SORONG || Jejak-indonesia.id – Suasana khidmat bercampur haru menyelimuti Markas Kepolisian Daerah (Mapolda) Papua Barat Daya pada Selasa (7/7/2026) pagi. Kedatangan Kapolda Papua Barat Daya yang baru, Brigjen Pol. Yulius Audie Sonny Latuheru, bersama Ketua Bhayangkari Daerah Papua Barat Daya, Ny. Loury Latuheru, disambut dengan penuh kehormatan melalui tradisi adat lokal.
Langkah kaki Brigjen Pol. Yulius Audie Sonny Latuheru yang didampingi Wakapolda Brigjen Pol. Semmy Ronny Thabaa langsung disambut hangat dengan prosesi pemasangan kain adat suku Moi dan mahkota kasuari. Penghormatan budaya ini menjadi simbol sakral diterimanya sang jenderal sebagai bagian dari keluarga besar masyarakat Papua Barat Daya. Jajaran Pejabat Utama (PJU), Kapolres, dan Kapolresta didampingi Bhayangkari juga tampak hadir menyambut kedatangan sang kapolda.
Tak hanya kental dengan nuansa budaya, Mapolda juga bergemuruh lewat tradisi jajar kehormatan oleh barisan personel. Suasana semakin megah dan bergetar saat jajaran perwira melakukan tradisi pedang pora, mengiringi alunan langkah tegap Kapolda Papua Barat Daya.
Di ujung barisan pedang pora, telah menanti Kapolda Papua Barat Daya terdahulu, Brigjen Pol. Gatot Haribowo, S.I.K., M.A.P., didampingi Ketua Bhayangkari Ny. Nike Gatot Haribowo, yang menyambut suksesornya dengan senyum kehangatan.
Setelah rangkaian tradisi penyambutan selesai, Kapolda Papua Barat Daya dijadwalkan langsung memimpin sejumlah agenda penting. Salah satunya adalah upacara penyerahan Pataka polda sebagai penanda resmi estafet kepemimpinan demi melanjutkan program-program strategis yang telah dirintis oleh pendahulunya.
Momen pergantian tongkat estafet ini menandai babak baru kepemimpinan kepolisian di provinsi termuda Indonesia tersebut. Kepemimpinan baru ini membawa komitmen besar untuk melanjutkan sekaligus meningkatkan berbagai program kerja yang telah dirintis oleh pendahulunya.
Sebagai pelengkap momentum bersejarah ini, Polda Papua Barat Daya juga menggelar tradisi pelepasan bagi Brigjen Pol. Gatot Haribowo yang memasuki masa purna bakti. Upacara pelepasan tersebut menjadi bentuk penghormatan tertinggi atas segala dedikasi, loyalitas, dan pengabdian terbaiknya selama memimpin Polda Papua Barat Daya.
