We're open Closes at 5:00 pm

Bulan: Desember 2025

Solusi Keluarga di Era Perselingkuhan Digital

SURABAYA || jejakindonesia.id - Kasus perselingkuhan digital, hubungan gelap lewat media sosial, hingga keluarga yang dingin tanpa komunikasi semakin marak di masyarakat. Banyak orang berkeluarga tetapi lupa bagaimana caranya menjadi pasangan yang tersisa hanya status.

Ketika ayah dan bunda saling menjauh, anak menjadi pribadi yang paling terluka.
Namun luka itu sering tak terdengar, hanya tampak dari perubahan sikap dan emosinya.

Menurut Ustadz Ruman Nasruddin, M.Pd.I Pembicara Parenting Islami & Konsultan Pembinaan Keluarga Harmonis kepada awak media akar keretakan keluarga modern adalah hilangnya kedekatan spiritual, emosional, dan komunikasi dalam rumah.

“Mendidik anak harus dimulai dari mendidik hubungan ayah dan bunda terlebih dahulu.”ujarnya

Berikut 5 alasan utama kenapa harmoni orangtua merupakan pilar pendidikan anak baik secara psikologis maupun spiritual:

1. Anak Menyerap Energi Rumah Lebih Kuat dari Nasihat

Anak adalah makhluk dengan sensitivitas emosi sangat tinggi. Mereka membaca raut wajah orangtuanya setiap hari.

Rumah yang penuh cinta → membangun mental anak yang percaya dunia ini baik
Rumah yang penuh konflik → menanamkan rasa takut tanpa kata-kata

Inilah sebab utama anak mudah stres meski orangtua mengira “Ah, mereka belum paham”.

2. Rumah yang Harmonis Mencegah Anak Mengalami Luka Batin

Setiap pertengkaran orangtua adalah trauma kecil bagi anak.

Dampaknya bisa berupa:
- Mudah marah
- Sensitif
- Sulit fokus sekolah
- Menjadi pembangkang atau justru penakut
Ketenangan emosional adalah hak dasar seorang anak.

3. Contoh Cinta Ayah-Bunda Menjadi Blueprint Cinta Anak di Masa Depan

Anak belajar mengasihi dari apa yang ia lihat di rumah, bukan dari apa yang dia dengar di sekolah.

Jika orangtua saling mengkhianati atau saling merendahkan, maka anak akan menganggap itu adalah cinta yang wajar.

Sebaliknya, ketika ayah dan bunda saling menghormati:

Anak akan tumbuh dengan standar cinta yang terhormat pula.

4. Pendidikan Lebih Mudah Saat Orangtua Bersatu

Jika hubungan orangtua renggang, anak sering menjadikan salah satu pihak sebagai pelarian untuk menghindari tanggung jawab.

Tetapi saat ayah-bunda kompak:
- Arahan diterima lebih mudah
- Anak mau terbuka
- Aturan berjalan dengan rasa aman, bukan ketakutan
Inilah yang disebut lingkungan pendidikan yang kondusif.

5. Anak Merasa Dicintai Secara Utuh dan Layak Bahagia

Pengalaman masa kecil menjadi rekaman permanen dalam memori anak.

Jika yang terekam adalah:
- Pelukan
- Senyuman
- Saling membantu

Maka tumbuh keyakinan besar : “Aku berharga, aku lahir dari cinta yang saling menguatkan.”

Inilah pondasi kesehatan mental yang tak bisa dibeli.

Perselingkuhan Bukan Sekadar Dosa: Ia Menghancurkan Generasi

Pengkhianatan dalam rumah bukan hanya melukai pasangan, tetapi menghilangkan tokoh panutan bagi anak.

Dari banyak kasus keluarga yang bermasalah, anak cenderung:

Sulit percaya pada orang

Takut menikah

Mengulangi pola yang sama

Karena itu, Ustadz Ruman menawarkan pendekatan Spiritual Parenting sebagai terapi keluarga:

Menguatkan iman & kecintaan pada Allah

Memperbaiki komunikasi suami-istri

Menghadirkan kembali kehangatan dalam rumah

Menyembuhkan luka hati ayah dan bunda “Ketika cinta kembali kepada Allah, cinta itu lebih mudah kembali pada pasangan dan anak.”

Kesimpulan Utama

🟩 Harmoni orangtua adalah kurikulum utama pendidikan anak
🟩 Ini lebih penting dari fasilitas sekolah atau prestasi akademik
🟩 Keluarga yang kuat melahirkan generasi yang kuat

Jaga cinta ayah dan bunda → maka masa depan anak ikut terjaga.

