Sorry, we're closed Opens today at 9:00 am

Bulan: Oktober 2025

Polres Pasuruan Gelar Donor Darah: Wujud Sinergi Humanis di Hari Jadi Humas Polri ke-74

PASURUAN || jejakindonesia.id — Dalam semangat kepedulian dan kemanusiaan, Polres Pasuruan menggelar kegiatan donor darah di lingkungan Masjid Besar Al-Mukhlasin Glagasari, Rabu (22/10/2025). Kegiatan ini digelar dalam rangka memperingati Hari Jadi Humas Polri ke-74.

Kapolres Pasuruan, AKBP Jazuli Dani Irawan, S.I.K., M.T., menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk nyata semangat gotong royong dan kepedulian sosial antara Polri dan masyarakat. “Momentum ini kami maknai dengan aksi kemanusiaan. Setetes darah yang kita sumbangkan sangat berarti bagi saudara-saudara kita yang membutuhkan,” ujarnya.

Wakapolres Pasuruan, Kompol Andy Purnomo, S.I.K., M.M., menambahkan bahwa kegiatan donor darah ini tidak hanya sebagai bentuk kepedulian sosial, tetapi juga sebagai upaya mempererat hubungan antara Polri, media, dan masyarakat. “Kegiatan ini sejalan dengan semangat Humas Polri yang terus mengedepankan komunikasi humanis, sesuai tema ‘Polisi Humanis, Harapan Masyarakat’,” tuturnya.

Sementara itu, Humas Polres Pasuruan, Joko Suseno, menyampaikan bahwa Humas Polri berperan penting dalam membangun citra positif kepolisian melalui kegiatan nyata yang berdampak langsung pada masyarakat. “Humas bukan hanya tentang menyampaikan informasi, tetapi juga tentang menghadirkan aksi dan kepedulian sosial yang membawa manfaat,” jelasnya.

Kegiatan donor darah ini disambut antusias oleh para peserta. Selain menjadi bentuk pengabdian, kegiatan tersebut juga memperkuat nilai solidaritas dan kemanusiaan yang sejalan dengan semangat Hari Santri.

Melalui kegiatan ini, Polres Pasuruan berharap sinergi antara Polri, media, dan masyarakat terus terjalin kuat demi mewujudkan kepolisian yang humanis, peduli, dan menjadi harapan masyarakat

Dikenal dengan Musik Perkusinya yang Unik dan Otentik, Banyuwangi Gelar Percussion Festival

BANYUWANGI || jejakindonesia.id – Kabupaten Banyuwangi dikenal memiliki beragam kesenian dan budaya yang menjadi kekuatan identitas kultural. Salah satunya musik perkusi Using yang dikenal unik dan otentik, dengan ciri khas kecepatan pukulannya hingga menghasilkan harmoni musik rancak dan energik yang kekhasannya tak dimiliki daerah lain.

Mengenalkan musik Perkusi khas Using, Banyuwangi menggelar Banyuwangi Percussion Festival (BPF), di Terminal Pariwisata Terpadu, yang bakal digelar Jumat malam, 24 Oktober 2025.

“Banyuwangi kaya seni dan budaya yang diwariskan secara turun temurun dari generasi ke generasi. Ada tari-tarian, tembang, budaya hingga ritual adat. Salah satunya musik Perkusi Using," kata Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani, Selasa (21/10/2025).

Hampir semua seni budaya Banyuwangi menggunakan musik perkusi Using sebagai pengiringnya. Seperti tari Gandrung selalu diiringi oleh musik Perkusi Using.

Musik Perkusi Using juga selalu bisa ditemui di setiap acara adat dan budaya sebagai musik pembuka atau pengiringnya.

“Karena itu kali ini secara khusus kami menggelar Banyuwangi Percussion Festival untuk mengenalkan keunikan dan keelokan seni musik perkusi yang dimiliki Banyuwangi,” imbuh Ipuk.

Majelis Kehormatan Dewan Kesenian Blambangan (DKB) Samsudin Adlawi, mengatakan Perkusi Using diakui oleh praktisi dan akademisi seni sebagai seni otentik khas Banyuwangi yang unik dan tidak ditemukan di daerah lainnya di nusantara.

Perkusi Using merupakan permainan musik perpaduan alat-alat musik tradisional khas Banyuwangi yang terdiri atas gong, klincing, rampak kendang, saron dan angklung Using.

“Kekhasan Perkusi Using ada pada kecepatan pukulan kendang yang menghasilkan irama rancak dan energik yang sampai sekarang belum bisa dinotasikan. Satu lagi kelebihan Perkusi Using adalah keluwesannya untuk dipadukan dengan berbagai genre musik” kata Samsudin.

