JEMBER || Jejak-indonesia.id – Peristiwa ledakan yang mengguncang Masjid Raya Pesona di kawasan Perumahan Pesona Raya Regency, Patrang, kini memasuki fase krusial penyelidikan. Tim dari Polda Jawa Timur menemukan indikasi keberadaan bahan kimia di lokasi, membuka kemungkinan baru terkait sumber ledakan yang sebelumnya misterius.
Kapolda Jatim, Nanang Avianto, menegaskan bahwa pendekatan ilmiah menjadi kunci utama dalam mengungkap peristiwa tersebut. Ia menolak berspekulasi dan memilih menunggu hasil uji forensik yang kini sedang berjalan.
“Pengambilan barang bukti tidak bisa dilakukan secara biasa. Ada dugaan zat kimia, sehingga diperlukan peralatan khusus dan ketelitian tinggi,” ujarnya dalam konferensi pers di Mapolres Jember.
Temuan ini memperkuat dugaan bahwa ledakan bukan sekadar insiden biasa. Terlebih, aparat juga menemukan cairan dalam jerigen serta mengarah pada titik awal ledakan yang diduga berasal dari sebuah lemari besi di dalam masjid indikasi yang memunculkan pertanyaan serius: apakah ini kelalaian, kecelakaan, atau ada unsur lain yang lebih kompleks?
Tim gabungan yang terdiri dari unit penjinak bom (Jibom), laboratorium forensik, hingga reserse kriminal umum kini bekerja secara intensif menyisir setiap detail TKP. Garis polisi telah dipasang, sementara sterilisasi area dilakukan untuk mencegah kontaminasi bukti.
Meski tidak menimbulkan korban jiwa, dampak psikologis dan kerusakan fisik tidak bisa dianggap ringan. Ledakan yang terjadi saat salat tarawih itu sempat memicu kepanikan jamaah. Satu orang dilaporkan harus mendapatkan perawatan medis di RSD dr Soebandi akibat gangguan pendengaran.
Selain mengumpulkan barang bukti fisik, polisi juga mengamankan rekaman CCTV di sekitar lokasi. Sejumlah saksi telah diperiksa, termasuk warga dan pengurus lingkungan setempat. Namun hingga kini, kepolisian masih menahan detail temuan untuk kepentingan penyelidikan.
Kasus ini menjadi perhatian serius karena terjadi di tempat ibadah dan pada momentum Ramadan. Publik kini menunggu transparansi hasil investigasi, sekaligus berharap aparat mampu mengungkap secara terang apakah insiden ini murni kecelakaan teknis atau mengandung unsur yang lebih berbahaya.
Polda Jatim memastikan proses penyelidikan akan dilakukan secara profesional dan secepat mungkin, namun tetap mengedepankan akurasi.