(Redho)

Tim Gabungan TNI Evakuasi Puing Rumah Warga yang Tertimbun Material Vulkanik Semeru

LUMAJANG || jejakindonesia — Upaya pemulihan pascaerupsi Gunung Semeru terus dilakukan secara intensif oleh aparat dan relawan di wilayah terdampak. Pada Selasa (2/12/2025), personel gabungan dari Kodim 0821/Lumajang dan Yonif 527/BY kembali diterjunkan untuk mengevakuasi puing-puing rumah warga yang tertimbun material vulkanik di Dusun Sumbersari, RT 009 RW 004, Desa Supiturang, Kecamatan Pronojiwo.

Rumah milik Bapak Kusman menjadi salah satu yang terdampak paling parah setelah tertutup material berupa pasir, batu, hingga bongkahan besar hasil erupsi. Dengan dipimpin oleh Pelda Susio Sampurno, tim gabungan melakukan pencarian dan evakuasi dengan mengedepankan ketelitian, mengingat kemungkinan adanya barang berharga yang masih dapat diselamatkan dari reruntuhan.

Personel menggunakan peralatan manual seperti cangkul, linggis, dan sekop untuk mengangkat material yang menimbun bangunan. Proses evakuasi dilakukan secara hati-hati mengingat struktur bangunan yang sudah tidak stabil serta ketebalan material yang menutup area rumah.

Pelda Susio Sampurno menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk nyata kepedulian TNI terhadap warga yang kehilangan tempat tinggal akibat bencana.

“Kami berupaya semaksimal mungkin membantu warga menemukan kembali barang-barang penting yang mungkin masih ada di antara puing-puing. Evakuasi ini bukan hanya soal membersihkan material, tetapi juga membantu memulihkan harapan mereka yang terdampak,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa kondisi di lapangan cukup menantang karena sebagian besar area masih tertutup endapan vulkanik. Namun demikian, semangat solidaritas dari tim gabungan tetap menjadi pendorong utama dalam menjalankan tugas kemanusiaan tersebut.

Warga sekitar turut memberikan dukungan dan bantuan selama proses evakuasi berlangsung. Kehadiran TNI dan tim gabungan di lokasi memberikan rasa aman sekaligus memastikan bahwa setiap langkah penanganan dilakukan dengan penuh kehati-hatian.

Hingga kini, proses pemulihan di Desa Supiturang masih terus dilakukan, terutama pada titik-titik yang mengalami kerusakan terparah. TNI bersama unsur terkait tetap siaga untuk membantu warga kembali bangkit dari dampak erupsi Gunung Semeru. (Pendim0821)

Tiba di Aceh, KRI SSA-378 TNI AL Debarkasi Bantuan Bagi Masyarakat Terdampak Bencana

JAKARTA || jejakindonesia.id - TNI AL terus menyalurkan bahan kontak bagi korban bencana alam yang melanda wilayah Aceh, Sumatera Utara (Sumut), dan Sumatera Barat (Sumbar). Unsur TNI AL dalam hal ini KRI Sutedi Senoputra (SSA)-378 yang melaksanakan Debarkasi Bantuan Logistik, dalam rangka mendukung penyaluran Bantuan Kemanusiaan khususnya di wilayah Aceh Temiang. Selasa (2/12/2025) dini hari.

Selain debarkasi bantuan sosial, juga dilaksanakan pendistribusian menggunakan Kapal Perahu Nelayan, dan melaksanakan pendistribusian bahan kontak, ke lima desa yang terisolir jalur darat dan dapat diakses melalui laut, seperti Desa Kualabusungkapal 848 jiwa, Desa Kampung Baru 424 jiwa, Desa Gelung 700 jiwa, Desa Paya Udang 2.000 jiwa, dan Desa Muka Sungai Gerok 1.000 jiwa. Sehingga total 4.972 jiwa.

Bantuan sosial yang disalurkan yakni berupa 200 Sak Beras ukuran 50kg (10 Ton) dan 240 L Bahan Bakar Solar serta kebutuhan pokok lainnya. Selanjutnya KRI SSA-378 akan melanjutkan perjalanan menuju Lhokseumawe.

Komandan KRI Sutedi Senoputra-378 Letkol Laut (P) Moechammad Soeryo dalam keterangannya menyampaikan bahwa penyaluran bahan kontak ini berdasarkan atas informasi dari Kepala Desa Temiang, bahwa sangat dibutuhkan dukungan sosial berupa bahan pokok utama seperti Beras, Gula, Minyak dan Obat-obatan, serta bahan bakar berupa Solar.

Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali dalam berbagai kesempatan menyampaikan kepada seluruh jajaran untuk terus memberikan yang terbaik dalam setiap tugas yang diamanahkan terutama dalam memberikan manfaat yang besar bagi masyarakat yang terdampak bencana alam.

Sumber: Dinas Penerangan Angkatan Laut.

