Sorry, we're closed Opens Selasa at 9:00 am

Bulan: Desember 2025

Tinjau Lokasi Bencana Aceh-Sumatera, Wakapolri Pastikan Layanan Kepolisian Pulih dan Penanganan Bencana Diperkuat

ACEH – SUMATERA || jejakindonesia.id - Wakil Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Wakapolri) Komjen Pol. Prof. Dr. Dedi Prasetyo, S.H., M.Hum., M.Si., M.M. meninjau langsung wilayah terdampak bencana alam di Aceh dan Sumatera Utara untuk memastikan pemulihan layanan kepolisian serta percepatan evakuasi dan distribusi bantuan berjalan efektif.

Dalam keterangannya, Wakapolri mengungkapkan bahwa operasional Polres Tapanuli Tengah yang sempat lumpuh kini sudah mulai berfungsi kembali.

“Dari laporan pak Kapolda, dari hasil kerja keras anggota di lapangan dan instansi terkait lainnya, untuk operasionalisasi dan pelayanan kepolisian di Polres Tapanuli Tengah kini sudah beroperasional dengan berbagai keterbatasan namun hari ini sudah beroperasional,” ujarnya.

Untuk polres-polres lain yang juga terdampak, Polri memprioritaskan evakuasi dan percepatan identifikasi korban oleh Tim DVI Mabes Polri.

“Kita fokus melakukan upaya evakuasi korban kemudian kecepatan tim DVI juga dikerahkan dari Mabes Polri untuk melakukan identifikasi. Karena waktunya ini lebih dari satu minggu kalau tidak cepat diidentifikasi akan susah,” jelasnya.

Wakapolri menambahkan bahwa pemulihan di sebagian wilayah Sumut mulai menunjukkan progres, meski pekerjaan besar masih harus dilakukan.

“Untuk wilayah Sumatera Utara Alhamdulillah berangsur-angsur sudah mulai, tetapi Polri bersama stakeholder lainnya sesuai perintah Bapak Presiden akan fokus membantu masyarakat yang terdampak cukup luas dan korbannya cukup banyak,” ujarnya.

Di Aceh Tamiang, situasi masih sangat berat dengan fasilitas umum dan kantor kepolisian tidak dapat beroperasi. Polri pun mempercepat asesmen dan pengiriman bantuan.

“Untuk Aceh Tamiang kondisinya lumpuh total. Polres dan Polsek kami tidak dapat beroperasional. Sesuai perintah Bapak Kapolri, kita lakukan asesmen dan turun ke lapangan untuk percepatan membantu masyarakat,” tegasnya.

Polri juga memusatkan pengiriman logistik dari Bandara Kualanamu dan menambah sarana mobilitas untuk memperkuat pelayanan.

“Seluruh suplai logistik dipusatkan dari Bandara Kualanamu. Kapolda Sumut juga telah mengirim 5 truk dan besok dikirim lagi. Untuk Polres nanti akan saya kirim kendaraan trel dan mobil double cabin,” jelasnya.

Selain itu, Polri akan mengirim water jet, paramedis, dan genset untuk mendukung pemenuhan kebutuhan air bersih, pelayanan medis, dan komunikasi.

“Besok kita akan mengirimkan mesin genset. Antara Jumat dan Sabtu listrik sudah bisa menyala dan PDAM sedikit bisa memenuhi kebutuhan masyarakat,” tambahnya.

Wakapolri menegaskan bahwa TNI–Polri akan terus bekerja maksimal. “Dengan segala keterbatasan dan semangat yang luar biasa, kami bekerja semaksimal mungkin untuk masyarakat di wilayah terdampak,” tutupnya.

