Singojuruh Kelangkaan LPG Tabung 3 Kg di Masyarakat, Sinyal SATGAS PANGAN Pemerintah Kab.Banyuwangi kecolongan.”Seperti Ayam Yang Mati DiLumbung Padi”

BANYUWANGI || Jejak-indonesia.id – Kelangkaan LPG tabung isi 3 kg diseputar wilayah kec.Singojuruh, sangat diresahkan hampir semua kebanyakan masyarakat diwilayah Kec.Singojuruh dan sekitarnya.
Aneh sekali…3 SPBE tidak mampu mengkaver terkait kebutuhan tabung gas elpiji 3 kg.sehingga menimbulkan kegelisahan dan keresahan sebagian besar masyarakat terutama para ibu-ibu karena langkanya dan adanya perbedaan selisih harga jual yang cukup variatif pada setiap toko toko pengecer.

Hal ini membuat Dendy Eka Wardana SH, selaku Sekjen FSB(Forum Singojuruh Bersatu) tergugah untuk menulusuri kelangkaan LPG 3 kg tersebut dibeberapa toko toko pengecer dan Agen PENYALUR untuk mengetahui penyebab terjadinya kelangkaan dan perbedaan harga jual oleh masing-masing toko tersebut.

Dalam penelusuran ditemukan beberapa faktor dan fakta nyata . Fakta tersebut ada toko pengecer yang menjual harga per/ tabung LPG.3 kg dengan harga Rp.25.000. dan itupun langka stok barangnya, seperti yang diungkap oleh salah satu toko pengecer yang berada didesa padang- singojuruh, yang keberatan disebut namanya dan nama tokonya. Dalam keterangannya pihaknya menjual dengan harga Rp.25.000 mendapat keuntungan Rp.2000,-/tabung tegasnya. Hal ini tentu jelas menggambarkan bahwa dirinya mendapat pasokan dari “Pangkalan” dengan harga Per/ tabung isi 3 kg dengan harga Rp.23.000,-….???

Hal ini juga dikuatkan oleh salah satu toko pengecer yang berhasil kami konfirmasi ,yang mana menjual dengan harga yang masih dalam batas normal yakni Rp.20.000/ tabung 3 kg. Namun lagi lagi fakta yang disampaikan ke toko pengecer ini hanyalah kelangkaan stok barangnya. Ungkap mereka.

Penelusuran tidak hanya sampai disini, terungkap fakta salah satunya pada “SUB PENYALUR LPG.3 kg milik Susilowati yang beralamat di PERUM.Sobo Indah Blok J 13 tetap menjual dengan harga Rp.18.000/tabung kepada para pelanggan tetepnya.

Hasil data yang berhasil kami kumpulkan tetap menimbulkan tanda tanya besar, karena kenyataan yang banyak kami temui dilapangan masyarakat sangat sangat mengeluhkan fenomena ini, disaat menjelang perayaan hari Raya Idul Fitri yang tinggal beberapa hari lagi masyarakat dihadapkan oleh kenyataan yang cukup membebani, sebagaimana keluhan kebanyakan ibu ibu yang mengeluhkan lonjakan harga sembako yang mengalami kenaikan ditambah kelangkaan LPG tersebut.

Fenomena harga yang mayoritas dijual oleh pengecer diatas harga Normal mulai harga Rp.25.000 hingga ada yang menjual dengan harga Rp.35.000/ tabung disejumlah wilayah Kec. Srono, Kec Muncar dan Kec. Genteng. Hal ini menggambarkan seolah langkah pemerintah kab. Banyuwangi hingga menekan harga dengan membuka bazar pasar murah terkait LPG yang dijual dengan harga Rp.18.000/tabungnya, alhasil belum berhasil secara maksimal dalam mengatasi persoalan yang hampir rutin di tiap tiap momentum hari hari besar seperti Menjelang hari Raya Idul Fitri sekarang ini.

Menyikapi persoalan tersebut dengan berdasar fakta dan data dilapangan maka kuat diduga dan diindikasi semua ini ada permainan dari tingkat Agen LPG kah..? atau dari Pangkalan LPG kah…? Maka jika ini benar terjadi demikian maka jelas SATGAS PANGAN Pemkab Banyuwangi saya anggap kecolongan dalam pengawasan tegas Miftahul pada awak media.

Maka dirinya berharap SATGAS PANGAN harus segera mengambil langkah tegas mengatasi persoalan yang pelik dimasyarakat saat ini terlebih Idul Fitri tinggal beberapa hari lagi.

Lebih lanjut dirinya berharap SATGAS PANGAN jika sudah menemukan fakta dan data dilapangan diharapkan juga dipublikasikan lewat Media agar masyarakat bisa mengetahui hasil yang diharapkan dalam menindak tegas oknum yang bermain hingga menimbulkan keresahan pada masyarakat khususnya yang ada di wilayah singojuruh, Pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *