BADUNG || Jejak-indonesia.id – Seorang warga negara asing (WNA) asal Malaysia berinisial RSG (20) ditemukan meninggal dunia di sebuah kamar penginapan The Nomad, Banjar Umabuluh, Desa Canggu, Kecamatan Kuta Utara, Kabupaten Badung, Kamis (16/7/2026) malam sekitar pukul 22.10 WITA.
Peristiwa tersebut kini masih dalam penanganan aparat kepolisian. Tim dari Polres Badung bersama Polsek Kuta Utara telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), pemeriksaan sejumlah saksi, serta berkoordinasi dengan keluarga korban dan Kedutaan Besar Malaysia guna proses penanganan lebih lanjut.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, korban terakhir kali terlihat memasuki kamar nomor P-106 pada Kamis dini hari sekitar pukul 00.00 WITA. Saat itu, korban disebut berada dalam kondisi normal dan tidak memperlihatkan perilaku yang mencurigakan.
Kecurigaan muncul setelah keluarga korban di Malaysia kehilangan kontak. Orang tua korban yang sebelumnya masih berkomunikasi melalui aplikasi WhatsApp tidak lagi mendapatkan balasan hingga sore hari. Karena khawatir, keluarga kemudian menghubungi pihak resepsionis penginapan untuk memastikan kondisi anaknya.
Menindaklanjuti permintaan tersebut, pihak penginapan bersama petugas keamanan dan seorang rekan korban melakukan pengecekan ke kamar. Namun, pintu kamar diketahui terkunci dari dalam menggunakan sistem double lock.
Setelah beberapa kali mengetuk pintu tanpa memperoleh respons, pihak pengelola terlebih dahulu meminta persetujuan keluarga korban sebelum membuka paksa kamar sesuai prosedur operasional yang berlaku. Setelah pintu berhasil dibuka, korban ditemukan telah meninggal dunia di dalam kamar mandi.
Petugas kepolisian yang tiba di lokasi segera melakukan olah TKP, memasang garis polisi, mengumpulkan barang bukti, serta meminta keterangan dari sejumlah saksi.
Dari hasil pemeriksaan di lokasi, polisi menemukan beberapa barang elektronik milik korban, di antaranya sebuah telepon seluler iPhone, satu telepon Android, sebuah iPad, charger, serta AirPods yang kemudian diamankan sebagai barang bukti untuk kepentingan penyelidikan.
Selain itu, di dalam kamar juga ditemukan sejumlah obat-obatan yang disertai dokumen pemeriksaan dari sebuah klinik kesehatan jiwa di Denpasar. Informasi tersebut menjadi salah satu aspek yang sedang didalami penyidik melalui koordinasi dengan fasilitas kesehatan terkait.
Jenazah korban selanjutnya dievakuasi menggunakan kendaraan BPBD Kabupaten Badung menuju RSUP Prof. Dr. I.G.N.G. Ngoerah, Denpasar, untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut sesuai prosedur.
Kapolres Badung AKBP Joseph Edward Purba, S.H., S.I.K., M.H. melalui laporan resminya menyampaikan bahwa hingga saat ini kepolisian masih melakukan pendalaman terhadap seluruh fakta dan keterangan saksi guna memastikan rangkaian peristiwa secara utuh.
Polisi juga akan berkoordinasi dengan pihak keluarga korban, Kedutaan Besar Malaysia, serta instansi terkait untuk proses administrasi dan penanganan selanjutnya.
Pihak kepolisian mengimbau masyarakat untuk tidak berspekulasi mengenai penyebab pasti kematian korban sebelum seluruh proses penyelidikan dan pemeriksaan selesai dilakukan. Hasil resmi nantinya akan disampaikan berdasarkan fakta penyidikan dan pemeriksaan medis yang berwenang.
Kasus tersebut hingga kini masih dalam penanganan Polres Badung dan Polsek Kuta Utara.
