Sorry, we're closed Opens today at 9:00 am

Bulan: Agustus 2025

Polres Lumajang Amankan Dua Tersangka Pencurian 91 Unit Meteran Air Milik Perumdam Tirta Mahameru

LUMAJANG || jejakindoneaia.id - Polres Lumajang Polda Jawa Timur (Jatim) berhasil menangkap Dua pelaku pencurian meter air milik Perumdam Tirta Mahameru. Kedua tersangka adalah BS (48), warga Kelurahan Citrodiwangsan, Kecamatan Lumajang dan JP (40), warga Desa Sukosari.

Kapolres Lumajang AKBP Alex Sandy Siregar, S.I.K., S.H., M.H. mengatakan, aksi pencurian ini terungkap setelah pihak Perumdam melaporkan kehilangan 91 unit meter air sejak April 2025.

Pencurian terjadi di wilayah Kecamatan Lumajang, Sukodono, Tempeh, Pasirian, dan Senduro, dengan total kerugian mencapai Rp32.760.000.

“Setelah menerima laporan, kami melakukan penyelidikan dan berhasil mengamankan Dua pelaku," ujar AKBP Alex , Selasa (19/8/25).

Kapolres Lumajang menjelaskan, Penangkapan BS dilakukan tim Resmob Polres Lumajang pada Selasa (29/7/2025) sekitar pukul 21.00 WIB di kawasan Alun-Alun Lumajang.

 

LUMAJANG - Polres Lumajang Polda Jawa Timur (Jatim) berhasil menangkap Dua pelaku pencurian meter air milik Perumdam Tirta Mahameru.

Kedua tersangka adalah BS (48), warga Kelurahan Citrodiwangsan, Kecamatan Lumajang dan JP (40), warga Desa Sukosari.

Kapolres Lumajang AKBP Alex Sandy Siregar, S.I.K., S.H., M.H. mengatakan, aksi pencurian ini terungkap setelah pihak Perumdam melaporkan kehilangan 91 unit meter air sejak April 2025.

Pencurian terjadi di wilayah Kecamatan Lumajang, Sukodono, Tempeh, Pasirian, dan Senduro, dengan total kerugian mencapai Rp32.760.000.

“Setelah menerima laporan, kami melakukan penyelidikan dan berhasil mengamankan Dua pelaku," ujar AKBP Alex , Selasa (19/8/25).

Kapolres Lumajang menjelaskan, Penangkapan BS dilakukan tim Resmob Polres Lumajang pada Selasa (29/7/2025) sekitar pukul 21.00 WIB di kawasan Alun-Alun Lumajang.

Dua jam kemudian, sekitar pukul 23.00 WIB, JP ditangkap di rumahnya.

Saat pemeriksaan, Kedua tersangka mengakui perbuatannya telah mencuri meteran air di Enam lokasi berbeda, yaitu Desa Petahunan, Kecamatan Sumbersuko, Kelurahan Citrodiwangsan, Jatisari, dan Pulo, Kecamatan Tempeh.

AKBP Alex, menambahkan, dari hasil pengembangan kasus, terungkap bahwa kedua tersangka tidak bekerja sendirian.

Tersangka BS diketahui melakukan pencurian seorang diri di Lima lokasi.

Sedangkan JP beraksi bersama seorang pelaku berinisial NR yang kini masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO).

"Saat ini, kami masih terus melakukan pengejaran terhadap Dua pelaku lain yang berinisial NR dan satu pelaku lain yang telah kami tetapkan sebagai DPO," tegas AKBP Alex Sandy Siregar.

Barang bukti yang diamankan antara lain satu unit sepeda motor Honda Beat, satu unit sepeda motor Honda Astrea Prima, engkol Inggris, obeng, tang, besi, dua pisau belati, serta lima unit meter air yang tertinggal di lokasi pencurian.

Atas perbuatannya, kedua tersangka dijerat dengan Pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan, dengan ancaman hukuman maksimal Tujuh tahun penjara.

Ayahnya Jawa, Ibunya Ambon – Flores, Itulah Sosok Kapolri dan Ketum FRN Agus Flores

Jakarta, Jejak – Indonesia.id |  Banyak Menggap Hubungan Darah Ambon - Flores Pencinta Merah Putih membuat Akrab Kedua Tokoh ini.

Yang satu Petinggi Polri dan Yang Satu Pimpinan Wartawan Fast Respon Se Indonesia.

Dia adalah Kapolri Jendral Pol Listyo Sigit Prabowo dan Ketum FRN Agus Flores.

Kesamaan Lain, Mereka Suka Dansa, Musik dan Tegas Memimpin, selain itu sama sama Pencinta Bhayangkara Polri.

Ada yang unik, jika berhubungan Komunikasi Melalui Whatshap yang banyak saling lempar stiker Jenaka.

Ketika dikonfirmasi Ketua Umum Perkumpulan Wartawan (PW) Fast Respon Nusantara (FRN) Counter Polri sekaligus pengacara handal, Agus Flores, menceritakan kisah kedekatannya dengan Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo.

Agus mengungkapkan bahwa dirinya dan Kapolri orangnya Multitalenta dan Pencinta Budaya.

“Mungkin Ditakdirkan sama dari anak kolong, setia Merah Putih,” ujar Agus kepada wartawan FRN, Senin (18/8/2025).

Secara garis keturunan, keduanya juga memiliki jejak Nusantara. Ayah Agus berasal dari Jawa, ibunya dari Flores. Sementara ayah Kapolri juga dari Jawa, dan ibunya dari Ambon.

Selain itu, Agus menambahkan bahwa Kapolri sosoknya multi talenta.

“Kalau Pak Kapolri pencinta budaya, suka musik dan dansa. Namanya Juga Darah Timur ,” ungkapnya.

