Sorry, we're closed Opens Selasa at 9:00 am

Bulan: Agustus 2025

Masyarakat Jember Meminta Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo Tindak Tegas Anggotanya Yang Terlibat Judi Sabung Ayam Di Desa Karang Duren, Kecamatan Balung

Jember, Jejak - Indonesia.id |  Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo, menegaskan bahwa pemberantasan perjudian adalah bentuk upaya untuk meraih kembali kepercayaan masyarakat terhadap Polri.

Tetapi hal ini tidak dilakukan oleh jajarannya,satu pekan pemberitaan terkait perjudian di wilayah Jawa Timur Kabupaten Jember,sempat menjadi pergunjingan Masyarakat luas.

Kegiatan judi Sabung ayam yang terletak Dusun Krajan, Desa Karang Duren, Kecamatan Balung, Kabupaten Jember, Jawa Timur, mulai beraktivitas kembali walau sempat di bubarkan oleh pihak kepolisian polres Jember.

Merasa aman dan bisa dikondisikan kalangan judi sabung ayam ini mulai terlihat aktifitasnya pada Minggu 24 Agustus 2025. Pasalnya tak hanya sabung ayam di lokasi tersebut juga berlangsung judi dadu, dan cap jeki, Informasi yang berhasil dihimpun media ini di lokasi perjudian, diduga aktifitas tersebut perjudian dimotori Yon dan Imam yang mengaku anggota dari Unit Resmob polres Jember. Kegiatan tersebut sudah buka lagi cukup lama, dan nyaris tidak tersentuh hukum, hal itu menyisakan sejumlah pertanyaan dari warga sekitar lokasi.

Salah satu warga yang enggan namanya disebutkan mengatakan jika arena perjudian tersebut bandarnya sangat kuat sehingga tidak disentuh oleh petugas, karena didalam perjudian tersebut Oknum Polisi.
“Bandarnya kuat mas, kalau gak kuat sudah lama ditutup permanen tidak buka lagi,” Ucap warga saat berbincang dengan wartawan. Minggu, (24/8/2025),

Parahnya lagi aktifitas multi judi tersebut berlangsung hampir tiap hari,, hal tersebut bukanlah rahsia umum lagi, bahkan warga setempat memperkirakan adanya uang keamanan sehingga aman aman saja.

“Mungkin mas ada uang keamanannya sehingga bisa aman”Kata warga. Hal tersebut diungkapkan warga saat di konfirmasi media ini di salah satu warung yang tak jauh dari lokasi sabung ayam.

Menurut masyarakat setempat dulu lokasi judi sabung ayam itu pernah di grebekan tapi gak ada yang kena mungkin sudah bocor atau sudah ada info kalau ada grebekan, mungkin hanya formalitas.

Masyarakat meminta Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo menindak tegas para anggotanya yang terlibat di dalam perjudian 303 maupun lainnya. Untuk menghilangkan dugaan serta persepsi negatif dari masyarakat, seyogyanya ada tindakan tegas dari aparat penegak hukum, dalam hal ini Polres Jember, untuk membuktikan bahwa polres jember tidak seperti yang masyarakat duga. (red)

Satgas Yonif 700/WYC Rajut Kasih di Tanah Papua, Ibadah Bersama Jemaat Gereja Bethesda Batilame

PUNCAK || jejakindonesia.id — Dengan langkah penuh ketulusan, Satgas Yonif 700/WYC melalui Pos Kout kembali hadir di tengah masyarakat Kampung Wako, Distrik Gome, Kabupaten Puncak. Kali ini, para prajurit tidak hanya membawa senjata menjaga kedaulatan, tetapi juga membawa kasih dan doa, dengan melaksanakan kegiatan Binter terbatas berupa ibadah bersama di Gereja Bethesda Batilame. (24/8/2025).

Kegiatan rohani tersebut dipimpin langsung oleh Pabintal Satgas Yonif 700/WYC, Lettu Inf Iwan Simon. Dalam sambutannya, ia menyampaikan pesan mendalam yang menggugah hati jemaat.
“Semoga masyarakat menerima kami dengan baik, karena kami sudah lebih dulu menaruh cinta dan kasih sayang kepada warga Papua. Kami hadir bukan sekadar menjalankan tugas, tetapi ingin menjadi saudara dan keluarga bagi seluruh masyarakat,” ungkapnya.

Suasana ibadah terasa begitu khidmat. Lagu pujian dan doa yang bergema dari dalam gereja seolah menjadi pengikat persaudaraan antara prajurit TNI dan warga setempat. Kehangatan tersebut membuat batas-batas perbedaan hilang, digantikan rasa persatuan.

