Sorry, we're closed Opens Selasa at 9:00 am

Bulan: November 2025

Kapolres Simalungun Hadiri Ramah Tamah Pisah Sambut Kajari, Tekankan Pentingnya Sinergitas TNI-Polri-Kejaksaan

SIMALUNGUN || jejakindonesia.id - Kapolres Simalungun AKBP Marganda Aritonang, S.H., S.I.K., M.M., menghadiri acara Ramah Tamah Pemerintah Kabupaten Simalungun dan Kota Pematang Siantar dalam rangka Pisah Sambut Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Simalungun yang berlangsung meriah di Grand Hall Hotel Grand Zuri Pematang Siantar, Jalan Medan, Kecamatan Siantar Martoba, Kota Pematang Siantar, pada Rabu malam, 5 November 2025, pukul 19.00 WIB hingga selesai.

Acara yang dihadiri jajaran pimpinan daerah dan unsur Forkopimda ini merupakan momentum penting bagi pergantian estafet kepemimpinan Kejaksaan Negeri Simalungun dari Irfan Hergianto, S.H., M.H., yang akan bertugas sebagai Asisten Pemulihan Aset Pada Kejaksaan Tinggi Kalimantan Utara, kepada Kajari yang baru, Munawal Hadi, S.H., M.H.

Saat dikonfirmasi pada Rabu malam, 5 November 2025, sekira pukul 23.11 WIB, Kapolres Simalungun AKBP Marganda Aritonang menjelaskan pentingnya kegiatan ini sebagai wujud sinergitas lembaga penegak hukum dalam melayani masyarakat.

"Kami menyampaikan selamat bertugas di tempat yang baru kepada Bapak Irfan Hergianto, S.H., M.H., sebagai Asisten Pemulihan Aset Pada Kejaksaan Tinggi Kalimantan Utara," ucap Kapolres Marganda Aritonang.

Ia juga mengucapkan selamat datang kepada Kajari Simalungun yang baru. "Kepada Kepala Kejaksaan Negeri Simalungun yang baru, Bapak Munawal Hadi, S.H., M.H., selamat datang di tano habonaron do bona. Semoga sinergitas semakin terjaga dalam menjalankan tugas negara," ungkap Kapolres.

Kapolres Simalungun menekankan bahwa kolaborasi yang baik antara TNI, Polri, dan Kejaksaan sangat penting dalam menjaga stabilitas keamanan dan penegakan hukum di wilayah Simalungun. "Kami berharap dapat berkolaborasi dengan komunikasi dan koordinasi yang baik dalam melayani masyarakat," ujar AKBP Marganda Aritonang.

Acara bergengsi ini dihadiri oleh sejumlah pejabat tinggi daerah, di antaranya Bupati Simalungun Dr. H. Anton Achmad Saragih, S.E., M.M., Wakil Bupati Simalungun Benny Gusman Sinaga, S.T., serta Asisten I Pemko Siantar yang mewakili Walikota Pematang Siantar.

Dari unsur TNI hadir Danrem 022/PT Kolonel Inf. Sandi Kamidianto, S.I.P., M.I.P., Dandim 0207/SML Letkol Inf. Gede Agus Dian Pringgana, S.Sos., M.M.A.S., M.HAN., dan Danyon 122/TS Letkol Inf. Wahidin Sobar, S.Sos., M.Sc. Sementara dari unsur Kepolisian turut hadir Kapolres Pematangsiantar AKBP Sah Udur T.M Sitinjak, S.H., S.I.K., M.H., dan Kepala BNN Kabupaten Simalungun AKBP Suhana Sinaga, S.Kom., M.Si.

Turut menghadiri acara ini Ketua Pengadilan Negeri Simalungun Erika Sari Emsah Ginting, S.H., M.H., Ketua Pengadilan Negeri Pematang Siantar Rinto Leoni Manullang, S.H., M.H., Kepala Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Pematang Siantar Davy Bastian, serta Ketua KPU Simalungun Johan Septian Pradana.

Kehadiran Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Simalungun Dr. H. Bahrum Saleh, M.A., perwakilan Ketua DPRD Kabupaten Simalungun, unsur Pejabat Kejaksaan Negeri Simalungun, serta perwakilan Brimob Ksatriaan Kompi 2 Yon B Pematang Siantar turut mewarnai acara ramah tamah tersebut.

