We're open Closes at 5:00 pm

Bulan: September 2025

Satgas Yonif 521/DY Tim Kesehatan Pos Kotis Walesi Datangi Rumah Warga dengan Luka Bakar untuk Berikan Pengobatan

Jayawijaya || jejakindonesia.id - dalam rumah adat Honai, suku-suku seperti Suku di Papua sering menyalakan api unggun dari kayu bakar untuk tujuan utama yaitu menghangatkan ruangan dan sebagai satu-satunya sumber penerangan di dalam rumah. Bara api ini juga digunakan untuk memasak ubi, makanan pokok mereka, dan menghangatkan tubuh penghuninya menjelang tidur.

Salah satu Warga ketika kegiatan di Honai untuk kehangatan tubuh tersebut namun mempunyai riwayat sakit kejang mengalami musibah terbakar di kakinya dengan luka yang sangat serius di alami Bapak Carles umur 45 th Kampung Lantipo.

Menjadi relawan untuk kegiatan kesehatan di daerah terpencil yang minim fasilitas kesehatan, seperti yang dilakukan oleh TNI Satgas Yonif 521/DY di Wamena, Kabupaten Jayawijaya. (26/9/2025).

dr. Fathurrahman Selaku dokter Satgas memberikan pemeriksaan dan pengobatan gratis bersama Tim Kesehatan dalam penanganan rawat luka bakar yang sangat parah.

Komandan Satgas Yonif 521/DY Letkol Inf Rahadyan Surya Murdata,S.E,M.I.P,
*"Binter terbatas cintai kesehatan"* mengacu pada kegiatan Binter (Binter terbatas) bersifat pelayanan kesehatan yang dilakukan oleh personel TNI dengan peralatan medis dan sumber daya yang terbatas.

Untuk membantu masyarakat di daerah terpencil atau membutuhkan bertujuan untuk menunjukkan kepedulian terhadap kesehatan warga dan memperkuat kemitraan antara Satgas Yonif 521/DY dan masyarakat yang Menjadi contoh dan melopori usaha-usaha untuk mengatasi kesulitan Rakyat di Sekelilingnya dimedan penugasan.

*Prajurit Macan Kumbang Berhasil (Yonif 521/DY)*

Satgas Yonif 700/Wyc Turun Tangan, Perbaiki Jembatan Pengubung Harapan di Puncak

OMUKIA || jejakindonesia.id – Di tengah teriknya matahari Pegunungan Tengah Papua, dentingan palu dan deru semangat menggema menggantikan suara senyapnya lalu-lalang warga. Personel Pos Bendungan Satgas Yonif 700/Wyc, dengan semangat bak pahlawan tanpa pamrih, terjun langsung memperbaiki jembatan penghubung di Kampung Nipuralome, Distrik Omukia, Kabupaten Puncak. (25/9/2025).

Aksi karya bhakti TNI ini merupakan wujud dari kegiatan pembinaan teritorial (binter) terbatas yang digelar untuk merespons langsung keluhan warga. Jembatan yang menjadi satu-satunya akses vital itu sebelumnya rusak dan terputus, memutus mata rantai mobilitas masyarakat. Baik untuk sekadar berjalan kaki maupun untuk mengangkut hasil bumi dan kebutuhan sehari-hari menggunakan kendaraan bermotor, warga sebelumnya harus menghadapi kesulitan dan bahaya.

Dipimpin langsung oleh Komandan Pos Bendungan, Letda Inf Risal, prajurit-prajurit ini bekerja keras. Dengan peralatan seadanya dan didominasi tenaga manusia, mereka bahu-membahu membenahi struktur jembatan yang rapuh. Tak ada keluh kesah yang terdengar, yang ada hanya senyum dan canda yang mencairkan kebekuan jarak antara TNI dan rakyat. Setiap paku yang tertancap, setiap papan yang terpasang, adalah bukti nyata pengabdian para prajurit di ujung timur Indonesia.

Komandan: Ini Wujud Nyata Kehadiran Negara di Pelosok Papua

Dalam kesempatan tersebut, Letda Inf Risal, sang komandan yang memimpin langsung dari depan, menegaskan arti penting kegiatan ini. Dengan penuh keyakinan, ia menyatakan, “Perbaikan jembatan ini bukan sekadar memperbaiki tumpukan kayu dan paku. Ini adalah misi kami untuk menyambung kembali tali silaturahmi dan memperlancar denyut nadi perekonomian warga. Kehadiran TNI di sini harus dirasakan manfaatnya secara langsung. Kami hadir bukan hanya untuk menjaga keamanan, tetapi lebih dari itu, untuk membangun bersama, untuk memastikan bahwa tidak ada satu pun warga negara di pelosok negeri ini yang terlupakan. Selama ada harapan warga, di situlah tugas kami berada.”

Kegiatan ini pun disambut antusias oleh warga setempat. Wajah-wajah sumringah dan ucapan terima kasih menjadi pemandangan yang menghangatkan hati. Jembatan yang kini telah kokoh kembali bukan hanya menjadi penghubung dua daratan, tetapi telah berubah menjadi simbol persaudaraan dan bukti nyata bahwa TNI dan rakyat adalah satu kesatuan yang tak terpisahkan.

