We're open Closes at 5:00 pm

Bulan: November 2025

Diikuti 260 Peserta Seleksi, Polda Kalteng Gelar Pakta Integritas Rekruitmen Bintara Brimob Polri

Palangka Raya || jejakindonesia.id - Kepolisian Daerah Kalimantan Tengah (Polda Kalteng) menggelar pengambilan sumpah dan penandatanganan Pakta Integritas Rekruitmen Bintara Brimob Polri Tahun Anggaran 2026, di Graha Bhayangkara, Mapolda setempat, Rabu (19/11/2025).

Kegiatan tersebut, dipimpin langsung oleh Kapolda Kalteng Irjen Pol Iwan Kurniawan, S.IK., M.Si. didampingi Wakapolda Brigjen Pol Dr. Rakhmad Setyadi, S.IK., S.H., M.H. dan sejumlah pejabat utama Polda selaku panitia, serta turut dihadiri tim pengawas eksternal serta perwakilan orang tua dan peserta seleksi.

Dalam sambutannya, Kapolda Kalteng menyampaikan bahwa seleksi ini merupakan salah satu bentuk upaya mewujudkan sumber daya manusia Polri yang profesional, berintegritas dan memiliki kemampuan spesifik sesuai tuntutan tugas Korps Brimob.

"Untuk itu, hari ini kita melaksanakan pengambilan sumpah dan pakta integritas bagi para peserta dan panitia, sebagai langkah memastikan proses seleksi berjalan profesional, transparan dan bertanggung jawab," tutur Kapolda.

Irjen Iwan juga menekankan kepada para panitia dan peserta seleksi agar memegang teguh komitmen untuk jujur, adil dan sesuai prinsip BETAH (bersih, transparan, akuntabel, dan humanis) dalam mewujudkan proses seleksi yang baik dan berkualitas.

"Dengan komitmen dan integritas bersama ini, saya yakin. Penerimaan Bintara Brimob Polri tahun 2026 di Polda Kalteng bisa berjalan baik serta menghasilkan anggota Polri yang mampu menjadi benteng masyarakat dan negara," tegas Irjen Iwan.

Sementara itu, Karo SDM Kombes Pol Leo Surya menegaskan kepada para peserta agar jangan terlibat atau percaya kepada pihak yang menawarkan kelulusan pada seleksi ini ataupun dengan tujuan tertentu, sehingga dapat mencederai prinsip yang diterapkan dalam proses rekruitment.

"Penerimaan Bintara Brimob Polri ini tidak dipungut biaya alias gratis, jadi saya meminta kepada masyarakat untuk ikut mengawasi setiap seleksi yang berlangsung. Laporkan jika ada terjadi penyimpangan," tandasnya.

Ditempat yang sama, Kabidhumas Kombes Pol Erlan Munaji, menambahkan bahwa dalam seleksi kali ini sebanyak 260 peserta telah terdaftar dan terverifikasi.

"Kami pastikan bahwa penerimaan ini bebas dari Kolusi, Korupsi serta Nepotisme, dan tentunya dengan menerapkan prinsip BETAH," tutup Kabidhumas. (adji)

Dikenal Sebagai Spot Mancing Terbaik, Pantai Bimorejo Banyuwangi Kini Dilengkapi Rumah Apung

BANYUWANGI || jejakindonesia.id – Tidak hanya pemerintah, warga Banyuwangi juga turut menggeliatkan pariwisata di kabupaten ujung timur Pulau Jawa itu. Salah satunya yang terbaru adalah Pantai Bimo di Desa Bimorejo, Kecamatan Wongsorejo Banyuwangi, yang kini menjadi salah satu tujuan wisata.

Di Pantai Bimo, pengunjung akan menikmati suasana pantai yang rindang. Pantai ini dikenal sebagai tempat memancing favorit di kawasan Banyuwangi yang sering dikunjungi para mancing mania dari berbagai daerah. Pantai tersebut juga pernah menjadi lokasi Banyuwangi Fishing Festival pada 2024 lalu.

Melengkapi fasilitas di kawasan tersebut, Lanal Banyuwangi mendirikan Rumah Apung yang bisa dimanfaatkan oleh para pemancing.

