Sorry, we're closed Opens Senin at 9:00 am

Tahun: 2025

KEDIRI || jejakindonesia.id – Melalui kegiatan rutin yang ditingkatkan (KRYD) Polres Kediri Kota Polda Jatim berupaya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas).

Kali ini KRYD yang berlangsung di Mako Satlantas Polres Kediri Kota ini melibatkan personel gabungan dari Polres Kediri Kota dan instansi terkait.

Dalam KRYD yang berlangsung hingga Minggu (12/10/2025) dinihari, petugas memeriksa barang bawaan milik pengendara untuk mengantisipasi adanya senjata tajam (sajam), obat terlarang, maupun, benda berbahaya lainnya.

Meskipun tidak ditemukan barang-barang yang mencurigakan maupun berbahaya, petugas sempat menemukan banyak sepeda motor tidak sesuai spesifikasi teknik (spektek) yakni berknalpot brong.

“Sepeda motor yang berknalpot bising kita amankan. Semua langsung kami tindaklanjuti sesuai dengan aturan,” ujar Kasat Lantas Polres Kediri Kota AKP Afandy Dwi Takdir, Senin (13/10).

Dia menjelaskan, penggunaan knalpot brong tidak hanya melanggar aturan lalu lintas, tetapi juga sangat meresahkan masyarakat.

Menurutnya, suara bising yang ditimbulkan knalpot brong itu sering kali mengganggu waktu istirahat masyarakat, terutama pada malam hingga dini hari.

Oleh karenanya, pihaknya merespon laporan dari masyarakat karena resah adanya knalpot brong

“Kebisingan knalpot brong mengganggu kenyamanan warga. Karena itu, penindakan tegas akan terus kami lakukan sekaligus edukasi kepada masyarakat, khususnya kalangan anak muda,” jelasnya.

AKP Afandy menyampaikan, tujuan KRYD ini untuk menciptakan situasi kamtibmas Kota Kediri yang tetap aman dan kondusif.

“Kita harus antisipasi aksi balap liar seperti itu maupun konvoi, dan tindakan kriminalitas lainnya yang dapat menganggu kenyamanan masyarakat khususnya pada malam hari,” ungkapnya.

KEDIRI || jejakindonesia.id – Sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat, Polres Kediri Polda Jawa Timur menyalurkan bantuan sosial berupa material bangunan untuk mendukung pembangunan Masjid Al-Huda di Dusun Wonorejo, Desa Kampung Baru, Kecamatan Kepung, Kabupaten Kediri.

Kapolres Kediri AKBP Bramastyo Priaji menyerahkan langsung bantuan tersebut kepada takmir Masjid Al-Huda.

Kegiatan berlangsung sederhana namun penuh makna, dihadiri jajaran Polres Kediri, perangkat desa, serta tokoh agama dan masyarakat setempat.

AKBP Bramastyo Priaji mengatakan, kegiatan sosial seperti ini merupakan bagian dari bentuk tanggung jawab moral dan kepedulian Polri terhadap kehidupan masyarakat.

“Semoga bantuan ini dapat memperlancar pembangunan dan membawa manfaat bagi masyarakat sekitar,” kata AKBP Bramastyo,Jumat (11/10/2025)

Ia menambahkan, dukungan Polres Kediri Polda Jatim terhadap kegiatan keagamaan dan sosial masyarakat akan terus berlanjut

“InsyaAllah dengan gotong royong dan niat baik semua yang dibangun akan menjadi amal jariyah dan penguat hubungan antara Polri dan masyarakat,” ujar Kapolres Kediri.

Melalui kegiatan ini, Polres Kediri Polda Jatim berharap kehadiran Polri tidak hanya dirasakan dalam penegakan hukum tetapi juga dalam membangun kebersamaan dan kepedulian sosial di tengah masyarakat. (*)

SURABAYA || jejakindonesia.id — Seorang pensiunan Kepala Sekolah di Surabaya berinisial EP bersama putrinya PABS mengaku mengalami intimidasi dan ancaman melalui pesan WhatsApp dari seorang wanita bernama Ikke Septianti (34). Pesan tersebut membuat keduanya mengalami tekanan psikologis hingga nyaris depresi.

“Kirim WA ke saya dan anak saya. Mbak Ikke Septianti mau melaporkan saya ke Polisi. Itu yang membuat saya hampir depresi. Anak saya juga tidak tenang saat mengajar karena diintimidasi dan terus ditagih,” ungkap EP kepada wartawan, Minggu (12/10/2025).

Kasus ini bermula saat EP berkenalan dengan Ikke Septianti pada September 2024 melalui seorang perantara bernama Nurul. Saat itu EP tengah membutuhkan dana cepat untuk menyelesaikan urusan hukum. Nurul kemudian memperkenalkan Ikke Septianti yang mengaku dapat membantu masalah EP.