Keberhasilan karya bhakti ini kembali menegaskan komitmen Satgas Yonif 700/Wyc untuk selalu hadir di tengah masyarakat, menjadi solusi, dan mengabdi dengan sepenuh hati untuk kemajuan tanah Papua.

Autentikasi: Pen Satgas Pamtas RI-PNG Mobile Yonif 700 Wira Yudha Cakti

Satgas Madago Raya Beri Motivasi Ratusan Siswa Dua Sekolah di Poso Lewat Hipnoterapi

POSO || jejakindonesia.id - Ratusan siswa SMKN 1 Poso dan SMKN 2 Poso mendapat pengalaman unik pada Kamis (25/9/2025). Mereka mengikuti kegiatan hipnoterapi atau hipnomotivasi yang digelar Satgas III Preventif Operasi Madago Raya di dua sekolah kejuruan tersebut.

Kegiatan ini dipandu langsung oleh dua perwira Satbrimob Polda Sulteng. Di SMKN 1 Poso, hipnoterapi dipimpin oleh PS Kasi Provos Sat Brimob Iptu Zulfahdi Nur Lubis, sementara di SMKN 2 Poso dipandu oleh PS Kaurren Subbagrenmin Iptu Kusairi, S.Sos.I., M.Pd.I. Sebanyak 114 siswa di SMKN 1 dan 93 siswa di SMKN 2 antusias mengikuti sesi tersebut.

Kasatgas III Preventif Ops Madago Raya, Kombes Pol Kurniawan Tandi Rongre, S.I.K.,M.Si menyebut hipnoterapi menjadi salah satu cara membangkitkan semangat siswa. Ia menegaskan kegiatan ini merupakan bagian dari upaya Polri dalam menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat, bukan hanya menjaga stabilitas keamanan.

“Melalui hipnomotivasi, kami ingin memberikan dorongan positif kepada pelajar agar lebih percaya diri, lebih semangat belajar, serta semakin menghargai dirinya dan orang tuanya,” kata Kombes Kurniawan yang juga selaku Dansat Brimob Polda Sulteng.

Kegiatan berlangsung lancar dan penuh interaksi. Para siswa tampak serius mengikuti arahan instruktur, sementara guru dan kepala sekolah ikut mendampingi. Banyak siswa mengaku menemukan motivasi baru usai mengikuti sesi hipnoterapi.

Kepala SMKN 1 Poso, Neni Hartati Ruutana, S.Pd., M.M., menyampaikan apresiasi atas kehadiran Satgas III Preventif Ops Madago Raya. Ia menilai kegiatan ini sangat bermanfaat dalam membangkitkan kembali semangat belajar siswa.

“Anak-anak menemukan jati dirinya, tumbuh motivasi, dan semakin memahami pentingnya menghormati orang tua,” ucap Neni.

Neni juga berharap program serupa bisa dilaksanakan secara berkelanjutan. Menurutnya, kehadiran aparat dengan pendekatan edukatif semacam ini dapat memberi dampak positif bagi perkembangan siswa.

“Kami berterima kasih dan berharap kegiatan seperti ini terus berlanjut di waktu yang akan datang,” ungkapnya.

Dengan adanya kegiatan hipnomotivasi ini, Satgas Madago Raya tidak hanya fokus pada tugas pengamanan, tetapi juga menunjukkan kepeduliannya terhadap generasi muda. Upaya ini diharapkan dapat mencetak pelajar Poso yang lebih optimistis dan siap menghadapi masa depan.

Polres Metro Jakbar Gelar Jumat Peduli, Warga Dapat 100 Kantong Beras

JAKARTA || jejakindonesia.id – Suasana hangat penuh rasa kebersamaan terlihat di lobi Polres Metro Jakarta Barat pada Jumat (26/9/2025). Melalui program Jumat Peduli – Jaga Jakarta Berbagi Kasih, sebanyak 30 warga menerima paket sembako berupa 100 kantong beras, masing-masing seberat 5 kilogram, yang diserahkan langsung oleh Kapolres Metro Jakarta Barat, Kombes Pol Twedi Aditya Bennyahdi.

Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari program Kapolda Metro Jaya, Irjen Pol Asep Edi Suheri, yang mendorong seluruh jajaran kepolisian untuk tidak hanya menjaga keamanan, tetapi juga hadir memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

“Program ini adalah bentuk kepedulian kami kepada warga. Mari kita bersama-sama menjaga Jakarta tetap aman dan nyaman, sambil terus saling peduli terhadap sesama,” ujar Kapolres Metro Jakarta Barat Kombes Pol Twedi Aditya Bennyahdi.

Bagi warga yang hadir, bantuan sederhana ini terasa begitu berarti.

Senyum tulus dan ucapan terima kasih pun mewarnai suasana pembagian sembako.

Momen ini menjadi pengingat bahwa kepedulian dan kebersamaan adalah kunci untuk membangun kota yang aman, damai, dan penuh kasih.