STIKES Banyuwangi Resmi Menjadi Universitas Doktor Soekardjo

BANYUWANGI || jejakindonesia.id – Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKES) Banyuwangi resmi bertransformasi menjadi Universitas Doktor Soekardjo (Unidsoe). Dengan bertransfromasi menjadi Univeritas kini kampus memiliki tambahan prodi selain ilmu kesehatan yakni Prodi S1 Manajemen Bisnis Internasional, Prodi S1 Perdagangan Internasional dan Prodi S1 Sistem Informasi.

Peresmian Universitas tersebut dilakukan langsung oleh Wakil Bupati Banywuangi Mujiono bersama Rektor Unidsoe Dr. Soekardjo dan Kepala LLDIKTI Wilayah VII Jawa Timur Prof. Dr. Dyah Sawitri di Kampus Banyuwangi, di Kampus Banyuwangi Jl. Letkol Istiqlah Selasa (2/12/2025).

“Selamat atas transformasi Stikes Banyuwangi menjadi universitas Dr. Soekardjo. Transformasi ini bukanlah sekadar perubahan nama, tetapi juga membuka peluang lebih besar untuk pengembangan akademik, riset, dan kontribusi bagi masyarakat. Semoga kehadiran kampus ini turut membawa kemajuan bagi daerah,” kata Wabup Mujiono.

Wabup mengatakan Pemerintah daerah akan terus mendukung hadirnya lembaga pendidikan tinggi di daerah sebaagi upaya untuk meningkatkan akses pendidikan dan daya saing. Sebelumnya di Banyuwangi juga telah berdiri Universitas Airlangga (UNAIR) dan sekolah seni Institut Seni Indonesia (ISI) yang melengkapi infratruktur pendidikan daerah.

“Kami berharap perguruan tinggi tidak hanya mengajarkan ilmu namun juga menciptakan professional yang berkarakter unggul dan siap menghadapi tantangan masa depan. Terima kasih kepada segenap Civitas Akademika Universitas Dr. Soekardjo atas kontribusi yang diberikan,” ujar Wabup.

Sementara itu Rektor universitas DR. Soekardjo, Dr. Soekardjo mengatakan Universitas yang dipimpinnya itu sebelumnya telah berkiprah selama 19 tahun sebagai kampus Kesehatan. Dengan perubahan status menjadi universitas akan meningkatkan tanggung jawab dalam pengelolaan maupun secara sosial.

“Kami akan terus berusaha memperkuat tata kelola, meningkatkan SDM, memperluas program studi, meningkatkan kapasitas riset dan pengabdian kepada masyarakat, serta mencetak lulusan yang siap melayani,” tegasnya.
Ia melanjutkan, prodi baru yang dibuka adalah S1 Manajemen Bisnis Internasional, S1 Perdagangan Internasional dan S1 Sistem Informasi. Prodi ini melengkapi Prodi Kesehatan yang sebelumnya telah berjalan.

“Untuk prodi baru akan dimulai pada tahun ajaran baru 2026/2027. Di kampus ini kami juga mewajibkan mahasiswa untuk menguasai minimal satu bahasa asing yakni Jerman, Mandarin, Jepang dan Arab sebagai bekal untuk kerja di dunia internasional” ungkapnya.

Kepala LLDIKTI Wilayah VII Jawa Timur Prof. DRr. Dyah Sawitri menyampaikan apresiasi atas lahirnya univbersitas baru tersebut. Ia berharap perubahan bentuk perguruan tinggi bukan sekedar administratif tapi upaya meningkatkan mutu.

“Universitas ini harus berdampak bagi masyarakat bangsa dan negara,” ungkapnya.

Acara turut dihadiri Kapolresta Banyuwangi Kombes Pol Rama Samtama Putra, Danlanal Banyuwangi Letkol Laut (p) Muhammad Puji Santoso dan Ketua MUI Banyuwangi Kiai Muhaimin. (*)

Bersama UNESCO, Bupati Ipuk Paparkan Ijen Golden Route di Indonesia’s Geopark Leader Forum

JAKARTA || jejakindonesia.id - Perkembangan Geopark Ijen yang telah menjadi perhatian dunia, membuat Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani diminta untuk menjadi pembicara dan memaparkan berbagai program Geopark Ijen, di Indonesia's Geopark Leader Forum: Building Knowledge for Indonesia's Geopark Development, di Kementerian Bappenas, Rabu (3/12/2025).

