Sorry, we're closed Opens Selasa at 9:00 am

Tahun: 2025

Ketua Umum FR–FRN Agus Flores Bertemu Kabid Humas Polda Jabar, Bahas Hal Urgen

BANDUNG || jejakindonesia.id — Ketua Umum Perkumpulan Wartawan Fast Respon dan Fast Respon Nusantara se-Indonesia (FR–FRN), Agus Flores, melakukan pertemuan dengan Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Polda Jawa Barat pada Senin (22/12).

Pertemuan tersebut berlangsung di lingkungan Polda Jawa Barat dan disebut membahas sejumlah hal yang bersifat urgen dan strategis, khususnya yang berkaitan dengan peran pers, sinergitas wartawan dengan institusi Polri, serta isu-isu komunikasi publik yang berkembang di masyarakat.

Meski demikian, hasil detail dari pertemuan tersebut belum disampaikan secara terbuka kepada publik. Baik pihak FR–FRN maupun Polda Jawa Barat belum memberikan keterangan resmi terkait poin-poin kesepakatan atau tindak lanjut yang dibahas dalam pertemuan itu.

Dalam kesempatan terpisah, Kapolda Jawa Barat menyampaikan pernyataan yang menjadi perhatian publik, dengan menegaskan bahwa Agus Flores wajib datang ke Polda Jawa Barat. Pernyataan tersebut memunculkan berbagai spekulasi di kalangan insan pers dan masyarakat.

Namun hingga berita ini diturunkan, belum ada penjelasan resmi mengenai maksud dan konteks pernyataan Kapolda Jabar tersebut, apakah berkaitan dengan agenda koordinasi, klarifikasi, atau bentuk komunikasi kelembagaan lainnya.

Pihak FR–FRN menyatakan tetap menjunjung tinggi prinsip profesionalisme, keterbukaan informasi, dan kemitraan strategis antara pers dan Polri, serta berharap adanya penjelasan resmi agar tidak menimbulkan multi tafsir di ruang publik.

Media ini akan terus mengikuti perkembangan dan menunggu klarifikasi resmi dari pihak terkait.

Mana Ada yang Bersih?” Jaksa Kini di Bawah Bayang-Bayang Gurita KPK

JAKARTA || jejakindonesia.id — Klaim keberhasilan Kejaksaan dalam memberantas korupsi seolah runtuh dalam sekejap. Sejumlah oknum jaksa justru terjaring Operasi Tangkap Tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), membuka fakta pahit bahwa institusi penegak hukum pun tak kebal dari praktik busuk yang selama ini mereka gembar-gemborkan untuk diberantas.

“Jaksa yang selama setahun terakhir dielu-elukan sebagai garda terdepan pemberantasan korupsi, justru dipermalukan dalam hitungan jam,” tegas Mas Agus, pengacara sekaligus Ketua Umum Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Phasivic Jakarta, Rabu (24/12).

Agus menilai OTT tersebut bukan sekadar kasus individu, melainkan alarm keras bahwa sistem pengawasan internal di tubuh Kejaksaan masih rapuh. Ia menyebut, kini posisi Kejaksaan Agung tak lagi berada di menara moral, melainkan di bawah sorotan tajam KPK.

“Kalau jaksa menangkap koruptor, itu tugas. Tapi ketika jaksa sendiri ditangkap KPK, itu ironi. Ini menunjukkan tidak ada institusi yang benar-benar steril dari korupsi,” ujarnya.

Menurut Agus, publik tak boleh lagi dicekoki narasi seolah-olah satu lembaga lebih suci dibanding lembaga lain. Selama kekuasaan, kewenangan, dan uang bertemu tanpa pengawasan ketat, penyimpangan hanyalah soal waktu.

“Jangan terlalu berharap ada aparat yang bersih sempurna. Selama masih ada perut, selama masih ada kepentingan, maka potensi korupsi tetap hidup,” sindirnya tajam.

Ia menegaskan, KPK harus berani masuk lebih dalam, bukan hanya menyentuh oknum di daerah, tetapi juga menelusuri dugaan keterlibatan aktor-aktor besar di pusat kekuasaan penegakan hukum.

Diketahui sebelumnya, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan Operasi Tangkap Tangan terhadap lima oknum jaksa di Kalimantan Selatan dan Bekasi. Kasus ini kembali menegaskan bahwa korupsi bukan hanya kejahatan birokrasi, melainkan juga penyakit kronis di jantung penegakan hukum itu sendiri.

