We're open Closes at 5:00 pm

Bulan: Agustus 2025

Direkomendasi Menkes, Organisasi Kesehatan Internasional jadikan Banyuwangi Pilot Project Care Companion Program

Banyuwangi, Jejak - Indonesia.id | Mendukung pelayanan bidang kesehatan di Banyuwangi, organisasi nirlaba internasional Noora Health menggelar Program Pendamping Perawatan (Care Companion Program/CCP). Para tenaga kesehatan diajak untuk mengedukasi dan melatih keluarga pendamping pasien guna mempermudah perawatan pasien di rumah.

Program Pendampingan Keluarga ini melatih para perawat untuk menyampaikan informasi kesehatan kepada warga tentang tindakan terbaik seorang pengasuh keluarga khususnya bagi anggota keluarga prioritas (sakit/ibu hamil) di tingkat rumah ataupun selama perawatan di rumah sakit.

Program yang telah berjalan sejak Januari 2025 ini melibatkan 1175 tenaga kesehatan dari 45 puskesmas dan 2 RSUD. Mulai dokter, perawat, bidan dilatih bagaimana memberikan materi edukasi pada keluarga pasien.

Co-CEO & Co-Founder, Noora Health dr. Shahed Alam mengatakan lembaganya hadir di Banyuwangi sebagai bagian dari pilot project program kesehatan di Indonesia yang mendukung sistem kesehatan dengan menjadikan keluarga sebagai pihak yang berperan penting dalam perawatan pasien.

“Saat kami bertemu dengan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin beliau merekomendasikan Banyuwangi sebagai salah satu daerah yang dinilai akan siap untuk menerima program ini. Karena bidang kesehatan Banyuwangi dinilai berjalan dengan baik,” kata dr. Shahed Ahmad.

Ia mengatakan program ini melatih tenaga kesehatan, seperti di rumah sakit, Puskesmas, Posyandu, agar sistem kesehatan dapat mempersiapkan keluarga secara efektif dalam merawat pasien.

Program ini juga menyediakan layanan konsultasi jarak jauh. Warga dapat mengakses informasi dan mengajukan pertanyaan kepada platform Pendamping Keluarga Noora Health berbasis WhatsApp.

Shahed Ahmad sendiri berkesempatan bertemu dengan Bupati Ipuk Fiestiandani di Kantor Bupati Banyuwangi pada 11 Agustus 2025 lalu. Selama di Banyuwangi dr. Shahed Ahmad juga sempat mengunjungi kegiatan edukasi kepada warga yang dilakukan oleh tenaga kesehatan di sejumlah puskesmas di Banyuwangi.

Bupati Ipuk Fiestiandani mengatakan pengasuh keluarga adalah komponen sistem kesehatan yang seringkali terabaikan namun vital. Membekali keluarga dengan keterampilan dan pengetahuan untuk merawat orang terkasih di rumah adalah hal penting.

“Keluarga memainkan peran sangat penting, meskipun seringkali diremehkan dan diabaikan. Saya kira program ini sangat baik karena fokus pada upaya penanganan pasien di rumah. Dengan edukasi yang tepat untuk menghasilkan tindakan perawatan yang benar, maka perawatan di rumah dapat mengurangi tingkat fatalitas bagi pasien yang sakit serta mempercepat penyembuhan pasien yang sakit,” kata Ipuk, Rabu (13/8/2025).

Ditambahkan Kepala Dinas Kesehatan Amir Hidayat, saat ini 1.175 tenaga kesehatan telah terlatih dan mendapatkan paket edukasi. Sebanyak 470 tenaga kesehatan untuk pelatihan Kesehatan Ibu dan Anak (KIA), serta 705 tenaga kesehatan untuk pelatihan gabungan Pencegahan Penyakit Tidak Menular (PTM) dan KIA.

