We're open Closes at 5:00 pm

Bulan: November 2025

Korban Penipuan Emas Apresiasi Respons Cepat Polresta Banyuwangi dan Klarifikasi Dugaan Keterlibatan Oknum TNI

BANYUWANGI || jejakindonesi.id — Proses penanganan kasus dugaan penipuan emas yang menimpa Soni Agustiawan kini memasuki babak baru. Dalam keterangan resminya, Soni menyampaikan apresiasi mendalam terhadap jajaran Kepolisian Republik Indonesia yang dinilai telah bertindak cepat dan profesional dalam mengungkap kasus ini.

Soni secara khusus menyebut langkah-langkah Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo sebagai inspirasi bagi jajaran di bawahnya. Menurutnya, reformasi Polri yang terus digencarkan berdampak langsung pada meningkatnya kualitas pelayanan dan penegakan hukum.

“Saya cukup mengapresiasi langkah Bapak Kapolri Listyo Sigit yang telah mereformasi institusi Polri. Jejak prestasi beliau luar biasa, dan itu menjadi panduan anggota Polri di berbagai daerah,” ujar Soni.

Apresiasi untuk Kapolresta Banyuwangi, tidak hanya pada level pusat, Soni juga mengapresiasi kinerja Kapolresta Banyuwangi Kombes Pol. Rama Samtama Putra, S.I.K M.Si., M.H. Ia menilai Kapolresta Banyuwangi telah menunjukkan respons cepat atas laporan masyarakat, khususnya terkait kasus penipuan emas yang ia alami.

“Tidak kurang dari seminggu, pelaku utama sudah berhasil ditangkap. Ini kinerja yang sangat saya apresiasi,” kata Soni.

Ia berharap prestasi tersebut dapat menjadi perhatian pimpinan Polri dan menjadi contoh positif bagi jajaran kepolisian di daerah lain.

Peran Waka Polres Jember dan Proses Gelar Perkara. Selain Banyuwangi, proses klarifikasi juga dilakukan di Polres Jember. Soni menjelaskan bahwa Waka Polres Jember, Kompol Ferry Dharmawan, S.Psi., S.I.K. — yang juga ia apresiasi — membantu memfasilitasi gelar perkara untuk memperjelas duduk perkara, terutama terkait dugaan keterlibatan seorang oknum anggota TNI.

Gelar perkara dilakukan di ruang KBO Reskrim Polres Jember bersama Kanit Bidum, serta menghadirkan Soni sebagai korban. Menurutnya, gelar tersebut bertujuan untuk membuka fakta secara terang benderang.

Dalam keterangan Soni, oknum TNI yang sebelumnya disebut-sebut terlibat, ternyata mengaku bahwa dirinya juga merasa menjadi korban dari pelaku utama, Bahrowi. Oknum tersebut disebut awalnya dikenalkan pada usaha pertambangan emas oleh Bahrowi, hingga mempercayai bahwa usaha tersebut benar-benar menghasilkan logam mulia asli.

Soni mengungkapkan bahwa berdasarkan pengakuan yang disampaikan dalam gelar perkara, oknum tersebut mengaku menerima aliran dana sekitar Rp250 juta yang menurutnya merupakan bagian dari “profit usaha” dari tambang yang ditunjukkan oleh Bahrowi.

“Cerita yang disampaikan sangat konsisten, baik saat gelar perkara di Polres Jember maupun di Denpom Jember. Pelaku utama, Bahrawi, juga menguatkan keterangan tersebut ketika kami dipertemukan,” jelasnya.

Soni menambahkan bahwa Oknum TNI tersebut telah menyampaikan permohonan maaf dan menyatakan siap mengembalikan dana yang sempat diterimanya dari aliran dana kasus tersebut

Menurut Soni, proses klarifikasi ini dilakukan tanpa intervensi pihak mana pun, dan seluruh rangkaian gelar perkara—mulai dari Polres Jember, Denpom Jember, hingga pertemuan di Polresta Banyuwangi—berjalan terbuka dan profesional.

