We're open Closes at 5:00 pm

Bulan: Oktober 2025

Polres Lumajang Diduga Tidak ada Nyali, Praktik Perjudian Sabung Ayam di Desa Selok Beraktifitas Secara Terbuka

Lumajang || Jejak - Indonesia.id | Masyarakat Lumajang Tepatnya di Desa Selok, Kecamatan Pasirian, Kabupaten Lumajang yang dihebohkan oleh beredarnya informasi praktik perjudian sabung ayam yang diduga, diselenggarakan secara terbuka di area bebas milik seorang warga setempat.

Namun, menurut laporan seorang warga yang meminta identitasnya dirahasiakan demi keselamatan pribadi dan keluarga, kegiatan yang disebut “turnamen” tersebut sejatinya adalah praktik judi sabung ayam terselubung. turut tersebar daftar nama-nama pemain, bobot ayam aduan, hingga nominal taruhan yang mencapai jutaan rupiah per ronde.

Mereka menyebutnya turnamen, padahal itu murni perjudian. Taruhan uangnya besar. Ini sangat meresahkan karena terjadi di tempat terbuka dan diketahui publik, tapi seperti dibiarkan,” ujar narasumber kepada redaksi salah satu media online.

Kegiatan sabung ayam ini dilaporkan kerap berlangsung berulang kali di lokasi yang sama, namun tidak pernah ditindak tegas oleh aparat penegak hukum, khususnya Polres Lumajang, Warga sekitar mengeluhkan dampak sosial dan psikologis yang ditimbulkan, terutama terhadap anak-anak dan remaja di lingkungan tersebut.

Kami sebagai Warga Besuk Pasirian Lumajang,jadi bingung, apakah hukum berlaku untuk semua? Ini kan jelas melanggar hukum dan merusak moral,”

Mengingat harapan masyarakat inginkan mengurangi tindak kejahatan di Lumajang,dan mengingat ekonomi dalam rumah tangga sekarang ini tidak kondusif.

Permintaan kami kepada pemerintah Lumajang seperti Bupati dan DPRD ikut peran serta memberantas perjudian. Prilaku penyelenggara judi ini terkesan terang terangan seakan tidak takut dengan intruksi Bapak Presiden RI. H.Prabowo Subianto bersama Jendral Polisi Drs.Listyo Sigit Prabowo.M.SI. ”Pungkasnya. (tim)

Danramil Banyuwangi Kota Gelar Tasyakuran di HUT TNI Ke 80

BANYUWANGI || jejakindonesia.id || jejakindonesia.id - Koramil Banyuwangi kota gelar tasyakuran di hari ulang tahun ​Tentara Nasional Indonesia (TNI) ke 80 dengan penuh semangat dan optimisme. Peringatan tahun ini mengusung tema sentral "TNI PRIMA, TNI RAKYAT, INDONESIA MAJU," yang menjadi landasan filosofi dan operasional bagi seluruh prajurit TNI, dari matra Darat, Laut, hingga Udara. Selasa 07 Oktober 2025


Dalam sambutannya Kapten.kav.Andoko Danramil Banyuwangi kota menyampaikan visi TNI Prima TNI Rakyat Indonesia Maju, konsep TNI PRIMA adalah wujud nyata komitmen TNI untuk bertransformasi menjadi kekuatan pertahanan yang profesional.

​"Di usia ke-80 ini, TNI tidak hanya memperkuat alutsista, tetapi juga meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) prajurit. Prima berarti Profesional dalam setiap tugas, Responsif terhadap setiap ancaman, Inovatif dalam strategi, Modern dalam teknologi, dan Adaptif terhadap setiap perubahan lingkungan strategis global," ujar Danramil Banyuwangi Kota Kapten.Kav.Andoko .

​Aspek TNI RAKYAT menekankan kembali jati diri TNI yang lahir dari rahim perjuangan rakyat. Rangkaian kegiatan sosial, mulai dari bakti kesehatan, donor darah massal, hingga operasi bhakti TNI yang berfokus pada pembangunan infrastruktur pedesaan, telah dilaksanakan sebagai wujud nyata kemanunggalan TNI dengan rakyat. Ungkap Danramil Banyuwangi Kota Kapten.Kav.Andoko .