Pendeta Weni Murib, yang memimpin ibadah, menyambut baik kehadiran Satgas di tengah jemaatnya.

“Kehadiran Satgas Yonif 700/WYC memberi kekuatan rohani dan semangat baru bagi kami. Mereka bukan hanya penjaga keamanan, tetapi juga sahabat dan saudara yang mau berdoa bersama. Semoga kasih Tuhan melimpah bagi prajurit dan masyarakat di sini,” tuturnya dengan penuh syukur.

Ibadah bersama ini menjadi bukti nyata bahwa prajurit TNI tidak hanya berdiri gagah di garis depan menjaga bangsa, tetapi juga merendahkan hati, menyatu dengan masyarakat, dan menghadirkan damai di Tanah Papua.

Autentikasi: Pen Satgas Pamtas RI-PNG Mobile Yonif 700 Wira Yudha Cakti

Ketahanan Pangan, Satgas Yonif 521/DY Wujudkan Melalui Buka Kebun di Sekitaran Pos Muara Nawa Distrik Airu

JAYAPURA || jejakindonesia.id -- Ketahanan pangan di Papua masih menjadi isu penting akibat rendahnya akses dan belum optimalnya infrastruktur distribusi, terutama di daerah terpencil yang masih mengandalkan transportasi udara. (24 Agustus 2025).

Dalam rangka mewujudkan Ketahanan Pangan dan Kemandirian, Pos Muaranawa membuka lahan yang ada di dalam halaman Pos untuk di jadikan kebun sayur-sayuran untuk mencukupi kebutuhan pangan Pos Muaranawa.

Melihat lahan kosong yang tersedia di sekitaran Pos membuat personel Satgas berinisiatif memanfaatkan lahan kosong di sekitaran Pos untuk di tanami sayur-sayuran untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari personel satgas.

Di pimpin Danpos Muaranawa Letda Inf Andik prasetyo Wibowo personel melaksanakan Program yang di laksanakan ini merupakan salah satu upaya nyata dalam mendukung program pemerintah terkait ketahanan di daerah khususnya di wilayah Papua yang di kenal dengan tantangan geografis dan logistiknya dan menjadi sarana edukasi bagi masyarakat sekitar tentang pentingnya ketahanan pangan dan bercocok tanam.

Komoditi sayuran yang berhasil dipanen kali ini adalah kangkung dan kacang panjang serta masih ada beberapa jenis sayuran lainnya.

“Hasil panen ini tidak hanya dimanfaatkan oleh anggota satgas, tetapi juga didistribusikan kepada masyarakat di sekitar pos Muaranawa sebagai bentuk kepedulian terhadap kesejahteraan warga lokal.

Letkol Inf Rahadyan Surya Murdata, S.E,M.I.P Dansatgas Yonif 521/DY, Ketahanan pangan di Papua melibatkan upaya bersama antara dengan masyarakat lokal untuk meningkatkan kemandirian pangan melalui kegiatan bercocok tanam, pembukaan lahan pertanian, serta pemberian bibit dan pelatihan. Dengan memanfaatkan lahan tidur yang subur, Bertujuan mendukung program pemerintah dan meningkatkan kesejahteraan warga, menanamkan semangat gotong royong, Program ini juga diharapkan dapat berkelanjutan dan menjadi contoh bagi masyarakat setempat dalam memanfaatkan lahan yang ada secara produktif dan menciptakan lumbung pangan di wilayah penugasan.

*"Prajurit Macan Kumbang Berhasil" (Yonif 521/DY)*

Sorotan Pada Oknum Ketua Organisasi Pers Ketika Isi Perut Terancam, Independensi Profesi Pun Tergadaikan

MADURA || jejakindonesia.id - Dunia pers di Kabupaten Pamekasan kembali diguncang oleh dinamika internal yang memantik pertanyaan serius tentang integritas dan independensi profesi jurnalis. Sorotan tertuju pada oknum ketua organisasi pers di Kabupaten Pamekasan Madura, yang secara terbuka mengkritik karya tulis rekan seprofesinya sendiri berjudul 'Di Balik Kemeriahan Acara Sultan Madura, Ada Jeritan Pedagang.

Tulisan tersebut, yang ditulis oleh Halik jurnalis media daring lokal mengangkat suara pedagang kecil yang merasa terpinggirkan dalam hiruk-pikuk acara kemeriahan Sultan Madura.

Di tengah euforia pesta, Halik memilih berdiri di sisi yang sunyi menyuarakan jeritan mereka yang tak terdengar.

