Sorry, we're closed Opens Selasa at 9:00 am

Tahun: 2025

SKANDAL PROYEK APBD: Kontraktor CV. Yani Putra Daon Diduga Tutup-Tutupi Papan Proyek!

TANGERANG || jejakindindonesia.id -Papan proyek sangat penting untuk transparansi publik dan akuntabilitas dalam penggunaan dana APBD. Ketika papan proyek ditutup-tutupi, hal itu menimbulkan pertanyaan serius tentang potensi skandal, korupsi, atau penyelewengan dalam proyek (26/12/2025).

Papan nama proyek adalah hal penting sebagai saranan informasi kepada masyarakat untuk mengetahui jenis kegiatan proyek yang bersumber dana besaran Anggaran, Volume pekerjaan, Cv kontraktor pelaksana serta tanggal dan waktu pelaksanaanya yang merupakan implementasi azas transparansi sehingga masyarakat dapat ikut serta dalam proses pengawasan.

Dalam hal tersebut, sebuah percakapan mencurigakan antara Pak RT dan diduga pihak CV. Yani Putra Daon (Kontraktor) melalui WhatsApp terkuak, memicu kemarahan LSM Harimau. "Assalammualikum Pak Rt Minta Copotin Papan Proyek di lapangan di lepas aja," bunyi pesan tersebut.

Suparta dari LSM Harimau mengecam tindakan kontraktor, menyebutnya salah dan tidak patut dicontoh. "Anggaran bukan dari kantong pribadi, melainkan APBD Kabupaten Tangerang Thn.2025. Proyek Paving Blok RT. 05 RW. 08 Kampung Margasari, Curug Kulon, Curug, bernilai Rp. 99.652.000,00, dibiayai pajak masyarakat," tegasnya

Hal tersebut tidak sesuai dengan amanah Undang-undang nomor 14 tahun 2008 tentang keterbukaan informasi Publik (KIP) serta Perpres nomor 54 tahun 2010 dan nomor 70 tahun 2012 dimana mengatur setiap pembangunan fisik yang anggaran dari Negara wajib untuk memasang papan nama proyek.

Papan proyek bahkan jelas-jelas menulis, "PROYEK INI DIBIAYAI OLEH PAJAK YANG ANDA BAYAR." LSM Harimau juga soroti kondisi kerja kontraktor yang tergesa-gesa, tanpa APD dan K3, melanggar Peraturan Menteri Ketenagakerjaan No. 48/1997.

"Minimnya pengawasan Disperkim Kabupaten Tangerang," kritik Suparta. Aksi ini memicu ancaman LSM Harimau untuk melayangkan surat ke kejaksaan negeri tigaraksa dan Bupati tangerang jika Disperkim tidak bertindak.

Pihak terkait diminta untuk memberikan klarifikasi terkait dengan proyek ini. Apakah kontraktor akan diberikan sanksi? Apakah Disperkim akan melakukan pengawasan yang lebih ketat?LSM Harimau menuntut agar Disperkim Kabupaten Tangerang melakukan pengawasan yang lebih ketat terhadap proyek-proyek yang dibiayai oleh APBD. Mereka juga menuntut agar kontraktor patuhi aturan dan melakukan pekerjaan dengan baik.

Jika Disperkim tidak bertindak, LSM Harimau akan melayangkan surat ke Kejaksaan Negeri Tigaraksa dan Bupati Tangerang. Mereka berharap agar pihak berwajib dapat memantau dan mengawasi proyek-proyek yang dibiayai oleh APBD.

Pertanyaan ini masih belum terjawab. Namun, LSM Harimau akan terus memantau dan mengawasi proyek-proyek yang dibiayai oleh APBD. Mereka berharap agar masyarakat dapat memperoleh informasi yang transparan dan akurat tentang proyek-proyek tersebut.

Masyarakat berhak tahu tentang proyek-proyek yang dibiayai oleh APBD. Mereka berhak tahu bagaimana anggaran digunakan dan apa hasilnya. Oleh karena itu, LSM Harimau menuntut agar pemerintah lebih transparan dalam mengelola proyek-proyek tersebut.