Irama yang rancak dan energik Perkusi Using sampai kini diwariskan secara turun menurun ke generasi yang lebih muda. Bahkan di Banyuwangi, Perkusi Using juga dipelajarai sebagai ekstra kulikuler di sekolah-sekolah.

“Regenerasi musik Banyuwangi telah berjalan dengan baik. Karenanya dengan adanya Festival Perkusi Using akan menjadi panggung yang tepat bagi para seniman musik khas Banyuwangi untuk dikenal lebih luas lagi sebagaimana impian kami para seniman dan budayawan daerah," ungkap Samsudin.

Banyuwangi Percussion Festival yang digelar perdana ini akan menampilkan empat grup perkusi. Tiga di antaranya grup perkusi dari Banyuwangi yakni Damar Art, Munsing (Musik Nada Using) dan JEB (Jiwa Etnik Banyuwang).

”Damar Art, Munsing dan JEB dimotori oleh tiga kreator musik etnik Banyuwangi. Tiga seniman muda jebolan kampus seni itu akan bereksperimen dan memainkan komposisi musik etnik dengan konsep musik yang inovatif, memadukannya dengan berbagai genre musik dan kolaborasi dengan penyanyi lokal. Di tangan mereka, musik etnik Banyuwangi bakal terdengar modern, tanpa kehilangan rasa tradisionalnya,” kata Kepala Dinas Kominfo dan Persandian Budi Santoso.

Selain grup lokal Banyuwangi juga ada grup tamu “Ethno Ensamble” dari Solo yang sebagian besar musisinya merupakan mahasiswa dan alumni etnomusikologi ISI Surakarta/Solo. Komposisi-komposisi yang dimainkan lebih ke perpaduan berbagai alat perkusi di Indonesia.

“Mereka juga akan berkolaborasi dengan mahasiswa seni ISI Banyuwangi. Grup musik ini kami hadirkan untuk memperkaya wawasan musik perkusi generasi muda Banyuwangi khususnya juga untuk memberikan hiburan nuansa baru bagi semua penonton yang datang,” tambah Budi.

Peringati Hari Santri, ASN Banyuwangi Wajib Pakai Sarung dan Peci Selama Tiga Hari

BANYUWANGI || jejakindonesia.id - Memperingati Hari Santri Nasional 2025, Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani mengeluarkan kebijakan khusus bagi Aparatur Sipil Negara (ASN), di lingkungan Pemkab Banyuwangi diwajibkan mengenakan busana bernuansa santri, termasuk sarung dan peci bagi pria, serta busana muslimah putih bagi perempuan, selama tiga hari, mulai 21 hingga 23 Oktober 2025.

Kebijakan ini tertuang dalam surat edaran resmi yang ditandatangani oleh Sekretaris Daerah Banyuwangi, Guntur Priambodo, sebagai tindak lanjut dari arahan Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani.

Ipuk mengatakan kebijakan ini merupakan bentuk penghormatan terhadap perjuangan ulama dan santri.

“Kita bersama ingin memberikan penghormatan terhadap jasa para ulama dan santri dalam NKRI, utamanya perjuangan di Bumi Blambangan,” ujar Ipuk, Selasa (21/10/2025).

Kebijakan ini juga diharapkan menjadi momentum bagi ASN untuk meneladani semangat juang, sikap kebersamaan, kesederhanaan, dan solidaritas sebagaimana yang ditunjukkan para santri.

Selain itu menurut Ipuk kebijakan ini juga ungkapan apresiasi terhadap pesantren, yang telah memberikan kontribusi besar dalam pembangunan daerah, terutama dalam pendidikan dan pembentukan karakter masyarakat.

“Kami banyak berutang budi dengan pesantren. Pesantren telah banyak berkontribusi, khususnya dalam mendidik masyarakat, menjaga akhlak dan budi pekerti,” kata Ipuk.

Ipuk menambahkan meski pemerintah daerah menghadapi keterbatasan fiskal, namun Pemkab Banyuwangi tetap berkomitmen mendukung pengembangan pesantren agar terus berperan aktif dalam membangun sumber daya manusia yang berakhlak dan berdaya saing.

"Ini sesuai dengan tema peringatan Hari Santri tahun ini adalah Mengawal Indonesia Merdeka, Menuju Peradaban Dunia," tambah Ipuk.

Dalam surat edaran itu dijelaskan, ASN pria muslim wajib memakai baju muslim putih, songkok hitam, dan sarung dengan warna bebas. Sementara ASN perempuan muslim diwajibkan mengenakan baju muslimah putih, rok panjang, serta kerudung berwarna hitam.