Dalam forum tersebut, Ipuk menjadi pembicara bersama Dr. Özlem Adiyaman Lopes, Programme Specialist, International Geoscience and Geoparks Programme, UNESCO; Prof. Dr. Michael Goutama, Penasihat Menteri PPN/Bappenas/Ketua KADIN Komite Singapore; Leonardo A. A. Teguh Sambodo, Deputi Bidang Pangan, Sumber Daya Alam, dan Lingkungan Hidup. Kementerian PPN/Bappenas, serta Lalu Muhammad Iqbal, Gubernur Nusa Tenggara Barat.

Ipuk mengatakan meski kawasan Geopark tidak semua kewenangan pemerintah daerah, melainkan banyak yang berada di wilayah Kementerian dan BKSDA, namun Banyuwangi berupaya mencari manfaat bagaimana keberadaan Geopark Ijen berdampak pada kesejahteraan masyarakat Banyuwangi.

"Kami jadikan Geopark Ijen promosi. Kami buat beragam event sport tourism dan seni budaya, agar masyarakat Banyuwangi mendapat manfaat dari Geopark Ijen," kata Ipuk.

Banyuwangi menggelar beragam sport tourism bahkan berskala internasional seperti Tour dr Banyuwangi Ijen, Ijen Geopark Downhilll, Ijen Green Trail Run, serta beragam atraksi seni budaya seperti Jazz Gunung Ijen, Musik Tepi Sawah, dan beragam event lainnya.

Bahkan untuk mengenalkan lebih luas keelokan kawasan Ijen, Ipuk telah meluncurkan program Ijen Golden Route.

Program ini mengolaborasikan seluruh potensi yang ada Ijen. Menelusuri destinasi wisata hidden gem di kawasan kaki Gunung Ijen yang ada dan dikelola masyarakat Banyuwangi .

Ada beragam destinasi yang terangkum dalam Ijen Golden Route. Mulai dari aneka wisata alam, kuliner lokal, cafe yang instagramble, hingga tempat staycation yang keren hingga yang etnik, memadukan keindahan alam dan keluhuran budaya. Banyuwangi juga menggandeng seniman dan budayawan di berbagai atraksi wisata.

"Semua kita berdayakan dan kolaborasikan. Program ini bertujuan agar pelaku wisata, UMKM, seniman, budayawan, dan masyarakat Banyuwangi mendapat manfaat dari Ijen," kata Ipuk.

Bahkan berkat beragam program tersebut, Desa Adat Osing Kemiren yang juga merupakan salah satu kawasan Geopark Ijen, ditetapkan menjadi bagian Jaringan Desa Wisata Terbaik Dunia, The Best Tourism Villages Upgrade Programme 2025, oleh United Nations Tourism (UN Tourism) - Badan Pariwisata PBB.

Apa yang dilakukan Banyuwangi diapresiasi Gubernur NTB, Lalu Muhammad Iqbal. Menurutnya Banyuwangi mampu mengelola potensi untuk kesejahteraan masyarakatnya.

"Saya tahu betul tentang Banyuwangi karena ibu saya orang Pasuruan, jadi saya mengerti tentang Jawa Timur. Saya tahu Banyuwangi yang dulunya daerah miskin, kini justru menjadi daerah dengan angka kemiskinan terendah di Jawa Timur," kata Lalu.

Untuk itu Lalu yang baru 9 bulan menjabat sebagai gubernur, berharap bisa mengikuti jejak Banyuwangi.

