BANYUWANGI || Jejak-indinesia.id – Pemkab Banyuwangi menegaskan komitmennya menjaga keamanan pangan selama Ramadhan 1447 H. Meningkatnya aktifitas penjualan takjil di pasar Ramadhan, dinilai sebagai peluang ekonomi yang harus berjalan beriringan dengan perlindungan kesehatan masyarakat.
Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, menegaskan bahwa Ramadhan bukan hanya momentum ibadah, tetapi juga momentum menjaga kualitas kesehatan warga.
“Ramadhan harus berjalan aman, sehat, dan membahagiakan. Jangan sampai kebahagiaan berbuka terganggu oleh makanan yang tidak aman. Pemerintah hadir untuk melindungi masyarakat sekaligus mendukung pedagang agar usahanya tetap sehat dan berkelanjutan” ,tegas Bupati Ipuk.
Ia mengingatkan bahwa pola konsumsi saat berbuka cenderung tinggi gula, garam, dan lemak. Hasil Cek Kesehatan Gratis (CKG) 2025 menunjukkan bahwa 11,11 persen warga dewasa Banyuwangi terdeteksi hipertensi dan 8,87 persen berada pada kategori prehipertensi.
Artinya, hampir satu dari lima orang dewasa berada dalam spektrumrisiko tekanan darah tinggi. Konsumsi manis dan berlemak berlebihan, dapatmemperburuk kondisi tersebut dan meningkatkan risiko stroke maupun penyakit jantung.
Sebagai langkah preventif, Dinas Kesehatan Banyuwangi telah melakukan pengawasan di pasar Takjil. Pada kegiatan Festival Ngerandu Buko di Pantai Marina Boom (19/02/2026), dilakukan pemeriksaan terhadap 14 pedagang dengan total 17 sampel makanan dan minuman.
Amir mengumumkan bahwa seluruh sampel yang diperiksa dinyatakan negatif dari bahan tambahan berbahaya seperti formalin, boraks, rhodamin B, dan methyl yellow.
“Alhamdulillah, hasil pemeriksaan menunjukkan seluruh sampel aman. Tidak ditemukan formalin, boraks, maupun pewarna tekstil. Ini menunjukkan kesadaran pedagang semakin baik. Namun selama Ramadhan, pengawasan tetap kami lanjutkan secara rutin melalui uji petik di pasar takjil” ,jelas Amir.
Untuk memastikan perlindungan kesehatan masyarakat tetap terjaga, Pemkab Banyuwangi menghimbau lima prinsip Jajanan Sehat Ramadhan dapat diikuti. Setiap takjil harus aman bebas bahan berbahaya; sehat tidak berlebihan gula, garam, dan lemak; bergizi—mengandung unsur gizi seimbang; lokal—mengutamakan bahan pangan Banyuwangi; serta bersih—disajikan dalam kondisi tertutup, diolah secara higienis dan terhindar dari pencemaran. Pedagang juga diingatkan bahwa makanan siap saji sebaiknya dikonsumsi maksimal empat jam setelah matang jika disimpan pada suhu ruang, guna mencegah pertumbuhan bakteri.
Amir mengajak masyarakat ikut berperan aktif menjaga kesehatan selama Ramadhan. “Pilih jajanan yang bersih dan tertutup, hindari warna terlalu mencolok, dan batasi minuman manis berlebihan. Dengan memilih yang sehat, kita melindungi diri sendiri dan mendukung pedagang yang tertib” ,ujarnya.
Bupati Ipuk menegaskan bahwa kebijakan ini bukan semata pengawasan, tetapi investasi kesehatan jangka panjang.
Dengan pengawasan intensif, edukasi berkelanjutan, dan kolaborasi lintas sektor, Banyuwangi optimis Ramadhan 1447 H dapat berlangsung aman, sehat, dan penuh berkah, dengan semangat mengangkat ekonomi rakyat.
Reporter : Rio