We're open Closes at 5:00 pm

Bulan: Desember 2025

Helikopter Polda Sumut Kembali Distribusikan Bantuan Logistik, Prioritas Mendarat di Sibolga dan Tapteng

SIBOLGA – TAPANULI TENGAH || jejakindonesia.id olda Sumatera Utara kembali mempercepat pendistribusian bantuan logistik bagi warga terdampak banjir bandang dan longsor dengan memaksimalkan jalur udara menggunakan helikopter. Pengiriman dilakukan langsung dari Posko Induk dan difokuskan ke dua wilayah paling terdampak, yaitu Kota Sibolga dan Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng).

Dalam pendistribusian hari ini, turut hadir sejumlah Pejabat Utama (PJU) Polda Sumut, yakni Kabid Humas Polda Sumut, Dir Samapta, Dir Binmas, serta Kapolres Tapanuli Utara yang memonitor langsung proses keberangkatan dan distribusi bantuan.

Bantuan yang diterbangkan menuju Sibolga meliputi berbagai kebutuhan mendesak untuk warga, antara lain:
- Kaos wanita dewasa putih: 100 pcs
- Baju wanita dewasa kuning: 59 pcs
- Baju wanita dewasa abu-abu: 40 pcs
- Baju anak-anak: 100 pcs
- Nasi cepat saji Gajah Food rasa teriyaki exp 20 Januari 2026: 1008 pax (36 dus)
- Super Bubur: 57 kardus
- Nasi Instan Boemboe: 83 box
- Nasi Instan Nasindo: 20 box
- Antangin: 720 pcs (2 karton)
- Sosis: 272 pcs (3 karton)
- Madu Mix: 546 pcs
- Fitbar: 120 pcs (2 karton)
- Makanan bayi ready to eat: 28 pcs
- Mobile Power Station: 2 unit
- Lampu solar panel: 2 pcs
- Starlink Mini: 2 unit
- Lampu emergency: 3 pcs

Untuk wilayah Kabupaten Tapteng, bantuan yang dikirim melalui jalur udara meliputi:
- Kaos wanita dewasa putih: 100 pcs
- Baju wanita dewasa kuning: 59 pcs
- Baju wanita dewasa abu-abu: 40 pcs
- Baju anak-anak: 100 pcs
-Nasi cepat saji Gajah Food: 1008 pax (36 dus)
- Super Bubur: 58 kardus
- Nasi Instan Boemboe: 84 box
- Nasi Instan Nasindo: 21 box
- Antangin: 720 pcs (2 karton)
- Sosis: 264 pcs (3 karton)
- Madu Mix: 546 pcs
- Fitbar: 120 pcs (2 karton)
- Makanan bayi ready to eat: 28 pcs
- Mobile Power Station: 2 unit
- Lampu solar panel: 2 pcs
- Starlink Mini: 2 unit
- Lampu emergency: 2 pcs
- Lampu solar cell: 1 unit

Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Pol Ferry Walintukan menyampaikan bahwa pendistribusian melalui udara adalah langkah strategis untuk mengatasi akses darat yang masih terputus di sejumlah titik.

“Hari ini Polda Sumut kembali mengerahkan helikopter untuk mempercepat pendistribusian bantuan logistik ke Sibolga dan Tapanuli Tengah. Bantuan ini merupakan kebutuhan mendesak bagi warga—mulai dari makanan siap saji, perlengkapan pakaian, obat-obatan, hingga perangkat pendukung komunikasi seperti Starlink. Kami terus bekerja tanpa henti untuk memastikan seluruh korban bencana mendapatkan bantuan tepat waktu,” tegas Kombes Pol Ferry.

Beliau menambahkan bahwa Polda Sumut bersama seluruh jajaran tetap melakukan pemantauan intensif terhadap situasi di lapangan, termasuk memastikan proses evakuasi, pelayanan kesehatan, serta dukungan psikososial berjalan optimal.

“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk tetap tenang dan saling membantu. Polda Sumut bersama pemerintah daerah, TNI, Basarnas, serta seluruh pihak terkait akan terus hadir memberikan penanganan terbaik,” tambahnya.

Polri menegaskan komitmen untuk terus memberikan penguatan logistik, peralatan darurat, serta dukungan personel hingga situasi di wilayah bencana benar-benar pulih.

Polda Sumut Turun ke Batang Kuis: Pastikan Penanganan Banjir Berjalan Cepat & Serahkan Bantuan untuk Warga

Deli Serdang — Kepedulian Polda Sumut terhadap warga yang terdampak banjir kembali dibuktikan. Pada Selasa (02/12/2025) pukul 12.00 WIB, Kapolda Sumatera Utara, Irjen. Pol. Whisnu Hermawan Februanto, S.I.K., M.H., yang diwakili oleh Wakapolda Brigjen Pol Rony Samtana, S.I.K., M.T.C.P., didampingi para Pejabat Utama Polda Sumut, turun langsung meninjau Posko Tanggap Bencana di Desa Sugiharjo, Kecamatan Batang Kuis, wilayah hukum Polresta Deli Serdang.