Ia kembali menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh pihak yang memfasilitasi, terutama Kapolresta Banyuwangi yang disebut sangat kooperatif saat pihaknya meminta klarifikasi lanjutan.

“Terima kasih sekali kepada Bapak Kapolresta Banyuwangi yang sangat responsif. Semua proses ini membuat kondisi semakin jelas dan terang benderang,” ujarnya menutup pernyataan.

TNI AD Operasionalkan Dapur Lapangan di Aceh dan Sumbar untuk Bantu Korban Banjir dan Longsor

Aceh-Sumbar || jejakindonesi.id - TNI Angkatan Darat terus mengerahkan bantuan kemanusiaan bagi masyarakat yang terdampak banjir dan tanah longsor di berbagai wilayah. Kodam Iskandar Muda dan Kodam XX/Tuanku Imam Bonjol bergerak cepat mendirikan dapur lapangan, mendistribusikan logistik, serta membantu evakuasi warga sebagai bagian dari respons tanggap darurat.

Di Provinsi Aceh, pasca penetapan status Darurat Bencana Alam, Denbekang IM/2.B di bawah Korem 011/Lilawangsa mengoperasionalkan dapur lapangan di Lhokseumawe untuk memenuhi kebutuhan pangan warga Aceh Utara dan Kota Lhokseumawe. Meski banjir mulai surut, prajurit Kodam IM tetap siaga melaksanakan evakuasi dan mendistribusikan makanan siap saji kepada masyarakat, terutama kelompok rentan.

Pangdam IM, Mayjen TNI Joko Hadi Susilo, S.I.P., mengapresiasi dedikasi prajurit yang bekerja sehari penuh di lapangan. “Prajurit bergerak cepat dan ikhlas membantu masyarakat. TNI AD akan terus hadir hingga seluruh wilayah kembali aman,” tegasnya.

Sementara itu, di Sumatera Barat, Kodam XX/Tuanku Imam Bonjol juga mengoperasionalkan tiga dapur lapangan untuk membantu warga Kota Padang yang terdampak banjir dan longsor. Dapur lapangan tersebut berada di Lumin Park yang memproduksi 299 bungkus makanan, di Gurun Laweh sebanyak 970 bungkus, dan di Universitas Negeri Padang (UNP) sebanyak 1.000 bungkus setiap harinya.

Pangdam XX/TIB, Mayjen TNI Arief Gajah Mada, S.E., M.M., menegaskan komitmen jajarannya dalam memastikan kebutuhan dasar warga terpenuhi. “Kodam XX/TIB terus bergerak memberikan bantuan nyata. Dapur lapangan ini kami operasionalkan untuk memenuhi kebutuhan makan warga terdampak,” ujarnya.

Selain pengoperasian dapur lapangan, prajurit TNI AD juga membantu evakuasi warga terisolasi, pengaturan lalu lintas di titik rawan, serta pendistribusian logistik ke lokasi-lokasi yang sulit dijangkau. Koordinasi dilakukan secara intensif bersama pemerintah daerah, BNPB, Basarnas, Polri, dan para relawan untuk mempercepat pemulihan situasi.

TNI AD memastikan bahwa seluruh satuan jajaran di berbagai wilayah tetap siaga dan siap menambah dapur lapangan maupun personel apabila kondisi di lapangan membutuhkan penguatan. Fokus utama adalah menjamin terpenuhinya kebutuhan dasar warga serta memastikan proses penanganan darurat berjalan lancar dan aman.

“TNI AD akan terus hadir untuk rakyat. Upaya kemanusiaan ini akan dilaksanakan secara berkelanjutan hingga situasi di seluruh wilayah kembali stabil,” demikian penegasan TNI AD.

*(Dispenad)*

Polresta Cirebon Ringkus Sindikat Penyalahgunaan Solar Subsidi, Gunakan Ratusan Barcode dan Plat Nomor Palsu

CIREBON || jejakindonesia.id — Jajaran Satreskrim Polresta Cirebon berhasil mengungkap dan meringkus sindikat pelaku penyalahgunaan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis solar bersubsidi yang diduga telah beroperasi dengan pola terorganisir. Para pelaku diketahui membeli solar subsidi menggunakan berbagai identitas palsu lalu menjualnya kembali sebagai solar non-subsidi ke wilayah Pelabuhan Kejawanan, Kota Cirebon.

