala Operasi (Kaops) Madago Raya, Kombes Pol Heni Agus Sunandar, menyerahkan bantuan obat pencegah hama di kebun eks narapidana terorisme (napiter) yang terletak di Dusun Tamanjeka, Kabupaten Poso, Minggu (12/10/2025).

Penyerahan bantuan ini dilakukan sebagai bagian dari program pembinaan dan pemberdayaan eks napiter melalui sektor pertanian. Langkah ini juga menjadi bentuk nyata sinergi antara aparat keamanan dengan masyarakat untuk mewujudkan situasi yang aman, damai, dan produktif di wilayah operasi.

Kaops Madago Ray, Kombes Heni Agus Sunandar mengatakan, bantuan tersebut diharapkan dapat membantu para eks napiter dalam mengembangkan usaha pertanian mereka agar lebih mandiri dan berdaya saing.

“Kami hadir tidak hanya menjaga keamanan, tetapi juga membantu masyarakat bangkit dan berdaya melalui kegiatan positif seperti pertanian,” ujarnya.

Ia menambahkan, kegiatan ini sejalan dengan misi Operasi Madago Raya tahap IV yang menekankan pendekatan humanis, yakni membangun kepercayaan publik serta memperkuat perekonomian lokal melalui pendampingan dan pemberdayaan warga.
Penyerahan bantuan itu disambut hangat oleh para eks napiter yang kini telah beralih profesi menjadi petani. Salah satu di antara mereka, Samil, menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada pihak kepolisian atas perhatian yang terus diberikan.

“Terima kasih kepada Kaops Madago Raya. Bantuan ini sangat bermanfaat untuk menjaga tanaman kami dari serangan hama,” kata Samil.

Menurut Samil, bantuan yang diberikan bukan hanya berupa barang, tetapi juga semangat untuk terus berbuat baik dan berkontribusi bagi masyarakat. Ia mengaku kini lebih fokus membangun kehidupan baru yang produktif bersama keluarganya melalui hasil kebun.

Selain penyerahan bantuan, kegiatan itu juga menjadi ajang silaturahmi antara personel Satgas Madago Raya dengan warga sekitar. Suasana keakraban tampak dalam pertemuan tersebut, memperlihatkan kedekatan aparat dengan masyarakat di wilayah Poso yang kini semakin kondusif.

Kaops Madago Raya menegaskan, pihaknya akan terus berkomitmen mendukung setiap upaya pemberdayaan masyarakat, termasuk eks napiter, agar dapat hidup mandiri dan menjadi bagian dari pembangunan bangsa.

“Ketika masyarakat sejahtera dan memiliki harapan, maka perdamaian akan tumbuh dengan sendirinya. Itulah tujuan utama kami Satgas Operasi Madago Raya,” tandasnya.

JAKARTA || jejakindonesia.id – Ketua Umum Perkumpulan Wartawan Fast Respon Nusantara (PW. FRN) Counter Polri, Agus Flores, menegaskan pentingnya seluruh jajaran organisasi untuk menjaga ritme kerja dan memastikan seluruh program strategis berjalan dengan baik.

Salah satu fokus utama yang ditekankan adalah peningkatan perwajahan media sosial organisasi, agar tampil profesional, solid, dan representatif di mata publik.

“Program-program harus jalan semua, utamanya soal peningkatan perwajahan medsos. Harus tampil bagus semua. Kita sudah cukup dalam sosialisasi organisasi. Sekarang tinggal pelaksanaan program yang harus dikontrol tiap hari,” tegas Agus Flores.

Menurutnya, saat ini nama besar PW. FRN sudah dikenal luas di berbagai kalangan, sehingga yang dibutuhkan ke depan adalah implementasi nyata program kerja di tingkat pusat maupun daerah.

Agus Flores juga menuturkan bahwa dirinya kini lebih banyak turun ke lapangan, memantau aktivitas pertambangan ilegal dan berbagai isu strategis lain yang menjadi perhatian publik.

“Saya fokus di lapangan, memantau tambang ilegal. Itu bagian dari komitmen kami mendukung langkah Polri dan pemerintah dalam menjaga sumber daya alam serta menegakkan aturan,” ujarnya.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal PW. FRN, menegaskan bahwa pihaknya akan memastikan seluruh bidang organisasi, terutama divisi media dan informasi publik, bekerja optimal dalam mengelola konten serta memperkuat jaringan komunikasi antaranggota.

“Kami sudah mulai melakukan evaluasi harian terhadap seluruh akun resmi PW. FRN di berbagai platform. Citra organisasi di media sosial harus merefleksikan profesionalisme dan integritas kita sebagai insan pers,” ujar Sekjen PW. FRN.

Ia juga mengimbau kepada seluruh pengurus daerah agar aktif melaporkan setiap kegiatan dan inovasi yang dilakukan, guna memperkuat eksistensi organisasi di daerah masing-masing.

“Pengurus di daerah jangan hanya menunggu instruksi. Jalankan program sesuai garis besar organisasi, laporkan kegiatan, dan pastikan komunikasi berjalan dengan baik hingga ke tingkat lapangan,” tambahnya.

Langkah ini menunjukkan komitmen PW. FRN untuk terus memperkuat konsolidasi internal, meningkatkan citra organisasi di ruang digital, serta memperluas kontribusi nyata dalam pengawasan sosial dan pemberitaan yang berimbang.

(Redaksi)

BANYUWANGI || jejakindonesia.id – Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun ke-80 Provinsi Jawa Timur, Pemerintah Kabupaten Banyuwangi menggelar kegiatan berbagi kepada para pengemudi ojek online (ojol) dan ojek konvensional, Minggu (12/10/2025).