Namun, alih-alih mendapat dukungan dari sesama insan pers, Halik justru dihadapkan pada serangan balik dari oknum ketua organisasi pers yang seharusnya menjadi penjaga marwah profesi.

Ironisnya, sosok oknum yang di gambarkan mirip seperti cerita 'Sengkuni' yang pernah 'makan bangku' kuliah itu justru terlihat menggadaikan independensinya demi kenyamanan relasi dan kepentingan tertentu.

Perbedaan sudut pandang ini memicu saling sindir melalui rilis resmi organisasi yang dipimpinnya, memperlihatkan betapa rapuhnya solidaritas profesi ketika idealisme mulai dikompromikan.

Halik dan rekan-rekannya tetap teguh, menjadikan tulisannya sebagai perlawanan sunyi yang bermartabat sebuah sikap yang langka di tengah derasnya arus pragmatisme.

"Sebagai pilar keempat demokrasi, jurnalis seharusnya menjadi penjaga nurani publik, bukan sekadar pengikut arus kekuasaan dan penjaga isi perut pribadi," pungkas Ade. Minggu (24/08/2025).

Namun, di Pamekasan, kebebasan pers tampaknya mulai terbelenggu oleh kepentingan yang tak kasat mata yang bersembunyi di balik simbol dan seremoni.

Ade, sapaan akrab sebagai Ketua Umum Komunitas Jurnalis Jawa Timur yang mengikuti perkembangan kasus ini, menyatakan, “Siapa yang paling dirugikan? Pastinya Masyarakat. Bahkan Sultan pun ikut merugi, karena oknum di sekelilingnya gagal, janjinya menjaga suasana tetap kondusif, malah menambah gaduh.” cetusnya.

Di era digital, satu tulisan bisa menjadi bara yang menyulut kesadaran publik. Meski Halik bersama rekan-rekannya mendapat tekanan dan perundungan dari pihak-pihak yang berlindung di balik ‘Ketiak Sultan’ mereka tetap berdiri tegak, menjaga akurasi dan keberimbangan informasi.

Menulis bukan sekadar menyusun kata, tapi mengukur keberanian dan integritas. Lebih lanjut Ade, menjaga independensi bukan pilihan, melainkan kewajiban moral. Sebab ketika isi perut menjadi alasan untuk membungkam nurani, profesi jurnalis tak lagi menjadi penjaga kebenaran. Melainkan sekadar pelayan kepentingan.

Ade juga menyampaikan kepada masyarakat luas, "dibalik profesi kami, masih ada rekan kami yang punya hati nurani. Untuk menyuarakan kebenaran," Tutupnya.

Sumber Resmi : Divisi Humas KJJT

Alumni Akpol 90 Hadirkan Pasar Murah di Pedurungan, Warga Antusias Nikmati Harga Bersahabat

SEMARANG || jejakindonesia.id - Alumni Akademi Kepolisian (Akpol) angkatan 1990 Batalyon Dhira Brata melanjutkan rangkaian bakti sosialnya dengan menggelar pasar murah di Kecamatan Pedurungan, Kota Semarang, Sabtu (23/8/2025).

Kegiatan ini terselenggara atas kerja sama dengan Bulog untuk membantu masyarakat mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga terjangkau.

Rombongan Wakapolri Komjen Pol Prof. Dr. Dedi Prasetyo, SH, MHum, MSi, MM disambut hangat oleh Karo SDM Polda Jateng Kombes Pol Noviana Tursanurohmad bersama jajaran pejabat utama Polda Jateng. Kehadiran pasar murah tersebut diharapkan meringankan beban warga di tengah harga bahan pokok yang terus meningkat.

Berbagai kebutuhan pangan dijual dengan harga di bawah pasaran, di antaranya 600 kilogram telur Rp23 ribu/kg, 500 kilogram gula pasir Rp15 ribu/kg, 300 kilogram tepung Rp10 ribu/kg, 2.000 liter minyak goreng Rp15 ribu/liter, serta 8 ton beras SPHP dengan harga Rp55 ribu per kantong 5 kilogram.

Bu Anis, warga Kelurahan Palebon, mengaku senang bisa berbelanja di pasar murah tersebut. “Saya beli beras dua kantong, minyak dua liter, dan telur satu kilo. Harganya lebih murah daripada di pasaran, makanya saya langsung datang begitu tahu ada pasar murah di sini,” tuturnya.

Kegiatan ini menjadi wujud nyata kepedulian Alumni Akpol 90 dalam mendukung kebutuhan masyarakat sekaligus mempererat kedekatan antara Polri dan warga.

error: Content is protected !!