Sorry, we're closed Opens Senin at 9:00 am

Tahun: 2025

BENGKULU || jejakindonesia.id – Suasana ceria menyelimuti Lapangan Anton Soejarwo Polda Bengkulu, Senin (13/10/2025), ketika Kapolda Bengkulu Irjen Pol. Mardiyono, S.I.K., M.Si. bersama Ketua Bhayangkari Daerah Bengkulu menyambut kedatangan siswa-siswi TK Islam Terpadu Khairunnisa dalam kegiatan Outing Class Polisi Sahabat Anak.

Kegiatan ini bertujuan untuk mengenalkan profesi kepolisian secara edukatif, interaktif, dan menyenangkan kepada anak-anak usia dini.

Kapolda Bengkulu Irjen Pol. Mardiyono, S.I.K., M.Si. dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi bagian dari upaya Polri untuk membangun kedekatan dengan masyarakat sejak usia muda.

“Polisi harus hadir dan dikenal sejak dini, bukan untuk ditakuti, tapi untuk dicintai. Dari sinilah kita menanamkan rasa disiplin, tanggung jawab, dan kepedulian terhadap keselamatan,” ujar Kapolda Bengkulu Irjen Pol. Mardiyono, S.I.K., M.Si.

Dalam kegiatan tersebut, anak-anak diajak belajar tentang keselamatan berlalu lintas, mengenal rambu jalan, serta praktik menyeberang dengan aman bersama personel Lalu Lintas. Mereka juga diajak melihat kendaraan operasional Polri seperti motor patroli dan kendaraan taktis, sembari dijelaskan fungsinya dalam menjaga keamanan.

Kemeriahan semakin terasa saat Kapolda dan Ketua Bhayangkari memberikan hadiah kepada anak-anak yang aktif menjawab pertanyaan. Selain menumbuhkan rasa percaya diri, kegiatan ini juga meninggalkan kesan positif bagi peserta.

Kapolda Bengkulu menambahkan, “Melalui kegiatan Polisi Sahabat Anak, kami ingin menanamkan nilai-nilai moral dan kedisiplinan sejak dini. Anak-anak adalah masa depan bangsa, dan Polri akan terus hadir untuk mendidik serta melindungi mereka dengan kasih sayang.”

Kegiatan berlangsung aman, tertib, dan penuh keceriaan, menjadi bukti nyata komitmen Polda Bengkulu dalam mewujudkan Polri yang humanis, dekat dengan masyarakat, dan dicintai anak-anak.

MADIUN KOTA – Semangat berbagi untuk kesejahteraan masyarakat kembali digelorakan oleh Polres Madiun Kota Polda Jawa Timur melalui Launching program SPPG (Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi).

Acara yang digelar dengan penuh kehangatan ini mendapat perhatian dan dukungan langsung dari jajaran Polres Madiun Kota.

Dalam kegiatan perdana tersebut, SPPG menargetkan pembagian 3.800 porsi makanan bergizi untuk masyarakat, khususnya kalangan pelajar.

Namun, pada tahap awal, tim baru mampu menyalurkan 1.300 porsi melalui kerja sama dengan MBG.

Adapun penerima manfaat utama program ini adalah para siswa SMP Negeri 1 dan SMP Negeri 3 Kota Madiun, yang menjadi pilot project distribusi gizi sehat di lingkungan pendidikan.

Kapolres Madiun Kota AKBP Wiwin Junianto, S.I.K. dalam kesempatan itu menyampaikan Program SPPG ini sangat positif karena menyentuh kebutuhan dasar masyarakat, terutama anak-anak sekolah.

“Kami di Polres Madiun Kota mendukung penuh langkah konkret seperti ini, karena kepedulian sosial merupakan fondasi keamanan dan ketertiban yang berkelanjutan,” ujar AKBP Wiwin.

Kapolres Madiun Kota juga menambahkan bahwa kolaborasi antara komunitas, pemerintah, dan aparat keamanan menjadi kunci keberhasilan pembangunan sosial di tingkat lokal.

