Sorry, we're closed Opens today at 9:00 am

Bulan: Agustus 2025

SPPG Polres Tulungagung Siap Beroperasi Memproduksi 3.857 Porsi Makanan Bergizi Tiap Hari

*SPPG Polres Tulungagung Siap Beroperasi Memproduksi 3.857 Porsi Makanan Bergizi Tiap Hari*

TULUNGAGUNG – Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Polres Tulungagung Polda Jatim yang berada di Desa Sambirobyong Kecamatan Sumbergempol telah diresmikan dan siap beroperasi sepenuhnya.

Launching operasional SPPG Polres Tulungagung Polda Jatim itu dilaksanakan secara daring oleh Irwasum Polri mewakili Kapolri Jenderal Listiyo Sigit Prabowo,Rabu (6/8) yang lalu.

Kegiatan Launching SPPG Polres Tulungagung Polda Jatim juga dihadiri Forkopimda Tulungagung, PJU Polres, Bhayangkari Cabang Tulungagung, Forkopimcam, Pemerintah Desa serta Elemen Masyarakat.

SPPG Polres Tulungagung Polda Jatim itu berdiri megah di atas lahan seluas 3.114 meter persegi dengan luas bangunan mencapai 400 meter persegi.

Sebanyak 49 relawan akan mengawaki SPPG ini, terdiri dari unsur Bhayangkari, istri PNS Polri, keluarga besar Polri, serta masyarakat sekitar.

Keberadaan para relawan menjadi pilar utama dalam mendukung kegiatan produksi yang menyasar kelompok rentan, yakni anak-anak serta ibu hamil dan menyusui.

Kapolres Tulungagung AKBP Muhammad Taat Resdi usai Launching SPPG mengatakan, SPPG Polres Tulungagung dipilih menjadi salah satu yang paling representatif di jajaran Polda Jawa Timur.

Kapolres Tulungagung juga menegaskan bahwa seluruh proses pembangunan hingga pengoperasian SPPG dilaksanakan secara serius dan penuh komitmen.

“Kami tidak mau main-main. Ini menyangkut aspek kesehatan, asupan gizi, serta keamanan pangan yang dikonsumsi setiap hari oleh anak-anak sekolah dan ibu hamil menyusui”, terang AKBP Taat, Sabtu (09/08/2025).

Menurut AKBP Taat, SPPG Polres Tulungagung Polda Jatim dibangun 100% sesuai standar dan spesifikasi teknis (spektek) yang ditentukan oleh Badan Gizi Nasional (BGN).

"Mulai dari aspek lahan, bangunan, desain, struktur, peralatan, hingga SDM, semuanya memenuhi standar yang berlaku”, sambung AKBP Taat.

SPPG Polres Tulungagung Polda Jatim juga diharapkan menjadi role model bagi pengembangan SPPG di lingkungan Polri maupun di luar Polri.

AKBP Taat mengatakan SPPG ini direncanakan akan beroperasi mulai 21 Agustus 2025 menunggu penunjukan Kepala SPPG.

“SPPG Polres Tulungagung direncanakan akan memproduksi 3.857 porsi makanan bergizi setiap hari”, terangnya.

Hal itu lanjut AKBP Taat mencakup untuk 23 Sekolahan dari mulai TK sampai dengan SMA/SMK serta akan melayani hampir 300 ibu hamil, ibu menyusui dan juga balita tersebar di 2 Desa.

Untuk memastikan dampak ekonomi yang luas, pengelola SPPG akan melibatkan Primkoppol Koperasi Desa Merah Putih sebagai penyedia bahan baku utama.

“Kami juga akan menyerap bahan baku dari BUMDes yang menampung hasil Program Pekarangan Pangan Bergizi (P2B) yang dicanangkan oleh Bapak Kapolri”, imbuh AKBP Taat.

