We're open Closes at 5:00 pm

Bulan: Agustus 2025

Agus Flores Tanggapi Pernyataan Tegas Kapolri: Bukti Keseriusan Perbaikan Polri

Jakarta, Jejak - Indonesia.id |  Ketua Umum PW Fast Respon Nusantara (FRN) Counter Polri, Agus Flores, menanggapi pernyataan tegas Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo terkait upaya perbaikan citra Polri.

Menurut Agus Flores, sikap keras Kapolri menunjukkan keseriusan dalam melakukan pembenahan institusi.

Ia menilai komitmen Kapolri untuk mencopot Kapolda yang gagal memperbaiki citra maupun yang terbukti merusak nama baik Polri merupakan langkah nyata demi menjaga kepercayaan masyarakat.

“Pernyataan keras Kapolri membuktikan keseriusan perbaikan Polri. Bahkan siapa saja Kapolda yang merusak citra institusi akan dicopot,” tegas Agus Flores, Minggu malam (17/8/2025).

Sebelumnya, Kapolri menyampaikan instruksi tegas kepada jajarannya: “Lakukan yang terbaik untuk masyarakat. Kalau ada anggota yang merusak organisasi ini, yang saya copot kepalanya,” ujar Kapolri.

Langkah ini diharapkan menjadi dorongan bagi seluruh jajaran kepolisian agar semakin profesional, transparan, dan berorientasi pada pelayanan publik. (red)

Insan Pers Lewat Program Selangkung PENA 2025 Mendapat Apresiasi Kodim 0825/Banyuwangi

Banyuwangi, Jejak - Indonesia.id |  Momentum peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia menjadi momen istimewa bagi insan pers Banyuwangi. Komando Distrik Militer (Kodim) 0825/Banyuwangi memberikan apresiasi khusus kepada para jurnalis melalui program Selangkung PENA 2025, yang digelar di Waroeng Kemarang, Kecamatan Glagah, Minggu (17/8/2025) malam, dengan mengusung tema "Mengukir Prestasi, Menginspirasi Generasi".

Program ini digagas sebagai bentuk pengakuan dan penghargaan TNI kepada wartawan atas peran strategis mereka dalam menyampaikan informasi, mengedukasi publik, serta menjadi mitra kritis dalam mendukung tugas-tugas teritorial Kodim 0825/Banyuwangi.

Komandan Kodim (Dandim) 0825/Banyuwangi, Letkol Arh Joko Sukoyo, S.Sos., M.Han., menegaskan bahwa sinergi TNI dan pers sangat penting untuk membangun pola pikir kritis, sehat, dan solutif di tengah masyarakat.

“Insan pers adalah inovator critical thinking yang mampu mendorong kemajuan bangsa. Kami berharap, penghargaan ini menjadi motivasi bagi jurnalis untuk terus menghadirkan karya-karya jurnalistik yang objektif, inspiratif, dan berkontribusi positif bagi Banyuwangi,” ujar Letkol Arh Joko Sukoyo.

Dalam kesempatan tersebut, empat jurnalis dari berbagai media menerima penghargaan Selangkung PENA 2025, yakni:
● Syaifuddin Mahmud (Radarbanyuwangi.id)
● Muhamad Ikromil Aufa (Timesindonesia.co.id)
● Ruslan Abdul Gani (Bratapos.com)
● Eka Rimawati (Detik.com)

Salah satu penerima penghargaan, Ruslan Abdul Gani, Kabiro Bratapos.com Banyuwangi, menyampaikan apresiasi atas inisiatif Kodim 0825 yang menempatkan pers sebagai mitra strategis.

“Penghargaan ini bukan hanya bentuk apresiasi, tetapi juga tanggung jawab moral bagi kami untuk terus menyajikan berita yang akurat, kritis, dan membangun. Sinergi dengan TNI akan semakin memperkuat peran pers dalam menjaga ketahanan informasi dan mendorong kemajuan daerah,” ungkap Ruslan.