Kapolresta Cirebon mengungkapkan, dalam aksinya para pelaku memanfaatkan sekitar 170 barcode, lebih dari 600 pelat nomor palsu, serta empat unit truk diesel yang sudah dimodifikasi khusus untuk menampung solar. Selain itu, polisi juga mengamankan satu unit truk tangki yang digunakan untuk mengangkut solar subsidi hasil pengumpulan.

“Modus yang digunakan para pelaku adalah memanfaatkan barcode dan plat nomor palsu untuk mengelabui sistem pembelian BBM subsidi di SPBU. Setelah dikumpulkan dalam jumlah besar, solar subsidi tersebut dijual kembali sebagai solar non-subsidi dengan harga lebih tinggi,” ujar Kapolresta Cirebon.

Polisi menegaskan bahwa praktik penyalahgunaan BBM bersubsidi ini merugikan negara dan masyarakat karena mengganggu distribusi BBM yang semestinya diperuntukkan bagi sektor-sektor yang berhak.

Saat ini para pelaku beserta barang bukti telah diamankan di Polresta Cirebon untuk proses penyidikan lebih lanjut. Polisi juga masih mendalami kemungkinan adanya jaringan lain yang terlibat dalam tindak kejahatan tersebut.

Polresta Cirebon mengimbau masyarakat untuk turut berperan aktif melaporkan segala bentuk dugaan penyalahgunaan BBM bersubsidi di wilayahnya, guna menjaga ketertiban dan mencegah kerugian negara.

Humas Polresta Cirebon

Kapolri Serahkan Bantuan 3,5 Ton kepada Korban Bencana di Taput

Tapanuli Utara || jejakindonesia.id - Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal Polisi. Listyo Sigit Prabowo menyerahkan bantuan kepada korban bencana banjir dan longsor di tiga wilayah Kabupaten Tapanuli Utara Sabtu (29/11/2025).

Kepolisian Resort Tapanuli Utara, AKBP Ernis Sitinjak memberikan keterangan pers kepada wartawan di Siborongborong. Dalam batuan tersebut sebanyak 3,5 ton bermacam-macam jenis makan.

"Adapun bantuan yang kita terima berupa bahan makanan, roti, mie instan, kasur, penampungan, obat-obatan, dan makanan cepat saji"Ujarnya

Dalam penerima bantuan Ada tiga wilayah, yakni Kecamatan Adiankoting, Parmonangan, dan Kecamatan Pahae Jae. Dalam hal ini AKBP Ernis Sitinjak mengucapkan terimakasih kepada bapak kapolri Listyo Sigit Prabowo

"Kita sampaikan terima kasih kepada Bapak Kapolri yang telah mengirimkan bantuan kepada korban bencana banjir dan longsor di tiga wilayah Kabupaten Tapanuli Utara"Ucapnya

Dia mengatakan bantuan yang dikirim Kapolri akan segera didistribusikan ke posko-posko pengungsian yang ada di tiga Kecamatan. Kita akan segera distrbusikan bantuan agar bisa disalurkan kepada saudara-saudara kita yang mengungsi.

Selain bantuan kepada korban bencana, Dia mengatakan pihaknya juga menerima bantuan tenda yang akan dibangun di posko-posko pengungsian.

Kita sampaikan terima kasih kepada Bapak Kapolri yang telah mengirimkan bantuan.

Rakerda LBH CCI Bangun Sinergitas Bersama Stakeholder Serta Pendidikan dan Pelatihan Paralegal

SIDOARJO || jejakindonesia.id - Rapat Kerja Daerah Lembaga Bantuan Hukum Cendrawasih Celebes Indonesia Dewan Pimpinan Daerah Sidoarjo (RAKERDA LBH CCI DPD SIDOARJO) Sabtu 29/11/2025 berada di FAVE HOTEL Sidoarjo. Mengusung tema "LBH CCI Membangun Sinergitas Bersama STAKEHOLDER Serta Pendidikan dan Pelatihan Para Legal".

