JAKARTA || Jejak-indonesia.id – Generasi Negarawan Indonesia (GNI) Jabodetabek memberikan apresiasi atas langkah cepat Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri, Irjen Pol. Agus Suryonugroho, dalam memastikan kesiapan jalur serta kelancaran lalu lintas di Bali menjelang sejumlah agenda besar nasional dan internasional.
Ketua Umum GNI Jabodetabek, Ruslan Padli, menilai langkah yang dilakukan Kakorlantas merupakan bentuk deteksi dini dan kesiapan matang dalam menghadapi tiga agenda penting sekaligus, yakni Operasi Ketupat dalam rangka arus mudik Lebaran, perayaan Hari Raya Nyepi, serta ajang internasional Kemala Run 2026 yang akan digelar di Bali.
Menurut Ruslan, profesionalisme Kakorlantas terlihat dari perhatian yang tidak hanya terfokus pada pengaturan arus lalu lintas mudik, khususnya di kawasan Pelabuhan Gilimanuk–Ketapang, tetapi juga menyentuh aspek kesiapan infrastruktur pendukung berbagai kegiatan masyarakat.
Salah satu hal yang mendapat perhatian adalah saat Irjen Pol. Agus Suryonugroho meninjau langsung kesiapan rute Kemala Run 2026 di Bali United Training Center, Gianyar. Dalam peninjauan tersebut, Kakorlantas menemukan adanya kendala teknis berupa jembatan yang belum tersambung secara sempurna menuju titik start kegiatan.
Ruslan menilai langkah tersebut menunjukkan ketelitian dan respons cepat dari pimpinan Korlantas Polri.
“Kami sangat mengapresiasi ketelitian Kakorlantas. Masalah jembatan yang belum tersambung menuju titik start Kemala Run bisa menjadi kendala serius jika tidak terdeteksi sejak awal. Respons cepat Irjen Agus yang langsung berkoordinasi dengan Balai Jalan dan meminta rekomendasi kepada Gubernur Bali merupakan contoh kepemimpinan yang solutif,” ujar Ruslan Padli dalam keterangannya, Jumat (6/3).
Selain itu, GNI Jabodetabek juga menilai koordinasi lintas instansi dalam pengaturan arus menuju Pelabuhan Ketapang dan Gilimanuk sebagai langkah strategis dalam menjaga kelancaran mobilitas masyarakat, khususnya karena momentum Lebaran dan Hari Raya Nyepi pada tahun 2026 berlangsung dalam waktu yang berdekatan.
Menurut Ruslan, pengaturan lalu lintas yang matang sangat penting agar kedua momen sakral tersebut dapat berlangsung dengan tertib, aman, dan penuh penghormatan terhadap nilai-nilai toleransi.
“Kepastian bahwa jalur menuju Ketapang dan Gilimanuk dalam kondisi aman dan terkendali memberikan rasa tenang bagi masyarakat yang akan melakukan perjalanan mudik, sekaligus bagi masyarakat Bali yang akan menjalankan ibadah Nyepi. Ini adalah bentuk pelayanan dan jaminan keamanan yang nyata bagi masyarakat,” katanya.
Di sisi lain, Ruslan juga menyampaikan dukungan GNI Jabodetabek terhadap penyelenggaraan Kemala Run 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada 19 April 2026 di Bali dengan target partisipasi sekitar 10.000 peserta serta mengusung tema “Charity for Indonesia”.
Ia optimistis kegiatan tersebut tidak hanya menjadi ajang olahraga, tetapi juga mampu memberikan dampak positif bagi sektor pariwisata serta perekonomian daerah.
“Dengan kesiapan panitia yang hampir rampung serta pengawasan langsung dari Korlantas Polri, kami optimistis Kemala Run 2026 akan berjalan sukses dan membawa dampak positif bagi pariwisata serta ekonomi Bali. GNI Jabodetabek siap mendukung dan mengawal semangat pengabdian bagi Indonesia melalui kegiatan ini,” pungkas Ruslan.