“Program ini telah menjangkau hampir 50 ribu warga yang mendapatkan edukasi terkait perawatan pasien selama di rumah,” pungkasnya. (red)

Polresta Banyuwangi Gagalkan Penyelundupan 3.150 Botol Arak Bali, Sopir dan Truk Diamankan

Banyuwangi, Jejak - Indonesia.id | Upaya penyelundupan ribuan botol minuman keras (miras) ilegal jenis arak asal Bali berhasil digagalkan aparat Polresta Banyuwangi, Selasa (12/8/2025). Aksi ini terungkap berkat kesiapsiagaan Tim Patroli Perintis Presisi saat melakukan pemeriksaan di pintu keluar Pelabuhan Ketapang.

Kapolresta Banyuwangi Kombes Pol Rama Samtama Putra, S.I.K., M.Si., M.H., mengungkapkan petugas menghentikan laju truk Isuzu Nopol N 8544 EW yang dikemudikan seorang pria berinisial A. Hasil pemeriksaan mendalam menemukan truk tersebut memuat 63 dus arak Bali, masing-masing berisi 50 botol.

“Total barang bukti yang kami sita berjumlah 3.150 botol arak. Seluruhnya diamankan bersama truk dan sopir untuk proses hukum lebih lanjut,” tegas Kombes Pol Rama.

Menurutnya, miras ilegal tersebut diduga kuat berasal dari Bali dan rencananya akan diselundupkan menuju wilayah Malang. Saat ini penyidik masih mendalami jaringan pemasok dan pemesan minuman haram tersebut.

“Kami masih melakukan pengembangan untuk mengungkap siapa pemilik dan pengendali distribusinya. Sopir truk ini masih berstatus saksi utama dalam kasus ini,” ujar Kapolresta.

Kombes Pol Rama menegaskan, Polresta Banyuwangi berkomitmen penuh memberantas peredaran miras ilegal yang kerap memicu gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).

“Miras adalah salah satu faktor pemicu kejahatan yang cukup signifikan. Kami akan terus meningkatkan patroli dan penindakan, tidak hanya terhadap miras, tetapi juga narkoba dan barang terlarang lainnya,” tandasnya.

Polresta Banyuwangi mengimbau masyarakat, untuk aktif melaporkan apabila mengetahui adanya aktivitas peredaran miras dan narkotika di lingkungan sekitar. Aparat memastikan akan menindak tegas setiap pelanggaran demi menciptakan Banyuwangi yang aman, tertib, dan kondusif. (rag)

Satgas Yonif 700/WYC Layani Kesehatan Gratis untuk Siswa SMA Negeri 1 Ilaga

ILAGA, Jejak - Indonesia.id |  Kepedulian terhadap generasi muda kembali ditunjukkan Satgas Yonif 700/WYC melalui Pos Kosatgas. Dalam rangka kegiatan Binter terbatas, personel TNI memberikan pelayanan kesehatan gratis kepada sejumlah siswa SMA Negeri 1 Ilaga yang datang berobat. (13/8)

Satu per satu siswa menerima pemeriksaan dan penanganan langsung dari Bakes Pos Kosatgas, Sertu Fiqi. Otniel yang mengalami luka di kaki, Jerince dengan keluhan demam dan sakit kepala, Aprianti dengan masalah lambung, serta Agata yang batuk, semuanya mendapatkan perawatan sesuai keluhan.

Selain memberikan obat, Sertu Fiqi juga membekali para siswa dengan vitamin untuk menjaga daya tahan tubuh. Ia mengatakan, para siswa tersebut adalah peserta lomba gerak jalan tingkat Kabupaten Puncak yang akan segera digelar.

> “Mereka ini calon peserta lomba gerak jalan, jadi selain pengobatan, kami berikan juga vitamin supaya stamina tetap terjaga. Semoga bisa tampil maksimal saat bertanding,” ujar Sertu Fiqi.

Pelayanan kesehatan ini disambut baik oleh para siswa. Selain pulih dari keluhan kesehatan, mereka juga merasa termotivasi dan didukung secara langsung oleh aparat TNI dalam persiapan menghadapi lomba.

Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk nyata kepedulian Satgas Yonif 700/WYC terhadap kesehatan dan prestasi generasi muda Papua, sekaligus mempererat hubungan antara TNI dan masyarakat di Ilaga.