Mendengar paparan Bupati Ipuk, Prof Gautama mengapresiasi apa yang dilakukan Banyuwangi selama ini. "Welldone. Selamat buat Banyuwangi. Seharusnya ini bisa menjadi yang terbaik di dunia," kata Prof. Gautama. (*)

Populerkan Geopark Ijen ke Dunia Internasional, Bappenas-Kemendagri Apresiasi Banyuwangi

JAKARTA || jejakindonesia.id - Berbagai upaya Banyuwangi mempopulerkan Geopark Ijen ke dunia internasional mendapat apresiasi dari Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional dan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).

Upaya Banyuwangi dalam menggagas dan mempopulerkan Geopark Ijen diawali sejak periode Bupati Abdullah Azwar Anas hingga saat ini dilanjutkan oleh Ipuk Fiestiandani. Bahkan Bappenas memberikan penghargaan khusus Rahayuning Bhumi Award kepada Bupati Banyuwangi periode 2010 - 2020, Abdullah Azwar Anas.

Penghargaan tersebut diberikan karena berbagai upayanya, mulai dari menggagas Geopark Ijen, memperjuangkanya masuk dalam jaringan Geopark Nasional, hingga akhirnya bergabung dalam ke jaringan Geopark Nasional akhirnya masuk dalam jaringan UNESCO Global Geopark (UGG), hingga populer di dunia internasional.

Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Menteri Bappenas Prof. Rachmat Pambudy, dan turut hadir Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, dalam Indonesia's Geopark Leader Forum: Building Knowledge for Indonesia's Geopark Development, di Kementerian Bappenas, Rabu (3/12/2025).

Dalam forum tersebut juga dihadiri oleh perwakilan UNESCO,15 Gubernur dan 49 Walikota/Bupati yang memiliki Geopark, Kementerian/Lembaga yang tergabung dalam Komite Nasional Geopark Indonesia (KNGI), serta pemangku kepentingan pengembangan Geopark Indonesia.

"Apa yang dilakukan Banyuwangi membuat Geopark Ijen populer dan banyak dikenal di dunia internasional," kata Tito.

Tito mengatakan Banyuwangi sejak era kepemimpinan Bupati Anas hingga saat ini sangat serius dalam mengurus Geopark Ijen. "Sampai hari ini sangat banyak kegiatan yang dibuat Banyuwangi untuk mempopulerkan Geopark Ijen, yang selain membuat Ijen dikenal juga berdampak pada ekonomi masyarakatnya," kata Tito.

Beragam event sport tourism internasional seperti Tour dr Banyuwangi Ijen, Ijen Trail Run, Internasional Downhill, serta berbagai event seni budaya, rutin dilakukan Banyuwangi untuk memperkenalkan Geopark Ijen.

"Seperti Banyuwangi inilah yang kami harapkan dari kepala daerah. Punya kepedulian pada Geopark," tambah Tito.

Dengan beragam upaya Banyuwangi itu menurut Tito membuat dunia internasional penasaran hingga akhirnya banyak wisatawan hingga ilmuwan dan peneliti datang ke Banyuwangi.

Menteri Bappenas Rachmat Pambudy mengatakan Indonesia merupakan tiga besar negara terbanyak yang masuk jaringan UGG. Indonesia memiliki 12 Geopark yang masuk dalam 241 Geopark yang masuk UGG dari 51 negara.

"Karena itu peran kepala daerah dalam mengembangkan dan meningkatkan kualitas Geopark sangat penting," kata Rahmat.

Salah satunya pengelolaan destinasi alam dan buatan yang berkelanjutan, pengelolaan pusat edukasi berbasis alam dan budaya melalui gerakan kolaboratif mufti-pihak.

Dalam forum tersebut Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani berkesempatan memaparkan perjalanan Geopark Ijen, dan apa yang dilakukan selama ini.

Menurut Ipuk meski banyak kewenangan di Geopark Ijen bukan kewenangan Pemkab Banyuwangi namun dari BKSDA, namun bagaimana memanfaatkan Geopark Ijen untuk kesejahteraan masyarakat Banyuwangi.

