Sorry, we're closed Opens Senin at 9:00 am
Beranda » Sosial » Halaman 25

Sosial

IMG-20260117-WA0015

Sentuhan Kasih di Cianjur, Kapolda Jabar Resmikan Renovasi Rumah RuTiLaHu Untuk Anak Yatim Piatu

CIANJUR || jejakindonesia.id - Kapolda Jawa Barat Irjen Pol. Dr. Rudi Setiawan, S.I.K., S.H., M.H., didampingi Pejabat Utama Polda Jabar bersama komunitas sosial Bagong Mogok meresmikan secara simbolik renovasi Rumah Tidak Layak Huni (RuTiLaHu) bagi anak-anak yatim piatu di Kabupaten Cianjur, Jumat (16/1/2026).

Rumah yang diresmikan sebelumnya dihuni oleh almarhum ayahnya, Wahyu yang meninggal dunia pada tanggal 2 Agustus 2025 dan ibunya, almarhumah Ibu Sopiah, wafat pada tanggal 5 September 2025.

Kegiatan ini merupakan hasil sinergi Polda Jabar, Pemerintah Kabupaten Cianjur, dan komunitas sosial sebagai bentuk epedulian terhadap kondisi sosial masyarakat.

Dalam sambutannya, Kepala Kepolisian Daerah Jawa Barat, Irjen Pol. Dr. Rudi Setiawan, S.I.K., S.H., M.H., menyampaikan bahwa program Renovasi RuTiLaHu merupakan wujud nyata kepedulian Polri terhadap kondisi sosial masyarakat.

"Alhamdulilah kami dari Polda Jabar bekerja sama dengan Pemerintah Kab. Cianjur serta komunitas sosial Bagong Mogok, hari ini menyerahkan rumah yang telah dibangun untuk keluarga almarhum Wahyu, Tiga orang putra putrinya diharapkan nantinya akan hidup layak tinggal di rumah yang telah kami bangun bersama." ujar Kapolda Jabar.

Kapolda Jabar berharap bantuan tersebut dapat memberikan manfaat jangka panjang serta mendorong seluruh elemen masyarakat untuk terus bersinergi membantu warga yang membutuhkan.

"Kami berharap bahwa Polda Jabar, Pemerintah Kabupaten dan seluruh masyarakat komunitas–komunitas sosial senantiasa tergerak untuk membantu masyarakat yang kekurangan, yang hidupnya di bawah keprihatinan. Kita sama–sama untuk menyelamatkan, membangun kehidupan anak–anak kita ini, supaya mempunyai masa depan, terlindungi serta dapat beraktivitas sehari – hari dengan lebih baik." ungkap Irjen Rudi Setiawan.

"Tadi kami berikan dua buah domba, diharapkan domba-domba ini akan berkembang terus, akan beranak-binak dan membawa manfaat bagi keluarga Almarhum Wahyu," tambahnya

Melalui kegiatan ini, Polda Jawa Barat menegaskan komitmennya untuk terus berkontribusi dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan menjadi bagian dari solusi atas permasalahan sosial.

“Insya Allah, kami punya niatan untuk terus bekerja sama dengan pemerintah daerah, organisasi sosial serta perusahaan – perusahaan untuk melakukan kegiatan yang bermanfaat.” tutupnya.

IMG-20260116-WA0044

Brimob Hadir Dukung Pemulihan Rumah dan Aktivitas Ibadah Pascabencana Batang Toru

Tapanuli Selatan || jejakindonesia.id — Personel Batalyon C Satuan Brimob Polda Sumatera Utara terus melanjutkan upaya pemulihan pascabencana banjir bandang di Kecamatan Batang Toru, Kabupaten Tapanuli Selatan. Pada Kamis pagi (15/1/2026), personel Brimob kembali diterjunkan untuk melakukan pembersihan rumah warga yang terdampak material pasir, kayu, dan batu, sekaligus pembangunan fasilitas MCK di rumah ibadah.

Kegiatan tersebut berlangsung di Desa Huta Godang dan Desa Garoga, dengan sasaran dua unit rumah warga serta pembangunan MCK Masjid At-Taqwa Muhammadiyah. Rumah warga yang menjadi fokus pembersihan yakni milik Bapak Elwin Telambanua dan Bapak Boyke Siregar, yang mengalami kerusakan cukup parah akibat terjangan banjir bandang.

Dipimpin oleh Danton Penugasan Iptu Deny Lius Tarigan, S.H., personel Brimob bekerja secara bertahap dengan mengerahkan peralatan manual dan mesin, mulai dari cangkul, sekop, beko sorong, mesin penyedot air, hingga chainsaw, guna mempercepat proses pembersihan dan perbaikan.

“Upaya ini merupakan bagian dari komitmen kami untuk membantu masyarakat bangkit pascabencana. Tidak hanya rumah warga, fasilitas ibadah juga menjadi perhatian agar aktivitas keagamaan dapat kembali berjalan dengan nyaman,” ujar IPTU Deny Lius Tarigan.