Autentikasi: Pen Satgas Pamtas RI-PNG Mobile Yonif 700 Wira Yudha Cakti

Danpasmar 1 Laporkan Kenaikan Pangkat Brigjen TNI (MAR) Kepada Pangkormar

Jakarta, Jejak - Indonesia.id | Komandan Pasmar 1 (Danpasmar 1) Brigjen TNI (Mar) Ena Sulaksana, S.E., melaporkan kenaikan pangkat menjadi Brigjen TNI (Mar) kepada Panglima Korps Marinir (Pangkormar) Letjen TNI (Mar) Dr. Endi Supardi, S.E., M.M., M.Tr.Opsla., CHRMP., CRMP., bertempat di Holding Room Yonif 6 Kesatrian Marinir Hartono Cilandak, Jakarta Selatan, Selasa (12/08/2025).

Seperti diketahui, Brigjen TNI (Mar) Ena Sulaksana sebelumnya telah mendapatkan kenaikan pangkat usai resmi menjabat sebagai Danpasmar 1 dan telah melaporkan kenaikan pangkatnya di depan Panglima TNI dan Kasal.

Pada kesempatan tersebut Pangkormar mengatakan laporan kenaikan pangkat Perwira Tinggi Korps Marinir menunjukkan dedikasi dan komitmen yang luar biasa terhadap tugas dan tanggung jawab sebagai seorang Jenderal.

Kenaikan pangkat ini tidak hanya merupakan pengakuan atas prestasi individu, tetapi juga refleksi dari kemampuan dalam memimpin dengan integritas dan efisiensi, kata Pangkormar.

Pada acara laporan pangkat Perwira Tinggi tersebut juga turut hadir Mayjen TNI (Mar) Werijon yang mengemban jabatan baru sebagai Komandan Komando Daerah Angkatan Laut (Dankodaeral) X Jayapura.

Sumber Berita : Dispen Kormar, Pasmar 1

Mahasiswa Anti Korupsi Indonesia Sumut Akan Gelar Aksi di Polda & Kejati, Desak Usut Dugaan Penyelewengan Dana BOS SMAS Kesuma Bangsa Londut

Medan, Jejak - Indonesia.id |  Mahasiswa Anti Korupsi Indonesia Sumatera Utara (MAKI Sumut) akan menggelar aksi unjuk rasa pada Jumat, 15 Agustus 2025, menuntut penegakan hukum atas dugaan penyimpangan Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) di SMAS Kesuma Bangsa Londut pada Tahun Anggaran 2023 dan 2024.

Aksi ini akan dimulai pukul 10.00 WIB dengan titik kumpul di MMTC Pancing, kemudian massa yang berjumlah sekitar 70 orang akan bergerak menuju Polda Sumut dan Kejati Sumut sebagai titik aksi.

Dalam pernyataan sikapnya, MAKI Sumut mengungkapkan hasil investigasi awal yang menemukan dugaan manipulasi anggaran, pembayaran honor yang tidak wajar, dan penggunaan dana yang tidak transparan. Mereka menduga praktik tersebut berpotensi melanggar hukum dan merugikan keuangan negara.

Adapun tuntutan yang akan dibawa dalam aksi tersebut, antara lain:

1. Kejati Sumut segera memeriksa Kepala Sekolah dan bendahara terkait potensi penyalahgunaan Dana BOS 2023–2024.

2. BPKP dan Inspektorat melaksanakan audit investigatif menyeluruh dan mempublikasikan hasilnya ke publik.

3. Dinas Pendidikan Sumut menonaktifkan Kepala Sekolah selama proses audit dan menunjuk pelaksana tugas sementara.

4. Pihak sekolah membuka dokumentasi dan bukti fisik (kwitansi, absensi, daftar honor, dokumentasi kegiatan) sebagai bentuk pertanggungjawaban publik.

5. Jika terbukti melanggar hukum, pelaku diproses pidana dan ditahan tanpa kompromi sesuai UU Pemberantasan Korupsi.

Aksi ini akan dilengkapi dengan berbagai perlengkapan seperti toa, spanduk, dan pernyataan sikap tertulis. MAKI Sumut menegaskan, gerakan ini dilakukan demi menegakkan transparansi dan akuntabilitas pengelolaan dana pendidikan. (Adel)

error: Content is protected !!