Bagi ASN non muslim, ketentuannya disesuaikan dengan menggunakan kemeja putih, celana hitam untuk pria, dan rok panjang hitam bagi wanita.

“Meski menggunakan sarung dalam bekerja, insyaallah layanan tetap bisa maksimal untuk masyarakat,” tambahnya.

Polresta Banyuwangi Gelar Donor Darah, Peringati Hari Jadi Humas Polri ke-74

BANYUWANGI || jejakindonesia.id – Dalam rangka memperingati Hari Jadi Humas Polri yang ke-74, jajaran Kepolisian Resor Kota (Polresta) Banyuwangi menggelar aksi kemanusiaan berupa kegiatan donor darah. Acara bakti sosial ini bertempat di Palang Merah Indonesia (PMI) Unit Donor Darah (UDD) Giri, Banyuwangi, pada hari Rabu (22/10/2025).

Kegiatan donor darah ini diikuti oleh personel Polresta Banyuwangi, perwakilan dari instansi terkait dan masyarakat. Aksi sosial ini merupakan wujud nyata kepedulian Humas Polri terhadap ketersediaan stok darah di PMI dan sebagai bentuk solidaritas kemanusiaan untuk masyarakat yang membutuhkan.

Kapolresta Banyuwangi Kombes Pol. Rama Samtama Putra,S.I.K., M.Si., M.H dalam kesempatan tersebut menyampaikan apresiasi dan pandangannya terkait kegiatan ini.

“Donor darah ini adalah bagian dari rangkaian kegiatan Bakti Sosial dalam rangka Hari Jadi Humas ke-74 ” ujarnya

Kapolresta Banyuwangi Kombes Pol. Rama Samtama Putra,S.I.K., M.Si., M.H., juga menambahkan bahwa setetes darah yang disumbangkan memiliki nilai yang sangat besar bagi kelangsungan hidup sesama.

kegiatan ini merupakan sinergi antara Polri, khususnya Polresta Banyuwangi, dengan masyarakat dan instansi kesehatan seperti PMI.

Setetes darah yang kita berikan hari ini adalah harapan hidup bagi mereka yang membutuhkan. Ini juga sejalan dengan semangat Humas Polri yang selalu hadir dan peduli terhadap kepentingan publik dan kemanusiaan,” tegasnya

Kegiatan berjalan tertib dan lancar dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan. Pihak PMI UDD Giri Banyuwangi menyambut baik inisiatif Polresta Banyuwangi dan berharap kolaborasi kemanusiaan seperti ini dapat terus berlanjut secara rutin.

Dengan partisipasi aktif dari jajaran Polresta Banyuwangi, kegiatan ini berhasil menambah stok darah yang sangat vital bagi pelayanan kesehatan di Kabupaten Banyuwangi.

Peringati Hari Jadi Humas Polri ke -74 Polda Jatim Gelar Donor Darah

SURABAYA || jejakindonesia.id – Dalam rangka memperingati hari jadi Humas Polri ke-74 Tahun 2025, Bidang Humas Polda Jawa Timur menggelar kegiatan sosial donor darah di kantor PMI Kota Surabaya, Rabu (22/10/2025).

Kegiatan ini diikuti oleh personel Polri dari berbagai satuan kerja serta masyarakat umum yang turut berpartisipasi menyumbangkan darahnya.

Aksi kemanusiaan ini menjadi bentuk nyata kepedulian Humas Polri terhadap sesama, sekaligus mempererat hubungan antara Polri dan masyarakat.

Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Jules Abraham Abast, S.I.K., mengatakan, kegiatan donor darah ini merupakan wujud semangat Humas Polri untuk “Hadir, Berbuat, dan Bermanfaat” bagi masyarakat.

“Momentum di hari jadi Humas Polri ke-74 ini kami jadikan ajang untuk berbagi dan membantu sesama," ungkap Kombes Abast usai mendonorkan darahnya.

Kabid Humas Polda Jatim mengatakan donor darah bukan hanya menyehatkan tubuh, tapi juga menyelamatkan nyawa orang lain.

"Ini sebagian dari bentuk kepedulian kami kepada masyarakat,”kata Kombes Pol Abast.

Selain kegiatan donor darah, lanjut Kombes Pol Abast bahwa Humas Polda Jatim juga akan melaksanakan sejumlah kegiatan sosial lainnya termasuk anjang sana kepada mantan personel Humas yang sudah purna tugas di Kepolisian.

Kombes Pol Abast berharap, melalui kegiatan ini, semangat kebersamaan dan kepedulian sosial Humas Polri terus tumbuh, sejalan dengan tema di hari jadi Humas Polri ke-74 tahun ini, yaitu “Polisi Humanis Harapan Masyarakat.

error: Content is protected !!