Dengan kolaborasi ini, SPPG tak hanya memberi manfaat pada aspek kesehatan dan gizi, tetapi juga mendukung perekonomian lokal, selaras dengan arah kebijakan Presiden RI,Prabowo Subianto yang mendorong ketahanan pangan Nasional berbasis masyarakat. (*)

Polresta Sidoarjo Gelar Gerakan Pangan Murah Serentak di 18 Kecamatan

SIDOARJO || jejakindonesia.id - Polresta Sidoarjo Polda Jatim bersama stake holder terkait,melaksanakan Gerakan Pangan Murah (GPM) menyeluruh di wilayah Kabupaten Sidoarjo.

Kapolresta Sidoarjo Kombes. Pol. Christian Tobing menyampaikan, bahwa Gerakan Pangan Murah yang dilakukan merupakan sebagai wujud kehadiran Polri untuk Masyarakat.

Gerakan pasar murah ini sudah dimulai pada hari Jumat (8/8) yang lalu dengan melibatkan seluruh Polsek yang ada di jajaran Polresta Sidoarjo Polda Jatim.

"Kami hadir untuk masyarakat bukan hanya untuk Kamtibmas dan penegakan hukum namun juga dalam menjaga stabilitas harga bahan pokok dan ketersediaan pangan, khususnya beras, di tengah fluktuasi harga pasar," kata Kombes Pol Christian Tobing, Minggu (10/8).

Untuk harga beras jenis SPHP di GPM ini dipatok dibawah harga eceran tertinggi.

Untuk distribusinya kata Kombes Christian telah dilakukan serentak oleh Polresta Sidoarjo dan 18 polsek jajaran dengan mengoptimalkan peran Bhabinkamtibmas dan Babinsa agar dapat menyasar ke warga yang membutuhkan di tingkat pelosok desa

Gerakan Pangan Murah menjadi langkah strategis jangka pendek untuk menahan laju inflasi pangan serta memperkuat sinergi antara pemerintah, Polri, dan lembaga pangan dalam menjaga stabilitas harga di tingkat konsumen.

Adanya program ini, disambut baik warga Sidoarjo yang tampak antusias membeli beras meskipun jumlah pembelian dibatasi tiap orang.

Siti Fatikhah, warga yang mendatangi mobil patroli Polisi dengan bak terbuka membawa beras SPHP kemasan 5 kilogram mengaku senang adanya penjualan beras berkualitas baik dengan harga terjangkau ini.

"Alhamdulillah, terbantu sekali meski pembelian dibatasi,"ungkap Siti.

Wakasal Laksamana Madya TNI Erwin Aldedharma Lepas 900 Perenang Menyeberangi Suramadu

Madura, Jejak - Indonesia.id |  Wakasal Laksamana Madya TNI Erwin Aldedharma, Minggu pagi 10 Agustus 2025, melepas 900 perenang Fin Swimming Piala Kasal 2025 di Selat Madura, dari Dermaga Kamal Madura hingga Dermaga Ujung Koarmada II Surabaya, para peserta dari TNI, Polri, dan Masyarakat Umum menempuh jarak 4,6 km menantang arus laut.

"Apresiasi setinggi-tingginya kepada TNI Angkatan Laut dan seluruh pihak yang telah menyelenggarakan kegiatan luar biasa ini," sambut Wakasal.

Bagi Kemenpora , event ini ini adalah momentum berharga untuk scouting bibit atlet renang nasional. Potensi yang muncul dari ajang seperti ini akan kami kawal agar bisa bersaing di panggung Internasional, dari SEA Games hingga Olimpiade.

Renang adalah salah satu cabang olahraga prioritas pemerintah, dan kami berkomitmen memberikan dukungan teknis serta penyelenggaraan demi terciptanya prestasi dunia.

"Fin Swimming Selat Madura hari ini membuktikan, bahwa olahraga bisa menjadi perekat persatuan, wahana pengembangan talenta, dan simbol ketangguhan bangsa," ujar Laksamana Madya TNI Erwin Aldedharma.

Dari laut, kita kirim pesan kepada dunia: Indonesia siap berprestasi.

Kakanwil Hadiri Pembukaan IPPA Fest Aloha 2025, Pameran Premium Karya Warga Binaan

Jakarta, Jejak - Indonesia.id | Kakanwil Ditjen Pemasyarakatan Jawa Timur, Kadiyono, menghadiri pembukaan Indonesian Prison Product and Art Festival (IPPA Fest) Aloha 2025 yang digelar di kawasan tepi laut Pantai Indah Kapuk, Jakarta. Kamis (07/08). Festival ini menjadi gelaran kedua IPPA Fest setelah sukses perdana diadakan di Lapangan Banteng, namun kali ini hadir dengan nuansa yang berbeda dan lebih premium.

IPPA Fest Aloha 2025 digelar dalam semangat menyambut Hari Ulang Tahun ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia. Suasana pantai yang meriah dipadu dengan hamparan produk unggulan hasil karya warga binaan menjadikan event ini tak hanya sebagai ajang promosi, tetapi juga momentum apresiasi terhadap proses pembinaan yang berjalan di balik tembok lapas dan rutan.

Kegiatan ini turut dibuka langsung oleh Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Agus Andrianto. Dalam sambutannya, ia menyampaikan apresiasi atas semangat transformasi pemasyarakatan yang terus menunjukkan wajah positifnya di tengah masyarakat.

"IPPA Fest bukan sekadar pameran, tapi wajah baru dari pemasyarakatan yang berdaya, berkarya, dan dipercaya. Saya bangga melihat hasil karya warga binaan yang kualitasnya tidak kalah dengan produk komersial,” ujar Agus.

Usai sambutan, Agus Andrianto didampingi Wakil Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi dan Pemasyarakatan, Wakil Menteri HAM, serta Wakil Ketua Komisi III DPR RI, bersama-sama membunyikan lonceng sebagai simbolis pembukaan resmi IPPA Fest Aloha 2025.

Direktur Jenderal Pemasyarakatan, Mashudi, yang turut hadir dan menjadi penggagas utama kegiatan ini, menyampaikan bahwa IPPA Fest adalah bagian dari langkah besar untuk memajukan institusi pemasyarakatan.

"Ini bukan hanya tentang menjual produk, tapi tentang mengubah stigma. Pemasyarakatan adalah ruang pembinaan, pemberdayaan, dan pengharapan. IPPA Fest adalah etalase dari keberhasilan itu,” tutur Mashudi.

Berbeda dengan IPPA Fest sebelumnya, kali ini produk yang ditampilkan adalah barang-barang pilihan premium dari masing-masing UPT yang dikoordinasikan langsung oleh Kantor Wilayah. Setiap stan menampilkan kualitas terbaik, mulai dari produk kayu, batik, kriya kulit, hingga karya seni rupa kontemporer yang memiliki nilai estetika tinggi.

Kakanwil Ditjenpas Jatim, Kadiyono, menyampaikan rasa bangganya atas peran aktif Kanwil Jatim dalam event berskala nasional ini. Produk dari warga binaan Jatim, menurutnya, mampu bersaing dan menunjukkan kelasnya di antara karya-karya unggulan lainnya.

"Kami hadir membawa kebanggaan. Produk warga binaan kami tidak hanya mencerminkan keterampilan, tapi juga harapan untuk masa depan yang lebih baik. IPPA Fest menjadi panggung mereka untuk didengar dan dilihat oleh masyarakat luas,” ungkap Kadiyono.

Sebagai penutup, Kadiyono juga berharap agar IPPA Fest bisa terus menjadi agenda rutin tahunan yang mampu mendorong perubahan paradigma masyarakat terhadap pemasyarakatan.

"Kami berharap IPPA Fest tidak berhenti sebagai seremoni, tapi menjadi gerakan kolektif untuk membangun kepercayaan masyarakat terhadap hasil pembinaan. Karena di balik jeruji, ada potensi besar yang siap menginspirasi,” pungkasnya. (red)

error: Content is protected !!