"Itulah yang membuat kami menggelar banyak event baik sport tourism maupun even seni budaya di Geopark Ijen, agar masyarakat mendapatkan manfaat Geopark Ijen," kata Ipuk.

Apa yang dilakukan Banyuwangi tersebut membuat kunjungan wisatawan terus meningkat dari tahun ke tahun, yang dampak ekonominya dirasakan masyarakat Banyuwangi. Hasilnya angka kemiskinan Banyuwangi dari 8 persen saat pandemi Civis-19, turun menjadi 6,13 saat ini. (*)

Polresta Banyuwangi Gelar FGD; Rangkul Ormas dan Potmas, Perkuat Kolaborasi Jaga Stabilitas Keamanan Daerah

BANYUWANGI || jejakindonesia.id — Polresta Banyuwangi menggelar Focus Group Discussion (FGD) bertema “Optimalisasi Peran Ormas dan Potmas dalam Mewujudkan Kamtibmas Menuju Banyuwangi Sejahtera”, Rabu (3/12/2025).

Kegiatan yang berlangsung di Hotel Ketapang Indah, Kalipuro, ini mempertemukan berbagai organisasi masyarakat, tokoh agama, serta unsur pemerintah daerah guna memperkuat ruang dialog dan koordinasi keamanan.

Kapolresta Banyuwangi Kombes Pol Rama Samtama Putra, S.I.K., M.Si., M.H., dalam sambutannya menekankan bahwa tantangan keamanan masyarakat semakin kompleks dan membutuhkan pola kerja kolaboratif.

“Peran ormas dan potmas sangat penting sebagai mata dan telinga masyarakat. Deteksi dini tidak hanya menjadi tugas Polri, tetapi bagian dari tanggung jawab bersama,” ujarnya saat membuka kegiatan.

Dalam forum tersebut, sejumlah materi disampaikan oleh narasumber dari Kesbangpol, Kementerian Agama, Sat Intelkam, Sat Reskrim, dan Sat Binmas Polresta.

Topik yang dibahas mencakup peningkatan toleransi antar umat beragama, penguatan deteksi dini, partisipasi publik dalam pengamanan lingkungan, hingga penegakan hukum terhadap potensi kerawanan Kamtibmas.

Dialog berlangsung dinamis. Perwakilan berbagai ormas menyampaikan isu-isu aktual yang menjadi perhatian publik. Wakil dari PKDI menyatakan kesiapannya mendukung program keamanan dan pembangunan daerah.

Sementara Ketua Da’i Kamtibmas menyoroti pentingnya stabilitas keamanan sebagai fondasi kehidupan sosial.

Dari GM FKPPI muncul pertanyaan mengenai indikator kondusifitas serta fenomena oknum yang mengatasnamakan ormas untuk melakukan tindakan yang meresahkan.

Perwakilan Muhammadiyah menyampaikan keprihatinan atas pesta minuman keras yang terjadi di salah satu hotel, sekaligus berharap Polresta meningkatkan antisipasi menjelang perayaan tahun baru.

Isu lain yang mengemuka berasal dari ISNU yang menilai maraknya penipuan online membutuhkan keterlibatan perbankan dalam forum-forum edukasi berikutnya.

Kasat Binmas Polresta Banyuwangi Kompol Toni Irawan, S.H., M.H., mengatakan bahwa FGD ini menjadi ruang strategis untuk menyerap informasi dan memperkuat kesamaan persepsi.

“Masukan dari ormas sangat penting untuk membaca potensi kerawanan sejak dini. Polri tidak bisa bekerja sendiri,” ujarnya.

Kegiatan yang diikuti sekitar ratusan peserta dari berbagai ormas dan potmas. Polresta Banyuwangi berharap forum kolaboratif ini dapat berkelanjutan untuk menjaga stabilitas keamanan daerah secara partisipatif. (***)

error: Content is protected !!