Sorry, we're closed Opens Rabu at 9:00 am

PW FRN DPC Banyuwangi Mengecam Keras Intimidasi terhadap Jurnalis Radar Situbondo

Banyuwangi, Jejak - Indonesia.id | 5 Agustus 2025, PW Fast Respon (FRN) DPC Banyuwangi menyatakan sikap mengecam keras tindakan intimidasi dan kekerasan yang dialami oleh jurnalis Radar Situbondo, Humaidi, saat melaksanakan tugas peliputan pada kegiatan unjuk rasa LSM di Alun-Alun Situbondo, Kamis, 31 Juli 2025.

Insiden tersebut terjadi ketika Bupati Situbondo, Yusuf Rio Wahyu Prayogo, hadir dan berdialog dengan massa aksi. Dalam proses peliputan, saudara Humaidi mengajukan pertanyaan konfirmasi, namun justru mendapatkan respon berupa bentakan, upaya perampasan alat kerja, hingga kekerasan fisik oleh oknum yang diduga orang dekat bupati.

Tindakan tersebut merupakan bentuk nyata intimidasi terhadap jurnalis dan pelanggaran terhadap kemerdekaan pers, sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.

PW FRN DPC Banyuwangi Menyatakan:

1. Mengutuk keras segala bentuk intimidasi dan kekerasan terhadap jurnalis yang sedang menjalankan tugas peliputan di lapangan.

2. Mendukung penuh langkah hukum yang diambil saudara Humaidi untuk melaporkan kejadian ini ke Polres Situbondo.

3. Mendesak Kapolres Situbondo untuk mengusut tuntas kasus ini secara profesional, objektif, dan transparan.

4. Mendorong Bupati Situbondo untuk memberikan klarifikasi terbuka dan menyampaikan permintaan maaf atas kejadian yang mencederai nilai demokrasi ini.

5. Mengajak seluruh komunitas pers, organisasi wartawan, dan masyarakat sipil untuk bersatu menjaga marwah kebebasan pers dan menolak segala bentuk kekerasan terhadap wartawan.

Lebih lanjut, PW FRN DPC Banyuwangi akan terus mengawal proses ini dan menyerukan kepada seluruh anggota untuk tetap solid, menjaga independensi, serta tidak gentar dalam menyuarakan kebenaran dan kepentingan publik.

Sumber: PW FAST RESPON NUSANTARA DPC BANYUWANGI
Agus Samiaji
Ketua DPC

Sama-Sama Peduli Lingkungan, PIJAR Siap Untuk Berkolaborasi Dengan Masyarakat Ring Satu

Banyuwangi, Jejak - Indonesia.id | Tambang emas di gunung tumpang pitu, Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran yang di kelola oleh PT Bumi Suksesindo (BSI) selalu menjadi perbincangan hangat dan menarik di kalangan publik. Setelah viral di Media Sosial (MEDSOS) aktivitas blasting (peledakan) yang merusak lingkungan, kemudian muncul di pemberitaan media jika masyarakat ring satu tambang emas membuat gerakan.

Beberapa hari yang lalu (23/07), puluhan pemuda Desa Kandangan dan Desa Sarongan, Kecamatan Pesanggaran, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, menolak aktivitas pertambangan mineral di wilayahnya. Aksi penolakan tersebut dilakukan dengan memasang spanduk di titik-titik strategis dan menggelar orasi di dua titik. Di antaranya yakni Jalan Simpang Tiga Patung Gandrung Sumber Bopong dan Jembatan Pelangi Poncomoyo.

Pemuda KANSA (Kandangan-Sarongan) Peduli Lingkungan menyatakan jika gerakan pemuda desa ini dalam rangka menyelamatkan lingkungan desanya. Mereka tidak ingin Desa Kandangan dan Desa Sarongan yang merupakan warga tepian hutan akan mengalami nasib seperti Gunung Tumpang Pitu di Desa Sumberagung yang ditambang PT BSI.

