We're open Closes at 5:00 pm

Bulan: Oktober 2025

Kasus Arisan Online dengan Sistem “Duos” dan Bunga Hingga 300 Persen Diduga Rugikan Banyak Warga Banyuwangi

BANYUWANGI | Jejak Indonesia — Kasus dugaan arisan bodong kembali mengguncang Kabupaten Banyuwangi. Seorang perempuan muda berusia 24 tahun asal Kecamatan Bangorejo berinisial A.K. menjadi korban jebakan arisan daring dengan sistem duos yang dijalankan oleh seorang pengelola berinisial W.K. melalui grup WhatsApp dan media sosial.

Menurut kuasa hukumnya, Supriyadi, S.H., M.H., C.MD., C.MSP. dari Kantor Hukum Mahardhika & Partners, kliennya telah mengalami kerugian besar akibat sistem bunga dan denda yang tidak manusiawi.

> “Klien kami hanya menerima sekitar sebelas juta rupiah, namun diwajibkan membayar hingga lebih dari lima puluh juta rupiah. Sistem yang disebut duos ini bukan arisan, tetapi praktik pinjaman berbunga tinggi yang melanggar hukum,” tegas Supriyadi kepada awak media, Senin (06/10/2025).

Modus Arisan Berkedok Pinjaman. Dari hasil investigasi tim hukum, pelaku membuka sejumlah grup arisan dengan berbagai nama seperti “Get 7 Juta”, “Get 25 Juta”, hingga “Get 30 Juta”. Peserta diwajibkan menyetor uang ke rekening pribadi atas nama W.K. di beberapa bank nasional, termasuk Mandiri, BRI, dan BCA.

Selain potongan admin dan denda, pelaku juga menawarkan sistem duos atau buka manis, di mana peserta harus menambah setoran besar untuk bisa menerima giliran pencairan lebih cepat.

> “Praktik seperti ini termasuk penghimpunan dana tanpa izin dan penipuan berkedok arisan. Unsurnya sudah memenuhi Pasal 378 dan 372 KUHP serta melanggar UU Perbankan,” ujar Supriyadi.

Korban Collapse Finansial

Korban A.K., warga Bangorejo, kini mengalami kebangkrutan total akibat beban bunga dan tekanan finansial yang terus bertambah. Seluruh penghasilannya habis untuk membayar kewajiban dari skema yang tidak transparan.

“Awalnya saya pikir ini arisan biasa, tapi lama-lama jadi seperti hutang berbunga tinggi. Setiap kali mau ikut giliran, harus bayar lebih banyak lagi. Akhirnya saya rugi besar dan tidak sanggup melanjutkan,” ungkap A.K. dengan nada sedih.

Skema Berantai Duos: Modus Baru Eksploitasi Digital

Berdasarkan data terbaru yang diperoleh tim hukum Mahardhika & Partners, korban sempat menerima sebesar Rp14 juta, namun uang tersebut tidak pernah benar-benar dinikmati karena langsung digunakan untuk menutup setoran sebelumnya. Sementara total kewajiban yang dibebankan mencapai Rp23 juta ditambah biaya admin.

“Jadi korban seolah menerima dana, padahal uang itu tidak pernah benar-benar cair untuk kebutuhan pribadi. Saat tak mampu membayar, pelaku membuatkan arisan duos baru agar utang lama bisa ditutup dengan setoran peserta baru. Ini jelas pola skema ponzi yang eksploitatif dan melanggar hukum pidana,” ujar Supriyadi.

Langkah Hukum Mahardhika & Partners, Kantor Hukum Mahardhika & Partners telah mengirimkan Surat Somasi Resmi kepada pihak pengelola, menuntut pengembalian dana pokok dan penghentian seluruh kegiatan arisan tersebut. Jika dalam waktu tujuh hari tidak ada tanggapan, tim hukum akan menempuh jalur pidana dengan laporan resmi ke Kepolisian serta melibatkan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Satgas Waspada Investasi.

“Kami akan laporkan secara resmi agar pelaku diproses hukum. Sudah banyak warga yang dirugikan, terutama di wilayah Banyuwangi Selatan. Kami juga meminta pihak kepolisian segera memblokir rekening pelaku agar tidak ada korban baru,” tambah Supriyadi.