Kunjungan ini menjadi langkah strategis untuk memastikan seluruh proses penanganan bencana berjalan cepat, terkoordinasi, dan tepat sasaran. Setibanya di lokasi, Wakapolda mengecek berbagai fasilitas posko, mulai dari tenda pengungsian, dapur umum, layanan kesehatan, hingga sistem pendataan warga terdampak banjir.

“Polri harus hadir memberikan perlindungan dan dukungan kepada masyarakat. Pastikan setiap korban mendapatkan pelayanan yang baik, terutama bantuan logistik dan kebutuhan darurat,” tegas Brigjen Pol Rony Samtana kepada personel yang bertugas.

Dalam kesempatan tersebut, Wakapolda Sumut juga menyerahkan bantuan sembako kepada warga. Paket bantuan berisi beras, mie instan, minyak goreng, gula, makanan siap saji, serta kebutuhan pokok lainnya. Langkah ini sebagai bentuk kepedulian dan komitmen Polri meringankan beban masyarakat di tengah situasi sulit.

Wakapolda juga memberikan arahan kepada personel gabungan dari Polresta Deli Serdang, BPBD, serta unsur pemerintah daerah agar terus meningkatkan sinergi dalam upaya evakuasi, distribusi logistik, dan pemulihan pascabencana. Ia menekankan pentingnya kesiapsiagaan menghadapi potensi cuaca ekstrem yang masih berlangsung.

“Kita harus bekerja cepat dan terintegrasi. Keselamatan masyarakat adalah prioritas utama. Polri akan terus berada di garis depan membantu warga hingga situasi benar-benar pulih,” ujarnya.

Peninjauan ditutup dengan dialog langsung bersama warga pengungsi, di mana Wakapolda menyerap aspirasi, keluhan, serta kebutuhan mendesak yang disampaikan masyarakat. Polda Sumut menegaskan akan terus memperkuat kehadiran dan pelayanan kepada seluruh warga terdampak, terutama di wilayah yang hingga kini masih terisolasi atau mengalami dampak paling parah.

Dengan kehadiran langsung Polda Sumut, masyarakat Desa Sugiharjo berharap proses pemulihan dapat berlangsung lebih cepat dan kondisi kembali normal dalam waktu dekat.

Polri di Garis Depan Penanganan Bencana Lhokseumawe, Logistik dan Support Moril Disalurkan

Lhokseumawe – Kapolri kembali menunjukkan komitmennya dalam percepatan penanganan bencana dengan mengirimkan bantuan kemanusiaan bagi masyarakat yang terdampak bencana alam di wilayah Lhokseumawe, Provinsi Aceh. Bantuan tersebut diterbangkan menggunakan Pesawat Poludara CN 295/P-4501 dan langsung diarahkan untuk mendukung kebutuhan warga serta petugas yang bekerja di lapangan.

Dalam penyalurannya, Astamaops Kapolri, Komjen Pol. Mohammad Fadil Imran, hadir mewakili Kapolri untuk menyerahkan langsung bantuan tersebut di lokasi terdampak. Selain menyerahkan bantuan, Astamaops Kapolri juga melaksanakan giat memberikan support moril kepada seluruh anggota Polri dan petugas gabungan yang terus berjibaku menanggulangi bencana alam di wilayah tersebut.

Adapun bantuan dari Kapolri yang disampaikan melalui Astamaops Kapolri meliputi: Perahu karet 1 unit, Mesin Yamaha 1 unit, Alas perahu 1 unit, Power station 2 unit, Solar panel 4 unit, MPT-FT 20 dus, Pemanas MTP 10 dus, Makanan siap saji 27 dus, Tenda 1 unit.

Dalam kesempatan tersebut, Astamaops Kapolri Komjen Pol Dr. Mohammad Fadil Imran menyampaikan bahwa kehadirannya merupakan bentuk perhatian langsung dari Kapolri terhadap kondisi masyarakat di Aceh.

“Bapak Kapolri memerintahkan kami untuk memastikan bantuan ini tiba tepat waktu dan langsung diterima masyarakat yang membutuhkan. Polri hadir untuk memberikan dukungan nyata bagi warga yang terdampak bencana, sekaligus memastikan seluruh personel yang bertugas tetap bersemangat menjalankan misi kemanusiaan,” ujarnya, Selasa (2/12/2025).