Berkenan dengan hal tersebut, Lembaga Diskusi Kajian Sosial (LDKS) Pilar Jaringan Aspirasi Rakyat (PIJAR) mendesak Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Banyuwangi untuk segera menjadwalkan permohonan hearing yang mereka ajukan. Sekedar informasi, organisasi yang dipimpin oleh Bondan Madani ini telah mengajukan permohonan hearing kepada DPRD pada hari Senin (21/7).

"Video amatir kegiatan peledakan di gunung tumpang pitu telah berkali-kali viral di media sosial, kemudian adanya reaksi keras dari anggota dewan, dan muncul gerakan dari pemuda Kandangan dan Sarongan yang menolak aktivitas pertambangan sampai memasang banner. Jadi, tidak ada alasan lagi bagi DPRD Banyuwangi untuk tidak menjadwalkan hearing dengan mengundanghadirkan PT BSI," Ucap Bondan, ketika dilansir oleh awak media, Selasa 05 Agustus 2025.

Bondan menceritakan, jika dirinya kemarin dihubungi oleh masyarakat yang ada ring satu tambang emas melalui aplikasi messenger. Setelah berkomunikasi dan bertukar nomor WhatsApp, pihaknya diundang untuk datang ke selatan (Wilayah Pesanggaran) guna membahas langkah-langkah kedepan. Karena menurutnya, gerakan mengkritisi aktivitas tambang emas perlu dukungan dari elemen masyarakat yang berada di sana.

"Melalui via online kami sudah berbicara banyak, tinggal diagendakan kapan untuk ketemu darat. Namun hasil dari komunikasi itu, terjadi kesepahaman jika kami dan mereka harus melakukan aksi bersama di tempat yang berbeda. Kami mendesak DPRD agar segera menjadwalkan hearing di kota, dan pemuda ring satu melakukan aksi penolakan disana dengan waktu yang bersamaan," Ujarnya.

Lebih lanjut Bondan menjelaskan, jika hari ini di MEDSOS dihebohkan dengan bendera One Piece. Dan oleh karena itu, ketika melakukan aksi seyogyanya menggunakan bendera tersebut. Karena menurutnya, bendera milik kru bajak laut Topi Jerami yang dipimpin oleh karakter utama animasi Monkey D. Luffy merupakan simbol perlawanan masyarakat terhadap tambang emas gunung tumpang pitu.

"Rencananya hari senin depan kami melakukan demonstrasi di gedung DPRD mendesak agar hearing yang kami ajukan segera dijadwalkan. Dan ketika kami aksi dikota, teman-teman ring satu juga melakukan aksi juga di sana menolak aktivitas pertambangan di desanya. Maka, kami juga memohon support dari teman-teman media untuk follow up kegiatan yang dilaksanakan bersama di tempat yang berbeda," Pungkasnya. (red)

Si Kembar, Petinju Cilik Akan Ramaikan Kejuaraan Tinju Amatir se Jawa Bali di Banyuwangi

Banyuwangi, Jejak - Indonesia.id | Si kembar Sadewa dan Nakula sosok petinju cilik putra asli daerah desa Ketapang yang masih duduk di TK ini akan ikuti event tinju amatir se Jawa Bali, pada 9 - 10 Agustus 2025 mendatang

Sadewa dan Nakula sekolah di TK AL-Hikmah Ketapang, kedua bocah ini adalah bibit bibit unggulan yang akan mau di event tinju amatir yang di ikuti 17 Kabupaten.

Event kejuaran tinju biasa diselenggarakan tiap tahunnya, namun sudah lama fakum, dan kini 4 tahun terdiam, akan kembali lagi pencarian bibit - bibit tinju profesional.

Provinsi Bali, diwakali Denpasar, Badung, Jembrana dan Buleleng Singaraja.

"si Kembar Nakula dan Sadewa sosok bocah cilik didikan mantan petinju senior Joko Misbono atau Joko Laras sang legendaris yang memenangkan kejuaraan pada tahun 2001.

Joko, saat di temui awak media mengatakan ingin mengembangkan bibit pemula lagi di Banyuwangi, khususnya di desa Ketapang, agar Generasi muda bisa membangun olahraga yang positif daripada bergaul dalam gangster hingga melakukan hal-hal yang negatif, seperti bertengkar di jalanan, dan lain-lain,"ucapnya.

Allhamdulilkah Nakula dan Sadewa mendapat dukungan dari kedua Orang tuanya. Agar menjadi sosok anak yang mandiri dan bisa membanggakan serta mengharumkan nama banyuwangi khususnya desa Ketapang, "pungkas Joko Laras.

 

Tanamkan Cinta Tanah Air Polres Pelabuhan Tanjungperak Ajak Kibarkan Bendera Merah Putih Sambut Hari Kemerdekaan RI ke -80

TANJUNGPERAK || jejakindonesia.id - Dalam suasana menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia, Satlantas Polres Pelabuhan Tanjung Perak Polda Jatim menggelar kegiatan sosialisasi dan himbauan keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas (Kamseltibcarlantas) yang dibalut dengan semangat nasionalisme.

Bertempat di buffer area parkir Jalan Perak Barat, Tanjung Perak, Surabaya, pada Senin (4/8/2025), sejumlah pengemudi truk angkutan barang diajak untuk menunjukkan rasa cinta tanah air melalui tindakan nyata di jalan raya.

Kasat Lantas Polres Pelabuhan Tanjung Perak, AKP Imam Saifudin Rodji, bersama jajaran pejabat utama (PJU) dan anggota Satlantas, turun langsung untuk berdialog dengan para pengemudi.

Dalam arahannya, AKP Imam mengajak seluruh pengemudi dan pemilik kendaraan untuk turut serta memeriahkan hari kemerdekaan dengan memasang atribut seperti bendera Merah Putih pada kendaraan mereka.

"Pemasangan atribut ini harus dilakukan secara tertib, aman, dan yang terpenting tidak mengganggu konsentrasi serta keselamatan berkendara," tegas AKP Imam .

Ia menekankan bahwa semangat patriotisme harus sejalan dengan tanggung jawab untuk menjaga keselamatan diri sendiri dan pengguna jalan lainnya.

Untuk membangkitkan kebanggaan profesi dan kecintaan pada negara, Satlantas Polres Pelabuhan Tanjung Perak juga menggaungkan slogan khusus bagi para pengemudi 'Bangga Jadi Sopir Truk, Cinta Tanah Air, Tertib Berlalu Lintas'.

"Slogan ini diharapkan dapat menjadi pengingat bagi para pejuang jalanan untuk senantiasa menjaga ketertiban dan mencintai pekerjaan mereka,"ungkap AKP Imam.

Lebih dari sekadar simbol, kegiatan ini juga menekankan pentingnya perilaku yang mencerminkan jiwa kebangsaan.

Para pengemudi diimbau untuk menjaga kebersihan dan kerapian kendaraan sebagai salah satu bentuk penghormatan terhadap perjuangan para pahlawan.

"Semangat nasionalisme dan persatuan dapat kita tumbuhkan dengan hal-hal sederhana di jalan, seperti menjaga sikap sopan santun, menghormati sesama pengguna jalan, serta mentaati seluruh aturan lalu lintas yang berlaku," tambah Kasat Lantas.

Dalam kesempatan tersebut, AKP Imam juga mengingatkan agar tidak menggunakan atribut yang berpotensi menimbulkan risiko kecelakaan, seperti hiasan yang menjuntai dan dapat mengganggu pandangan atau tersangkut pada kendaraan lain.

"Mari kita tunjukkan rasa cinta tanah air kita, tidak hanya dengan simbol, tetapi juga dengan perilaku di jalan raya yang mencerminkan jiwa patriotisme dan kedewasaan kita dalam berbangsa," tutupnya.

Workshop dan Kampanye “Rise and Speak” di Hong Kong: Polri Tegaskan Komitmen Lindungi PMI dari Ancaman TPPO dan TPKS

Hong Kong — Direktorat Tindak Pidana Pelindungan Perempuan dan Anak serta Pemberantasan Perdagangan Orang (Dittipid PPA dan PPO) Bareskrim Polri menggelar kegiatan workshop dan kampanye "Rise and Speak" bertajuk "Berani Bicara, Selamatkan Sesama" di Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Hong Kong pada Senin (4/8). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya proaktif Polri dalam memperkuat kerja sama internasional dan perlindungan terhadap Pekerja Migran Indonesia (PMI), khususnya dari ancaman Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) dan Kekerasan Seksual (TPKS).