​"Tidak ada TNI tanpa rakyat. Kami adalah tentara pejuang, tentara nasional, dan tentara rakyat. Kekuatan pertahanan yang hakiki adalah sinergi antara TNI dan seluruh komponen bangsa," tegas Danramil Banyuwangi kota.

​makna Indonesia Maju menegaskan peran TNI tidak hanya sebagai penjaga kedaulatan, tetapi juga sebagai motor penggerak dan pengawal program pembangunan nasional menuju Indonesia Emas 2045. TNI berkomitmen untuk terus mendukung program-program strategis pemerintah melalui Operasi Militer. termasuk penanggulangan bencana, ketahanan pangan, dan pengamanan objek vital nasional. Imbuh Danramil Banyuwangi kota

Terimakasih kepada forkopimka, organisasi masyarakat, tokoh masyarakat, media serta seluruh elemen masyarakat yang telah hadir di acara tasyakuran HUT TNI Ke 80 di Koramil Banyuwangi Kota. Tutup Danramil Banyuwangi Kota Kapten.Kav.Andoko .

Reporter : Rio

Tiga Karang Taruna Desa Konsolidasi, Serahkan Dokumen Aspirasi ke Karang Taruna Kabupaten Banyuwangi

BANYUWANGI || jejakindonesia.id – Tiga perwakilan Karang Taruna dari Desa Kedungringin, Desa Kedungrejo, dan Kelurahan Klatak, melakukan pertemuan bersama pengurus Karang Taruna Kabupaten Banyuwangi, di Ruang Kopian, Minggu malam (04/10/2025).

Dalam forum tersebut, para pemuda menyerahkan dokumen aspirasi bertajuk “Surat Cinta untuk Karang Taruna Kabupaten Banyuwangi”, yang berisi kritik dan harapan terhadap peningkatan tata kelola serta pemerataan organisasi Karang Taruna di seluruh wilayah Banyuwangi.

Ketua Karang Taruna Kabupaten Banyuwangi, Rizki Alfian, menyambut baik langkah tersebut dan menegaskan komitmennya untuk membuka ruang diskusi seluas-luasnya.

“Kami sangat berterima kasih atas apresiasi dan aspirasi yang disampaikan teman-teman Karang Taruna desa. Kami terbuka untuk berdiskusi, saling mendengar, dan tentu akan berusaha semaksimal mungkin agar Karang Taruna ke depan bisa menjadi lebih baik,” ujar Rizki.

Dalam dokumen 'Surat Cinta' yang diserahkan, terdapat 18 poin aspirasi dan tuntutan yang disusun oleh para kader muda. Isi surat tersebut menyoroti sejumlah hal penting, antara lain:

1. Perlunya evaluasi berkala terhadap kinerja organisasi,
2. Peningkatan transparansi dan birokrasi yang sistematis,
3. Perbaikan tata kelola administrasi,
4. Pemerataan pembinaan hingga ke tingkat akar rumput, serta
5. Penguatan peran Karang Taruna sebagai pelayan masyarakat, bukan sekadar simbol seremonial.

Secara garis besar, surat itu meminta agar Karang Taruna Kabupaten tidak hanya fokus pada kegiatan formalitas, melainkan benar-benar hadir mendampingi Karang Taruna desa, memperbaiki pola komunikasi, dan menciptakan iklim kerja yang kondusif dan inisiatif.

Pada kesempatan itu juga, Afa dari Desa Kedungringin menjelaskan, bahwa aspirasi tersebut lahir dari semangat konsolidasi pemuda yang ingin melihat organisasi berjalan sesuai nilai AD/ART.

“Pertemuan kali ini adalah buah cinta yang lahir dari proses konsolidasi pemuda Karang Taruna yang melahirkan ‘Surat Cinta untuk Karang Taruna Kabupaten Banyuwangi’. Aspirasi ini kami sampaikan dengan tujuan menumbuhkan kembali spirit berkarang taruna dan mengoptimalkan birokrasi yang tersistematis, berlandaskan AD/ART dan peraturan organisasi," tuturnya.