Warga Plampitan VIII Hermawan Di Laporkan Polisi Atas Dugaan Kekerasan Terhadap Anak

SURABAYA || jejakindonesia.id - Dugaan tindak pidana kekerasan terhadap anak di bawah umur terjadi di Jalan Plampitan Gang VIII Surabaya pada Rabu siang, 24 Desember 2025, sekitar jam 12.00 WIB. Korbannya berinisial Mr (17 tahun), PAZ (15 tahun), dan Rm (15 tahun).

Mereka mengalami luka-luka di bagian mulut dan beberapa bagian tubuhnya. Orang tua korban yang mengetahui insiden pemukulan terhadap anaknya, kemudian sepakat mengambil langkah hukum dengan melaporkan kejadian dugaan kekerasan tersebut ke Polrestabes Surabaya pada Rabu malam (24/12/2025).

Para korban saat laporan didampingi oleh Dodik Firmansyah, S.H., selaku Kuasa Hukum para korban. Laporan terdaftar di Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SKPT) Polrestabes Surabaya nomor : LP/B/1489/XII/2025/SPKT Polrestabes Surabaya / Polda Jawa Timur.

Menurut pengakuan salah satu korban berinisial Mr, peristiwa bermula ketika dia bersama PAZ, dan Rm, sedang duduk di tepi sungai Genteng Kali Surabaya, sekitar jam 07.00 WIB. Kemudian ada orang gila teriak dengan kata-kata kotor (misuh). Teriakan tersebut terdengar oleh Terlapor bernama Hermawan (60 tahun) karena jarak rumahnya berdekatan dengan Sungai Genteng Kali, tempat korban duduk.

Hermawan menganggap yang berteriak misuh adalah Mr dan teman-temannya yang sedang duduk di tepi Sungai Genteng Kali.

"Yang misuh dikira aku dan temanku. Jam 12 siang, saat aku dan teman-teman beli minuman di tokonya pak Hermawan, pas ngasih uang, tanganku dipegang. Lalu aku dan teman-teman dipukul. Gusi berdarah," kata Mr dalam keterangannya di SPKT Polrestabes Surabaya.

Hermawan berhenti memukul Mr, PAZ, dan Rm setelah dilerai oleh istrinya. Mr dan teman-temannya tersebut lalu pulang dan mengadukan ke orangtuanya. Orang tua para korban yang tidak terima, mendatangi kantor Hukum Dodik Firmansyah yang beralamat di Jalan Peneleh nomor 128, Kota Surabaya.

Setelah mendengar aduan dari para orang tua korban, Dodik Firmansyah berupaya menyelesaikan secara kekeluargaan dengan terduga pelaku. Namun niat tersebut justru ditentang oleh Terduga pelaku. Bahkan terduga pelaku mengaku tidak takut jika dilaporkan ke Polisi.

"Upaya kami untuk diselesaikan secara kekeluargaan tidak mendapat sambutan baik dari Terlapor. Akhirnya, pihak keluarga korban memilih menempuh jalur hukum," ungkap Dodik Firmansyah.

Dodik Firmansyah berharap tindak lanjut cepat dari Polrestabes Surabaya agar kasus serupa tidak terus berulang di kalangan anak di Kota Surabaya.

Sedangkan orang tua salah satu korban berinisial PAZ, yaitu Ariani Kristanti (48 tahun), menyerahkan proses hukum yang dilaporkannya ke pihak Polrestabes Surabaya. Dia berharap, hukuman yang diterima Terlapor setimpal dengan perbuatan yang dilakukan terhadap anaknya.

(Redho)

Kuasa Hukum BRN: Pengeroyokan di Pasuruan Tak Lepas dari Dugaan Penadahan Mobil Rental

SURABAYA || jejakindonesia.id - Dugaan pengeroyokan yang dialami sejumlah anggota Buser Rentcar Nasional (BRN) oleh oknum Organisasi Masyarakat (Ormas) Sakera pada Senin, 22 Desember 2025, sekira pukul 01.00 WIB di jalan pinggir kampung masuk Dusun Babatan, Desa Kalirejo, Kecamatan Sukorejo, Kabupaten Pasuruan, ternyata ada hal yang paling krusial yang memicu hal tersebut. Yakni jaringan penggelapan dan penadahan mobil rental.

Satu unit mobil jenis Toyota Innova Reborn yang dikemudikan oleh Ali Ahmad yang jadi pemicu kejadian pengeroyokan di Desa Kalirejo, ternyata adalah mobil rental milik salah satu anggota Buser Rentcar Nasional (BRN). Saat mobil hendak diambil lagi oleh pemiliknya, Ali Ahmad yang tak terima meminta bantuan puluhan oknum Ormas Sakera, yang kemudian terjadilah pengeroyokan.

