Sorry, we're closed Opens Rabu at 9:00 am

Bulan: Agustus 2025

Agus Flores Tegaskan: Teguran Itu Kesempatan, Bukan Sekadar Kata

Jakarta, Jejak - Indonesia.id |  Ketua Umum PW Fast Respon Nusantara (FRN) Counter Polri, Agus Flores, menyampaikan pesan bernada tegas yang menyoroti perilaku enggan memperbaiki diri meski sudah mendapat teguran.

Dalam unggahan visual yang beredar, Agus menyatakan, “Manusia kalau ditegur, nggak berubah, berarti urat sarafnya sudah putus.” Ucapan tersebut menyiratkan kritik keras kepada pihak-pihak yang dinilai abai terhadap nasihat maupun koreksi.

Agus tidak menyebutkan target spesifik dari pernyataan itu. Namun, sindiran yang disampaikan secara umum tersebut dipandang dapat “menyentil” siapa pun yang merasa tindakannya tak kunjung berubah meski telah diingatkan.

FRN selama ini dikenal aktif menyuarakan kritik konstruktif serta mendorong transparansi dan kepatuhan pada aturan di berbagai sektor.

Pernyataan terbaru Agus disebut sebagai pengingat agar setiap individu—baik pejabat publik, pengelola lembaga, maupun masyarakat—mau melakukan evaluasi diri.

“Teguran itu hakikatnya kesempatan untuk memperbaiki. Kalau sudah diingatkan, ya berubah.” demikian garis besar pesan yang ingin ditegaskan. (red)

Polsek Singojuruh Gelar Bazar Beras Murah Tahap 4, 1 Ton Ludes Diserbu Warga

Banyuwangi, Jejak - Indonesia.id | Polresta Banyuwangi melalui Polsek Singojuruh bersama Bhayangkari Ranting Singojuruh sukses menggelar Bazar Gerakan Pangan Murah Beras SPHP Tahap 4 di Dusun Krajan, Desa Singolatren, Kecamatan Singojuruh, Kamis (14/8/2025) pagi. Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari Surat Telegram Kapolresta Banyuwangi Nomor: ST/222/VIII/OPS.4.5./2025 tentang giat bazar penjualan beras murah SPHP untuk mendukung stabilisasi pasokan dan harga pangan.

Dalam kegiatan ini, sebanyak 200 warga Singojuruh mendapatkan kesempatan membeli beras SPHP kemasan 5 kg dengan harga terjangkau. Total beras yang disediakan mencapai 1 ton (200 sak) dan ludes terjual dalam waktu singkat.

Kapolsek Singojuruh AKP Achmad Rudy, S.H. memimpin langsung giat ini bersama jajaran Kanit dan anggota Polsek, dibantu Bhayangkari Ranting Singojuruh. Sosialisasi dilakukan oleh Bhabinkamtibmas untuk menginformasikan kepada masyarakat terkait lokasi dan waktu pelaksanaan bazar.

“Masyarakat sangat antusias. Ini adalah komitmen Polri untuk membantu meringankan beban warga sekaligus menjaga kestabilan harga pangan,” ujar AKP Achmad Rudy.

Pelaksanaan bazar berjalan aman, lancar, dan tertib, dengan dokumentasi foto serta video yang telah disiapkan sebagai laporan kegiatan.

Sumber: Polsek singajuruh Polresta Banyuwangi

(RED)

Ka SPN Polda Jatim: Doktrin Polri Bukan Sekadar Hafalan, tapi Pedoman Hidup Insan Bhayangkara

Mojokerto, Jejak - Indonesia.id | Suasana khidmat dan penuh disiplin menyelimuti Lapangan Catur Prasetya, Sekolah Polisi Negara (SPN) Polda Jatim, pada Rabu (13/8/2025) pagi.

Di bawah langit Mojokerto yang cerah, sebanyak 247 siswa Pendidikan Pembentukan Bintara (Diktukba) Polri Tahun Anggaran 2025 mengikuti apel pagi dengan tegap, menunjukkan kesiapan mereka untuk ditempa menjadi abdi negara.