Hingga siang hari, progres pembersihan rumah Bapak Elwin Telambanua telah mencapai sekitar 70 persen, sementara rumah Bapak Boyke Siregar mencapai 60 persen. Pada rumah Bapak Boyke, personel juga melakukan pembongkaran bagian bangunan yang rusak berat dan penimbunan tanah agar lahan siap untuk proses pembangunan ulang. Adapun pembangunan MCK Masjid At-Taqwa Muhammadiyah telah mencapai sekitar 90 persen dan ditargetkan segera rampung.

Masyarakat setempat menyampaikan apresiasi atas kehadiran dan bantuan yang diberikan oleh personel Brimob. Kehadiran aparat di tengah proses pemulihan ini dinilai sangat membantu, tidak hanya secara fisik, tetapi juga memberikan semangat dan harapan bagi warga untuk kembali menata kehidupan mereka.

1768539608271

Kepedulian Brimob Jaga Asa Pendidikan Anak-anak Terdampak Bencana di Garoga

Tapanuli Selatan || jejakindonesia.id — Kepedulian terhadap keberlanjutan pendidikan anak-anak di wilayah terdampak bencana kembali ditunjukkan oleh personel Satuan Brimob. Pada Kamis pagi (15/1/2025), personel Posko Utama Garoga, Kecamatan Batang Toru, Kabupaten Tapanuli Selatan, melaksanakan kegiatan penjemputan dan pengantaran anak-anak sekolah yang terdampak banjir bandang dan tanah longsor.

Kegiatan yang dimulai sejak pukul 06.30 WIB tersebut dilakukan sebagai respons atas kendala transportasi yang dialami warga, khususnya para pelajar, akibat tidak beroperasinya angkutan umum pascabencana. Sebanyak empat personel Brimob turun langsung ke lapangan untuk memastikan anak-anak dapat tiba di sekolah masing-masing dengan aman dan tepat waktu.

Dipimpin oleh Brigpol Syukri Harahap, personel Posko Utama Garoga berupaya memberikan rasa aman sekaligus dukungan moril bagi para siswa dan orang tua. Danyon C Pelopor Satbrimob Polda Sumut Kompol Zaenal Muhlisin menyampaikan Kehadiran aparat di tengah keterbatasan akses ini menjadi bukti nyata bahwa negara tetap hadir dalam situasi sulit, terutama untuk menjamin hak anak-anak dalam memperoleh pendidikan.
“Di tengah kondisi pascabencana, kami ingin memastikan anak-anak tetap bisa bersekolah. Pendidikan tidak boleh terhenti hanya karena keterbatasan sarana,” ujarnya.

Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen Polri, khususnya Korps Brimob, dalam menjalankan tugas kemanusiaan serta memperkuat kehadiran negara di tengah masyarakat, tidak hanya dalam aspek keamanan, tetapi juga kepedulian sosial dan kemanusiaan.

IMG-20260115-WA0037

Polisi Peduli Kesehatan Pesisir, Dirpolairud Polda Metro Jaya Salurkan Bantuan Kursi Roda

JAKARTA || jejakindonesia.id – Kepolisian Daerah Metro Jaya melalui Direktorat Kepolisian Perairan dan Udara (Ditpolairud) kembali menunjukkan kepeduliannya terhadap masyarakat pesisir. Dalam program Polisi Peduli Kesehatan Masyarakat Pesisir, Dirpolairud Polda Metro Jaya, Kombes Pol Mustofa, S.I.K., M.H., menyalurkan bantuan kursi roda kepada warga kurang mampu yang menderita sakit berat dan stroke menahun.

Kegiatan bakti sosial tersebut dilaksanakan pada Kamis, 15 Januari 2026. Dalam kesempatan itu, Dirpolairud Polda Metro Jaya yang didampingi Kasubdit Patroli Air dan Kasi Binmas Air Ditpolairud Polda Metro Jaya menyerahkan dua unit kursi roda kepada Ibu Dumia, warga Muara Angke, dan Ibu Nunung, warga Muara Baru, Jakarta Utara.

Bantuan ini merupakan bentuk nyata komitmen Polri dalam hadir di tengah masyarakat, khususnya warga pesisir yang membutuhkan perhatian lebih di bidang kesehatan. Diharapkan, bantuan tersebut dapat membantu meringankan beban dan meningkatkan kualitas hidup para penerima.

“Kegiatan ini merupakan bagian dari program Polisi Peduli Kesehatan Masyarakat Pesisir. Kami berharap bantuan ini dapat membantu masyarakat yang menderita sakit berat atau stroke menahun, serta memberikan manfaat nyata bagi kehidupan sehari-hari mereka,” ujar Kombes Pol Mustofa.

Kegiatan bakti sosial ini turut dihadiri oleh Ketua RT dan RW setempat, tokoh masyarakat, serta para nelayan yang menyampaikan apresiasi atas kepedulian dan perhatian Ditpolairud Polda Metro Jaya terhadap warga pesisir.