Tak lama kemudian, Ikke Septianti menawarkan pembelian 1 unit mobil Honda HRV 1.5L SE CVT, tahun 2024, dengan Nopol L 1329 DBA, warna Platinum White Pearl, secara kredit, yang rencananya akan dijaminkan untuk memperoleh dana. Atas saran Ikke, mobil tersebut diajukan atas nama anak EP, PABS.

Setelah pengajuan disetujui oleh Dealer Honda Bintang Madiun dan lembaga pembiayaan di Surabaya, PABS membayar uang muka sebesar Rp83 juta — terdiri dari Rp40 juta tunai dan sisanya melalui transfer ke rekening BRI atas nama Ikke Septianti (No. 635901002658xxx). Angsuran bulanan ditetapkan sebesar Rp8,195 juta selama 72 bulan.

Namun, setelah mobil diserahkan pada November 2024, unit tersebut justru dititipkan kepada Ikke Septianti. EP mengaku seluruh angsuran dibayarkan melalui Ikke, namun pada Juli 2025, debt collector datang menagih ke sekolah tempat PABS mengajar karena cicilan tidak dibayarkan.

“Ternyata angsuran yang sudah kami transfer ke Ikke tidak dibayarkan. Mobil katanya digadaikan Rp125 juta untuk urus kasus saya, tapi nyatanya tidak ada penyelesaian,” jelas EP.

Merasa diintimidasi dan diperas, EP dan PABS kemudian menunjuk Advokat Dodik Firmansyah (kantor di Jl. Peneleh No.128 Surabaya) sebagai kuasa hukum. Mereka mendatangi rumah Ikke Septianti yang beralamat di Desa Bogem RT 002, Kelurahan Bogem, Kecamatan Kawedanan, Kabupaten Magetan, Jawa Timur untuk menyelesaikan masalah secara kekeluargaan.

Namun, saat tiba di lokasi sekitar pukul 16.00 WIB, Ikke Septianti tidak berada di rumah. Mereka disambut oleh ibunya berinisial Tr yang mengaku tidak tahu-menahu mengenai mobil tersebut. Hingga pukul 21.00 WIB, Ikke tak juga kembali.

“Kami datang dengan niat baik untuk menyelesaikan secara kekeluargaan, tapi tidak ditemui. Karena itu kami akan mengambil langkah hukum, termasuk melaporkan dugaan intimidasi dan pemerasan,” ujar Dodik Firmansyah.

Sementara itu, Ikke Septianti saat dikonfirmasi membantah melakukan intimidasi maupun pemerasan. Ia mengaku hanya mengirim pesan dengan nada keras karena emosi.

“Saya emosi waktu itu, tapi tidak memeras. Semua uang ada hitungannya. Kalau mau diselesaikan baik-baik, ayo, tapi jangan melibatkan ibu saya,” ucap Ikke saat dihubungi melalui WhatsApp.

Kasus ini kini tengah dalam pendampingan hukum dan rencananya akan dilaporkan secara resmi ke pihak kepolisian dalam waktu dekat.
(Redho)

JAKARTA || – Ketua Umum Perkumpulan Wartawan Fast Respon Nusantara (PW.FRN) Counter Polri, Raden Mas MH Agus Rugiarto, SH, yang lebih dikenal dengan nama Agus Flores, menegaskan bahwa setiap lambang atau logo yang digunakan oleh FRN bukan sekadar simbol organisasi, melainkan mengandung doa, makna, dan nilai spiritual yang sangat dalam.

“Setiap logo yang saya buat ada doanya. Bahkan sampai saya goyangkan batu nisan Raja Majapahit. Kalau disalahgunakan oleh pengkhianat, maka risikonya ditanggung sendiri. Logo itu ibaratnya memiliki kunci, dan untuk membukanya pun ada syaratnya — tidak bisa sembarangan, karena penuh dengan ritual tingkat tinggi,” ujar Agus Flores.

Dalam penjelasannya, Agus Flores menuturkan bahwa proses penciptaan simbol FRN dilakukan dengan penuh penghormatan terhadap sejarah dan spiritualitas leluhur Nusantara. Ia bahkan menggenggam tanah makam para raja sebagai bentuk penghormatan dan penyatuan energi perjuangan bangsa.

“Saya menggenggam tanah makam mereka — dari Raja Kutai hingga Raja Majapahit. Semua itu dilakukan dengan niat menjaga marwah bangsa dan organisasi ini,” tegasnya.