Apel pagi tersebut dipimpin langsung oleh Kepala (Ka) SPN Polda Jatim, Komisaris Besar Polisi (Kombes Pol) Agus Wibowo, S.I.K.

Kehadiran perwira menengah dengan Tiga Melati di pundak itu memberikan energi tersendiri bagi para siswa yang tengah menempuh pendidikan.

Momen krusial dalam apel tersebut adalah ketika Tiga siswa perwakilan maju ke depan pasukan.

Dengan suara lantang dan serempak, mereka mengucapkan doktrin Polri: Tribrata, Catur Prasetya, dan Janji Siswa.

Pengucapan doktrin-doktrin Polri ini bukan sekadar seremoni, melainkan sebuah penegasan kembali akan jati diri seorang insan Bhayangkara.

Dalam amanatnya, Kepala SPN Polda Jatim, Kombes Pol Agus Wibowo, memberikan penekanan mendalam mengenai esensi dari doktrin yang diucapkan.

Menurutnya, ketiga doktrin tersebut bukanlah untaian kalimat yang hanya untuk dihafal, melainkan ruh yang harus hidup dalam sanubari setiap insan Bhayangkara.

"Tribrata, Catur Prasetya, dan Janji Siswa adalah napas, jiwa, dan pedoman fundamental yang wajib terinternalisasi dalam setiap langkah, sikap, dan keputusan kalian kelak," tegas Kombes Pol Agus Wibowo di hadapan para siswa.

Ka SPN Polda Jatim itu juga menegaskan doktrin Polri adalah pagar moral sekaligus kompas yang akan menuntun calon Bintara Polri dalam menjalankan tugas melindungi, mengayomi, dan melayani masyarakat.

Lebih lanjut, alumnus Akademi Kepolisian tahun 1995 ini berpesan agar para siswa tidak hanya fokus pada kemampuan teknis dan taktis kepolisian.

Ia berharap, pemahaman mendalam terhadap doktrin Polri akan melahirkan generasi polisi masa depan yang profesional dan modern.

"Dari lembaga pendidikan inilah kami berharap akan lahir insan-insan Bhayangkara yang mahir dalam keterampilan, terpuji dalam perilaku, patuh hukum dan unggul dalam kualitas sumber daya manusia. Itulah profil Polisi yang dinantikan dan dicintai oleh rakyat," pungkasnya.

Kegiatan apel pagi ini turut dihadiri oleh jajaran utama SPN Polda Jatim, di antaranya Wakil Kepala SPN, AKBP Dody Indra Eka Putra, S.I.K., M.H., serta Kepala Korps Siswa (Kakorsis), AKBP Agung Setyono, S.S., M.H., beserta seluruh jajaran pengasuh.

Kehadiran para pejabat utama ini menunjukkan keseriusan lembaga pendidikan dalam mencetak calon Bintara Polri yang tidak hanya cakap, tetapi juga berkarakter dan berintegritas tinggi. (red)

Kolaborasi Polisi dan Bulog Gelontorkan 108 Ton Beras Murah di Banyuwangi

Banyuwangi, Jejak - Indonesia.id | Ribuan warga bumi Blambangan Banyuwangi antusias mendatangi puluhan titik penjualan beras murah yang digelar Polresta Banyuwangi Polda Jawa Timur (Jatim) bersama Polsek jajaran dan Bulog Banyuwangi.

Kegiatan bertajuk Gerakan Pangan Murah (GPM) ini digelar serentak mulai dari pusat kota hingga pelosok desa dari hari Jumat (8/8/25) hingga Kamis (14/8/25).

Langkah ini merupakan bagian dari upaya menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan di tengah tren kenaikan harga beras di pasaran.

Kapolresta Banyuwangi, Kombes Pol Rama Samtama Putra, S.I.K., M.Si., M.H., menyebutkan bahwa beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) dijual Rp 12.000 per kilogram atau Rp 60.000 per kemasan lima kilogram.

