We're open Closes at 5:00 pm

Bulan: September 2025

KPAI Nilai Fenomena Mobilisasi Anak Unjuk Rasa Bentuk Eksploitasi

JAKARTA || jejakindonesia.id – Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) menyoroti maraknya praktik mobilisasi dan pengerahan anak dalam aksi unjuk rasa yang berujung kerusuhan di Jakarta dan beberapa daerah lainnya. KPAI menilai keterlibatan anak-anak dalam aksi anarkis dan tindak kriminal merupakan bentuk eksploitasi yang bertentangan dengan hak-hak anak.

Komisioner KPAI, Sylvana Maria Apituley, menjelaskan bahwa peraturan perundang-undangan sebenarnya menjamin kebebasan anak untuk menyampaikan pendapat, berkumpul, dan berserikat. Namun, perlindungan tersebut juga harus disesuaikan dengan aspek perkembangan usia, kesiapan mental, dan keselamatan anak.

"Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 menjamin hak anak untuk didengar, mendapatkan informasi sesuai usia, dan bebas dari eksploitasi politik. Tetapi faktanya, kami menemukan adanya mobilisasi anak untuk ikut unjuk rasa tanpa edukasi yang memadai. Ini bukan partisipasi, melainkan eksploitasi," tegas Sylvana kepada wartawan, Rabu (3/9/2025).

KPAI mencatat adanya temuan aparat kepolisian yang mendapati anak-anak dipersenjatai petasan hingga bom molotov saat terjadi kerusuhan. Lebih memprihatinkan lagi, sebagian anak juga ikut melakukan penjarahan di sejumlah daerah.

"Sangat disayangkan, bukan hanya di Jakarta, tapi juga di beberapa wilayah lain seperti Surabaya, Kediri, Pekalongan, dan Tegal, anak-anak ikut melakukan penjarahan. Ini situasi darurat yang harus segera dihentikan," imbuhnya.

Dalam menghadapi fenomena ini, KPAI meminta Polri untuk bersikap profesional, persuasif, dan humanis saat menangani anak-anak yang terlibat. Sylvana menekankan pentingnya kepatuhan pada Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak dalam setiap proses penanganan.

"Anak-anak yang diperiksa tidak boleh mengalami kekerasan, baik fisik maupun verbal. Proses pemeriksaan harus dilakukan maksimal 24 jam, dan tempatnya wajib dipisahkan dari tahanan orang dewasa," tegasnya.

Lebih lanjut, KPAI juga mendorong kepolisian untuk segera mengusut provokator yang memobilisasi anak-anak dalam aksi kerusuhan. Selain penegakan hukum, Sylvana menilai langkah pencegahan sistemik juga harus segera dilakukan agar kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang.

"Kami berharap polisi bisa mengungkap siapa pihak yang memprovokasi dan memobilisasi anak-anak. Penegakan hukum harus dilakukan secara transparan, adil, dan tuntas," katanya.

KPAI juga menekankan pentingnya peran orang tua, sekolah, dan masyarakat dalam memberikan pemahaman kepada anak-anak mengenai risiko keterlibatan dalam aksi berbahaya, seperti kerusuhan dan penjarahan.

Sebagai penutup, Sylvana mengapresiasi sejumlah orang tua yang secara sukarela mengembalikan barang hasil penjarahan yang dilakukan anak-anak mereka.

"Sikap orang tua yang mengembalikan barang dengan kesadaran bahwa itu bukan haknya adalah teladan berharga. Ini menjadi pembelajaran penting bagi anak-anak tentang nilai-nilai kejujuran dan tanggung jawab," pungkasnya.

YONIF 123/RAJAWALI, Pos Suator Laksanakan Layanan Kesehatan Door to Door untuk Masyarakat Distrik Suator

ASMAT || jejakindonesia.id- Satgas Pamtas Kewilayahan RI-PNG melaksanakan kegiatan pelayanan kesehatan dengan metode door to door atau kunjungan langsung ke rumah-rumah masyarakat di Distrik Suator, Kab. Asmat, Prov. Papua Selatan, Rabu (3/9/2025).