"Kami juga menyampaikan apresiasi kepada Karang Taruna Kabupaten Banyuwangi, atas terselenggaranya kegiatan Bulan Bakti Karang Taruna di Kecamatan Muncar, tepatnya di Pantai Cemara. Kami berharap kegiatan seperti ini mampu memberikan multiplier effect bagi destinasi wisata Pantai Cemara,” imbuh Afa.

Sementara itu, Kiki dari Karang Taruna Desa Kedungrejo menegaskan pentingnya langkah konkret pasca-aspirasi ini. “Kami rasa seluruh kegelisahan yang ada perlu dijadikan bahan pertimbangan sekaligus evaluasi bagi pengurus. Namun, yang perlu digarisbawahi adalah langkah apa yang akan kita ambil ke depan untuk mengembangkan nama organisasi," katanya.

"Sebenarnya, masih banyak kegiatan yang diminati oleh para pemuda, terutama kegiatan yang dapat mempersatukan seluruh Karang Taruna, seperti olahraga dan aktivitas sosial lainnya. Hal-hal seperti ini seharusnya mulai dipikirkan, dan segera dijalankan agar kegiatan yang dilakukan oleh tingkat kabupaten tidak sekadar menjadi formalitas belaka,” sambung Kiki.

Penutup pertemuan, Ardiansyah dari Kelurahan Klatak, menyampaikan harapan agar Karang Taruna Kabupaten memberikan dukungan nyata terhadap pembentukan organisasi di tingkat desa.

“Kami berharap, ada pendampingan ataupun dorongan dari Karang Taruna Kabupaten kepada setiap stakeholder desa maupun kelurahan untuk membantu terbentuknya Karang Taruna di setiap desa. Dengan begitu, secara tidak langsung Karang Taruna di tingkat kecamatan akan terbentuk dengan sendirinya," ucapnya.

Ia menyebutkan, ketidakmerataan saat ini mempersulit administrasi dan komunikasi, dan berharap pertemuan tersebut menjadi momentum langkah nyata dari Karang Taruna Kabupaten.

"Kondisi saat ini masih belum merata, dan hal itu tentu mempersulit dalam proses administrasi maupun komunikasi. Pertemuan ini menjadi momentum yang jarang terjadi, sehingga kami berharap ada langkah nyata dari Karang Taruna Kabupaten untuk terus mengawal pemerataan organisasi hingga ke seluruh pelosok Banyuwangi,” ujar Ardiansyah.

Dari keseluruhan isi Surat Cinta, para pemuda menyimpulkan bahwa mereka tidak sedang mengkritik secara destruktif, melainkan mendorong agar Karang Taruna Kabupaten menjadi lebih inklusif, responsif, dan aktif dalam pembinaan kader muda. Mereka berharap gerakan ini menjadi awal lahirnya kembali semangat baru Karang Taruna Banyuwangi yang lebih berdaya dan berdampak bagi masyarakat.

Quick Respon Polri Bantu Padamkan Kebakaran di Kodam Lama Jayapura

PAPUA || jejakindonesia.id - Quick Respon Polri, Sebanyak 3 (Tiga) unit mobil rantis AWC milik Polri bantu padamkan peristiwa kebakaran yang terjadi di Kompleks Kodam Lama Jalan Sukun Kelurahan Numbay Distrik Jayapura Selatan, Senin (6/10) pagi sekitar Pukul 09.10 WIT.

Kapolresta Jayapura Kota Kombes Pol Fredickus W. A. Maclarimboen, S.I.K., M.H., CPHR melalui Kabag Ops Kompol Ferdinand E. Numbery, S.I.K., M.H membenarkan penanganan quick respon pelayanan Polri tersebut.

Kabag Ops menerangkan, berawal saat mendengar adanya peristiwa kebakaran di TKP melalui HT/Radio, pihaknya langsung mengerahkan satu unit mobil AWC milik Polresta Jayapura Kota.

“Saat sampai di TKP, mobil AWC langsung lakukan upaya pemadaman, turut serta juga mobil rantis AWC milik Satuan Brimob Polda Papua bersama AWC milik Direktorat Samapta Polda Papua.