Acara berlangsung khidmat sekaligus hangat, mencerminkan semangat kolaborasi antara TNI dan insan pers. Program Selangkung PENA 2025 diharapkan menjadi agenda berkelanjutan sebagai ruang apresiasi, komunikasi, dan sinergi demi tercapainya visi pembangunan nasional maupun daerah. (rag/bp-bwi)

YLBH Fajar Trilaksana Gelar Rakor Terkait Upaya Strategi Peningkatan Ketahanan Lembaga

GRESIK, Jejak – Indonesia.id | Perubahan dunia hukum dan meningkatnya persaingan antar praktisi yang marak saat ini, kantor hukum dan pengacara harus bertahan hidup.

Kantor hukum dan para pengacara dituntut tidak hanya menguasai substansi hukum, tetapi juga beradaptasi dengan perkembangan zaman.

Bertahan hidup (survive) sekaligus tetap relevan menjadi tantangan yang kini dihadapi banyak firma hukum, terutama skala menengah dan kecil.

Direktur YLBH Fajar Trilaksana, Andi Fajar Yulianto, menyebut profesi pengacara tidak lagi bisa mengandalkan pola lama, klien menuntut kecepatan, transparansi, dan efisiensi biaya.

Seiring perkembangan teknologi, banyak kantor hukum mulai mengadopsi sistem manajemen berbasis digital yang bisa mempercepat pelayanan.

"Di tengah berbagai tantangan saat ini, profesi hukum tetap dibutuhkan. Perbedaannya hanya cara pengacara dan kantor hukum menyesuaikan diri," katanya, Sabtu, 16 Agustus 2025.

Menurutnya, mereka yang mampu beradaptasi, berinovasi, dan menjaga integritas, diyakini akan tetap bertahan dan bahkan tumbuh di masa depan.

“Pengacara yang survive bukan hanya pintar berdebat di pengadilan, tapi yang mampu membaca zaman, dekat dengan teknologi, dan menjaga kepercayaan klien,” katanya.

Lantas bagaimana dengan bertahan di tengah pelayanan pada pos bantuan hukum bagi pencari keadilan untuk masyarakat miskin secara gratis?

Di balik kiprah mulianya memberikan layanan hukum gratis bagi masyarakat kecil, Yayasan Lembaga Bantuan Hukum (YLBH) kini menghadapi situasi sulit.

Minimnya sumber daya, perubahan regulasi, hingga ketatnya persaingan antar lembaga membuat YLBH “menjerit” demi tetap bertahan.

Kondisi ini terungkap dalam rapat koordinasi YLBH Fajar Trilaksana (FT). Dalam evaluasi semester pertama, teridentifikasi sejumlah persoalan krusial.

Keterbatasan dana operasional, kurangnya tenaga hukum profesional, hingga perubahan kebutuhan masyarakat yang semakin kompleks.

Dewan Pakar YLBH FT, Supriasto menegaskan lembaga bantuan hukum saat ini bukan hanya dituntut hadir, tapi juga dituntut profesional dan adaptif.

"Jika tidak, akan tergilas perubahan,” kata Supriasto yang juga mantan Kepala Bagian Hukum Pemkab Gresik saat hadir rakor di Kantor YLBH FT.

Meski menjerit menghadapi tantangan, YLBH FT harus bertekad untuk tetap eksis. Maka, tiga strategi dirumuskan saat rapat koordinasi kali ini, di antaranya menjaga integritas, meningkatkan kompetensi tim hukum, dan memperluas jaringan, serta kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan.

Dengan strategi itu, YLBH FT berharap mampu memperkuat ketahanan organisasi sekaligus memberi layanan hukum yang semakin bermutu bagi masyarakat bawah.

“Menjerit bukan berarti menyerah. Justru inilah momentum untuk bangkit dan berbenah,” kata Supriasto

Evaluasi semester pertama menunjukkan banyak tantangan pelayanan, mulai perubahan regulasi pemerintah hingga persaingan dengan lembaga hukum lain.

