Diduga Terlibat Skandal, Kades Sukojati Didemo Warga Minta Turun Jabatan

BANYUWANGI || Jejak-indonesia.id – Ratusan warga Desa Sukojati, Kecamatan Blimbingsari, mendatangi kantor desa setempat untuk menuntut Kepala Desa berinisial “US” mundur dari jabatannya. Aksi tersebut dipicu oleh dugaan perilaku tidak pantas yang dinilai mencederai kepercayaan masyarakat.

Kedatangan warga secara beramai-ramai ini merupakan buntut dari peristiwa yang terjadi pada Kamis malam, 2 April 2026, sekitar pukul 21.00 WIB. Saat itu, sejumlah warga melakukan penggerebekan terhadap Kades US yang diketahui berada di rumah seorang warga perempuan berinisial (I), yang berstatus janda. Kehadiran kepala desa di rumah tersebut pada malam hari dinilai tidak wajar oleh warga dan memunculkan dugaan adanya hubungan khusus.

Peristiwa tersebut dengan cepat menyebar dan menjadi perbincangan luas di tengah masyarakat. Warga yang merasa resah kemudian sepakat untuk meminta pertanggungjawaban langsung dari yang bersangkutan.

Saat didatangi warga, Kades US yang didampingi oleh Badan Permusyawaratan Desa (BPD) memberikan klarifikasi secara terbuka. Dalam penjelasannya, ia menyampaikan bahwa tidak terjadi hal-hal yang dituduhkan. Bahkan, disebutkan bahwa pihak istri Kades dan perempuan berinisial (I) telah sepakat bahwa tidak ada perbuatan melanggar norma yang terjadi pada malam itu.

Namun demikian, klarifikasi tersebut tidak serta-merta meredakan tuntutan warga. Massa tetap bersikeras meminta agar Kades US mengundurkan diri dari jabatannya, dengan alasan menjaga marwah dan kepercayaan publik terhadap pemerintahan desa.
Situasi di kantor Desa Sukojati sempat berlangsung tegang selama beberapa jam. Untuk meredam dan mencari solusi atas persoalan tersebut, Camat Blimbingsari, Teddy Radiansyah, S.STP, turun langsung ke lokasi. Kehadirannya didampingi oleh unsur Forum Pimpinan Kecamatan (Forkopimka) seperti Kapolsek, Danramil, serta perwakilan BPD.

Setelah melalui proses dialog dan mediasi, Kades US akhirnya keluar menemui warga dengan didampingi oleh camat dan unsur terkait. Dalam kesempatan tersebut, ia membacakan sebuah surat pernyataan yang berisi kesiapan untuk mundur dari jabatannya apabila terbukti bersalah berdasarkan keputusan Bupati Banyuwangi.
Isi surat tersebut menjadi titik temu sementara antara pihak warga dan pemerintah desa. Mendengar pernyataan tersebut, warga yang sebelumnya bertahan di kantor desa akhirnya menerima dengan catatan menunggu keputusan resmi dari pihak berwenang.

Usai pembacaan surat, massa secara perlahan membubarkan diri dan kembali ke rumah masing-masing dalam keadaan tertib. Aparat keamanan tetap melakukan pengawasan guna memastikan situasi tetap kondusif pasca kejadian.

Peristiwa ini menjadi perhatian serius berbagai pihak, mengingat pentingnya menjaga integritas dan kepercayaan publik terhadap aparatur pemerintahan di tingkat desa. Warga berharap proses selanjutnya dapat berjalan transparan dan memberikan kejelasan hukum atas kasus yang terjadi.

(Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *