Warkop BTR Jadi Idola Para Kawula Muda Dan Para Pencinta Kopi Di Kota Situbondo

SITUBONDO || Jejak-indonesia.id – Saat sekarang banyak juga anak-anak muda yang lebih memilih ngopi di pinggir jalan dibanding kafe. Di Kota Situbondo banyak tempat ngopi yang memang sengaja buka di pinggir jalan dengan tempat duduk lesehan atau pun duduk di kursi kecil. Seperti Warung Kopi Bhineka Tunggal Rasa (Warkop BTR) yang terletak di utara jalan depan Pasar Senggol, yang masuk lokasi Kelurahan Mimbaan, Kecamatan Panji, Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, Kamis malam (19/3/2026).

Warkop BTR ini pemiliknya bernama Ulva, warga Kelurahan Ardirejo, yang mulai membuka warkop ini sekitar tahun 2024. Jadi tak perlu tempat mewah dan mahal untuk merasakan seteguk kopi di waktu pagi, siang, sore, atau malam. Tempat ngopi pinggir jalan ini buka 24 jam nonstop.

Menurut salah satu pengunjung warkop Prakoso Sukarno yang akrab disapa Pras yang juga sebagai Pimpin Radio Mutiara FM yang ada di Kota Situbondo, yang sempat di wawancarai oleh Media Jejak Indonesia.

“Kami sangat mendukung sekali dengan adanya warkop BTR yang juga merupakan UMKM. Disini sangat murah sekali bagi kalangan bawah walaupun yang singgah di warkop BTR ini bukan hanya kalangan bawah saja, hal ini harus didukung untuk menciptakan tempat tongkrongan yang sangat enjoy dan nyaman seperti warkop BTR ini,” ucapnya.

Warkop ini buka setiap hari dan 24 jam. Menu-menu yang ada di warkop ini sangat umum dan sederhana seperti Kopi Susu, Kopi Hitam, Teh dan makanannya Lalapan Telur, Lalapan Tahu Tempe, nasi Pecel, nasi Karak, Tahu Campur. Semua ini dengan harga-harga yang sangat murah.Hal ini menjadi salah satu tempat ngopi yang selalu dikunjungi oleh para anak muda. Dan juga dilengkapi dengan adanya fasilitas karaoke dan tempatnya sangat terang.

Lebih lanjut menurut Prakoso Sukarno bahwa warkop BTR ini juga menjadi tempat persinggahan anak-anak muda untuk ngopi santai bersama teman. Nuansa yang enjoy dan nyaman tempat ini membuat para konsumen atau pengunjung yang datang sangat menikmati secangkir kopinya dan hangatnya obrolan bersama teman.

“Dan saya berharap kepada pemerintah daerah agar ada penataan serta memberikan ruang dan memfasilitasi bagi pengusaha kecil yang ada seperti ini, itu harapan saya,” pungkas Prakoso Sukarno dengan wajah tersenyum santai. (wan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *