BANYUWANGI || Jejak-indoneaia.id – Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pangan Republik Indonesia, Zulkifli Hasan, melaksanakan kunjungan kerja ke Kabupaten Bondowoso dan Kabupaten Banyuwangi sebagai bagian dari langkah strategis pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan nasional, mempercepat hilirisasi sektor pertanian, serta memastikan implementasi program prioritas nasional berjalan efektif hingga ke daerah.
Kunjungan tersebut mencerminkan komitmen pemerintah dalam memperkuat fondasi sektor pangan sebagai salah satu pilar utama pembangunan nasional. Bondowoso dan Banyuwangi dinilai memiliki potensi strategis sebagai kawasan penyangga ketahanan pangan di wilayah timur Pulau Jawa, dengan kekuatan pada sektor pertanian, perkebunan, hortikultura, peternakan, hingga perikanan yang terus berkembang.
Dalam agenda kerjanya, Menko Pangan melakukan peninjauan terhadap sejumlah sektor strategis, berdialog dengan pemerintah daerah, petani, kelompok tani, pelaku usaha, serta para pemangku kepentingan. Fokus pembahasan meliputi peningkatan produktivitas pertanian, optimalisasi jaringan irigasi, percepatan distribusi hasil panen, stabilisasi harga komoditas pangan, penguatan ketersediaan pupuk, hingga pengembangan hilirisasi produk pertanian agar memiliki nilai tambah dan daya saing yang lebih tinggi.
Pemerintah menegaskan bahwa pembangunan sektor pangan tidak cukup hanya berorientasi pada peningkatan produksi, namun juga harus mampu menciptakan ekosistem pertanian yang modern, efisien, berkelanjutan, serta memberikan dampak langsung terhadap peningkatan pendapatan dan kesejahteraan petani. Penguatan rantai pasok, perluasan akses pasar, pemanfaatan teknologi, serta peningkatan investasi menjadi bagian penting dalam mewujudkan kemandirian pangan nasional.
Di Kabupaten Bondowoso, perhatian pemerintah diarahkan pada optimalisasi komoditas unggulan melalui peningkatan produktivitas lahan, modernisasi alat dan mesin pertanian, serta pengembangan kawasan berbasis potensi lokal. Sementara di Kabupaten Banyuwangi, pembahasan difokuskan pada penguatan kawasan pertanian terpadu, hilirisasi hasil pertanian dan perkebunan, serta pembangunan kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat dalam memperkuat ketahanan pangan.
Kunjungan kerja ini juga menjadi momentum mempererat koordinasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, TNI-Polri, BUMN, akademisi, pelaku usaha, dan masyarakat. Sinergi lintas sektor tersebut dinilai menjadi kunci dalam menjaga stabilitas pasokan pangan, mengendalikan inflasi, memperkuat distribusi logistik, serta memastikan ketersediaan pangan yang aman, berkualitas, dan terjangkau bagi masyarakat.
Selain melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan berbagai program prioritas, Menko Pangan juga mendorong percepatan penyelesaian berbagai tantangan yang masih dihadapi sektor pertanian di daerah. Masukan dari pemerintah daerah dan para pelaku sektor pangan diharapkan menjadi dasar penyusunan kebijakan yang lebih adaptif, efektif, dan tepat sasaran.
Pemerintah optimistis bahwa melalui penguatan hilirisasi, modernisasi pertanian, peningkatan produktivitas, serta kolaborasi seluruh pemangku kepentingan, target swasembada pangan nasional dapat diwujudkan secara berkelanjutan. Langkah tersebut sekaligus menjadi bagian dari strategi besar pemerintah dalam memperkuat ketahanan ekonomi nasional di tengah dinamika global.
Kunjungan kerja Menko Pangan Zulkifli Hasan ke Bondowoso dan Banyuwangi diharapkan menjadi katalisator percepatan pembangunan sektor pangan di kawasan Tapal Kuda. Kehadiran pemerintah pusat di daerah juga menjadi bukti nyata komitmen untuk memastikan setiap kebijakan nasional mampu memberikan manfaat langsung bagi petani, pelaku usaha, dan masyarakat luas, sekaligus memperkuat posisi Indonesia menuju kemandirian dan kedaulatan pangan.
Redaksi | Jejak-Indonesia.id