“Dengan kebersamaan, kita bisa memastikan tidak ada anak yang bersekolah dalam keadaan lapar. Ini bukan sekadar berbagi makanan, tapi juga menanamkan nilai empati dan gotong royong di tengah masyarakat,” imbuhnya.

Kegiatan Launching SPPG diharapkan menjadi inspirasi bagi berbagai elemen masyarakat untuk terus memperluas gerakan sosial serupa.

Dengan target 3.800 porsi, program ini diharapkan mampu memperkuat ketahanan gizi pelajar dan menumbuhkan semangat solidaritas sosial di Kota Madiun.

Untuk diketahui, SPPG ini dirintis oleh Polres Madiun Kota bersama komunitas Winongo dan MBG (Madiun Berbagi Gizi).

Kapolres Subulussalam Luncurkan Program MBG, 975 Siswa Subulussalam || jejakindonesia.id – Senyum ramah dan kedekatannya dengan masyarakat menjadi ciri khas dari sosok Kapolres Subulussalam, AKBP Muhammad Yusuf, S.I.K. Sosok perwira menengah Polri ini kembali menunjukkan komitmen kuatnya terhadap pelayanan publik, kali ini lewat peluncuran program Makanan Bergizi Gratis (MBG) dalam rangkaian Program Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang digagas oleh Yayasan Kemala Bhayangkari Polres Subulussalam.

Bertempat di MIN 1 Subulussalam, Kecamatan Simpang Kiri, Kapolres memimpin langsung peluncuran perdana MBG yang menyasar 975 siswa dari empat sekolah di wilayah tersebut. Program ini merupakan terobosan baru yang bertujuan mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui pemenuhan gizi siswa sekolah, selaras dengan salah satu misi Asta Cita Presiden Republik Indonesia.

Dalam kegiatan itu, Kapolres terlihat turun langsung ke dapur umum SPPG yang dipusatkan di Polres Subulussalam. Ia bersama perwira serta personel lainnya terlibat dalam proses memasak, memastikan makanan yang disalurkan benar-benar memenuhi standar gizi dan kebersihan. Tidak hanya itu, Kapolres juga ikut mengisi makanan ke dalam wadah sebelum didistribusikan ke sekolah-sekolah yang telah ditunjuk.

Empat sekolah yang menjadi penerima manfaat pada tahap awal ini yakni SD Negeri 4 Subulussalam, MIN 1 Subulussalam, SMP Swasta Jannatul Firdaus, dan SMA Swasta Jannatul Furdaus. Dengan penuh semangat, para siswa menyambut penyaluran MBG ini. Wajah ceria dan tawa anak-anak menandai keberhasilan hari pertama peluncuran.

Dalam sambutannya, AKBP Muhammad Yusuf menyampaikan bahwa program ini merupakan bagian dari upaya Polres Subulussalam dalam mendukung pembangunan manusia Indonesia yang unggul dan sehat sejak usia sekolah.

> “Hari ini kami meluncurkan perdana MBG. Kegiatan ini diawali dari proses memasak di dapur SPPG, pengisian ke wadah makanan, hingga pendistribusian ke sekolah-sekolah di Kecamatan Simpang Kiri. Ini bukan sekadar program, tetapi bentuk kepedulian nyata kami kepada generasi penerus bangsa,” ujar Kapolres.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa program ini akan berjalan secara berkelanjutan dan akan diperluas ke wilayah lain di Kota Subulussalam. Ia juga mengapresiasi dukungan dari para guru dan pihak sekolah yang turut membantu kelancaran distribusi makanan.

> “Program MBG ini sejalan dengan visi Presiden dalam Asta Cita untuk memperkuat pembangunan SDM. Maka, kami di jajaran Polres Subulussalam berkomitmen penuh mendukung dan memastikan program ini terus berlanjut, agar manfaatnya benar-benar dirasakan oleh anak-anak kita,” tutup Kapolres.