Selain pejabat struktural, acara ini juga dihadiri oleh berbagai elemen masyarakat seperti pimpinan horizontal, perbankan, PTPN, perusahaan wilayah Kabupaten Simalungun, tokoh agama, tokoh adat, tokoh pemuda, Ketua Umum Partuha Maujana Simalungun, Ketua Umum Pemangku Adat dan Cendekiawan Simalungun, Ketua Umum Partuppuan Pemangku Adat dan Budaya Simalungun, serta undangan mitra usaha dan masyarakat umum.

Kegiatan profesional Polri ini menunjukkan komitmen kuat aparat penegak hukum dalam menjaga hubungan baik dengan seluruh stakeholder di wilayah Kabupaten Simalungun dan Kota Pematang Siantar, sekaligus mempererat tali silaturahmi antara lembaga pemerintahan, TNI, Polri, dan Kejaksaan demi terciptanya stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat yang lebih baik. (joe)

#Humas_Polres_Simalungun

Ditetapkan Tersangka, Kades Rejosari Diduga Kirim Suruhan untuk Menganiaya Korban! Fakta Baru Terkuak di Polres Demak

DEMAK || jejakindonesia.id — Kasus dugaan penganiayaan yang menyeret nama Kepala Desa Rejosari, Kecamatan Karangtengah, Kabupaten Demak, Eko, semakin panas. Meski pihak kuasa hukum berdalih bahwa sang kades hanya berusaha meleraikan keributan, fakta di lapangan justru mengarah sebaliknya — korban malah dikeroyok oleh orang-orang suruhan sang kades!

Pada Rabu (5/11/2025) sore, Eko menjalani pemeriksaan tambahan di Polres Demak, Jawa Tengah. Ia datang bersama tim kuasa hukumnya yang dipimpin oleh Choirun Nidzar Alqodari. Nidzar mengklaim pemeriksaan itu untuk melengkapi berkas perkara dan menyampaikan bahwa kliennya telah berupaya mencari perdamaian atau restorative justice.

Namun, fakta yang beredar di lapangan berbeda 180 derajat. Berdasarkan informasi dan bukti visum yang diterima redaksi, pelapor justru menjadi korban pengeroyokan, bukan sebaliknya. Wajah korban tampak lebam dan bonyok akibat pukulan, diduga dilakukan oleh suruhan sang kades setelah kejadian di acara dangdut Desa Sumberjo, Babadan.

Seorang sumber yang enggan disebut namanya menyebutkan, “Pelapor itu malah dikeroyok rame-rame. Katanya disuruh orang Kades Rejosari. Mukanya sampai bengkak semua, sudah ada visum-nya kok.”

Sementara itu, kuasa hukum Kades Rejosari tetap bersikukuh bahwa kliennya tidak berniat menyerang siapa pun. Menurut Nidzar, Eko hanya datang untuk mencegah konflik antarwarga setelah menerima laporan bahwa ada pemuda mabuk yang memukul operator sound system asal Rejosari.

“Pak Lurah justru ingin mendamaikan. Tapi malah diserang sepuluh orang di jembatan. Itu spontan, bukan direncanakan,” tegas Nidzar.

Namun, pernyataan tersebut kini mulai dipertanyakan publik, karena muncul dugaan kuat adanya upaya penyerangan balik oleh kelompok tertentu yang diduga terafiliasi dengan pihak Rejosari.

Kini, meski masih berstatus tersangka, Eko dan tim hukumnya tetap berharap kasus ini bisa diselesaikan secara kekeluargaan. Namun dengan adanya bukti visum dan laporan pengeroyokan terhadap pelapor, publik menilai jalan damai tampaknya semakin sulit ditempuh.

Kasus ini menjadi sorotan tajam masyarakat Demak, karena melibatkan seorang kepala desa aktif yang seharusnya menjadi teladan dan penjaga kondusivitas wilayah — bukan malah terseret kasus kekerasan antarwarga.