Dalam kegiatan tersebut, prajurit Satgas bersama anggota kesehatan pos memberikan pemeriksaan seperti pengecekan tekanan darah, pemeriksaan gula darah, serta penyuluhan mengenai pola hidup bersih dan sehat. Selain itu, masyarakat juga memperoleh informasi mengenai pentingnya menjaga lingkungan sekitar guna menghindari terjangkit penyakit malaria, yang disadari bahwasanya daerah Distrik Suator ada daerah endemis Malaria.

Danpos Suator, Lettu Inf Ariel S Naibaho menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan wujud kepedulian TNI terhadap kesehatan masyarakat di wilayah Suator. “Melalui pendekatan door to door, khususnya di Distrik Suator, kami ingin memastikan warga yang tinggal di wilayah Suator dan sekitarnya tetap memperoleh layanan kesehatan secara langsung,” ujarnya.

Masyarakat Suator menyambut positif kegiatan tersebut. Sejumlah warga mengaku merasa sangat terbantu karena tidak perlu menempuh perjalanan jauh untuk mendapatkan layanan kesehatan. “Kami senang sekali ada pemeriksaan langsung di rumah. Ini sangat membantu kami,” ungkap salah satu warga.

Satgas Pamtas RI-PNG terkhusus di Distrik Suator berkomitmen untuk terus menggelar kegiatan serupa secara berkala, agar kesehatan masyarakat di Distrik Suator dan wilayah sekitarnya tetap terjaga, sekaligus mempererat hubungan antara TNI dengan rakyat.

Bangun Sinergi, PW Fast Respon Bersama Kadisdik Ratno Bahas Program Pendidikan

BANYUWANGI || jejakindonesia.id – Pengurus Perkumpulan Wartawan Fast Respon Nusantara (PW FRN) DPC Banyuwangi melakukan audiensi dengan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Banyuwangi, Ratno, pada Rabu (3/9/25). Pertemuan ini berlangsung di ruang dinas pendidikan dengan suasana akrab dan penuh kehangatan.

Dalam agenda tersebut hadir Ketua Harian PW FRN DPC Banyuwangi, Buang Hadi Sucipto, yang didampingi oleh Idham Holid dan Joko Wiyono. Kehadiran jajaran PW FRN ini bertujuan mempererat komunikasi sekaligus menjajaki sinergi antara insan pers dengan dunia pendidikan.

Ketua PW Fast Respon DPC Banyuwangi Agus Samiaji, Melalui ketua harian Buang Hadi Sucipto menyampaikan bahwa PW FRN Banyuwangi berkomitmen mendukung program pemerintah daerah, khususnya di bidang pendidikan. “Kami siap bersinergi dengan Dinas Pendidikan untuk ikut serta dalam memberikan edukasi positif kepada masyarakat, sekaligus mengawal kebijakan yang berpihak pada kemajuan pendidikan,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Banyuwangi, Ratno, menyambut baik audiensi ini. Ia berharap kehadiran PW FRN dapat memberikan kontribusi nyata dalam penyebarluasan informasi yang benar, membangun komunikasi publik yang sehat, serta menjadi mitra strategis dalam mendorong kualitas pendidikan di Banyuwangi.

“Sinergi dengan media dan organisasi seperti PW FRN sangat penting. Kami berharap kerja sama ini bisa menjadi wadah kolaborasi untuk kemajuan pendidikan di Banyuwangi,” ungkap Ratno.

Lebih lanjut, audiensi ini ditutup dengan harapan bersama agar PW FRN dan Dinas Pendidikan dapat terus membangun kolaborasi yang konstruktif, sehingga dunia pendidikan di Bumi Blambangan semakin maju, inklusif, dan berdaya saing.

Sumber: PW Fast Respon DPC Banyuwangi.

Redaksi.

Mahasiswa Lintas Organisasi Cipayung Plus Audensi, Forkopimda Kompak Hadir di DPRD Banyuwangi

BANYUWANGI || jejakindonesia.id – Forum lintas organisasi kemahasiswaan Cipayung Plus yang terdiri dari GMNI, HMI, PMII, dan IMM menggelar audensi bersama DPRD Kabupaten Banyuwangi pada Rabu (3/9/2025).