Komjen Pol Mohammad Fadil Imran juga menegaskan bahwa Kapolri memberikan instruksi agar proses penanganan bencana dilakukan dengan cepat, humanis, dan terkoordinasi.

“Pesan Bapak Kapolri sangat jelas: pastikan masyarakat mendapatkan bantuan, pastikan petugas tetap kuat, dan pastikan Polri selalu berada di garis terdepan untuk membantu negara dalam situasi darurat,” tambahnya.

Dengan dukungan logistik dan penguatan personel dari Kapolri ini, diharapkan penanganan bencana di Lhokseumawe dapat berjalan lebih optimal serta mempercepat pemulihan bagi masyarakat yang terdampak.

Jatanras Simalungun Ungkap Detail Pembunuhan Sadis: 13 Tusukan Fatal Gara-gara Giliran Biliar

SIMALUNGUN – Tim Jatanras Satuan Reserse Kriminal Polres Simalungun berhasil mengungkap detail lengkap kasus pembunuhan brutal yang menewaskan Edward Sembiring. Melalui rekonstruksi 15 adegan, terungkap bagaimana pertengkaran sepele soal giliran main biliar berakhir dengan 13 tusukan mematikan.

Unit Jatanras Sat Reskrim Polres Simalungun menggelar rekonstruksi kasus pembunuhan pada Selasa, 2 Desember 2025, sekitar pukul 13.00 WIB di halaman Kantor Sat Reskrim Polres Simalungun, Jalan Jhon Horailam Saragih, Pematang Raya, Kecamatan Raya, Kabupaten Simalungun.

Kepala Seksi Humas Polres Simalungun, AKP Verry Purba, saat dikonfirmasi pada Selasa malam (2/12/2025) sekitar pukul 19.30 WIB, menjelaskan keseriusan tim Jatanras dalam menangani kasus ini. "Tim Jatanras kami bekerja sangat detail untuk mengungkap setiap fakta dalam kasus ini. Rekonstruksi ini penting untuk melengkapi berkas perkara," ujar Verry Purba.

Kegiatan rekonstruksi dihadiri oleh jajaran lengkap, termasuk Kepala Biro Operasional Reskrim Ipda Bilson Hutauruk, Kepala Unit Jatanras Iptu Ivan Roni Purba, pihak Kejaksaan Negeri Simalungun yang diwakili Firmansyah, S.H., beserta tim, penasihat hukum Fererius Purba, S.H., para penyidik Jatanras, keluarga korban, para saksi, hingga keluarga tersangka.

Kepala Unit Jatanras, Iptu Ivan Roni Purba, menjelaskan secara rinci 15 adegan yang diperagakan dalam rekonstruksi. "Kami merekonstruksi kejadian dari awal hingga akhir untuk memastikan tidak ada yang terlewat. Ini adalah pembunuhan dengan modus yang sangat kejam," ungkap Iptu Ivan Roni Purba memulai penjelasan.

Kasus ini bermula pada Kamis malam, 13 November 2025, sekitar pukul 20.00 WIB di warung koperasi. Tersangka Dolmansen Sipayung datang dan ikut bermain biliar bersama Rawalpen Sipayung, Lasmian Saragih, dan korban Edward Sembiring sambil minum tuak. Suasana awalnya santai hingga terjadi kesalahpahaman fatal.

"Sekitar pukul 22.30 WIB, giliran Edward terlewati oleh Rawalpen. Edward langsung emosi dan protes keras. Dia berkata, 'Kenapa kalian lewati giliranku, kayak jago-jago aja kalian'. Dari sinilah percekcokan dimulai," kata Iptu Ivan menjelaskan pemicu awal.

Adu mulut memanas hingga Edward mengancam akan "melipat-lipat" Dolmansen, yang dijawab santai "Lipatlah nah" oleh tersangka. Situasi berubah menjadi fisik ketika Edward menendang Dolmansen namun dielak, lalu Dolmansen balas menendang hingga Edward terjatuh. "Beberapa orang langsung melerai dan menyuruh Dolmansen pulang," ucap Iptu Ivan.

Dolmansen sempat pulang dengan berjalan kaki sementara Edward melanjutkan minum tuak. "Namun beberapa saat kemudian, Edward meninggalkan warung dan mendatangi rumah Dolmansen. Ini keputusan fatal yang mengubah segalanya," ungkap Iptu Ivan dengan nada serius.

Sekitar 10 menit setelah sampai rumah, Dolmansen keluar dan menemukan Edward sudah di depan rumahnya. Yang mengejutkan, Edward ternyata membawa pisau dan langsung menusuk tangan kiri Dolmansen. "Tersangka kemudian membenturkan badannya hingga Edward terjatuh, lalu berlari masuk rumah mengambil pisau yang terselip di dinding," kata Iptu Ivan.

