FAKFAK || Jejak-indonesia.id – Satuan Tugas Wilayah (Satgaswil) Papua Barat Densus 88 Anti Teror Polri menggelar sosialisasi intensif bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Fakfak, Selasa (31/3/2026). Kegiatan yang berlangsung di Aula Kantor Kemenag Fakfak ini berfokus pada pencegahan paham Intoleran, Radikal, dan Terorisme (IRET).
Hadir langsung sebagai narasumber, Kepala Satgaswil Papua Barat, Kombes Pol. Gede Suardana, S.Pd., M.M. Dalam paparannya, ia menekankan bahwa ASN harus menjadi garda terdepan dalam menjaga stabilitas ideologi bangsa. Menurutnya, deteksi dini terhadap potensi penyebaran paham radikal, baik di lingkungan kerja maupun ruang digital, menjadi kunci utama pencegahan.
“ASN memiliki peran strategis untuk menyampaikan narasi moderasi beragama serta memperkuat persatuan. Kolaborasi lintas sektor sangat diperlukan untuk membangun ketahanan ideologi yang kuat di wilayah Fakfak,” ujar Kombes Pol. Gede Suardana.
Kegiatan yang diikuti oleh sekitar 60 peserta ini merupakan bentuk Kerja Sama (KERMA) nyata antara Densus 88 AT Polri dengan Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Fakfak. Selain sosialisasi, Satgaswil Papua Barat juga melakukan koordinasi strategis dengan Kabid Kewaspadaan Nasional dan Penanganan Konflik Kabupaten Fakfak untuk menyamakan persepsi dalam memetakan potensi kerawanan wilayah.
Melalui diskusi interaktif, para peserta diajak untuk lebih waspada terhadap propaganda negatif dan berkomitmen menangkal penyebaran paham IRET di lingkungan kerja masing-masing.
Sebagai rencana tindak lanjut, Satgaswil Papua Barat berkomitmen untuk melaksanakan sosialisasi berkala kepada masyarakat luas, memperkuat koordinasi antarinstansi, serta mengoptimalkan media digital sebagai sarana penyebaran konten positif dan kontra-narasi terhadap paham radikalisme demi menjaga kondusivitas di Kabupaten Fakfak.