H Faisol selaku pengelola usaha rental yang salah satu mobilnya dikuasai oleh Ali Ahmad menguraikan secara runtut akar masalahnya kepada wartawan pada Kamis (25/12/2025). H Faisol mengatakan, 1 unit mobil Toyota Innova Reborn yang dikuasai oleh Ali Ahmad adalah mobil yang disewa dari tempat usaha rentalnya yang beralamat di wilayah Kecamatan Wonokromo, Surabaya.

Penyewanya ialah Kiki, warga Kedaung, Kecamatan Rungkut, Kota Surabaya. Kiki menyewa mobil tersebut sejak Selasa, 16 Desember 2025, dengan harga sewa per hari Rp 450 ribu. Rencananya, Kiki menyewa selama 3 sampai 4 hari.

Selama masa sewa tersebut, H Faisol mendapat kabar jika Kiki diamankan oleh pengusaha rental lain karena kasus dugaan penggelapan mobil rental. Mendapat informasi tersebut, H Faisol menghubungi Kiki melalui sambungan ponsel. Tapi Kiki tidak menjawab.

Kemudian H Faisol mendatangi rumah Kiki di Rungkut Surabaya. Disitu, Kiki tidak ada ditempat. H Faisol ditemui oleh orang tua Kiki.

"Bapaknya Kiki juga menghubunginya, tapi gak dijawab juga. Dari GPS, mobil posisinya di Pandaan, Pasuruan. Lalu saya berkoordinasi dengan BRN Pasuruan. Minta bantuan agar mobil diamankan," jelas H Faisol.

Pada Minggu (21/12/2025), H Faisol bersama dengan BRN (Buser Rentcar Nasional) berangkat ke Pasuruan untuk mencari posisi mobil Innova yang disewa oleh Kiki. Saat tiba di Pasuruan, H Faisol mendapati bahwa satu dari 2 GPS yang terdapat di mobil rental miliknya sudah diputus. Dan lokasi mobil berdasarkan GPS berada di Bangil, Pasuruan.

"Karena GPS putus 1, kita kejar mobil tersebut. Ketemulah di Sukorejo. Saat ketemu, kok plat nomor mobil sudah ganti. Stiker BRN masih ada, tapi ditumpuk dengan stiker BRN Sakera. Saat itu, mobil dibawa oleh Ali sendirian. Kami berupaya enak-enakan dengan Ali. Kami suruh keluar dari dalam mobil, tapi Ali gak mau. Dia main HP, mungkin menghubungi orang lain. Tidak lama kemudian, Ali keluar dan langsung melempar kunci mobil ke sawah," ujar H Faisol.

Dijelaskan H Faisol, saat Ali keluar dari mobil, dia berkata "dudu aku.. dudu aku. Aku mek gadeni (bukan aku.. bukan aku. Aku cuma terima gadai).

Sesaat kemudian, menurut H Faisol, datanglah segerombolan orang yang diketahui dari ormas Sakera. Dari hitungan H Faisol, jumlahnya lebih dari 60 orang

"Pas mereka datang, salah satunya berkata 'Siapa yang pegang anak buahnya'. Kami tidak ada yang pegang. Lalu ada yang berkata 'Kok kamu melawan'. Dan mereka langsung menyerang kami dari BRN," katanya.

Karena kalah jumlah, tim BRN berlari menyelamatkan diri. Termasuk H Faisol yang berlari masuk ke dalam mobil dan mengunci rapat mobilnya. Dari mereka, ada yang mengancam akan menyerang dengan clurit dan bondet.

"Situasi saat itu sangat panas. Saya ditawur oleh banyak orang, termasuk Ali yang mukul. Saya masuk ke mobil. Sedangkan teman BRN lainnya lari semua. Habis itu saya telpon teman BRN lain, saya share di Grup WA (Whatsapp) tentang kejadian itu. 30 menitan, ada anggota Polsek Sukorejo, kurang lebih 3 anggota berpakaian preman. Meski ada anggota Polsek, oknum Sakera masih melakukan kekerasan terhadap kami," jelas Faisol.

Dari kejadian itu, H Faisol menyebutkan, beberapa unit mobil anggota BRN mengalami kerusakan. Korban luka-luka juga dialami anggota BRN.

"Ada 7 unit mobil anggota BRN dirusak. Korban luka-luka banyak. Ada yang memar, luka. Yang paling parah Irwan sampai dirawat intensif di rumah sakit. Kami saat itu melindungi diri, tidak ada yang melawan," kata H Faisol.