SLOG Polri Kirim Bantuan Kemanusiaan untuk Masyarakat Aceh, Proses Pengiriman Melalui Bandara Soekarno-Hatta Dimulai Hari Ini

JAKARTA || jejakindonesia.id – Polri kembali mengirimkan bantuan kemanusiaan untuk masyarakat Aceh yang masih terdampak bencana. Paket bantuan dalam jumlah besar tersebut diberangkatkan melalui Bandara Soekarno-Hatta menggunakan maskapai Garuda Indonesia dengan nomor penerbangan GA 190, pukul 16.35 – 19.00 WIB, tujuan Kuala Namu (KNO).

Bantuan berasal dari Satuan Logistik (SLOG) Polri dan saat ini seluruh barang telah berada di RA Rawa Bokor – PT Adhia Avia Prima untuk proses booking dan loading sebelum diterbangkan.

Adapun rincian barang bantuan kemanusiaan yang dikirimkan antara lain:

1. Pakaian sekolah 500 pcs (5 karung)

2. Tas sekolah 500 pcs (2 karung)

3. Obat-obatan 800 pcs (4 koli)

4. Minyak angin 300 pcs (3 koli)

5. Minyak telon 300 pcs (4 koli)

6. Kasur lipat 100 pcs

7. Selimut 2.000 pcs (11 karung)

8. Perahu karet 2 set

9. Tenda pleton 10 set

10. Velbed 250 pcs (62 dos + 2 eceran)

11. MTP FT 30 dos

12. Pemanas 65 dos

13. Ponco 500 pcs (16 dos + 20 eceran)

14. Makanan cepat saji 281 dos

15. Lampu penerangan 20 pcs

16. Wontech WiFi 1 unit (tidak diberangkatkan karena kategori DG)

17. Genset portabel + solar panel 1 set (tidak diberangkatkan karena kategori DG)

18. Aneka makanan bayi 3.000 pcs (96 dus)

Untuk barang nomor 16 dan 17, pihak maskapai menolak pengiriman karena termasuk kategori Dangerous Goods (DG). Kedua barang tersebut akan dikembalikan ke gudang cargo Rimbun dan dijadwalkan untuk dikirim bersama barang lainnya pada pengiriman berikutnya.

Karo Penmas Divhumas Polri menjelaskan bahwa bantuan ini merupakan arahan langsung dari Kapolri agar kebutuhan mendesak masyarakat Aceh dapat segera dipenuhi.

“Bapak Kapolri memerintahkan agar distribusi bantuan dilakukan secepat mungkin. SLOG Polri bergerak cepat memastikan seluruh logistik bisa terangkut hari ini menuju Aceh untuk membantu masyarakat yang masih terdampak bencana,” ujar Karo Penmas Divhumas Polri Brigjen. Pol. Trunoyudo Wisnu Andiko

Beliau juga menegaskan bahwa Polri akan terus memonitor proses pengiriman hingga bantuan benar-benar tiba di lokasi.

“Polri memastikan setiap bantuan yang dikirimkan tepat guna dan tepat sasaran. Barang yang belum dapat diterbangkan karena kategori DG akan segera dijadwalkan ulang. Prinsipnya, semua kebutuhan masyarakat harus terpenuhi tanpa hambatan,” tambahnya.

Dengan proses ini, Polri berharap dukungan logistik dapat segera memperkuat penanganan bencana dan membantu meringankan beban masyarakat Aceh.

Polri Perkuat Ketahanan Pangan Nasional: Wakapolri Bersama Menko Pangan Tanam Jagung di Lampung Selatan

Lampung Selatan || jejakindonesia.id — Upaya nyata Polri dalam memperkuat ketahanan pangan nasional kembali mendapat perhatian publik setelah Wakapolri Komjen Pol. Dedi Prasetyo bersama Kapolda Lampung Irjen Pol. Helfi Assegaf mendampingi Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan dalam kegiatan Penanaman Jagung Menuju Swasembada Pangan di Lampung Selatan, Selasa (2/12/2025). Kehadiran Polri dalam agenda ini menegaskan peran strategis lembaga kepolisian yang kini tidak hanya menjaga stabilitas keamanan, tetapi juga menjadi motor penggerak ketahanan pangan melalui program penanaman jagung berskala nasional.

Menko Pangan Zulkifli Hasan mengapresiasi sinergi Polri yang selama ini memainkan peran signifikan dalam percepatan produksi jagung. “Lampung memiliki potensi luar biasa. Penanaman jagung harus menjadi gerakan bersama agar Indonesia mencapai swasembada pangan. Polri telah memberi contoh bagaimana institusi negara dapat terlibat langsung dalam memperkuat produksi nasional,” ujarnya.

