Sorry, we're closed Opens Selasa at 9:00 am

Bulan: Agustus 2025

Warga Binaan Lapas Banyuwangi Tetap Dapatkan Pendidikan Meski Sedang Jalani Masa Pidana

BANYUWANGI || jejakindonesia.id – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Banyuwangi terus menunjukkan komitmennya dalam memenuhi hak-hak warga binaannya, salah satunya adalah hak untuk memperoleh pendidikan. Meskipun sedang menjalani masa pidana, para warga binaan tidak terputus aksesnya untuk menimba ilmu dan meningkatkan kualitas diri.

Lapas Banyuwangi secara gencar memberikan berbagai wadah pendidikan. Salah satu program unggulan yang dijalankan adalah Program Kejar Paket, yang mencakup Paket A (setara SD), Paket B (setara SMP), dan Paket C (setara SMA).

Kepala Lapas Kelas IIA Banyuwangi, I Wayan Nurasta Wibawa, melalui pernyataannya, menjelaskan bahwa program Kejar Paket ini bertujuan untuk memberikan kesempatan kedua bagi warga binaan yang sebelumnya tertinggal dalam pendidikan formal.

“Ini adalah upaya kami untuk memulihkan kepercayaan diri mereka dan mempersiapkan bekal agar dapat melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi setelah bebas nanti,” ujarnya, Senin (25/8).

Program pendidikan ini terlaksana berkat kerjasama yang solid antara Lapas Banyuwangi dengan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Banyuwangi. Kolaborasi ini memastikan bahwa kurikulum dan proses belajar mengajar berjalan sesuai dengan standar yang ditetapkan pemerintah.

Namun, yang membedakan program ini tidak hanya fokus pada pendidikan formal saja. Untuk lebih mempersiapkan warga binaan menghadapi dunia kerja, proses pembelajaran juga diselingi dengan pemberian berbagai bekal keterampilan (vocational training).

“Pendekatan ini diharapkan dapat menunjang karir dan membuka peluang yang lebih luas bagi para warga binaan untuk mencari pekerjaan yang halal dan layak setelah mereka kembali ke masyarakat,” ungkap Wayan.

Dengan adanya program ini, Lapas Banyuwangi tidak hanya menjalankan fungsi sebagai tempat pembinaan, tetapi juga sebagai tempat untuk membentuk sumber daya manusia yang lebih berkualitas dan siap untuk berintegrasi kembali dengan masyarakat secara produktif.

SPN Polda Jatim Resmi Tinggalkan Ujian Kertas, Beralih ke Sistem CAT

MOJOKERTO || jejakindonesia.id – Sebanyak 247 Siswa Pendidikan Pembentukan Bintara (Diktukba) Polri T.A. 2025 di Sekolah Polisi Negara (SPN) Polda Jawa Timur (Jatim) mengukir sejarah dengan menjadi angkatan pertama yang melaksanakan ujian mata pelajaran menggunakan sistem Computer Assisted Test (CAT).

Ujian yang digelar serentak di 10 ruang kelas di lingkungan SPN Polda Jatim itu menandai sebuah lompatan besar dalam modernisasi sistem evaluasi di lembaga pendidikan Polri.

Para siswa tidak lagi berhadapan dengan lembaran kertas soal dan jawaban, melainkan gawai pintar (smartphone) masing-masing.

Pagi itu, para siswa mengikuti ujian untuk mata pelajaran komprehensif "Perubahan Mindset dan Culture Set".

Mata pelajaran ini merupakan gabungan dari tiga sub-materi krusial bagi calon anggota Polri, yaitu Neuro Associative Conditioning (NAC), Inter Personal Skill (IPS), dan Asta Cita sebagai pedoman pelaksanaan tugas.

Proses ujian berlangsung efisien dan canggih. Pengawas ujian memasuki ruang kelas dan menampilkan sebuah QR Barcode pada layar proyektor.

Para siswa kemudian serentak memindai kode tersebut menggunakan gawai mereka untuk mengakses naskah soal digital.