“Secara geografis pantai ini cocok untuk wisata mancing karena arusnya lebih tenang jika dibandingkan dengan wilayah selatan,” ujar Danlanal Banyuwangi Letkol Laut (P) Muhammad Puji Santoso, saat peresmian Rumah Apung, di Pantai Bimo, Rabu (18/11/2025).

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani dan Kapolresta Banyuwangi Kombes Pol Rama Samtama Putra turut hadir dalam peresmian tersebut.

Dalam kesempatan itu, Bupati Ipuk menyampaikan terima kasih kepada Lanal Banyuwangi yang telah mendampingi masyarakat di pesisir Pantai Bimo dalam mengembangkan pariwisata di sana.

“Rumah Apung ini akan menjadi ikon baru wisata, khususnya para pemancing. Semoga dengan hadirnya fasilitas ini, lebih banyak menarik orang datang ke Bimorejo. Warung-warung warga yang ada di sekitar juga jadi ramai,” ujar Ipuk.

Pantai Bimo ini dikelola bersama oleh kelompok sadar wisata (pokdarwis) dan kelompok masyarakat pengawas (pokmaswas) Mina Lestari. Pokmaswas ini melakukan kegiatan rutin pengawasan di sekitar perairan setempat.

Mendukung pariwisata di kawasan tersebut, Bupati Ipuk menyerahkan sejumlah bantuan berupa banana boat, donut boat, serta perahu pengawasan, yang masing-masing berjumlah satu unit.

Dukungan juga datang dari Pemprov Jawa Timur dengan memberikan bantuan berupa 32 unit rumah ikan (fish apartment). Rumah-rumah ikan tersebut akan ditanam di dekat rumah apung Pantai Bimo.

“Ini bagian dari upaya konservasi lingkungan. Dengan menanam rumah ikan, kita berharap ikan-ikan akan datang, tinggal, dan berkembang biak di sini. Sehingga wisata mancing lancar, dan ekosistem laut juga terjaga,” ujar Ipuk.

Sementara itu, Ketua Pokdarwis, Zainulloh, menegaskan Pantai Bimo memiliki keunggulan untuk dijadikan sebagai spot mancing.

“Spotnya tidak terlalu dalam, tapi potensi ikannya variatif. Lengkap, mulai ikan karang, ikan plagis (permukaan) ada semua. Selain itu, terumbu karangnya juga masih bagus,” ujarnya.

Dia optimistis, dengan berbagai dukungan dari Pemkab, Lanal Banyuwangi, hingga pemprov wisata di Pantai Bimo akan semakin berkembang.

Kunjungi Kantor DPC Madas Gresik, Dodik Firmansyah Tegaskan Pentingnya Menjaga Citra dan Marwah Organisasi

GRESIK || jejakindonesia.id - Dodik Firmansyah, S.H., selaku Biro Hukum DPD Madas Jatim, mengunjungi Kantor Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Madas Gresik yang beralamat di Jl. Fatimiah No.08 Gg 04, Laren, Manyar, Kabupaten Gresik, Jawa Timur, pada Rabu (19/11/2025) untuk melakukan kolaborasi dengan PAC Madas Gresik dalam pemaparan pentingnya menjaga warna—yakni citra, marwah, dan reputasi—Madas agar tetap kuat dan dipercaya oleh masyarakat.

Kedatangan Dodik Firmansyah, SH disambut hangat oleh Mak’rup Inayah selaku wakil ketua DPC Madas Gresik, Samsul Arifin selaku bendahara DPC Madas Gresik, dan juga Subaidi selaku korlap di Basecamp Madas Kortem Gresik yang berada di Jl. Dewi Sekardadu, RT 05/RW01, Ngargosari Kebomas, Gresik. Kolaborasi ini merupakan bagian dari komitmen DPD Madas Jatim dalam membangun kesadaran organisasi dan memperkuat karakter serta integritas seluruh anggota Madas di seluruh wilayah Jawa Timur.

Kegiatan ini turut didukung dan dipimpin oleh Adnan, selaku Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) MADAS Gresik, yang terus mendorong seluruh jajaran agar menjaga marwah organisasi MADAS (Madura Asli Daerah Anak Serumpun) dengan penuh tanggung jawab.

Sebagai bentuk komitmen nyata, Dodik Firmansyah, S.H. dijadwalkan akan mengunjungi Kantor DPC Madas Gresik di Jl. Fatimiah No.08 Gg 04, Laren, Manyar, Kabupaten Gresik, Jawa Timur, guna melakukan koordinasi langsung, konsolidasi, serta persiapan materi yang akan disampaikan dalam agenda pemaparan tersebut.