Wakapolri Komjen Pol. Dedi Prasetyo menegaskan bahwa keberhasilan program ketahanan pangan Polri merupakan wujud komitmen nyata institusi dalam mendukung kebijakan pemerintah. “Polri siap mendukung seluruh kebijakan pemerintah, termasuk menjaga stabilitas keamanan agar proses produksi dan distribusi pangan berjalan lancar. Ketahanan pangan ini bukan hanya program, tetapi kerja bersama yang terus kami akselerasi,” ungkapnya.

POLRI JADI PENDORONG UTAMA PRODUKSI JAGUNG NASIONAL

Keberhasilan Polri dalam program penanaman jagung kini menjadi salah satu faktor penting dalam meningkatkan cadangan pangan nasional. Hingga saat ini Polri telah memetakan potensi lahan seluas 1.378.608,67 hektare, terdiri dari 881.743,02 hektare lahan produktif dan 496.865,65 hektare lahan baku sawah (LBS). Potensi yang besar ini menjadi modal utama dalam memperluas cakupan produksi pangan nasional.

Dari total potensi tersebut, Polri sudah mengelola dan menanam di lahan seluas 633.945,06 hektare — terdiri dari 518.994,39 hektare lahan produktif dan 114.950,67 hektare lahan baku sawah. Program ini tidak hanya memperluas area tanam, tetapi juga memberdayakan masyarakat. Polri telah membina 30.548 kelompok tani yang melibatkan 602.208 petani di seluruh Indonesia, menjadikan program ini sebagai gerakan besar yang menyentuh langsung rakyat di tingkat desa.

Hasilnya terlihat nyata. Pada Kuartal I–III Tahun 2025, Polri mencatat hasil panen mencapai 2.835.173 ton jagung. Sementara penanaman Kuartal IV yang tengah berlangsung di lahan seluas 412.898,32 hektare memiliki estimasi panen antara 1,65 hingga 4,12 juta ton. Dengan capaian tersebut, kontribusi Polri terhadap produksi pangan nasional semakin kokoh dan strategis.

KONTRIBUSI KHUSUS DI LAMPUNG DAN AGENDA HARI INI

Di Provinsi Lampung, penanaman jagung Kuartal IV dilaksanakan pada lahan seluas 1.054,10 hektare di 15 kabupaten/kota dengan estimasi hasil 4.216,40 ton. Khusus hari ini, penanaman dilakukan di lahan seluas 89 hektare di Desa Ruguk dan Desa Pisang, Kecamatan Penengahan, Lampung Selatan, dengan estimasi panen 267 ton.

Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal menyebutkan bahwa kondisi harga jagung saat ini sangat menguntungkan petani, bahkan bisa menghasilkan pendapatan hingga Rp5 juta per bulan. Ia memastikan serapan hasil panen terjamin karena kebutuhan industri pakan ayam di Lampung sangat besar. “Petani tidak perlu khawatir, serapan jagung di Lampung kuat dan stabil,” ujarnya.

HASIL PANEN POLRI PERKUAT STOK BULOG NASIONAL

Kontribusi Polri tidak hanya berhenti di produksi, tetapi juga pada penguatan cadangan pangan pemerintah. Hingga 1 Desember 2025, Perum Bulog telah menyerap 99.185 ton jagung dari lahan binaan Polri, atau 67,3% dari kapasitas total gudang nasional sebesar 147.483 ton. Untuk Provinsi Lampung, penyerapan mencapai 19.724 ton, atau 84,8% dari target 23.250 ton.

Untuk memastikan kualitas dan penyerapan optimal, Polri telah membangun 18 gudang ketahanan pangan di 12 provinsi, masing-masing berkapasitas 1.000 ton. Salah satunya terletak di Desa Purwotani, Kecamatan Jati Agung, Lampung Selatan. Gudang tersebut dilengkapi mobil mesin pipil jagung, vertical dryer, dan traktor tangan untuk mendukung proses pengeringan serta penyiapan pascapanen sebelum distribusi.

POLRI MENDORONG SWASEMBADA PANGAN SEBAGAI GERAKAN NASIONAL

Keikutsertaan Wakapolri dalam kegiatan penanaman jagung hari ini menjadi penegasan bahwa Polri memandang ketahanan pangan sebagai bagian dari misi nasional yang harus dicapai bersama. Melalui pengelolaan lahan luas, pembinaan kelompok tani, peningkatan hasil produksi, hingga dukungan penyerapan oleh Bulog, Polri menunjukkan bahwa institusi keamanan dapat mengambil peran besar dalam mendukung swasembada pangan secara berkelanjutan.

Dengan capaian yang terus meningkat, Polri siap melanjutkan kontribusi strategisnya dalam memperkuat ketahanan pangan nasional dan memastikan masyarakat dapat merasakan manfaat nyata dari program ini.

error: Content is protected !!