Dengan durasi pengerjaan selama 2 Jam Pelajaran atau 90 menit, para siswa dapat fokus menjawab soal-soal yang tersaji di layar gawai mereka.

Kepala SPN Polda Jatim, Kombes Pol Agus Wibowo, S.I.K., menyatakan bahwa inovasi ini merupakan wujud nyata dari komitmen lembaga untuk bertransformasi.

Kombes Pol Agus mengatakan, implementasi ujian berbasis CAT dan paperless ini adalah salah satu keunggulan Lembaga Pendidikan dan Pelatihan (Lemdiklat) Polri dalam mewujudkan visi kampus unggul dan modern.

"Ini sebuah langkah transformatif di SPN Polda Jatim," kata Kombes Pol Agus, Selasa (26/8).

Menurut Kombes Pol Agus Penggunaan sistem CAT bukan sekadar tentang digitalisasi, tetapi ini adalah fondasi untuk menciptakan proses evaluasi yang lebih objektif, transparan, dan efisien.

Ia menambahkan, seiring dengan pesatnya perkembangan teknologi, Polri harus mampu beradaptasi.

"Kita sedang menyiapkan generasi Bhayangkara yang melek teknologi dan siap menghadapi tantangan zaman," terangnya.

Dengan membiasakan siswa pada sistem digital sejak dalam pendidikan, diharapkan para calon Bintara Polri akan menjadi personel yang adaptif dan modern dalam menjalankan tugas pelayanan kepada masyarakat nantinya.

"Penerapan sistem CAT di SPN Polda Jatim sejalan dengan kebutuhan global untuk mempercepat proses evaluasi," tambah Kombes Agus.

Aplikasi ini memungkinkan hasil ujian diolah secara otomatis dan instan, memangkas waktu tunggu yang biasanya diperlukan dalam pemeriksaan manual.

Sistem CAT sendiri merupakan platform ujian berbasis komputer yang tidak hanya menyajikan soal dalam format digital, tetapi juga memiliki sejumlah keunggulan fundamental.

Di antaranya adalah efisiensi waktu, di mana skor atau nilai ujian dapat diterima peserta sesaat setelah ujian berakhir.

Selain itu, sistem ini diyakini mampu meningkatkan keadilan ujian melalui algoritma yang dapat mengacak soal, serta meminimalisir potensi kecurangan berkat sistem pengawasan digital yang lebih ketat.

Fleksibilitas akses melalui berbagai perangkat menjadi nilai tambah yang signifikan untuk perbaikan proses pembelajaran di masa depan.

Langkah yang diambil SPN Polda Jatim ini bukan sekadar inovasi, melainkan sebuah penetapan standar baru bagi lembaga pendidikan Polri, menjadi tolok ukur dalam upaya melahirkan generasi Bhayangkara yang unggul dan modern.

Dukungan Polri pada Program 3 Juta Rumah Subsidi Diganjar Penghargaan dari Menteri PKP

Karawang || jejakindonesia.id - Polri mendapat penghargaan dari Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait. Penghargaan ini diberikan karena Polri dinilai bersinergi dan berkolaborasi secara nyata dengan Kementerian PKP dalam upaya realisasi program 3 Juta Rumah Subsidi.

Penghargaan ini diberikan tepat di Hari Perumahan Nasional ke-75 2025 di Ruang Menteri PKP, Wisma Mandiri, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Senin (25/8/2025). Wakapolri Komjen Dedi Prasetyo hadir mewakili Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dalam acara ini.

Penghargaan dari Kementerian PKP kepada Polri diberikan dalam bentuk piagam. Penghargaan tersebut diserahkan langsung kepada Komjen Dedi oleh Menteri Ara.

"Saat ini telah terbangun sekitar 13.000 rumah subsidi. Dan target pembangunan yakni 16.000 rumah subsidi. Tentunya sesuai petunjuk Bapak Kapolri, bahwa Polri selalu siap mendukung apa yang menjadi kebijakan dan program-program strategis Bapak Presiden," ucap Komjen Dedi.