Agung Prasetio, Petugas Lapas Batam Persembakan Perunggu Pada Ajang FIT X CHALLANGE Di Brunei Darussalam

Bandar Seri Begawan || jejakindonesia.id – Delegasi Pemasyarakatan Indonesia sukses meraih medali perunggu pada ajang Prison FitX Challenge ‘‘Iron Will’ yang digelar tanggal 24-26 Oktober 2025 di Brunei Darussalam. Medali tersebut dipersembahkan petugas Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Batam, Agung Prastio, pada kategori individu. Sementara itu, petugas atas nama Rindra Wardhana dari Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Sumatra Utara, Muhammad Suhendra dari Balai Pemasyarakatan Kelas II Baubau, Muhammad Ashidiqi dari Lapas Kelas IIB Batang, dan Muh. Fadil dari Lapas Kelas IIA Bulukumba berhasil menyelesaikan tantangan dengan waktu memuaskan.

“Atas nama seluruh jajaran Pemasayrakatan Indoensia, saya mengucapkan selamat dan terimakasih kepada seluruh atllit yang sudah mewakili Indonesia di ajang Prison Fit X Challange di Brunei Darussalam, khususnya lagi kepda saudara Agung Prasetio yang telah menghadiahkan mendali Perunggu untuk Indonesia. Ini merupakan contoh baik yang semoga dapat diikuti oleh petugas Pemasyarakatan lainnya, sesuai dengan kompetensinya masing-masing,” kata Direktur Jenderal Pemasyarakatan, Mashudi, Minggu (26/10)

Agung juga mengungkapkan kebahagiannya dapat mempersembahkan medali pada perhelatan kompetisi tingkat ASEAN tersebut.” Ini merupakan ajang yang sangat luar biasa. Selain menguji kekuatan, ketangkasan, dan sportivitas, juga mempererat hubungan antarpetugas Pemasyarakatan di ASEAN. Harapannya, ajang seperti ini terus berkembang dan dapat mendukung energi dan kompetensi petugas Pemasyarakatan,” ucapnya.

Sementara itu Direktur Jenderal Pemasyarakatan Ajang ini sendiri merupakan peringatan Hari Ulang Tahun Ke-71 Departemen Penjara Brunei Darussalam yang dilaksanakan di Sport Complex University. Dalam ajang ini, delegasi Pemasyarakatan Indonesia mengirimkan lima peserta, yakni dua orang kategori individu dan tiga orang ketegori tim.

Prison FitX Challenge ‘‘Iron Will’ merupakan ajang ketahanan fisik dan mental bagi petugas Pemasyarakatan dari berbagai negara. Ajang ini juga menjadi sarana diplomasi antarnegara dalam bidang Pemasyarakatan. Tak hanya lomba, selama kegiatan para peserta mengikuti berbagai aktivitas sosial, tur budaya, dan sesi networking.

“Kegiatan luar biasa yang sangat bermanfaat bagi siapa saja, terutama yang pekerjaannya sangat berhubungan dan membutuhkan kemampuan fisik. Olahraga seperti ini sangat diperlukan untuk petugas Pemasyarakatan guna meningkatkan kebugaran, sedangkan untuk memberikan semangat harus ada pertandingan/kejuaraan, baik rutin maupun insidentil,” tutur perwakilan asal Pemasyarakatan Sumatra Utara, Rindra Wardhana.

Sebelumnya, Prison FitX Challenge ‘‘Iron Will’ dibuka oleh Sekretaris Tetap Kementerian Dalam Negeri Brunei Darussalam, Awang Saliman bin Haji Burut, pada Jumat (24/10). Penutupan kegiatan berlangsung pada Minggu (26/10) di mana para peraih medali menerima penghargaan langsung dari Menteri Hal Ehwal Dalam Negeri, Haji Ahmaddin bin Haji Abdurrahman.

Melalui partisipasi ini, Pemasyarakatan Indonesia membuktikan petugasnya tidak hanya PRIMA dalam tugas, namun juga memiliki ketahanan fisik dan mental kuat yang diharapkan menyukseskan pembinaan Warga Binaan yang humanis dan berintegritas. (MFM)

Pembinaan Rohani dan Mental, Polresta Banyuwangi Bentuk SDM Polri yang Unggul dan Berkarakter

BANYUWANGI || jejakindonesia.id – Dalam rangka meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) Polri yang profesional sekaligus memiliki landasan moral dan spiritual yang kuat, Polresta Banyuwangi secara rutin menyelenggarakan kegiatan Pembinaan Rohani dan Mental (Binrohtal).