“Realitasnya, lembaga bantuan hukum di daerah seperti kami benar-benar berjuang keras. Tantangan lebih besar daripada dukungan yang kami dapat,” kata Sekertaris YLBH FT Herman Sakti.

Tanpa perhatian serius dari pemerintah dan stakeholder, LBH semakin terpinggirkan, padahal menjadi harapan utama masyarakat kecil untuk memperoleh keadilan.

Sebagai catatan, Pos Bantuan Hukum (Posbakum) kini menjadi ujung tombak akses keadilan masyarakat yang kurang mampu.

Di tengah persaingan layanan hukum dan tantangan anggaran, Posbakum bertransformasi melalui berbagai strategi untuk tetap relevan dan efektif.

Kanwil Kemenkumham Jawa Timur mendata jumlah Pos Bantuan Hukum (PBH) terakreditasi sebagai mitra Posbakum meningkat signifikan dari 65 PBH di tahun 2024 menjadi 91 PBH pada 2025.

Dari jumlah itu, terdiri dari 13 PBH dengan Akreditasi A, 21 PBH terakreditasi B, dan 57 PBH terakreditasi C. Sedangkan di Gresik, terdapat tiga PBH terakreditasi, salah satunya YLBH Fajar Trilaksana.

Sedangkan anggaran untuk bantuan hukum di Jatim mengalami penyesuaian dari Rp6,6 miliar di tahuKanwil Kemenkumham Jawa Timur mendata jumlah Pos Bantuan Hukum (PBH) terakreditasi sebagai mitra Posbakum meningkat signifikan dari 65 PBH di tahun 2024 menjadi 91 PBH pada 2025.

Dari jumlah itu, terdiri dari 13 PBH dengan Akreditasi A, 21 PBH terakreditasi B, dan 57 PBH terakreditasi C. Sedangkan di Gresik, terdapat tiga PBH terakreditasi, salah satunya YLBH Fajar Trilaksana.

Sedangkan anggaran untuk bantuan hukum di Jatim mengalami penyesuaian dari Rp6,6 miliar di tahun 2024, dan menurun tajam menjadi Rp2,251 miliar pada 2025 sebagai respons terhadap kebijakan efisiensi.

(Redho)

Kesan dan Pesan Sonny T. Danaparamita dalam pelaksanaan upacara bendera HUT Proklamasi di Dusun Mbaung Kab. Banyuwangi

Opini, Jejak - Indonesia.id | Pertama-tama, saya mohon maaf tidak dapat hadir dan mengikuti secara langsung upacara bendera di dusun Mbaung, desa Barurejo, Kecamatan Siliragung, Kabupaten Banyuwangi ini.

Namun demikian, sebagai sesama Warga Negara Indonesia, selain rasa hormat, saya juga merasa perlu menyampaikan rasa bangga dan bahagia saya atas dilaksanakannya upacara bendera dan syukuran sederhana dalam rangka peringatan HUT RI ke 80 ini.

Rasa bangga itu semakin kuat dan bahkan bercampur haru ketika saya mendengar komitmen dari panjenengan semua.
Komitmen "Meskipun aliran LISTRIK BELUM MASUK di kampung kami, tapi KAMI TETAP CINTA NEGERI INI", adalah bukti bahwa di dada panjenengan semua, rasa nasionalisme itu begitu kuat terpatri.

Sebagai anggota DPR RI, tentu saya tidak berhenti pada bangga dan haru semata. Meski saya sudah merasa berusaha, namun karena hingga detik ini aliran listrik yang kita inginkan belum menjadi kenyataan, maka sebagai wakil rakyat saya masih menanggung dosa.