Peringatan untuk Masyarakat kasus ini menjadi peringatan bagi masyarakat agar berhati-hati terhadap arisan online atau investasi yang menjanjikan pencairan cepat dengan iming-iming bonus besar. Banyak praktik seperti ini ternyata merupakan penghimpunan dana tanpa izin yang berpotensi merugikan secara finansial maupun psikologis.

Jejak Indonesia akan terus memantau perkembangan kasus ini dan mengawal proses hukumnya hingga tuntas.

Redaksi: Jejak Indonesia • Kontributor: [Nama Reporter] • Editor: [Nama Editor] • Foto: Ilustrasi / Dok. Mahardhika & Partners

Hadiri Final Futsal Dandim Cup 2 Banyuwangi, Bupati Ipuk: Ajang Positif untuk Anak Muda

BANYUWANGI || jejakindonesia.id - Turnamen futsal yang memperebutkan piala Dandim Cup 2 berlangsung meriah. Ribuan orang memadati GOR Tawangalun, Banyuwangi yang menjadi venue partai final turnamen futsal antar pelajar ini, Sabtu sore (4/10/2025).

Tribun GOR Tawangalun yang berkapasitas 5.000 orang tersebut penuh dengan penonton.

Pertandingan final ini mempertemukan MAN 3 Banyuwangi melawan SMAN 1 Banyuwangi. Kedua tim mendapat dukungan besar dari para pendukung yang tak henti memberikan yel-yel sepanjang jalannya laga.

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani turut hadir menyaksikan pertandingan. Ia mengaku bangga melihat antusiasme anak-anak muda Banyuwangi yang begitu besar terhadap olahraga futsal.

“Kegiatan ini spektakuler. Kalau kita lihat semuanya yang mengikuti adalah anak-anak muda Banyuwangi,” ujar Ipuk.

Dalam laga final kategori SMA sederajat tersebut, MAN 3 Banyuwangi dan SMAN 1 Banyuwangi bermain imbang 3-3 hingga waktu normal berakhir, sebelum akhirnya MAN 3 memastikan gelar juara melalui kemenangan adu penalti.

“Selamat kepada para juara. Terima kasih juga kepada seluruh suporter yang telah menjaga ketertiban selama turnamen berlangsung,” kata Ipuk.

Ipuk mengapresiasi langkah Kodim 0825 Banyuwangi yang menginisiasi turnamen ini. Menurutnya, kegiatan olahraga seperti ini menjadi wadah positif bagi generasi muda untuk menjaga kebugaran, mempererat persaudaraan, dan memperkuat rasa kebersamaan.

“Selamat kepada Kodim 0825 atas suksesnya kegiatan Dandim Cup 2025. Semoga membawa dampak positif bagi anak muda, menjadi ruang berkreasi, serta menumbuhkan semangat berprestasi bagi generasi Banyuwangi,” ungkap Ipuk.

Sementara itu, Dandim 0825 Banyuwangi Letkol Arm Triyadi Indrawijaya menyampaikan, turnamen ini digelar sejak 19 September - 4 Oktober, diikuti 180 tim futsal dari berbagai jenjang pendidikan, instansi, hingga desa dan kelurahan di Banyuwangi.

Adapun rinciannya, 36 tim tingkat SD/MI, 48 tim tingkat SMP/MTs, 42 tim tingkat SMA/SMK/MA, 24 tim dari instansi, serta 30 tim perwakilan desa/kelurahan.

“Peserta-peserta ini adalah generasi penerus yang akan membawa Banyuwangi lebih maju. Melalui olahraga, mereka belajar disiplin, kerjasama, dan semangat pantang menyerah,” ujarnya.

Banyuwangi Career Expo, Sediakan Loker untuk Disabilitas hingga Buka Kelas Training Affiliator

BANYUWANGI || jejakindonesia.id – Bursa kerja Banyuwangi Career Expo yang digelar Pemkab Banyuwangi menyediakan lowongan kerja untuk disabilitas. Diikuti 64 perusahaan yang menawarkan lebih dari 2000 lowongan kerja (loker), termasuk bagi para penyandang disabilitas.

Kegiatan Job Fair tersebut bertujuan untuk memberikan informasi lowongan kerja dan membantu para pencari kerja menemukan peluang kerja sesuai dengan kualifikasi yang diminati. Banyuwangi Career Expo digelar 3-4 Oktober 2025, di Gedung Theater Banyuwangi Park.

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani menjelaskan pihaknya mendorong terus tumbuhnya ruang inklusif dalam dunia kerja dengan cara menggandeng berbagai perusahaan untuk membuka loker bagi penyandang disabilitas.