Acara ini dihadiri oleh sejumlah pejabat penting, termasuk Dir PPA PPO Bareskrim Polri Brigjen. Pol. Dr. Nurul Azizah, perwakilan Konjen RI Hong Kong Baskara Pradipta, serta jajaran kepolisian dari Polda Sumatera Utara dan perwakilan Satgas Perlindungan WNI.

Dalam sambutannya, Kepala Kanselerai KJRI Hong Kong Baskara Pradipta menyampaikan data kejahatan seksual yang terjadi di Hong Kong selama tahun 2025, yakni sebanyak 13 kasus pemerkosaan dan 255 kasus pelecehan seksual. Ia menekankan bahwa isu TPKS dan TPPO bukan hanya persoalan hukum, tetapi juga persoalan keadilan, kemanusiaan, dan empati.

“TPPO bukan sekadar pelanggaran hukum biasa, tetapi kejahatan lintas negara yang memanfaatkan kerentanan manusia untuk eksploitasi. Oleh karena itu, kami menyambut baik kehadiran tim dari Polri yang menunjukkan komitmen kuat terhadap perlindungan WNI di luar negeri,” ujar Baskara.

Sementara itu, Brigjen. Pol. Dr. Nurul Azizah dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ini bukan sekadar kunjungan, melainkan bagian dari misi kemanusiaan dan wujud nyata kepedulian Polri terhadap para PMI di luar negeri.

“Kami hadir di sini untuk mendengarkan langsung suara para PMI, memahami tantangan yang mereka hadapi, dan mencari solusi bersama. Polri menggagas kampanye ‘Rise and Speak’ untuk mendorong keberanian para korban atau saksi kekerasan agar tidak diam. Suara kalian penting. Setiap bentuk kekerasan dan eksploitasi harus dilawan bersama,” tegas Brigjen Nurul.

Ia juga menambahkan bahwa Polri tengah menjajaki pengembangan community watch atau sistem saling jaga berbasis komunitas PMI untuk membentuk jejaring perlindungan yang lebih kuat.

“Kita ingin membangun kesadaran kolektif bahwa perlindungan itu dimulai dari komunitas. Dari kita untuk kita,” tambahnya.

Kegiatan ini juga diisi dengan sesi pemaparan materi dari berbagai unsur kepolisian:

- Ditreskrimum Polda Sumatera Utara menyampaikan strategi penindakan hukum terhadap sindikat TPPO berbasis daring, termasuk online scamming dan judi online.

- Dirnarkoba Polda Sumatera Utara memaparkan strategi penanggulangan TPKS dan keterlibatan PMI dalam jaringan peredaran narkotika.

- Kasubdit II PPA PPO Bareskrim Polri membawakan materi mengenai penanganan kasus TPKS serta membuka forum konsultasi hukum untuk para PMI.

Selain edukasi hukum dan pencegahan kejahatan, kegiatan ini juga menjadi ruang interaktif bagi para PMI untuk berbagi pengalaman dan mendapatkan pemahaman yang lebih dalam terkait hak-hak mereka serta mekanisme pelaporan apabila menjadi korban kekerasan atau perdagangan orang.

Dengan total populasi sekitar 175 ribu warga Indonesia di Hong Kong — di mana 155 ribu di antaranya adalah PMI, mayoritas perempuan — kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam meningkatkan kesadaran dan kewaspadaan terhadap potensi kejahatan lintas negara yang kerap menyasar pekerja migran.

Direktorat PPA dan PPO Bareskrim Polri berharap kegiatan ini menjadi awal dari kolaborasi lebih luas antara institusi penegak hukum, perwakilan diplomatik, dan masyarakat Indonesia di luar negeri dalam menciptakan ekosistem perlindungan yang lebih kuat dan berkelanjutan.

error: Content is protected !!