BANYUWANGI || jejakindonesia.id – Pemerintah Desa (Pemdes) Bagorejo menunjukkan respons cepat dan sigap dalam menangani dampak kebakaran yang menimpa salah seorang warganya. Kebakaran yang diduga disebabkan oleh seorang warga dengan gangguan jiwa (ODGJ) ini mendorong Pemdes Bagorejo untuk segera memberikan bantuan kepada korban.
Kepala Desa Bagorejo, Sutarji, menjelaskan bahwa peristiwa kebakaran terjadi pada 27 Oktober 2025. “Diduga kuat, kebakaran ini disebabkan oleh warga kami yang mengalami gangguan jiwa,” ungkapnya pada Rabu: 05 November 2025.
Lebih lanjut, Sutarji menambahkan bahwa pelaku saat ini sedang menjalani perawatan intensif di rumah sakit jiwa di daerah Licin.
Sebagai wujud tanggap darurat, Pemdes Bagorejo bergerak cepat melakukan pendataan kerusakan dan menyiapkan bantuan material yang diperlukan. “Prioritas utama kami adalah memperbaiki atap rumah yang terbakar agar warga dapat kembali beraktivitas dengan nyaman,” tegas Sutarji.
Sutarji juga menjelaskan bahwa pihaknya akan segera melakukan pengecekan lokasi secara detail untuk memastikan kebutuhan material yang tepat. Pemdes Bagorejo telah menyiapkan bahan-bahan bangunan seperti kayu dan genting. Menariknya, sebagian material yang digunakan memanfaatkan bahan bekas yang masih layak dari bangunan yang sedang direhabilitasi. Langkah ini menunjukkan efisiensi dan optimalisasi sumber daya lokal dalam membantu warga yang membutuhkan.
Dengan tindakan responsif ini, Pemdes Bagorejo membuktikan komitmennya dalam memberikan bantuan kepada warga yang terkena musibah. Upaya pemulihan kondisi rumah warga dilakukan secepat mungkin untuk meringankan beban dan mempercepat proses pemulihan. Tindakan cepat Pemdes Bagorejo ini diharapkan dapat menjadi contoh bagi daerah lain dalam penanganan bencana dan bantuan kepada warga yang membutuhkan.