Menindaklanjuti jatuhnya korban dari Buser Rentcar Nasional (BRN), Yosia Calvin Pangalela (39 tahun) selaku Ketua BRN Jawa Timur melapor ke Polres Pasuruan. Laporan terdaftar nomor : LP/B/103/XII/2025/SPKT/Polres Pasuruan/Polda Jawa Timur, tanggal 24 Desember 2025, tentang dugaan tindak pidana pengeroyokan sebagaimana Undang Undang (UU) nomor 1 tahun 1946 tentang KUHP sebagaimana dimaksud pasal 170 KUHP. Terlapor atas nama Komaruddin, dkk.

Pada kesempatan yang sama, salah satu Tim Kuasa Hukum Yosia Calvin Pangalela, Dodik Firmansyah mendesak Polres Pasuruan agar memeriksa Ali Ahmad dalam dugaan tindak pidana penadahan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 480 KUHP. Karena mobil rental yang dikelola H Faisol dikuasai oleh Ali Ahmad.

"Polres Pasuruan harus periksa Ali dengan pasal 480. Patut diduga kuat, ini melibatkan sindikat dugaan penggelapan mobil. Indikasinya, plat nomor diganti dan dipalsu. GPS dilepas. Telusuri, kok bisa mobil Innova sampai ke tangan Ali," tegas Dodik Firmansyah.

Terkait dengan dugaan gadai mobil tersebut, dibenarkan oleh Feby Morena dalam pernyataannya melalui video di Instagram @ana_febyanti_p. Ali Ahmad merupakan anak buah Feby Morena, yang pada saat kejadian pengeroyokan, Feby Morena berada di lokasi kejadian. (Redho)

Hadiri Open House Natal di Kediaman Kapolri, Pesan Presiden Prabowo: ‘Mari Perkuat Solidaritas Nasional dan Doakan Korban Bencana

JAKARTA || jejakindonesia.id - Presiden Prabowo Subianto menghadiri acara gelar griya (open house) Hari Natal 2025 di rumah dinas Kapolri Jenderal Pol. Drs. Listyo Sigit Prabowo M.Si., Jalan Kertanegara, Jakarta, Kamis (25/12/2024).

Presiden tiba di lokasi pada pukul 15.45 WIB didampingi oleh putranya, Ragowo Hediprasetyo Djojohadikusumo, serta sejumlah menteri Kabinet Merah Putih. Setelah kurang lebih satu jam bersilaturahmi, Presiden meninggalkan kediaman Kapolri pada pukul 16.40 WIB dengan diantar langsung oleh Jenderal Pol. Listyo Sigit dan Menteri ESDM Bahlil Lahadalia.

Di pelataran depan rumah dinas Kapolri, Presiden Prabowo menyalami Kapolri dan kemudian melambaikan tangannya ke arah sejumlah jurnalis yang berdiri di seberang kediaman Kapolri.

Dalam momentum perayaan Natal 2025 ini, Presiden Prabowo mengajak seluruh rakyat Indonesia untuk mendoakan warga yang tengah mengalami kesulitan, khususnya para korban bencana alam di sejumlah wilayah di Sumatera.

"Atas nama pemerintah dan pribadi, saya mengucapkan selamat Hari Natal kepada seluruh umat Kristiani di tanah air. Semoga damai Natal membawa kasih, berkah pengharapan, dan kekuatan bagi kita semua," ujar Presiden Prabowo.

Presiden Prabowo secara khusus memberikan perhatian pada kondisi masyarakat di daerah terdampak bencana. "Semoga saudara-saudara kita di tempat tersebut diberi perlindungan oleh Yang Maha Kuasa dan diringankan penderitaannya. Marilah kita terus bekerja keras untuk mengatasi kesulitan-kesulitan yang dihadapi saudara-saudara kita," lanjutnya.

Presiden Prabowo menekankan bahwa perayaan Natal harus menjadi momentum untuk memperkuat persatuan nasional, memperdalam solidaritas sosial, serta meneguhkan semangat gotong royong di tengah keberagaman bangsa Indonesia.

"Sekali lagi atas nama pemerintah dan pribadi, saya ucapkan Selamat Hari Natal kepada seluruh umat Kristiani di tanah air. Semoga damai dan pengharapan Natal menyertai saudara-saudara sekalian, dan semoga Tuhan Yang Maha Kuasa senantiasa melindungi seluruh bangsa Indonesia," kata Presiden Prabowo.

error: Content is protected !!