Dalam agenda penyampaian materi, Dodik Firmansyah akan mengulas beberapa poin penting, di antaranya:
Pentingnya menjaga warna, marwah, dan kehormatan Madas
Strategi meningkatkan citra dan reputasi organisasi

Peran setiap anggota dalam menjaga nama baik dan integritas Madas
Bentuk-bentuk kontribusi nyata dan positif kepada masyarakat
Benar bahwa sebuah organisasi akan semakin kuat ketika hadir membantu masyarakat, termasuk merespons keluhan, kebutuhan, dan aspirasi mereka. Aksi nyata seperti ini tidak hanya memperkuat citra organisasi, tetapi juga menunjukkan kepedulian serta keberpihakan Madas terhadap masyarakat.

Dalam konteks tersebut, organisasi dapat mengambil langkah-langkah konkret, seperti:
Mendengarkan dan menindaklanjuti keluhan masyarakat secara tepat
Memberikan bantuan, pendampingan, serta dukungan kepada yang membutuhkan
Meningkatkan edukasi publik mengenai isu-isu penting
Aktif dalam kegiatan sosial dan kemasyarakatan

Melalui langkah-langkah ini, DPD Madas Jatim bersama DPC termasuk Dewan Pimpinan Cabang (DPC) MADAS Gresik di bawah kepemimpinan Adnan—dapat memperkuat kepercayaan publik, membangun kedekatan dengan masyarakat, serta mencapai tujuan organisasi secara lebih efektif dan terstruktur.

Organisasi Madas harus selalu menjaga hubungan baik dengan pemerintah, TNI, dan Polri, sebagai bagian dari upaya meningkatkan keamanan dan ketertiban masyarakat, serta mencapai tujuan organisasi. Dengan pendekatan yang baik, kita dapat memperoleh dukungan dan kerja sama yang efektif dalam menjalankan program-program Madas.

Terima kasih atas komitmen Biro Hukum DPD Madas Jatim dalam mengawal, menjaga, dan memperkuat citra serta reputasi Madas. Dengan kolaborasi yang solid antara DPD, DPC, dan seluruh struktur organisasi, Madura Asli Daerah Anak Serumpun (MADAS) diyakini akan semakin maju, kuat, dan bermanfaat bagi masyarakat luas, Salam Settong Dhere. (redho)

Puncak Peringatan Hari Bakti Kemenimipas Ke-1, Lapas Banyuwangi Gelar Tasyakuran

BANYUWANGI || jejakindonesia.id – Puncak peringatan Hari Bakti Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas) ke-1 Tahun 2025 turut dilaksanakan oleh Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Banyuwangi dengan menggelar acara tasyakuran. Acara yang diikuti secara khidmat oleh seluruh pegawai ini berlangsung di Aula Sahardjo Lapas setempat, Rabu (19/11).

Tasyakuran ditandai dengan tradisi pemotongan tumpeng yang melambangkan rasa syukur dan harapan baik. Tumpeng tersebut kemudian dibagikan kepada seluruh staf dan pegawai sebagai wujud kebersamaan dan silaturahmi.

Kalapas Banyuwangi, I Wayan Nurasta Wibawa dalam keterangannya menjelaskan bahwa tasyakuran ini digelar sebagai wujud syukur atas berbagai capaian yang telah diraih oleh Kemenimipas selama setahun terakhir. Pencapaian ini terhitung sejak terbentuknya Kemenimipas, yang merupakan hasil reformasi dan pemekaran dari Kementerian Hukum dan HAM.

"Tasyakuran ini tidak hanya sekadar bentuk rasa syukur, tetapi juga untuk menyatukan hati dan pikiran seluruh insan Kemenimipas, khususnya di Lapas Banyuwangi. Dengan hati yang satu, kita berdoa dan berharap ke depan Kemenimipas dapat semakin memberikan kontribusi yang nyata dan bermakna bagi masyarakat," ujarnya.

Sebagai Unit Pelaksana Teknis (UPT) di bawah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan, Lapas Banyuwangi juga menyatakan tekadnya untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan publik. Komitmen ini mencakup layanan kepada Warga Binaan maupun masyarakat luas, dengan mendorong pencapaian kinerja yang tepat waktu dan berkualitas.