Bentuk dukungan Polri dalam upaya mewujudkan 3 Juta Rumah Subsidi di antaranya dari sisi pengawasan bersama kejaksaan. Polri juga membangun perumahan subsidi untuk anggota Polri, salah satunya di Karawang Timur, Jawa Barat, yakni Ayyasa Residence; dan perumahan subsidi lainnya di sejumlah provinsi.

Diketahui pada 4 Maret lalu, Jenderal Sigit melakukan groundbreaking serentak program perumahan subsidi bagi anggota Polri dan pegawai negeri sipil Polri. Acara terpusat di Karawang dan dihadiri Menteri Ara serta Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi.

"Alhamdulillah hari ini kita semuanya berkumpul untuk bersama-sama mendukung apa yang menjadi program dan kebijakan Bapak Presiden terkait dengan pembangunan 3 juta rumah," ujar Jenderal Sigit saat itu.

Dalam kesempatan yang sama, Menteri Ara berterima kasih kepada Jenderal Sigit atas dukungannya. Dia mengatakan Pemerintah memberikan karpet merah bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).

"Pertama Pak Kapolri, terima kasih Bapak membantu pekerjaan kami," tutur Ara di lokasi.

Jelang HUT ke-77: Polwan Polresta Malang Kota Gelar Bakti Kesehatan Gratis untuk Lansia

MALANG || jejakindonesia.id – Menyambut Hari Jadi Polwan ke-77 yang jatuh pada 1 September 2025, jajaran Polwan Polresta Malang Kota Polda Jatim bekerja sama dengan Seksi Dokkes menggelar kegiatan bakti kesehatan (bakkes) gratis bagi masyarakat umum, khususnya para lansia.

Polwan senior yang juga menjabat sebagai Kabag SDM Polresta Malang Kota Kompol Sophia Soegestie Mustary SH mengatakan Bakkes Kesehatan Gratis salah satu bentuk bhakti Polwan peduli kesehatan untuk kemanusiaan.

"Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-77 Polwan, "ungkap Kompol Shopie, Senin (25/08).

Ia menegaskan Polwan Polresta Malang Kota Polda Jatim terus berupaya lebih dekat dan bermanfaat, salah satunya dengan memberikan pelayanan kesehatan gratis, sekaligus berbagi semangat sehat ke masyarakat.

Bakkes untuk lansia ini dilaksanakan di Klinik Polresta Malang Kota, Jl. Pahlawan Trip, dengan suasana penuh kekeluargaan dan kepedulian sosial.

Sejak pagi, ruang tunggu klinik Polresta Malang Kota Polda Jatim dipenuhi puluhan peserta yang didominasi oleh warga lanjut usia baik laki-laki maupun perempuan antusias mengikuti rangkaian kegiatan.

Untuk mengawali bakkes peserta terlebih dahulu diajak senam pagi bersama, yang disesuaikan dengan kondisi fisik peserta, sekaligus menjadi bagian dari peringatan HUT ke-80 RI.

Para Polwan yang hadir mendampingi peserta yang mengalami keterbatasan fisik, termasuk mendorong kursi roda bagi penderita stroke, hingga membantu proses pendaftaran dan pemeriksaan medis.

Layanan kesehatan gratis yang diberikan mulai pemeriksaan berat badan, lingkar perut, tensi darah, gula darah, kolesterol, asam urat, darah lengkap, hingga urine lengkap.

Peserta yang membutuhkan juga mendapat terapi obat langsung dari tenaga medis.

Di akhir kegiatan, Polwan senior menyerahkan bingkisan kepada tim medis sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi mereka selama ini yang juga membantu pegabdian kesehatan Polri.

Kompol Sophia menambahkan bakkes sebagai wujud kepedulian Polwan Polresta Malang Kota untuk kesehatan masyarakat, khususnya para lansia.

"Harapan kami, dengan layanan bakkes ini, bisa terus kami berikan untuk masyarakat yang membutuhkan layanan kesehatan, dan para Polwan yang mengedepankan nilai kemanusiaan menjadi inspirasi.” ujar Kompol Sophia.

Sementara salah satu peserta, Ibu Lulik (57) menyampaikan apresiasinyan ke para Polwan Makota melayani dengan ramah dan humanis.