“Total keseluruhan ada tiga unit mobil rantis AWC milik Polri dan tiga unit mobil pemadam kebakaran milik Pemerintah Kota Jayapura bersama delapan unit mobil Water Suplay,” terang Kabag Ops Polresta.

Dirinya menambahkan, api baru berhasil dipadamkan setelah 90 menit kemudian, dimana menurut informasi awal personel piket yang turun ke lokasi kejadian bahwa ada sekitar 22 unit rumah habis terbakar dengan kerugian materiil diperkirakan mencapai 3,5 Milliar Rupiah.

27 Perwira Tinggi Polri Naik Pangkat, 4 Naik Menjadi Komjen

JAKARTA || jejakindonesia.id - Sebanyak 27 Perwira Tinggi (Pati) Polri resmi naik pangkat dalam Upacara Kenaikan Pangkat ke dan dalam golongan Pati Polri yang digelar di Rupattama Mabes Polri pada Senin malam, 6 Oktober 2025.

Dalam upacara tersebut, empat Pati Polri naik pangkat menjadi Komisaris Jenderal (Komjen), delapan Pati Polri naik menjadi Inspektur Jenderal (Irjen), dan lima belas lainnya menyandang pangkat Brigadir Jenderal (Brigjen).

Adapun keempat Pati yang menerima kenaikan pangkat menjadi Komjen Pol adalah:

1. Komjen Pol Ramdani Hidayat, S.H., menjabat sebagai Dankorbrimob Polri
2. Komjen Pol Yuda Gustawan, S.I.K., S.H., M.H., menjabat sebagai Kabaintelkam Polri
3. Komjen Pol Yudhiawan, S.I.K., S.H., M.H., M.Si., menjabat sebagai Inspektur Jenderal Kementerian ESDM RI
4. Komjen Pol Dr. Dwiyono, S.I.K., M.Si., menjabat sebagai Sekretaris Jenderal Kementerian Perlindungan Pekerja Migran Indonesia

Kadivhumas Polri, Irjen Pol Sandi Nugroho, dalam keterangannya menyampaikan bahwa kenaikan pangkat ini merupakan bentuk penghargaan atas dedikasi, integritas, dan pengabdian para perwira tinggi tersebut terhadap institusi dan negara.

“Kenaikan pangkat ini bukan sekadar simbol kehormatan, tapi juga amanah untuk terus meningkatkan profesionalisme dan pelayanan kepada masyarakat. Ini adalah hasil dari kerja keras dan komitmen dalam menjaga keamanan dan ketertiban,” ujar Irjen Pol Sandi Nugroho.

Kenaikan pangkat juga diberikan kepada 8 personel yang kini berpangkat Irjen Pol, di antaranya adalah Irjen Pol Reza Arief Dewanto, S.I.K. (Wadankorbrimob Polri), Irjen Pol Nanang Rudi Supriatna, S.H., M.H. (Wakabaintelkam Polri), serta Irjen Pol Dr. Ahmad Ramadhan, S.H., M.Si., M.H. (Dosen Kepolisian Utama TK. I Akpol Lemdiklat Polri).

Sementara itu, 15 Pati Polri lainnya yang menerima kenaikan pangkat menjadi Brigjen Pol berasal dari berbagai satuan dan instansi, termasuk di antaranya Brigjen Pol Ade Safri Simanjuntak, S.I.K., M.Si. (Dirtipideksus Bareskrim Polri), dan Brigjen Pol Dra. AA Sagung Dian Kartini (Karokerma KL Stamaops Polri).

Lebih lanjut, Irjen Sandi Nugroho berharap para perwira tinggi yang baru saja menerima kenaikan pangkat dapat terus memberikan kontribusi terbaik bagi institusi dan masyarakat.

“Kami percaya para perwira yang naik pangkat ini akan semakin memperkuat soliditas dan kapasitas organisasi Polri dalam menjalankan tugas-tugasnya di berbagai sektor, baik di dalam struktur Polri maupun di lembaga pemerintahan lainnya,” pungkasnya.

Upacara ini berlangsung khidmat dan merupakan bagian dari agenda rutin institusi dalam rangka pembinaan karier personel Polri.

error: Content is protected !!