Tahun ini, ada 5 perusahaan yang membuka lowongan kerja bagi para disabilitas. Lima perusahaan tersebut bergerak di industri perikanan, produksi, perhotelan, hingga konstruksi.

Di antaranya, PT INKA yang membuka satu lowongan bagi teman daksa, netra, rungu, atau wicara untuk menempati posisi sebagai staf administrasi.

Ada juga PT Lautindo Synergy Sejahtera yang membuka 5 lowongan untuk disabilitas tuna rungu dan wicara, sebagai tenaga operator. Setiap tahunnya, perusahaan yang bergerak di industri perikanan ini selalu membuka kesempatan kerja bagi teman-teman penyandang disabilitas. Selama ini, sudah puluhan karyawan disabilitas yang diterima bekerja di perusahaan yang berbasis di Kecamatan Muncar itu.

Juga ada PT Pasific Harvest Indonesia yang membuka kesempatan bagi teman daksa untuk mengisi posisi operator.

El Hotel Banyuwangi menawarkan jabatan public area untuk teman daksa. Serta PT Seprite Nomade yang membutuhkan satu tenaga desain grafis. Posisi ini ditawarkan untuk teman rungu, wicara, atau daksa.

“Kami berterima kasih kepada perusahaan yang sudah memberikan kesempatan kerja bagi teman-teman disabilitas. Kami berharap, ini bisa dicontoh perusahaan yang lain, karena disabilitas juga berhak mempunyai pekerjaan,” harap Ipuk.

Bupati Ipuk juga menyerahkan penghargaan kepada PT. Sumber Yala Samudera sebagai perusahaan yang paling banyak menyerap tenaga kerja difabel.

“Apresiasi ini sebabgai bentuk dukungan pemkab terhadap dunia usaha yang peduli inkluasi dan pemberdayaan tenaga kerja difabel,” kata Ipuk.

Banyuwangi Career Expo juga diisi dengan berbagai pelatihan peningkatan kompetensi, salah satunya pelatihan pemasaran afiliasi (affiliate marketing).

Kegiatan ini disambut antusias. Salah satunya, Novi, seorang fresh graduate yang kini baru terjun ke pemasaran afiliasi. Novi mengaku senang ada pelatihan affilitor dari Pemkab.

“Akhirnya saya bisa ketemu senior yang bisa diajak sharing tentang affiliate marketing. Saya juga dapat insight baru bagaimana bisa konsisten di bidang ini. Jadi lebih semangat,” ujarnya.

Kelas affiliate marketing ini diikuti 100 peserta yang ingin memanfaatkan peluang bisnis digital. Peserta tersebut berasal dari berbagai kalangan, mulai pelajar, mahasiswa, fresh graduate, hingga orang dewasa.

“Kami datangkan afiliator yang telah berhasil, komisinya mencapai 9 digit per bulannya. Mereka berbagi tips kepada para peserta bagaimana bisa konsisten dan sukses menjadi affiliator,” kata Kepala Dinas Tenaga Kerja Transmigrasi dan Perindustrian Banyuwangi, Abdul Latif.

Jaga Kualitas, Banyuwangi Berikan Pelatihan Keamanan Pangan Bagi Pengelola MBG

BANYUWANGI || jejakindonesia.id – Guna menjamin kualitas makanan dalam program makan bergizi gratis (MBG), Pemkab Banyuwangi menggelar pelatihan keamanan pangan bagi petugas penjamah makanan (pengelola) Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

Pelatihan yang digelar pada Sabtu (4/10/2025), ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan kapasitas para pengelola MBG atau penjamah makanan. Terutama dalam menerapkan prinsip higiene dan sanitasi dalam proses pengolahan pangan, sehingga resiko keracunan bisa diantisipasi.

“Petugas SPPG merupakan garda terdepan dalam program MBG. Untuk itu, mereka harus ditambah wawasan dan ilmu terkait prinsip dasar keamanan pangan. Ini penting untuk memastikan bahwa makanan MBG aman dikonsumsi siswa,” kata Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani.

Pelatihan tersebut diikuti oleh 150 penjamah makanan dari SPPG Kecamata Giri, Glagah, Kabat, Muncar, dan Siliragung. Mereka terdiri atas petugas belanja, juru masak, penyaji makanan, hingga pendistribusi MBG.