Yang terjadi selanjutnya adalah aksi brutal yang mengerikan. Dolmansen keluar rumah dan melancarkan serangan tanpa ampun. "Total ada 13 tusukan: dada kiri 1 kali, rusuk 1 kali, dada kanan 2 kali, dada atas 4 kali, leher kanan 1 kali, dada kanan bawah 1 kali, dan pinggang belakang 3 kali," ungkap Iptu Ivan merinci dengan detail hasil kerja tim Jatanras.

Yang lebih sadis lagi, tersangka meludahi korban sambil menusuk pinggang belakangnya dan berkata "Biar mati kau", kemudian memijak pinggang Edward sebelum meninggalkan lokasi. "Ini menunjukkan adanya unsur kesengajaan untuk menghilangkan nyawa korban," kata Iptu Ivan menegaskan.

Beberapa saat kemudian, Rawalpen Sipayung bersama teman-temannya menemukan Edward dalam kondisi telungkup berlumuran darah di depan rumah Dolmansen. "Mereka langsung membawa Edward ke Puskesmas Saran Padang, tapi nyawa korban tidak tertolong," ucap Iptu Ivan dengan prihatin.

Jaksa Firmansyah, S.H., yang menyaksikan rekonstruksi menyatakan bahwa berkas perkara sudah lengkap. "Rekonstruksi ini memperkuat bukti-bukti yang sudah dikumpulkan tim Jatanras. Kami siap melanjutkan proses hukum ke tahap penuntutan," kata Firmansyah.

Penasihat hukum tersangka, Fererius Purba, S.H., menyatakan akan mendampingi kliennya secara profesional. "Kami menghormati proses hukum yang berjalan. Kami akan memastikan hak-hak tersangka terpenuhi dalam proses peradilan," ungkap Fererius.

KBO Reskrim Ipda Bilson Hutauruk memberikan pesan kepada masyarakat. "Kami menghimbau masyarakat untuk tetap menjaga emosi dan sikap. Masalah kecil bisa menjadi tragedi besar jika emosi tidak terkendali. Mari kita jaga keamanan dan ketertiban bersama," pungkas Ipda Bilson.

Kasus ini menjerat Dolmansen Sipayung dengan Pasal 338 KUHP tentang pembunuhan subsider Pasal 351 ayat (3) KUHP tentang penganiayaan yang mengakibatkan kematian. Kerja keras tim Jatanras Polres Simalungun berhasil mengungkap kasus ini dengan tuntas.

PWFRN DPC Banyuwangi Kecam Keras Event “Ladies Night Party” di Hotel Kokoon: Dinilai Merusak Moral Generasi Muda

BANYUWANGI || jejakindonesia.id – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PWFRN Banyuwangi menyampaikan kecaman keras terhadap gelaran acara pesta minuman keras bertajuk “Ladies Night Party” yang berlangsung di Hotel Kokoon Banyuwangi. Acara tersebut dinilai berpotensi merusak moral generasi muda, khususnya para perempuan di Bumi Blambangan.

Ketua PWFRN DPC Banyuwangi, Agus Samiaji, menegaskan bahwa kegiatan semacam itu tidak hanya bertentangan dengan nilai moral masyarakat Banyuwangi, tetapi juga menjadi bentuk kemaksiatan yang nyata.

“Ini adalah bentuk kemaksiatan yang terang-terangan. Apalagi promosinya secara khusus menyasar kaum perempuan. Jelas ini merupakan bentuk perusakan moral umat yang sistematis,” tegas Agus Samiaji, Selasa (2/12/2025).

Menurutnya, Banyuwangi memiliki kultur dan tradisi yang menjunjung tinggi nilai kesopanan serta perlindungan terhadap generasi muda. Karena itu, pihaknya meminta pemerintah daerah, aparat penegak hukum, dan pihak terkait untuk turun tangan serta mengambil langkah tegas agar kegiatan serupa tidak kembali terjadi.

PWFRN Banyuwangi juga mengimbau seluruh masyarakat untuk semakin waspada terhadap berbagai bentuk hiburan yang tidak sejalan dengan nilai sosial dan agama yang dianut mayoritas warga Banyuwangi.

“Kami tidak anti hiburan, tetapi hiburan itu harus mendidik, sehat, dan tidak menjerumuskan. Jangan sampai nama baik Banyuwangi tercoreng oleh kegiatan yang tidak bermanfaat dan berpotensi merusak moral,” tambah Agus.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak Hotel Kokoon Banyuwangi terkait penyelenggaraan acara tersebut.

error: Content is protected !!