Melalui kegiatan ini, Polri menegaskan komitmennya untuk terus hadir dan berperan aktif dalam membantu masyarakat, sekaligus memperkuat hubungan antara kepolisian dan warga di wilayah pesisir.

Haris Pranatha

IMG-20260114-WA0079

Tim Trauma Healing Polri Bersama Relawan UI Hadir Bersama Warga Pascabanjir di Cilincing

JAKARTA || jejakindonesia.id — Banjir yang melanda sejumlah wilayah di Kecamatan Cilincing, Jakarta Utara, pada Senin (13/1/2026) berdampak pada ribuan warga dan memaksa mereka mengungsi ke berbagai titik aman. Berdasarkan pendataan sementara, sebanyak 1.903 jiwa terdampak di tujuh kelurahan. Seiring surutnya air, para pengungsi mulai kembali ke rumah masing-masing pada Selasa (14/1/2026) untuk membersihkan hunian dan menata kembali kehidupan sehari-hari.

Di tengah proses pemulihan tersebut, Kepolisian Negara Republik Indonesia melalui Biro SDM Polda Metro Jaya menghadirkan tim trauma healing bersama relawan mahasiswa Universitas Indonesia untuk mendampingi warga, Rabu (14/1/2026). Kehadiran ini difokuskan pada pemulihan psikologis masyarakat, khususnya anak-anak dan ibu-ibu, yang masih merasakan dampak pascabanjir.

Tim Psikologi SDM Polda Metro Jaya menyusuri lingkungan permukiman warga. Mereka menyapa para orang tua, mendengarkan cerita dan keluhan yang masih tersisa, serta mengajak anak-anak bermain agar suasana kembali terasa lebih ringan. Pendekatan yang sederhana dan dekat ini dilakukan agar warga merasa ditemani dalam melewati masa pemulihan.

Dalam kegiatan tersebut, Polri turut mengajak relawan mahasiswa psikologi Universitas Indonesia yang tengah magang, yakni Belva Catalina Detalicia, Erinna Terta Magee, dan Sang Ayu Made Chanda Dewi Andika Putri, untuk membantu proses pendampingan langsung di lapangan.

Pendampingan dilakukan melalui hal-hal yang dekat dengan keseharian warga. Selain berbincang dan bermain bersama anak-anak, tim juga menyalurkan bantuan kebutuhan dasar seperti handuk, selimut, makanan ringan, perlengkapan kebersihan, alat tulis sekolah, serta mainan anak-anak. Bantuan ini menjadi bagian dari upaya meringankan beban warga yang baru kembali dari pengungsian.

Kegiatan juga diisi dengan edukasi singkat bagi para ibu. Dalam suasana santai, psikolog Polri memperkenalkan sekaligus mempraktikkan teknik pernapasan 4-7-8, sebuah metode sederhana yang bertujuan membantu tubuh dan pikiran menjadi lebih rileks. Teknik ini diberikan agar para ibu memiliki cara mudah untuk meredakan ketegangan, stres, dan kelelahan yang kerap muncul akibat kondisi pascabanjir.

Kabidhumas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto, menyampaikan bahwa kehadiran tim trauma healing merupakan bagian dari upaya Polri untuk memastikan masyarakat terdampak mendapat pendampingan yang dibutuhkan.

“Setelah banjir, yang tersisa bukan hanya kerusakan fisik, tetapi juga kelelahan dan rasa cemas. Karena itu, Polri hadir bersama warga, mendengarkan, dan mendampingi agar mereka merasa tidak sendiri serta dapat perlahan memulihkan diri,” ujar Kombes Pol Budi Hermanto, S.I.K., M.Si.

Salah satu relawan mahasiswa psikologi Universitas Indonesia, Belva Catalina Detalicia, mengungkapkan pengalamannya saat terjun langsung ke lapangan.

“Ini menjadi pengalaman pertama bagi kami mendampingi warga terdampak banjir secara langsung. Ada rasa hangat ketika melihat anak-anak tersenyum, tetapi juga kesedihan saat melihat kondisi yang mereka hadapi. Interaksi langsung membuat empati kami semakin terasa,” tutur Belva.

Ia menambahkan bahwa pendekatan sederhana justru membuat warga lebih terbuka.

“Kami berbagi mainan, susu, camilan, kaos kaki, handuk, sikat gigi, dan roti. Kami juga mendampingi ibu-ibu dengan penyuluhan singkat, termasuk latihan pernapasan 4-7-8, agar mereka memiliki cara sederhana untuk menenangkan diri saat merasa lelah atau tertekan,” tambahnya.

Menutup keterangannya, Kabidhumas Polda Metro Jaya menegaskan bahwa Polri akan terus berupaya hadir di tengah masyarakat terdampak bencana, tidak hanya dalam penanganan darurat, tetapi juga pada fase pemulihan, agar masyarakat dapat kembali menjalani aktivitas secara normal dengan kondisi psikologis yang lebih baik.

error: Content is protected !!