"Kami bertekad untuk terus berbenah, meningkatkan kinerja, dan memberikan pelayanan terbaik. Ini semua bagian dari kontribusi kami dalam mendukung visi dan misi Kemenimipas," pungkas Kalapas.

Peningkatan Jalan Wuluhan dan Penambalan Arjasa Dimulai, Pemkab Jember Perkuat Infrastruktur

JEMBER || Jejakindonesia.id - Upaya peningkatan infrastruktur di Kabupaten Jember mendapat perhatian serius dengan dimulainya pekerjaan peningkatan jalan di sepanjang ruas Wuluhan serta penambalan lubang di wilayah Arjasa Rabu (19/11). Pekerjaan ini sekaligus menjadi jawaban atas kebutuhan masyarakat yang selama bertahun-tahun menunggu hadirnya akses jalan yang lebih layak, aman, dan mendukung aktivitas ekonomi masyarakat desa.

Kepala Desa Ampel Wuluhan, Sholeh, menjadi salah satu yang paling merasakan besarnya harapan warga atas perbaikan jalan tersebut. Ia menuturkan bahwa masyarakat telah menunggu perbaikan ini sejak bertahun-tahun lalu.

“ini sudah lama… kalau tidak salah hampir lima tahun sebelumnya, alhamdulillah pada hari ini pembangunan sudah terlaksana. Masyarakat tentu berharap hasilnya bisa diterima dengan baik.”

Sholeh juga menyampaikan kebutuhan jangka panjang masyarakat Desa Ampel. “Yang kami inginkan kelangsungannya. Dari sini sampai ke Balai Desa itu sudah lama sekali belum dibangun. Dulu sempat dibangun, tapi karena kendaraan besar semuanya lewat sini, jalan cepat rusak. Tapi Alhamdulillah sekarang sudah dimulai. Mudah-mudahan ini bisa membawa Desa Ampel ke depan lebih baik,” ujarnya.

Senada dengan itu, Korwil Bina Marga Wilayah Ambulu, Nurcahyono, menjelaskan secara teknis bahwa perbaikan di Desa Ampel dilakukan di beberapa titik prioritas. “Total ada empat titik. Yang satu ini Al-Falah, yang kedua di sebelah Balai Desa ke barat, kemudian dari barat ke timur ada dua titik lagi. Lalu satu titik tambahan di Sambiringik,” terangnya.

Ia memaparkan bahwa pekerjaan ini dilakukan secara bertahap, mengikuti sistem giliran dari pihak penyedia AMP. “Banyak yang menunggu giliran. Setelah pekerjaan penutupan selesai, desa bisa request ke KBMP untuk melanjutkan kegiatan overlay, supaya kontur jalannya benar-benar siap dan hasilnya lebih maksimal,” tambahnya.

Sementara itu di wilayah Arjasa, perbaikan dilakukan melalui penambalan lubang jalan oleh UPT setempat. Arif, mandor pelaksana wilayah arjasa, menjelaskan bahwa perbaikan dilakukan terus-menerus mengikuti tingkat kerusakan di lapangan. “Yang tiga nanti, yang banyak. Ini muter terus, tergantung seberapa parah kerusakannya,” ucapnya.

Ia juga menerangkan bahwa ukuran tambalan tidak seragam karena menyesuaikan kondisi tiap titik. “Lebarnya bisa satu ruas jalan penuh, tergantung kerusakan. Hari ini kami melakukan penambalan di sepanjang wilayah arjasa dan lanjut sampai jembatan di sebelah sana,” jelasnya.

Perbaikan dilakukan serentak agar ruas-ruas yang rusak dapat segera aman kembali dilalui masyarakat. Rangkaian kegiatan peningkatan dan penambalan jalan ini menunjukkan komitmen Pemerintah Kabupaten Jember dalam memperbaiki kualitas jalan sebagai sarana vital mobilitas masyarakat.

Pemerintah memastikan bahwa perbaikan infrastruktur akan terus berlanjut sesuai kebutuhan, prioritas, dan kesiapan teknis di lapangan, sehingga manfaat pembangunan dapat dirasakan secara merata oleh seluruh warga di Kabupaten Jember.

Pewarta Dodik

error: Content is protected !!