Sosok AKBP Muhammad Yusuf dikenal tidak hanya sebagai pemimpin yang tegas dalam penegakan hukum, tetapi juga sebagai figur yang dekat dengan masyarakat, terutama anak-anak. Dalam setiap kesempatan, ia berusaha menanamkan nilai-nilai moral, disiplin, dan kepedulian sosial.

Kehadiran beliau di tengah-tengah anak-anak sekolah, menyapa hangat dan bercanda ringan, menggambarkan pribadi yang humanis dan peduli. Tak heran jika program seperti ini tidak hanya mendapat sambutan hangat dari masyarakat, namun juga mampu membangun kepercayaan terhadap institusi kepolisian sebagai pelayan masyarakat.

Program MBG sendiri dirancang tidak hanya untuk memberikan makanan sehat, tetapi juga untuk mendidik anak-anak tentang pentingnya pola makan bergizi, kebersihan, dan gaya hidup sehat sejak dini. SPPG berkolaborasi dengan tenaga gizi dan ahli kesehatan dalam menyusun menu harian yang diberikan.

Kegiatan penyaluran MBG berjalan lancar dan penuh semangat. Para siswa yang menerima makanan tampak antusias dan bersemangat mencicipi makanan yang diberikan. Para guru juga mengungkapkan apresiasi mendalam atas inisiatif yang dilakukan oleh Polres Subulussalam.

Dengan langkah nyata seperti ini, Polres Subulussalam di bawah kepemimpinan AKBP Muhammad Yusuf menunjukkan bahwa peran kepolisian tidak hanya sebatas penegakan hukum, tetapi juga sebagai pelopor kesejahteraan dan pembangunan masyarakat.

Redaksi: Syahbudin Padank, FRN Fast Respon counter Polri Nusantara provinsi aceh

Palangka Raya || jejakindonesia.id – SPPG (Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi) Kemala Presisi Kepolisian Daerah Kalimantan Tengah (Polda Kalteng) menerima inspeksi dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Palangka Raya, sebagai bagian dari upaya memastikan program Makan Bergizi Gratis (MBG) aman dan berkualitas.

Dalam inspeksi kali ini, Karoops Polda Kalteng yang juga sebagai ketua pelaksana SPPG Kemala Presisi Polda Kalteng Kombes Pol Dr. Sugeng Riyadi, turut mendampingi tim yang dipimpin oleh Magdalena Danisia, selaku pemeriksa sanitasi Dinkes Kota Palangka Raya, bersama sejumlah staffnya.

Pada pelaksanaan inspeksi tersebut, tim melakukan pengambilan sampel makanan pada ke lima jenis bahan yang disediakan di dapur atau ompreng SPPG, seperti nasi, sayuran, tempe, dan ayam serta buah.

“Sampel-sampel ini akan kami bawa ke laboratorium yang telah terakreditasi dan ditunjuk oleh pemerintah. Kami akan mengirim ke Laboratorium Kesehatan Daerah (Latusda) Provinsi Kalimantan Tengah di Jalan Suprapto,” jelas Magdalena, usai melakukan inspeksi.

Magdalena mengatakan bahwa untuk proses pengujian sampel sendiri nantinya akan dibagi menjadi dua bagian, yaitu mikrobiologi dengan lama waktu diperkirakan selesai dalam tiga sampai empat hari, dan uji kimia dengan perkiraan selesai selama hingga dua minggu.

Pengambilan sampel ini yang jadi syarat utama, untuk memastikan kelayakan higienis dan sanitasi SPPG sebelum diterbitkannya SLHS.

“Jadi kami tidak mungkin mengeluarkan sertifikat SLHS tanpa mengetahui kualitas makanan yang disajikan. Jika hasil uji menunjukkan bahwa makanan aman dan layak, maka SPPG akan menerima sertifikat tersebut dan dapat beroperasi secara penuh,” tandasnya.

Sementara itu, ditempat yang sama Karoops Polda Kalteng mewakili Kapolda Irjen Pol Iwan Kurniawan, menambahkan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen Polda Kalteng dengan berkolaborasi bersama Dinkes dalam menjaga standar kesehatan lingkungan, terutama di instansi pelayanan publik seperti SPPG.