Agus pun bercerita tentang komunikasi keseharian dengan Kapolri. Meski tidak setiap saat, keduanya sering berhubungan melalui aplikasi WhatsApp.

“Kalau komunikasi lewat WhatsApp, kami sering saling lempar stiker guyon. Tapi di balik sisi jenaka itu, Kapolri adalah sosok yang sangat tegas,” tutur Agus.

Kedekatan dan persamaan latar belakang ini, menurut Agus, membuat hubungan dirinya dengan Kapolri bukan Mitra lagi tapi Seperti Saudara berdarah Cinta NKRI. (red)

Semangat Juang : Polrestabes Surabaya Kenang Peran Polisi dalam Pertempuran 1945

Surabaya, Jejak - Indonesia.id | Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol Luthfi Sulistiawan, menegaskan bahwa peringatan Hari Juang Polri tahun 2025 bukan sekadar seremoni, melainkan momentum untuk menggali kembali api perjuangan yang diwariskan para pahlawan kepolisian bersama rakyat Surabaya.

Dalam sejarahnya, Kepolisian memiliki peran penting dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia, khususnya pada masa pertempuran Surabaya tahun 1945.

Peristiwa heroik itu menjadi tonggak lahirnya Polisi Indonesia yang setia berjuang bersama rakyat.

Kombes Pol Luthfi menjelaskan, salah satu peristiwa penting yang menjadi penanda perjuangan kepolisian adalah pengibaran bendera Merah Putih oleh Negolan, seorang laskar rakyat Dinoyo.

Aksi ini memicu semangat perlawanan rakyat Surabaya terhadap penjajahan pada masanya.

Kala itu, M. Yasin yang menjabat sebagai komandan pasukan polisi di bawah pimpinan Jepang, memimpin operasi pembongkaran senjata.

Senjata tersebut kemudian dibagikan kepada laskar rakyat dan pasukan Polisi Istimewa yang resmi menjadi Polisi Indonesia pada 21 Agustus 1945.

Keberanian Polisi bersama rakyat Surabaya menjadi bukti nyata bahwa semangat juang tidak bisa dibendung.

"Polisi bahu-membahu bersama laskar rakyat untuk merebut senjata musuh, menghadapi pasukan sekutu, hingga meletus pertempuran besar di Surabaya,” tutur Kombes Pol Luthfi, pada Senin (18/08/2025).

Pertempuran Surabaya 1945 meninggalkan catatan penting: pengorbanan jiwa raga demi tegaknya kemerdekaan Republik Indonesia.

Banyak anggota kepolisian dan rakyat gugur dalam pertempuran itu, namun semangat mereka tidak pernah padam.

“Peristiwa bersejarah ini adalah filosofi yang mengajarkan kita untuk tidak gentar menghadapi tantangan, meski dengan keterbatasan sekalipun," tegas Kombes Luthfi.

Ia menambahkan nilai perjuangan para pahlawan kepolisian Surabaya akan terus menjadi pegangan dalam melaksanakan tugas dan pengabdian kepada bangsa.

Peringatan Hari Juang Polri menjadi momen refleksi agar setiap anggota kepolisian tidak melupakan akar perjuangan yang telah ditorehkan para pendahulu.

"Semangat juang itu harus terus diwariskan sebagai pedoman dalam menjaga keamanan, ketertiban, serta mengabdi kepada masyarakat," kata Kombes Luthfi.

Dengan menghidupkan kembali nilai-nilai heroisme, kepolisian diharapkan mampu menjaga kepercayaan publik serta menguatkan sinergi dengan masyarakat dalam membangun bangsa. (red)

Keseruan Berbagai Lomba Ramaikan HUT RI ke 80 di Komplek Jatayu Lanud Suryadarama

Kalijati, Subang, Jejak - Indonesia.id | Warga komplek Jatayu yang berada dilingkungan Lanud Suryadarma, Kalijati, Subang. Semarakan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Republik Indonesia yang dipimpin ketua RW 04 Jatayu Kapten Abdul Azis, dengan menggelar beragam lomba dan kegiatan kebersamaan, Senin (18/8/2025).

Kegiatan ini tidak hanya menjadi agenda rutin warga komplek Jatayu setiap momentum Kemerdekaan RI, tetapi juga menjadi ajang mempererat kebersamaan warga Jatayu yang berada dilingkungan militer.

Beragam lomba diadakan, diantaranya tiup aqua pakai tali, memasukan pinsil ke dalam botol, memindahkan karet ke piring, memasukan air ke botol, masuk ke kolong bergantian, pilih sembako mata diutup, lempar air estafet, pindahin air ke botol, pindahkan bola Terbanyak, dan tak kalah serunya lomba utk Balita/batita yaitu pindahkan bola ke ember dan pakai kaos kaki sendiri. Antusiasme peserta terlihat dari warga yang terlibat aktif memeriahkan suasana.

Selain lomba, diawal kegiatan juga melaksanakan senam bersama yang dipimpin oleh guru senam ternama di Subang untuk mendorong pola hidup sehat.

Hal itu diharapkan dapat meningkatkan semangat kebersamaan dalam meriahkan HUT RI ke-80.

“Tujuan utama kegiatan ini bukan sekadar memeriahkan HUT RI, tapi juga memperkuat persaudaraan, solidaritas, dan silahturahmi warga Jatayu,” ucap Ketua RW 04 Kapten Abdul Azis.

Perayaan HUT RI ke-80 di Komplek Jatayu ini menjadi bukti bahwa semangat kemerdekaan mampu menyatukan semua warga, sekaligus menumbuhkan rasa cinta tanah air. (red)

error: Content is protected !!