"Saya senang sekali bisa ikut senam dan mendapatkan pemeriksaan kesehatan gratis, mbak polisi cantik-canti ternyata ramah dan peduli terutama ke lansia, matur nuwun mbak-mbak Polwan Polresta Malang Kota,” ucapnya Lulik malu-malu.

Selain kegiatan bakti kesehatan, Polwan Polresta Malang Kota juga menyiapkan sejumlah agenda lain dalam menyongsong hari jadinya.

Beberapa agenda yang sudah dilakukan antara lain bersih-bersih tempat ibadah, seminar edukasi, serta kegiatan sosial kemasyarakatan lainnya.

Seluruh rangkaian tersebut bertujuan memperkuat citra Polwan sebagai pengayom masyarakat yang humanis, inspiratif, dan selalu siap melayani dengan hati.

Dengan semangat memperingati 77 tahun pengabdian Polwan, Polresta Malang Kota Polda Jatim terus komitmen berikan layanan terbaik bagi masyarakat.

Para Srikandi Bhayangkara itu meneguhkan peran Polwan sebagai garda depan kepolisian yang peduli pada kemanusiaan, sekaligus mengaplikasikan "Polri Untuk Masyarakat".

Diduga Alfa Mafia BBM Mempunyai Storan ke APH, Masyarakat Menilai Polres Minahasa Tenggara Bungkam

Minahasa Tenggara, Jejak - Indonesia.id | kegiatan penyalahgunaan bahan bakar BBM jenis solar bersubsidi sangat marak di wilayah Minahasa Tenggara (Mitra),ada salah satu lokasi diduga gudang penimbunan BBM ilegal milik dari mafia berinisial A alias Alfa yang kebal hukum.26 Agustus 2025

Hasil pantauan investigasi awak media lokasi gudang penimbunan BBM milik dari Alfa terpantau ada beberapa mobil-mobil tab yang sedang melakukan aktivitas tanpa tersentuh oleh hukum dari pihak Polres Minahasa Tenggara.Diduga Aparat Penegak Hukum (APH),hanya diam atau tutup mata dengan adanya aktivitas tersebut.

Gudang yang diduga menjadi sarang mafia BBM ini berlokasi di Jalan Ratahan-Kotamobagu Kecamatan Belang, Kabupaten Minahasa Tenggara (Mitra). Warga sekitar mengungkapkan bahwa gudang ini telah beroperasi dalam waktu yang lama, namun tidak pernah ada tindakan hukum yang tegas.

Informasi yang beredar menyebutkan bahwa otak di balik bisnis haram ini adalah Alfa alias atau biasa di panggil bos Alfa seorang mafia BBM yang disebut-sebut kebal hukum. Diduga ada keterlibatan aparat penegak hukum (APH) semakin kuat setelah muncul kabar bahwa Alfa diduga mempunyai storan ("memberikan upeti "),kepada oknum tertentu agar operasinya tetap berjalan lancar tanpa gangguan dari siapa pun.

Seorang warga yang tinggal di dekat lokasi gudang mengungkapkan, "Alfa ini sudah lama menjalankan bisnis haramnya. Semua orang tahu, tapi anehnya tidak ada yang berani bertindak. Kalau rakyat kecil salah sedikit langsung diproses, tapi kalau mafia besar seperti ini, aman-aman saja.

Apa karena ada setoran ke aparat?"Aktivitas penimbunan BBM ilegal ini diduga sudah berlangsung selama bertahun-tahun. Namun, hingga kini tidak ada tindakan tegas dari aparat penegak hukum. Masyarakat mempertanyakan, apakah hukum hanya tajam ke bawah dan tumpul ke atas.

Kami masyarakat menantang kepada Kapolda Sulut untuk mengambil tindakan tegas terhadap mafia berinisial A alias Alfa ini, yang sudah terang-terangan melakukan pelanggaran maka dari itu Tangkap dan Proses Secara hukum yang berlaku.Tegas Masyarakat

Tim Investigasi.

error: Content is protected !!