Akhir dari skandal ini masih belum terlihat. Namun, LSM Harimau akan terus berjuang untuk memastikan bahwa proyek-proyek yang dibiayai oleh APBD dikelola dengan baik dan transparan. Mereka berharap agar masyarakat dapat memperoleh manfaat dari proyek-proyek tersebut. (Red)

Libur Pertama Nataru, Polres Pasuruan Pastikan Arus Lalu Lintas Masih Terkendali

PASURUAN || jejakindonesia.id — Memasuki hari pertama libur bersama Natal dan Tahun Baru 2025/2026, Polres Pasuruan memastikan arus lalu lintas di wilayah Kabupaten Pasuruan masih berjalan lancar dan terkendali. Petugas melakukan pantauan arus lalin disejumlah titik di Pasuruan, Jum'at (26/12/25).

Pantauan petugas di Gerbang Tol Pandaan memperlihatkan arus kendaraan masih dalam kategori normal. Meski demikian, Polres Pasuruan tetap meningkatkan monitoring sebagai langkah antisipasi terhadap potensi peningkatan arus lalu lintas yang diperkirakan terjadi pada akhir pekan, terutama di jalur wisata dan jalur menuju Kota Malang.

Kasat Lantas Polres Pasuruan menyampaikan bahwa sejak rangkaian pengamanan Natal hingga hari pertama libur bersama, situasi lalu lintas relatif landai. Personel lalu lintas tetap disiagakan untuk mengantisipasi kepadatan, kecelakaan, maupun pelanggaran lalu lintas di titik-titik rawan.

Sebagai bagian dari strategi pengamanan, Polres Pasuruan memfokuskan pengaturan lalu lintas di sejumlah lokasi yang berpotensi terjadi kepadatan, seperti Gerbang Tol Taman Dayu, Simpang Tiga Purwosari, dan jalur arteri Gempol. Langkah ini dilakukan berdasarkan evaluasi pengamanan pada periode Natal dan Tahun Baru di tahun-tahun sebelumnya.

Sementara itu, Kapolres Pasuruan AKBP Dani Iriawan menegaskan seluruh pos pengamanan dan pos pelayanan telah dioptimalkan untuk mendukung kelancaran arus lalu lintas dan kenyamanan masyarakat selama libur Nataru. Ia juga mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada terhadap kondisi cuaca yang tidak menentu.

“Kami mengimbau masyarakat agar memastikan kendaraan dalam kondisi baik, mematuhi aturan lalu lintas, dan berhati-hati selama perjalanan, terutama di tengah potensi cuaca ekstrem,” tegas Kapolres.

Wakapolri: Polri Berangkatkan 1.500 Personel untuk Penanggulangan Bencana di Aceh, Sumut, dan Sumbar

JAKARTA || jejakindonesia.id - Wakil Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Wakapolri) Komjen Pol Prof. Dr. Dedi Prasetyo memimpin apel pemberangkatan personel Polri dalam rangka penanggulangan bencana di wilayah Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Kegiatan tersebut berlangsung di Lapangan Bhayangkara Mabes Polri, Jumat (26/12/2025) pagi.

Dalam keterangannya kepada awak media, Wakapolri menyampaikan bahwa pemberangkatan personel ini merupakan tindak lanjut langsung dari perintah Kapolri setelah dilakukan evaluasi penanganan bencana selama satu bulan terakhir.

“Sesuai dengan perintah Bapak Kapolri, hari ini Polri kembali mempersiapkan dan memberangkatkan pasukan, termasuk peralatan-peralatan pendukung lainnya. Setelah evaluasi selama satu bulan, dipandang perlu adanya penambahan kekuatan,” ujar Komjen Pol Dedi Prasetyo.

Wakapolri menjelaskan, Badan Penanggulangan Bencana telah meminta Mabes Polri untuk menambah dua batalion personel. Total personel yang dipersiapkan untuk penanganan pascabencana di wilayah Sumatera mencapai 1.500 personel.

