TANGERANG || Jejak-indonesia.id – Proyek jalan Hotmik di Gang H. Ruyani RT 02/02, Suka Bakti, kecamatan Curug, kabupaten Tangerang, dengan dana APBD Kabupaten Tangerang, diduga diabaikan mutu dan kualitasnya. Pengerjaan dilakukan saat hujan masih turun, membuat aspal tidak menempel dan mudah terkelupas.
A.jaeni(Jack) ketua PAC kecamatan Curug LSM Harimau menemukan bahwa Vaving block tidak dibongkar terlebih dahulu, mengurangi volume dan ketebalan Hotmik. Pengawas dari kecamatan terkesan masa bodo dan lalai melakukan pembiaran.
Pengerjaan jalan Hotmik saat hujan dapat menyebabkan aspal tidak maksimal, tidak menempel, dan mudah rusak. Air hujan juga membahayakan stabilitas lapisan tanah, membuat tanah lunak dan kualitas aspal menurun.
A.jaeni(jack) desak intansi terkait, inspektorat, dan BPK melakukan audit mendalam terhadap proyek ini. “Kami ingin proyek ini diperbaiki sesuai spesifikasi dan mutu yang baik,” tegas A.jaeni( jack ).
Proyek ini harus dipertanggungjawabkan dan dijamin kualitasnya. Masyarakat berhak mendapatkan infrastruktur yang berkualitas dan aman.
Inspektorat dan BPK harus segera melakukan audit dan evaluasi terhadap proyek ini. Jika terbukti ada kelalaian, pihak terkait harus diberi sanksi tegas.
Kualitas jalan Hotmik harus diutamakan, bukan hanya sekedar menyelesaikan proyek. Masyarakat Curug berhak mendapatkan jalan yang aman dan nyaman.
(Team)