BANYUWANGI || Jejak-indonesia.id — Akademi Diponegoro United (ADU) memperingati hari ulang tahun ke-6 dengan menggelar tasyakuran yang dirangkai kegiatan sosial berbagi takjil dan buka puasa bersama. Acara berlangsung di Stadion Diponegoro Banyuwangi, Minggu (1/2/2026).
Kegiatan tersebut diikuti seluruh siswa akademi, orang tua, serta jajaran pelatih. Peringatan ini menjadi momentum refleksi perjalanan ADU dalam pembinaan sepak bola usia dini di Banyuwangi.
Ketua ADU Selamet Hariyadi menyampaikan, selama enam tahun berdiri, ADU telah mencatat berbagai prestasi di tingkat daerah maupun luar kota. Ia menegaskan pembinaan dilakukan secara berkelanjutan dengan menitikberatkan pada penguatan teknik dasar, mental bertanding, dan karakter pemain.
“ADU berkomitmen mencetak pemain muda yang tidak hanya berprestasi di lapangan, tetapi juga memiliki sikap disiplin dan sportivitas,” ujarnya.
Pembinaan ADU diperkuat oleh pelatih berpengalaman, termasuk Imam Hambali, mantan pemain Arema FC dan Timnas Indonesia, yang aktif mendampingi proses latihan para siswa.
Salah satu siswa ADU, Hafidz, mengaku bergabung sejak usia 10 tahun. Ia menuturkan latihan rutin membantunya berkembang dari tahap dasar hingga mampu berkontribusi dalam berbagai turnamen. “Pengalaman paling berkesan saat mengikuti turnamen internasional Bali 7 tahun 2025,” katanya.
Dari sisi orang tua, Dini menilai perubahan positif terjadi pada anaknya setelah bergabung dengan ADU.
“Anak saya jadi lebih percaya diri, aktif bersosialisasi, dan berkurang bermain gawai. Lingkungan latihan juga terasa kekeluargaan,” ucapnya.
Rangkaian perayaan ditutup dengan pembagian takjil kepada pengguna jalan di sekitar Jalan Jaksa Agung depan stadion, dilanjutkan dengan buka puasa bersama seluruh keluarga besar ADU.
Melalui peringatan enam tahun ini, ADU menegaskan komitmennya untuk terus mengembangkan pembinaan sepak bola usia dini sekaligus memperkuat peran sosial di tengah masyarakat.