Untuk itu, dalam momentum ulang tahun kemerdekaan ini, saya kembali menyampaikan komitmen saya untuk tetap mengawal dusun Mbaung dan 6 titik lain di Banyuwangi yang belum teraliri listrik hingga hari ini, agar segera dapat merasakan terangnya kehidupan.

Energi listrik mungkin bukan segala-galanya, tapi kemudahan masyarakat dalam mendapatkan akses energi listrik secara merata adalah hal mendasar bagi terwujudnya keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

Tetap semangat saudaraku semua.
Ke depan, kita tidak hanya memperjuangkan untuk listrik semata. Secara bersama-sama, kita harus mewujudkan cita-cita para pendiri bangsa...yakni INDONESIA yang sejati-jatinya MERDEKA.

 

Salam Hormat,
_Sonny T. Danaparamita/Anggota DPR RI Dapil Jatim III._

Melihat Keseruan Cabe Rawit Rungkut Kidul Meriahkan HUT RI ke 80

Surabaya, Jejak - Indonesia.id | Hari Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-80 kali ini dirayakan dengan penuh semangat oleh warga LDII (Lembaga Dakwah Islam Indonesia) Rungkut Kidul Surabaya Acara yang digelar pada Minggu (17/8/2025) ini tak hanya menghadirkan kemeriahan, tetapi juga suasana sederhana dan hangat, mencerminkan semangat gotong royong dan kebersamaan yang kental.

Beragam lomba 17 Agustus yang disajikan kali ini benar-benar memikat perhatian, terutama bagi anak-anak. Lomba-lomba seperti makan kerupuk, memindahkan gelas secara estafet, dan balon, menjadi ajang yang mengundang gelak tawa dan keceriaan. Kegiatan ini melibatkan peserta dari berbagai kelompok usia, mulai dari anak TK hingga kelompok-kelompok kecil. Tak hanya sebagai hiburan, lomba-lomba ini juga berfungsi mempererat kerjasama dan kekompakan di antara mereka. Hal ini selaras dengan gerakan 29 karakter yang diusung LDII, yang bertujuan membentuk karakter luhur pada anak-anak sejak dini.

Ibu Ida salah satu ibu dari peserta lomba, dengan penuh kebanggaan mengungkapkan, "Saya gembira dan bangga melihat anak-anak penuh semangat mengikuti perlombaan dalam rangka peringatan HUT RI. Semoga mereka menjadi anak-anak yang saleh dan salehah yang akan mewarisi estafet kepemimpinan kelak." Tak hanya anak-anak, para ibu juga ikut meramaikan acara dengan perlombaan khusus mereka, menunjukkan bahwa merayakan kemerdekaan adalah momen yang menyenangkan untuk semua kalangan

Keragaman lomba ini memastikan bahwa semua kalangan, dari anak-anak hingga orang dewasa, dapat merasakan kemeriahan Hari Kemerdekaan dengan cara yang menyenangkan.

Momen-momen lucu dan menghibur yang disajikan memperlihatkan bahwa perayaan 17 Agustus bisa dilakukan dengan beragam cara yang menarik dan penuh kegembiraan.

Kehadiran para remaja dan orang tua sebagai penonton juga turut menambah semarak suasana. Wajah-wajah ceria mereka menunjukkan bahwa acara ini bukan sekadar kompetisi, melainkan juga kesempatan untuk mempererat hubungan sosial dan menanamkan nilai-nilai kebangsaan pada generasi muda. Keceriaan di setiap sudut dan riuhnya sorakan penonton menjadi bukti bahwa perayaan ini berhasil menciptakan ikatan yang kuat dan penuh makna.

Dengan penuh semangat dan kebersamaan, warga LDII Rungkut Kidul telah berhasil menjadikan perayaan HUT RI ke-80 sebagai momen yang tak terlupakan. Semoga semangat dan keceriaan ini dapat terus menginspirasi kita semua untuk menjaga dan merayakan kemerdekaan dengan penuh rasa syukur dan kebanggaan.

(Redho)

error: Content is protected !!