PW.FRN di bawah kepemimpinan Agus Flores dikenal sebagai organisasi wartawan nasional yang berkomitmen menjaga integritas, keberanian, dan pengabdian kepada kebenaran serta kepentingan rakyat Indonesia 🇮🇩.

(Redaksi)

SURABAYA || jejakindonesia.id — Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali memimpin secara langsung Upacara Wisuda Purna Wira (WPW) Perwira Tinggi (Pati) TNI AL Tahun 2025 yang digelar di Lapangan Laut Arafuru, Akademi TNI AL (AAL), Bumi Moro, Surabaya. Sabtu (11/10).

Wisuda Purna Wira Pati TNI AL Tahun 2025 yang mengangkat tema “Jiwa Pengabdian Tetap Tertanam, Semangat Perjuangan Takkan Padam” ini diikuti sebanyak 79 Wisudawan yang terdiri dari 3 (tiga) orang Pati bintang tiga berpangkat Laksdya TNI, 36 (tiga puluh enam) orang Pati bintang dua berpangkat Laksamana Muda TNI/Mayor Jenderal TNI Marinir, 40 (empat puluh) orang Pati bintang satu berpangkat Laksamana Pertama TNI/Brigjen TNI Marinir .

Kasal dalam amanatnya menyampaikan upacara ini adalah simbol pewarisan nilai-nilai luhur kepemimpinan, integritas, dan semangat pengabdian dari generasi senior kepada generasi penerus. “Tradisi ini menegaskan bahwa pengabdian kepada bangsa dan negara tidak pernah berhenti, meskipun tugas kedinasan telah berakhir,” tegas Kasal.

Lebih lanjut Kasal mengucapkan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya atas dedikasi, loyalitas, dan pengabdian luar biasa kepada Para Wisudawan. Tak lupa kepada para Perwira Remaja, Taruna Akademi Angkatan Laut, dan segenap generasi penerus, Kasal berpesan “Teladanilah generasi di atas kalian. Warisi nilai-nilai luhur, integritas, dedikasi dan semangat pengabdian yang telah diberikan oleh para senior kalian. Jadikan pengabdian mereka sebagai inspirasi untuk memberikan karya terbaik bagi tni angkatan laut, TNI, bangsa, dan negara yang kita cintai bersama”.

Upacara Wisuda Purna Wira Pati TNI AL juga dimeriahkan dengan demonstrasi Kolone Senapan dari Taruna AAL, bela diri, dan display Genderang Suling Gita Jala Taruna AAL Angkatan ke-72, dan Paduan Suara gabungan Perwira Siswa Taruna AAL Angkatan ke-71 dan Mahasiswi Universitas Hang Tuah.

Di tengah acara Kasal didampingi Ketua Umum Jalasenastri Ny. Fera Muhammad Ali menyerahkan piagam penghargaan dan cinderamata kepada perwakilan wisudawan dalam hal ini adalah Laksdya TNI (Purn.) Prof. Amarulla Octavian beserta Ny. Anna Amarulla Octavian.

Selanjutnya penyerahan secara simbolis Kartu Persatuan Purnawirawan Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (Pepabri) oleh Wakil Ketua Pepabri Laksamana TNI (Purn.) Ahmad Sucipto kepada Laksdya TNI (Purn.) Dadi Hartanto. Sedangkan Kartu Persatuan Istri Purnawirawan (PERIP) diserahkan oleh Ketua PERIP Ny. Endah Ade Supandi kepada Ny. Dadi Hartanto.

Sementara itu penyerahan simbolis Kartu Persatuan Purnawirawan Angkatan Laut (PPAL) diserahkan oleh Laksamana TNI (Purn.) Yudo Margono kepada Laksdya TNI (Purn.) Maman Firmansyah dan Kartu Persatuan Istri Purnawirawan Angkatan Laut (PIPAL) diserahkan oleh Ny. Vero Yudo Margono kepada Ny. Maman Firmansyah.

Acara dilanjutkan dengan Tradisi Pewarisan Nilai-Nilai Kepemimpinan TNI AL di mana para Wisudawan Purna Wira Pati TNI AL akan mewariskan nilai-nilai kepemimpinan kepada Perwira Remaja AAL Angkatan ke-70 dan Perwira Siswa AAL Angkatan ke-71 yang baru saja dilantik oleh Presiden RI Jenderal TNI (Purn.) Prabowo Subianto di Istana Negara. Kemudian diakhiri dengan Pelepasan Wisuda Purna Wira Pati TNI AL melewati Gapura Pedang sebagai simbol menghantar para senior yang memasuki masa purna bakti oleh para junior yang masih aktif untuk kembali ke masyarakat.

Sumber: Dinas Penerangan Angkatan Laut.

error: Content is protected !!