Audiensi ini berlangsung di tengah situasi Banyuwangi yang ramai dengan isu sosial dan politik dalam beberapa hari terakhir. Hadir lengkap jajaran Forkopimda, mulai dari Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani, Kapolresta Banyuwangi, Dandim 0825, Danlanal, Ketua DPRD, Wakil Ketua DPRD, serta unsur legislatif lainnya.

Dalam pertemuan tersebut, mahasiswa menyampaikan 14 tuntutan yang di antaranya terkait pembatasan periodisasi DPR, penghapusan tunjangan pejabat, serta desakan agar elit politik mengambil langkah tegas dalam menyelesaikan persoalan bangsa.

Perwakilan Cipayung Plus menyampaikan bahwa sikap ini merupakan bentuk kontrol mahasiswa sebagai mitra kritis dan jembatan aspirasi rakyat.

“Kami tidak bergerak karena takut, melainkan karena ini cara-cara intelektual. Kami bersepakat menjaga Banyuwangi dengan semangat intelektual agar tidak ada lagi korban di masa depan. Kami menuntut para elit segera mengambil kebijakan tegas demi persatuan, bukan terjebak pada egosentrisme politik,” tegasnya.

Sementara itu, Bupati Ipuk Fiestiandani menyambut baik aspirasi mahasiswa dan menekankan pentingnya menjaga kondusivitas Banyuwangi.

“Kami terbuka menerima masukan dari adik-adik mahasiswa. Mari bersama-sama menjaga Banyuwangi tetap aman dan kondusif,” ucapnya.

Lebih lanjut, audiensi yang berjalan hangat ini diharapkan menjadi langkah nyata sinergi mahasiswa, DPRD, pemerintah, dan Forkopimda dalam memperkuat demokrasi serta mendorong kehidupan masyarakat Banyuwangi yang lebih baik.

(RED)

Gresik aman dan kondusif, Polsek Cerme Gaungkan Pesan Kamtibmas Lewat Turnamen Catur

GRESIK || jejakindonesia.id - Upaya mencegah aksi-aksi negatif di tengah masyarakat terus dilakukan Polsek Cerme, Polres Gresik, dengan cara yang kreatif dan humanis. Melalui turnamen catur bertajuk Kapolsek Cup, polisi setempat mengajak warga menyalurkan energi positif sekaligus mempererat kebersamaan.

Turnamen ini berlangsung di Mapolsek Cerme selama tiga hari, mulai Minggu (31/8/2025) hingga Selasa (2/9/2025) masih berlangsung dan diikuti puluhan peserta yang tergabung dalam Persatuan Catur Seluruh Indonesia (PERCASI) Kecamatan Cerme. Suasana kompetitif namun penuh keakraban terasa sejak awal pertandingan.

Kapolsek Cerme, Iptu Andik Asworo, menegaskan bahwa kegiatan ini tidak hanya sekadar adu strategi di atas papan catur, tetapi juga sarana membangun komunikasi yang baik antara polisi dan masyarakat.

“Lomba ini menjadi ruang silaturahmi sekaligus mengajak masyarakat untuk lebih peduli terhadap keamanan lingkungan, khususnya di sekitar Mapolsek. Dengan kegiatan positif seperti ini, kami berharap tidak ada lagi warga yang terjerumus dalam tindakan merugikan,” ujar Iptu Andik.

Antusiasme peserta menunjukkan bahwa olahraga otak ini bisa menjadi alternatif kegiatan produktif bagi warga. Polsek Cerme pun berharap turnamen serupa dapat terus berlanjut agar kesadaran kolektif dalam menjaga ketertiban semakin tumbuh.

Acara berlangsung tertib, lancar, dan penuh semangat, mencerminkan keberhasilan pendekatan humanis yang dijalankan Polsek Cerme untuk menjaga kondusivitas wilayah.

(Redho)

error: Content is protected !!