“Total beras yang kami siapkan lebih kurang 108 ton yang sudah dan akan kami sebar di berbagai wilayah Banyuwangi,” kata Kombes Pol Rama, Rabu (13/8).

Kapolresta Banyuwangi menyebut, dihari pertama menggelar pasar murah, Polresta Banyuwangi Polda Jatim menghabiskan 2 ton beras.

Dihari kedua pada Minggu (10/8) beras murah terjual 5 ton dan hari ketiga Senin (11/8) terjual 30 ton sedangkan hari keempat, Selasa (12/8) beras murah telah terdistribusikan 18 ton.

Dijelaskan oleh Kapolresta Banyuwangi, stok beras yang disediakan untuk hari kelima dan keenam pada Rabu (13/8) dan Kamis (14/8) ada 18 ton dan 35 ton total 53 ton.

"Untuk penyaluran kami pastikan merata dan sesuai dengan target dan pembelian kami atur dengan batasan serta syarat menunjukkan KTP atau KK," terang Kombes Rama.

Sementara itu Kepala Bulog Banyuwangi, Dwiana Puspitasari, memastikan stok beras SPHP di gudang aman.

“Kegiatan ini akan terus kami lakukan secara berkala agar masyarakat mendapatkan akses beras berkualitas dengan harga terjangkau,” katanya.

Penyaluran beras dilakukan di beberapa lokasi, di antaranya:
Polresta Banyuwangi melalui Satbinmas menyalurkan 119 sak di Kelurahan Sobo dan Kebalenan,
Sat Pam Obvit sebanyak 200 sak (1 ton),Satsamapta sebanyak 200 sak (1 ton) di Taman Sritanjung, Sat Lantas sebanyak 200 sak (1ton) di Samsat, Satpas Banyuwangi dan Benculuk, Satresnarkoba sebanyak 200 sak ( 1 ton ).

Sejak pagi, antrean warga sudah mengular di sejumlah lokasi. Siti (42), warga Genteng, mengaku datang ke lokasi .

“Berasnya bagus dan lebih murah daripada di pasar. Sangat membantu,” ujarnya sambil menggendong satu sak beras.

Dengan sinergi antara Polresta Banyuwangi Polda Jatim dan Bulog, Gerakan Pangan Murah ini diharapkan mampu menjadi solusi sementara untuk menekan inflasi pangan dan memperkuat ketahanan pangan di Banyuwangi.

(red)

Peduli Keselamatan Masyarakat Polantas Polres Situbondo Tambal Jalan Berlubang Cegah Laka

Situbondo, Jejak - Indonesia.id |  Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Situbondo Polda Jatim melaksanakan penambalan jalan berlubang di Simpang Empat Pos KTL Barat, Jalan Raya PB. Sudirman, Kecamatan Situbondo Kota.

Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Kasat Lantas AKP Nanang Hendra Irawan, S.H., M.H., dengan melibatkan personel Turjagwali dan anggota Opsnal Satlantas.

"Tujuannya untuk mengantisipasi atau mencegah potensi kecelakaan lalu lintas akibat kondisi jalan yang rusak,"ujar AKP Nanang, Rabu (13/8/25).

Kasat Lantas Polres Situbondo menjelaskan, penanganan jalan berlubang ini merupakan bentuk kepedulian Polri terhadap keselamatan masyarakat pengguna jalan.

“Jalan yang berlubang sangat berpotensi menyebabkan kecelakaan, terutama pada malam hari atau saat hujan. Dengan penambalan ini, kami harap risiko tersebut dapat diminimalkan,” ujarnya.

Selain melakukan penambalan, personel Satlantas juga memberikan imbauan kepada pengguna jalan untuk selalu berhati-hati, menjaga kecepatan, dan mematuhi rambu lalu lintas demi terciptanya keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas (Kamseltibcarlantas).

"Diharapkan semua pengendara tertib berlalu lintas, utamakan keselamatan daripada kecepatan dan yang terpenting sebelum berkendara pastikan kondisi kendaraan dalam keadaan prima" tutupnya. (red)

error: Content is protected !!