“Sebanyak dua batalion atau 600 personel akan ditempatkan di Aceh Tamiang dan Aceh Utara, sementara 900 personel Brimob Nusantara hari ini melaksanakan apel serentak, baik di Mabes Polri maupun di wilayah masing-masing,” jelasnya.

Selain itu, Polri juga mengerahkan personel dari berbagai daerah, antara lain Sumatera Selatan, Banten, DIY, Nusa Tenggara Barat, Kalimantan Timur, dan Sulawesi Selatan, masing-masing sebanyak 100 personel. Hingga akhir tahun 2025, total personel Polri yang terlibat dalam penanganan bencana mencapai 8.613 personel.

Dalam mendukung operasi kemanusiaan, Polri telah menyalurkan bantuan sebanyak 7.598 ton yang terdiri dari bantuan Mabes Polri seberat 3.145,8 ton, sementara dari Polda jajaran yaitu 4.445,2 ton. Distribusi dilakukan melalui berbagai sarana, termasuk tujuh helikopter, empat kapal, serta dua pesawat jenis Fokker dan CN.

“Fokus kita selama satu bulan ini adalah mitigasi bencana, suplai bantuan logistik, pelayanan kesehatan, serta identifikasi korban. Seluruh kebutuhan akan terus dievaluasi hingga Januari dan Februari 2026,” tegas Wakapolri.

Polda Jatim Imbau Masyarakat Waspadai Cuaca Ekstrem Saat Libur Nataru

SURABAYA || jejakindonesia.id - Polda Jawa Timur mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem yang diperkirakan terjadi pada akhir tahun 2025, khususnya di momen libur Natal dan Tahun Baru (Nataru).

Imbauan tersebut disampaikan sebagai bagian dari upaya preventif dalam pelaksanaan Operasi Lilin Semeru 2025, guna memastikan keselamatan masyarakat selama melakukan perjalanan maupun aktivitas liburan.

Kasubsatgas Penmas Operasi Lilin Semeru 2025 sekaligus Juru Bicara Operasi, Kompol Gandi Darma Yudanto, mengatakan bahwa kondisi cuaca yang tidak menentu berpotensi menimbulkan berbagai risiko, seperti banjir, tanah longsor, hingga kecelakaan lalu lintas.

“Polda Jawa Timur mengimbau masyarakat agar selalu memantau prakiraan cuaca melalui informasi resmi dari BMKG sebelum dan selama melakukan perjalanan,” kata Kompol Gandi, Kamis (25/12/2025).

Ia juga mengingatkan masyarakat untuk tidak memaksakan perjalanan apabila kondisi cuaca sedang ekstrem, seperti hujan lebat disertai angin kencang atau jarak pandang yang terbatas.

“Apabila cuaca tidak memungkinkan, sebaiknya perjalanan ditunda demi keselamatan bersama,” ujarnya.

Selain itu, masyarakat diminta menghindari wilayah-wilayah yang rawan terjadi banjir dan tanah longsor, terutama di daerah pegunungan, lereng, serta jalur-jalur yang selama ini dikenal rawan bencana.

“Keselamatan harus menjadi prioritas utama. Utamakan keselamatan diri sendiri, keluarga, dan juga orang lain saat beraktivitas di masa libur Nataru,” pungkad Kompol Gandi.

Polda Jawa Timur memastikan akan terus melakukan pemantauan situasi keamanan, ketertiban, dan keselamatan masyarakat selama pelaksanaan Operasi Lilin Semeru 2025.

Selain itu Polda Jatim juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menciptakan libur Nataru yang aman, nyaman, dan selamat. (*)

Wakapolri Pimpin Apel Pemberangkatan Personel ke Wilayah Bencana Sumatera, Perkuat Penanganan Pascabencana

JAKARTA || jejakindonesia.id – Wakil Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Wakapolri) Komjen Pol Prof. Dr. Dedi Prasetyo memimpin apel pemberangkatan personel Polri dalam rangka penanggulangan bencana alam di wilayah Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Apel tersebut digelar di Lapangan Bhayangkara Mabes Polri sebagai tindak lanjut perintah Kapolri untuk memastikan kesiapan personel, peralatan, serta sarana dan prasarana pendukung di wilayah terdampak bencana.