( *Humas Polres Metro Jakarta Barat* )

Dinas PU CKPP Banyuwangi Rampungkan Jembatan Darurat Sungailembu, Warga Siap Melewati Jalur Penghubung Tiga Desa

Banyuwangi, Jejak - Indonesia.id || Pemerintah Kabupaten Banyuwangi melalui Dinas Pekerjaan Umum Cipta Karya Perumahan dan Pemukiman (DPU CKPP) rampungkan pengerjaan jembatan darurat Sungailembu yang menghubungkan tiga desa di Kecamatan Pesanggaran.

Jembatan dengan sistem knock down ini dirancang khusus untuk dilalui kendaraan roda empat dengan kapasitas maksimal 10 Ton. Dua bulan sebelumnya Dinas PU CKPP juga telah menyelesaikan pembangunan jembatan darurat yang diperlukan untuk kendaraan roda dua.

Windarti (36), Warga Dusun Sungai Lembu, Desa Sumberagung, kepada Bupati Banyuwangi, Hj. Ipuk Fiestiandani Azwar Anas, S.Pd., M.KP., yang tengah meninjau jembatan tersebut menyampaikan, “Alhamdulillah, dari Sungai Lembu ke Sarongan sekarang bisa berjalan lancar dan bisa beraktivitas seperti biasa. Mobil sekarang sudah bisa lewat. Terima kasih kepada Ibu Bupati dan Pemkab Banyuwangi yang sudah menyiapkan jembatan ini,” ujarnya, Kamis (25/9/2025).

Sebelumnya Jembatan yang diperkirakan berusia 45 Tahun ini mengalami retak dan ambles akibat luapan aliran sungai, pada 15 Juli 2025. Sebagai bentuk tanggap darurat atas musibah yang memutus akses warga ditiga desa, Pemkan Banyuwangi melalui Dinas PU CKPP Banyuwangi, bergerak cepat membangun jembatan darurat untuk roda dua dalam waktu empat hari, tepatnya pada 19 Juli 2025.

Sementara kendaraan roda empat hanya bisa menyeberangi sungai ketika arus sungai mengecil. Namun saat debit air meningkat, sungai ini ini tidak bisa dilalui.

Kini dengan rampungnya pembangunan jembatan roda empat, aktivitas warga di tiga Desa Sumberagung dengan Kandangan dan Sarongan kembali normal.

“Alhamdulilah sudah selesai dan bisa dilewati mobil. Jembatan ini menjadi prioritas karena menghubungkan tiga desa di Kecamatan Pesanggaran. Selanjutnya jembatan permanen akan kami bangun di lokasi jembatan yang lama pada 2026,” ujar Ipuk.

Jembatan darurat ini dibangun sekitar 300 meter dari lokasi jembatan lama. Ipuk mengatakan, pembangunan dua jembatan darurat ini menggunakan anggaran Belanja Tidak Terduga (BTT) sekitar 2,6 miliar, yang memang dikhususkan untuk kondisi kebencanaan.

Ipuk juga berterima kasih kepada warga yang telah bergotong-royong dan mendukung selama pembangunan jembatan darurat ini. “Terima kasih pada masyarakat Pesanggaran yang turut membantu dan mendukung berdirinya jembatan ini,” tambah Bupati Ipuk.

Plt. Kepala Dinas PU CKPP Banyuwangi, Dr. Suyanto Waspo Tondo Wicaksono, M.Si. menjelaskan, pembangunan jembatan darurat ini memakan waktu dua bulan karena rangkanya dirakit langsung di pabrik.

“Lokasi ini dipilih karena bentangnya paling sempit, hanya 30 meter, sehingga lebih efisien untuk pemasangan jembatan sementara,” ungkap Yayan, sapaan akrabnya.

Dia menjelaskan, jembatan tersebut memiliki panjang 30 meter, lebar 3,5 meter, dan tinggi 2,1 meter.

Meski berstatus darurat, konstruksi dipastikan kokoh. Pondasi diperkuat batu bronjong berlapis di kedua bibir sungai, ditambah strous atau penguat hingga kedalaman empat meter.

“Rangka jembatan menggunakan besi kanal dengan sistem knock down,” imbuhnya.

Jembatan dengan sistem knock down yang juga dikenal sebagai jembatan Bailey, adalah jembatan sementara yang dirancang untuk pemasangan cepat dan mudah. Sistem knockdown memungkinkan pemasangan jembatan dalam waktu singkat, menjadi solusi ideal untuk situasi darurat sehingga cocok untuk penanganan bencana.

Karena sifatnya darurat, jembatan ini hanya boleh dilalui kendaraan roda empat dengan beban maksimal 10 ton. Diprioritaskan untuk kendaraan keluarga dan niaga ringan. Sedangkan truk besar tetap diarahkan melewati sungai.

Sementara untuk jembatan permanen, Pemkab Banyuwangi menargetkan pembangunannya dimulai 2026 di lokasi jembatan lama yang ambles.

“Jembatan eksisting rencananya akan dibangun kembali tahun depan, dengan estimasi pengerjaan enam bulan,” jelas Yayan. (tfq)

error: Content is protected !!