Tampak hadir Ketua LBH CCI Sidoarjo Widodo Dhea CP LA, Ketua Panitia Gogor, Ketua LBH DPW Jatim Totok CP LA, Ketua Tim Advokasi LBH CCI Sidoarjo Subagyo S H, Anggota LBH CCI DPP Imam Suwongso, pengurus LBH CCI DPW Jatim Bambang S, Hadi Martono, para pengurus LBH CCI Sidoarjo, Ketua Fraksi Komisi D DPRD Sidoarjo Suryano S.H, M.H, Ketua Badan Sengketa Indonesia Anandyo, Ketua Yayasan Rehabilitasi Sawa Hita S.H, M.H, Narasumber atau Mentor Anton, Kanit Reskrim Polsek Sidoarjo Junaidi, serta para undangan lainnya.

Acara diawali pembukaan oleh MC, menyanyikan lagu wajib Indonesia Raya, sambutan, penyampaian atau edukasi tentang Para Legal.

Dalam hal ini LBH CCI Sidoarjo hadir untuk membangun jembatan sinergi dengan seluruh stakeholder serta memperkuat kapasitas paralegal demi terciptanya masyarakat yang berdaya, memiliki akses keadilan, dan paham hak-hak hukumnya.

"Dimana LBH CCI SIDOARJO berkomitmen harus terus maju dan berkembang, Rakerda ada perumusan program kerja dengan harapan bisa menjadi panutan dan terpercaya, kita tidak bisa berdiri sendiri kita harus berkolaborasi dengan STAKEHOLDER setempat" ungkap ketua Panitia Gogor dalam sambutannya.

Ketua LBH CCI DPC Sidoarjo Widodo Dhea menerangkan "harapan kami LBH CCI Sidoarjo bisa berkolaborasi kerjasama dengan Steakholder di kabupaten Sidoarjo, terlebih lagi bersama Pemkab Sidoarjo, Kapolres Sidoarjo, Kejaksaan Negeri, Pengadilan Negeri, Pengadilan Agama dan semua pejabat maupun institusi lainnya. Dengan harapan kami siap membantu masyarakat dalam menangani perkara yang berkaitan dengan perkara hukum secara ligitasi maupun non ligitasi" terangnya.

Sementara, Pendidikan dan Pelatihan Para Legal LBH CCI Sidoarjo berperan sebagai pusat pelatihan yang melahirkan para legal yang kompeten, berintegritas, serta mampu menjadi ujung tombak pelayanan hukum di akar rumput. Meningkatkan Akses Keadilan, memberikan bantuan hukum gratis kepada masyarakat kurang mampu sehingga mereka memperoleh kepastian, keadilan, dan perlindungan hukum.

Sambutan Ketua LBH DPW Jatim Totok CP LA "sejak saya menerima mandat dari tahun 2024 LBH CCI Jatim sudah banyak membantu masyarakat dalam mendapatkan keadilan, kita lembaga bantuan hukum sosial mengedepankan masyarakat sebagai pilar perkara yang berusan hukum. Disinggung mana kala pengurus LBH DPD Sidoarjo bisa melakukan pendampingan dan pengurusan perkara dengan koordinasi ke DPW Jatim, kami sangat berharap selain bermasyarakat kita juga harus menjalin kerjasama bersama praktisi hukum lainya terlebih utama dengan STAKEHOLDER di wilayah masing masing kabupaten maupun kota" sambutnya.

Dalam hal ini, diskusi LBH CCI Membangun Sinergitas Bersama STAKEHOLDER dijelaskan pula pengertian Para Legal yang mana sebagai pendamping dalam penanganan perkara hukum pada masyarakat, sebagai ujung tombak dalam lembaga bantuan hukum. Tugas Para Legal ada dua diantaranya sebagai pendamping dan pelindung, melahirkan para legal yang dengan memiliki pemahaman hukum yang baik mampu menjadi jembatan antara masyarakat dan LBH CCI Sidoarjo, Siap mendampingi masyarakat di tingkat desa/kelurahan. (Redho)

error: Content is protected !!