Kegiatan Binrohtal kali ini dilaksanakan pada Kamis (6/11/2025) bertempat di Masjid Roudhatul Jannah Mapolresta Banyuwangi. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh personel Polri, ASN, serta pejabat utama Polresta Banyuwangi.

Acara diawali dengan pembacaan surat Yasin secara berjamaah, kemudian dilanjutkan dengan tausiyah yang disampaikan oleh Ustadz Latif, seorang tokoh agama Banyuwangi.

Dalam ceramahnya, Ustadz Latif menekankan pentingnya keikhlasan dalam menjalankan amanah dan tugas kepolisian. Ia mengingatkan bahwa setiap bentuk pengabdian harus dilandasi niat ibadah dan semangat ketulusan serta membanyak doa.

“Ketulusan dan keikhlasan dalam menjalani tugas adalah bentuk qurban sejati. Semoga kita semua menjadi pribadi yang bermanfaat, baik bagi diri sendiri, institusi, maupun masyarakat,” tuturnya

Kapolresta Banyuwangi Kombes Pol Rama Samtama Putra, S.I.K., M.Si., M.H. menjelaskan bahwa Binrohtal merupakan bagian dari program pembinaan internal untuk membangun SDM Polri yang unggul, empatik, dan berkarakter humanis.

“Kami ingin setiap personel Polresta Banyuwangi tidak hanya tangguh di lapangan, tetapi juga memiliki karakter moral dan spiritual yang kuat. Nilai-nilai ini harus menjadi pondasi dalam setiap pelayanan kepada masyarakat,” tegasnya.

Melalui pelaksanaan rutin Binrohtal, diharapkan dapat tumbuh budaya kerja yang positif, harmonis, dan bernilai ibadah di lingkungan Polresta Banyuwangi.

Kegiatan ini menjadi komitmen Polresta dalam menghadirkan personel yang berintegritas, berakhlak, dan siap memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. (***)

Kapolri Tinjau Sarana-Prasarana Pada Apel Kesiapan Tanggap Bencana di Mako Brimob

DEPOK || jejakindonesia.id – Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo meninjau sejumlah sarana dan prasarana tanggap bencana di lapangan apel Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok, pada Rabu (5/11/2025). Dalam kegiatan tersebut, Jenderal Sigit memeriksa berbagai peralatan dan kendaraan operasional yang disiapkan untuk menghadapi situasi darurat bencana.

Pantauan di lokasi, Kapolri meninjau satu per satu fasilitas tanggap bencana yang telah dipersiapkan. Setiap satuan yang bertanggung jawab atas alat dan perlengkapan tersebut turut memberikan penjelasan secara langsung kepada Jenderal Sigit.

Salah satu alat yang menarik perhatian Kapolri adalah flat bag, yang digunakan untuk mengevakuasi korban dari reruntuhan. Dalam kesempatan itu, Jenderal Sigit sempat bertanya langsung kepada personel Polairud mengenai fungsi alat tersebut.

“Ini bisa evakuasi korban dari reruntuhan?” tanya Jenderal Sigit kepada salah satu personel Polairud.

“Siap, ini bisa evakuasi korban dari reruntuhan, Jenderal,” jawab personel Polairud.

Selain flat bag, Kapolri juga meninjau drone hingga helikopter evakuasi yang disiapkan untuk operasi tanggap bencana. Ia turut mengunjungi dapur umum lapangan yang mampu menyediakan hingga 80 porsi makanan bagi para pengungsi.

Setelah melakukan pengecekan peralatan, Jenderal Sigit meninjau kesiapan personel gabungan yang terlibat dalam penanganan bencana. Dalam momen tersebut, Kapolri tampak sesekali memberikan arahan langsung kepada personel di lapangan.

Peninjauan ini menjadi bagian dari upaya Polri memastikan kesiapan seluruh unsur, baik personel maupun perlengkapan, dalam menghadapi potensi bencana di berbagai wilayah Indonesia.

error: Content is protected !!