Usai memimpin upacara peringatan di halaman Kantor Pemkab, Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani menyerahkan secara simbolis helm dan rompi keselamatan kepada puluhan pengemudi ojek sebagai bagian dari program sosial “Banyuwangi Berbagi.”

Bupati Ipuk mengatakan, pemberian helm dan rompi tersebut merupakan bentuk perhatian pemerintah kepada para pengemudi yang berperan penting dalam mobilitas masyarakat sehari-hari.

“Di momen HUT Jawa Timur ini, kami ingin berbagi kebahagiaan dengan para pengemudi yang setiap hari membantu warga beraktivitas. Mereka juga bagian dari semangat ‘Jatim Tangguh, Terus Bertumbuh’,” ujar Ipuk.

Menurutnya, keselamatan kerja para pengemudi menjadi hal yang tak boleh diabaikan. Selain memberikan perlengkapan keselamatan, Pemkab juga mendorong kesadaran berkendara aman dan tertib di jalan.

Salah satu driver ojol, Abdul Fitrianto atau akrab disapa Monex, menyampaikan rasa terima kasih atas perhatian pemerintah daerah. Ia mengaku, program “Jumat ASN Naik Angkutan Umum atau Ojol” yang dijalankan Pemkab Banyuwangi selama ini telah berdampak positif pada peningkatan pendapatan mereka.

“Terima kasih atas perhatian Ibu Bupati dan pemerintah. Sejak ada program ASN naik ojol, orderan kami meningkat. Bantuan helm dan rompi ini juga sangat membantu keselamatan kami di jalan,” ungkap Monex.

Kegiatan Banyuwangi Berbagi kali ini menjadi penutup rangkaian peringatan HUT ke-80 Provinsi Jawa Timur di Banyuwangi. Melalui aksi sederhana namun bermakna ini, semangat tangguh dan gotong royong yang diusung tema peringatan HUT Jatim tampak nyata di tengah masyarakat Banyuwangi.

BANYUWANGI || jejakindonesia.id – Pemerintah Kabupaten Banyuwangi menggelar upacara peringatan Hari Ulang Tahun ke-80 Provinsi Jawa Timur di halaman Kantor Pemkab Banyuwangi, Minggu (12/10/2025).

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani bertindak sebagai inspektur upacara, yang dihadiri jajaran Forkopimda, Wakil Bupati H. Mujiono, Dandim 0825 Letkol Arm Triyadi Indra Wijaya, Danlanal Letkol Laut (P) Pudji Santoso, Kabag SDM Polresta Kompol Ali Imron, serta Sekda H. Guntur Priambodo.

Dalam sambutannya, Ipuk menegaskan bahwa tema “Jatim Tangguh, Terus Bertumbuh” menjadi refleksi semangat untuk menghadapi tantangan zaman dan memperkuat kolaborasi antarwarga.

“Ketangguhan dan inovasi adalah kunci menghadapi perubahan global. Kita harus terus tumbuh bersama demi kemajuan dan kesejahteraan masyarakat,” ujar Ipuk.

Upacara berlangsung khidmat dan ditutup dengan doa bersama untuk kemajuan Jawa Timur serta kesejahteraan masyarakat Banyuwangi.

BANYUWANGI || jejakindonesia.id – Dalam dunia hukum yang kian kompleks dan sarat kepentingan, Kantor Hukum Mahardhika & Partners menegaskan posisinya untuk tetap berpihak pada kebenaran dan menjunjung tinggi prinsip due process of law dalam setiap penanganan perkara.

Pimpinan Mahardhika & Partners, Supriyadi, S.H., M.H., C.Md, menilai bahwa hukum sejati harus ditegakkan dengan hati nurani dan integritas, bukan sekadar berlandaskan formalitas prosedural yang kerap mengaburkan nilai keadilan.

> “Keadilan tidak boleh dikalahkan oleh formalitas. Kami terus mengawal setiap perkara dengan profesional, bermartabat, dan menjunjung tinggi integritas hukum,” tegas Supriyadi dalam pernyataannya kepada Jejak Indonesia.

 

Ia menambahkan bahwa penegakan hukum yang sehat harus menolak segala bentuk penyalahgunaan kewenangan, karena hal itu hanya akan merusak kepercayaan publik terhadap lembaga hukum. Menurutnya, keadilan sejati bukan sekadar kemenangan hukum, tetapi keberpihakan pada kebenaran dan kemanusiaan.

> “Kami akan terus berada di garis depan membela kepentingan masyarakat yang terzalimi. Mahardhika & Partners berdiri bukan untuk mencari popularitas, tetapi untuk memastikan hukum kembali menjadi pelindung bagi yang lemah, bukan alat bagi yang berkuasa,” imbuhnya.

 

Langkah konsisten Mahardhika & Partners ini menjadi cerminan semangat baru advokat daerah yang tidak hanya menjalankan profesi, tetapi juga menghidupkan cita-cita hukum yang berkeadilan sosial, sebagaimana diamanatkan oleh konstitusi.

Dengan komitmen dan integritas yang teruji, Supriyadi berharap agar seluruh penegak hukum di Indonesia bersama-sama menjaga marwah profesi dan menempatkan keadilan sebagai tujuan utama dari setiap proses hukum.

“Selama nurani masih hidup, keadilan akan tetap bernafas. Dan selama keadilan hidup, hukum tidak akan pernah mati,” pungkasnya.

error: Content is protected !!