“Kami apresiasi atas inspeksi ini, sebagai langkah untuk mempercepat perolehan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) bagi SPPG, sehingga program MBG dapat terus berjalan dengan aman dan lancar tanpa adanya kendala kedepannya,” tutupnya.

BANDUNG || jejakindonesia.id – Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) memperkenalkan program Sistem Informasi Growth Wilayah (SIGROW) sebagai instrumen untuk memantau, mengawal, dan mempercepat pertumbuhan ekonomi di daerah.

Kepala Biro Perencanaan Kemendagri Ahmad Husin Tambunan, selaku penggagas SIGROW, menjelaskan bahwa program ini merupakan tool dalam upaya percepatan pertumbuhan ekonomi daerah. Program tersebut lahir dari proyek perubahan dalam Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat II Angkatan XV di Lembaga Administrasi Negara (LAN).

Husin menerangkan, SIGROW terdiri atas dua elemen penting. Pertama, Data Statis, yang memuat sembilan langkah konkret pemerintah daerah (Pemda) dalam percepatan pertumbuhan ekonomi. Kedua, Data Statis, yang mencakup kebijakan dan potensi ekonomi daerah untuk mendukung target pertumbuhan ekonomi nasional sebesar delapan persen.

“Kementerian Dalam Negeri bersama dengan Badan Perencanaan Pembangunan Nasional dan Badan Pusat Statistik telah merumuskan 9 langkah konkret untuk percepatan pertumbuhan ekonomi,” kata Husin saat memaparkan program SIGROW di Hotel InterContinental Bandung, Jawa Barat, Rabu (8/10/2025).

Husin merinci sembilan langkah percepatan tersebut meliputi percepatan realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), percepatan realisasi Penanaman Modal Asing (PMA) dan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN), percepatan realisasi proyek-proyek infrastruktur pemerintah, pengendalian harga bahan pokok, serta pencegahan ekspor dan impor ilegal.

Selain itu, langkah percepatan juga mencakup perluasan kesempatan kerja, peningkatan produktivitas sesuai potensi lokal, peningkatan output industri manufaktur sesuai potensi lokal, dan kemudahan perizinan berusaha.

Menurut Husin, SIGROW merupakan tindak lanjut dari kick-off yang digelar pada 7 Juli 2025. Dalam kegiatan tersebut, Kemendagri, Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), dan Badan Pusat Statistik (BPS) berkolaborasi menyiapkan mekanisme pemantauan, pengawalan, serta percepatan pertumbuhan ekonomi nasional dan regional guna mendukung pencapaian target pertumbuhan delapan persen.

Ia menambahkan, dengan adanya instrumen yang terintegrasi, arahan yang jelas, serta sistem pelaporan yang sederhana bagi Pemda, diharapkan program ini dapat meningkatkan kesadaran Pemda dan pemangku kepentingan terkait untuk lebih serius dalam mengawal target pertumbuhan ekonomi tersebut.

Adapun program SIGROW mendapat dukungan dari berbagai pihak. Kegiatan peluncuran dan sosialisasi di Bandung ini dihadiri oleh perwakilan Pemda, kementerian/lembaga, serta Kepala Perwakilan BPS dari berbagai wilayah Indonesia.

Sejalan dengan itu, Direktur Pemerintahan, Keuangan Daerah, dan Transfer ke Daerah Kementerian PPN/Bappenas Anang Budi Gunawan menyambut baik inisiatif tersebut. Ia menilai, terbangunnya tiga pilar upaya bersama akan semakin memperkuat kerja kolaboratif dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah melalui program SIGROW. Anang menjelaskan, tiga pilar utama yang dimaksud mencakup pemantauan melalui dashboard perkembangan ekonomi terkini, pengawalan melalui rapat koordinasi berkala, serta percepatan lewat intervensi konkret.

Puspen Kemendagri

error: Content is protected !!