Dalam keterangannya kepada awak media, Wakapolri menegaskan bahwa apel pemberangkatan ini merupakan bagian dari rangkaian apel kesiapsiagaan nasional yang sebelumnya juga telah dilaksanakan oleh Kapolri.

“Sesuai dengan perintah Bapak Kapolri, hari ini Polri kembali melaksanakan apel kesiapsiagaan sekaligus apel pemberangkatan personel dalam rangka penanggulangan bencana alam. Ini merupakan komitmen Polri untuk selalu siap merespons secara cepat dan tepat ketika bencana terjadi,” ujar Komjen Pol Dedi Prasetyo.

Wakapolri menjelaskan, setelah dilakukan evaluasi penanganan bencana selama satu bulan terakhir, dipandang perlu adanya penambahan kekuatan. Atas dasar tersebut, Polri memberangkatkan total 1.500 personel untuk memperkuat penanganan pascabencana di wilayah Sumatera.

“Badan Penanggulangan Bencana juga telah meminta Mabes Polri untuk menambah dua batalion personel. Secara keseluruhan, hingga akhir tahun ini Polri menyiapkan dan memberangkatkan 1.500 personel untuk penanganan pascabencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat,” jelasnya.

Personel tersebut akan difokuskan untuk memperkuat wilayah Aceh Tamiang dan Aceh Utara, serta sejumlah wilayah terdampak di Sumatera Utara dan Sumatera Barat. Penguatan personel ini juga direncanakan akan berlanjut pada Januari hingga Februari 2026, menyesuaikan dengan perkembangan situasi di lapangan.

Wakapolri menegaskan bahwa penambahan personel sangat dibutuhkan mengingat personel organik di wilayah terdampak telah melaksanakan tugas hampir selama satu bulan penuh.

“Secara fisik dan psikologis, rekan-rekan kita di lapangan sudah mengalami tingkat kelelahan yang cukup tinggi. Oleh karena itu, pengiriman personel baru diperlukan agar keberlangsungan dan efektivitas tugas kemanusiaan tetap terjaga,” ujarnya.

Selain penguatan personel, Polri juga mengerahkan berbagai peralatan pendukung mitigasi bencana, termasuk alat berat, sarana distribusi logistik, serta dukungan penyediaan air bersih. Kapolri, kata Wakapolri, memberikan atensi khusus terhadap percepatan pengerahan alat berat dan pembangunan sumur bor di wilayah pengungsian.

“Penggunaan alat berat menjadi prioritas karena pembersihan secara manual membutuhkan waktu lama, sementara kondisi cuaca masih berpotensi hujan dan banjir kembali. Air bersih juga menjadi kebutuhan dasar masyarakat, khususnya di wilayah Aceh Tamiang,” tegas Wakapolri.

Selain itu, Polri juga memprioritaskan pemenuhan layanan kesehatan bagi masyarakat terdampak, termasuk penyediaan obat-obatan, tenaga medis, serta kebutuhan anak-anak dan ibu-ibu di lokasi pengungsian.

Usai memimpin apel, Wakapolri bersama tim dijadwalkan melakukan peninjauan langsung ke Medan, Aceh Utara, Aceh Tamiang, Tapanuli Tengah, serta wilayah Agam di Sumatera Barat guna memastikan seluruh kebutuhan dasar masyarakat dan personel di lapangan dapat terpenuhi secara optimal.

Menutup arahannya, Wakapolri meminta seluruh jajaran memastikan kesiapan personel dan sarana pendukung untuk satu bulan ke depan serta terus meningkatkan koordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan.

“Kehadiran Polri yang bersinergi dan berkolaborasi dengan seluruh pihak merupakan wujud nyata pengabdian kita kepada masyarakat, khususnya dalam situasi bencana dan menjelang bulan suci Ramadan,” pungkasnya.

error: Content is protected !!