Selama pelatihan, peserta dibekali berbagai materi oleh narasumber dari BPOM Jember dan tim ahli sanitasi Dinas Kesehatan Banyuwangi. Materi pelatihannya mencakup pemilihan bahan baku, pengolahan, penyajian, hingga distribusi makanan sesuai standar keamanan pangan.

Ipuk berharap, pelatihan ini dapat memotivasi kinerja seluruh pekerja di SPPG dalam menyediakan MBG yang higienis dan aman.

“Keselamatan anak-anak adalah prioritas. Tidak boleh ada kompromi dalam hal keamanan makanan. Setelah pelatihan, para penyedia MBG bisa menyajikan makanan yang lebih sehat dan higienis. Jangan sampai terjadi keracunan,” tegas Ipuk.

Plt. Kepala Dinas Kesehatan Banyuwangi, Amir Hidayat, menambahkan bahwa untuk menjaga operasional SPPG pihaknya akan melakukan sejumlah hal. Seperti pendampingan puskesmas dalam pengelolaan MBG, inspeksi kesehatan lingkungan dan pemeriksaan sampel makanan di laboratorium, serta penerbitan Sertifikat Laik Hygiene dan Sanitasi (SLHS) bagi SPPG yang telah memenuhi standar.

Saat ini, di Banyuwangi telah beroperasi 30 SPPG dengan total pekerjanya sebanyak 1.477 orang. Dari jumlah tersebut, baru sekitar 21% pengelola yang sudah mengikuti pelatihan dan mendapatkan sertifikat keamanan pangan.

“Pelatihan akan dilakukan secara bertahap hingga menyasar seluruh pengelola MBG se-Banyuwangi. Kita akan kebut pelatihannya. Target akhir Oktober kita tergetkan tuntas,” tutup Amir.

Petugas dan Warga Binaan Lapas Banyuwangi Kompak Senam Bersama

BANYUWANGI || jejak-indonesia.id - Suasana berbeda terlihat di Lapas Kelas IIA Banyuwangi, puluhan petugas dan warga binaan tampak kompak melakukan senam bersama di Lapangan Apel Lapas, Sabtu (4/10). Aktivitas ini digelar sebagai bagian dari upaya membina kesehatan jasmani dan rohani serta mempererat hubungan antara petugas dan warga binaan.

Kepala Lapas (Kalapas) Banyuwangi, I Wayan Nurasta Wibawa, melalui pernyataannya, menyebutkan bahwa kegiatan senam bersama ini memiliki tujuan ganda.

"Senam ini kami lakukan pertama-tama tentu untuk membentuk tubuh yang sehat, baik bagi petugas maupun warga binaan. Dengan tubuh yang sehat, aktivitas sehari-hari dapat berjalan lebih optimal," ujarnya.

Lebih dari sekadar urusan fisik, lanjut Kalapas, momen kebersamaan ini juga dimanfaatkan untuk memupuk rasa kebersamaan dan kekompakan antara warga binaan dan petugas.

"Ini adalah bentuk pembinaan yang menyeluruh. Kami tidak hanya fokus pada keamanan, tetapi juga pada hubungan yang harmonis di dalam lingkungan Lapas," tambahnya.

Kegiatan senam di Lapas Banyuwangi bukanlah program insidental, melainkan telah dijadwalkan secara rutin. Untuk memastikan seluruh warga binaan dapat berpartisipasi, senam dilaksanakan secara bergilir di tiga blok berbeda yang ada di dalam lapas, yaitu Blok Griya Sritanjung, Blok Griya Blambangan, dan Blok Griya Ulupampang.

“Pelaksanaannya pada hari yang berbeda,” ungkapnya.

Bagi warga binaan, kegiatan ini disambut positif. Selain menyehatkan, senam bersama juga dianggap sebagai sarana rekreasi yang efektif untuk menyegarkan pikiran. "Ini hiburan bagi kami, melihat suasana berbeda, dan bergerak bersama. Pikiran jadi lebih fresh," tutur ANP salah seorang warga binaan yang terjerat perkara penggelapan.

Dengan adanya kegiatan semacam ini, diharapkan dapat tercipta iklim yang lebih positif di dalam Lapas, mendukung proses pembinaan, dan pada akhirnya mempersiapkan warga binaan untuk dapat kembali ke masyarakat dengan kondisi fisik dan mental yang lebih baik.

error: Content is protected !!