Sorry, we're closed Opens Senin at 9:00 am
Beranda » Sosial » Halaman 26

Sosial

IMG-20260111-WA0038

Minggu Kasih Polres Simalungun: Polsek Tanah Jawa Salurkan Sembako kepada Warga Kurang Mampu

SIMALUNGUN || jejakindonesia.id - Hari Minggu bukan berarti Polri libur berbagi kebaikan. Polres Simalungun melalui Kapolsek Tanah Jawa Kompol Asmon Bufitra bersama jajaran personel menggelar program "Minggu Kasih" dengan menyalurkan paket sembako lengkap kepada warga kurang mampu di Huta I, Nagori Bah Jambi III, Kecamatan Tanah Jawa. Dua ibu rumah tangga, Ibu Helen Br. Pakpahan dan Ibu Sorta Br Gultom, menjadi penerima bantuan yang sangat bersyukur atas perhatian Polri.

Kasi Humas Polres Simalungun AKP Verry Purba menjelaskan, program Minggu Kasih merupakan wujud nyata kepedulian Polri terhadap kesejahteraan masyarakat. "Polri untuk rakyat bukan hanya slogan kosong. Kami buktikan dengan turun langsung ke tengah masyarakat, berbagi dengan mereka yang membutuhkan. Ini yang namanya polisi humanis," ujar Verry saat dikonfirmasi, Minggu (11/1/2026) sekitar pukul 12.30 WIB.

Kegiatan Minggu Kasih dilaksanakan pada Minggu pagi (11/1/2026) mulai pukul 09.00 WIB hingga selesai. Lokasi yang dikunjungi adalah Huta I, Nagori Bah Jambi III, Kecamatan Tanah Jawa, sebuah area perkebunan yang dihuni banyak warga dengan ekonomi menengah ke bawah.

"Kami sengaja memilih warga di area perkebunan karena di sana banyak yang hidupnya sangat sederhana dan membutuhkan bantuan. Kami ingin hadir untuk mereka," jelas Verry.

Kapolsek Tanah Jawa Kompol Asmon Bufitra langsung memimpin rombongan, didampingi oleh Panit I Sabhara Ipda A. Manik, Pjs Panit I Binmas Aiptu M. Sihombing, Aiptu M Nasution, ASN Suhendra, dan Bhabinkamtibmas Gamot Huta I L Silaban.

"Kehadiran Pak Kapolsek secara langsung menunjukkan bahwa beliau sangat peduli dengan rakyat kecil. Beliau tidak menyuruh anak buah, tapi turun langsung," ungkap Verry dengan penuh apresiasi.

Paket sembako yang diserahkan sangat lengkap dan berkualitas. Terdiri dari beras 1 goni timbangan 5 kg, telur 1 kotak, Supermi 5 bungkus, teh 1 kotak, susu 1 kaleng, gula 1 kg, dan minyak makan 1 kg.

"Paket sembako ini sangat membantu untuk kebutuhan sehari-hari. Kami tidak asal memberikan, tapi memastikan isinya benar-benar bermanfaat untuk mereka," jelas Verry.

Dua penerima bantuan, Ibu Helen Br. Pakpahan dan Ibu Sorta Br Gultom, adalah warga yang memang sangat membutuhkan bantuan. Mereka adalah ibu rumah tangga dengan ekonomi yang pas-pasan.

"Kedua ibu ini dipilih karena mereka memang benar-benar membutuhkan. Kami tidak asal memberi, tapi melakukan survei dulu untuk memastikan bantuan tepat sasaran," ungkap Verry.

Saat menerima bantuan, kedua ibu tersebut sangat terharu. Air mata bahagia mengalir di pipi mereka karena tidak menyangka akan mendapat perhatian dari polisi.

"Mereka sangat terharu. Ibu Helen dan Ibu Sorta bilang tidak pernah menyangka polisi datang ke rumah mereka untuk memberikan bantuan. Ini momen yang sangat menyentuh hati," jelas Verry menggambarkan suasana penyerahan bantuan.

Kapolsek Kompol Asmon Bufitra menyampaikan bahwa kegiatan Minggu Kasih bukan sekadar memberikan sembako, tapi juga membangun silaturahmi dengan warga.

"Pak Kapolsek menekankan bahwa Polri ingin dekat dengan rakyat. Kami tidak hanya datang saat ada masalah, tapi juga datang untuk berbagi kebahagiaan dan meringankan beban mereka," ungkap Verry.

Kompol Asmon juga sempat bercengkerama dengan kedua ibu tersebut, menanyakan kondisi keluarga, dan memberikan motivasi agar tetap semangat menjalani hidup.

"Pak Kapolsek tidak hanya serah terima lalu pergi. Beliau duduk, ngobrol, mendengarkan cerita mereka, memberikan motivasi. Ini polisi yang benar-benar humanis," jelas Verry.

Kegiatan Minggu Kasih ini juga menjadi kesempatan bagi Bhabinkamtibmas untuk lebih mendekatkan diri dengan warga.

"Bhabinkamtibmas Gamot ikut serta karena beliau yang lebih tahu kondisi warga di wilayahnya. Beliau yang menyarankan kedua ibu ini sebagai penerima bantuan," ungkap Verry.

Selain menyerahkan sembako, personel Polsek Tanah Jawa juga menyampaikan pesan-pesan kamtibmas kepada warga. Mereka mengingatkan pentingnya menjaga keamanan lingkungan dan melaporkan jika ada gangguan kamtibmas.

"Kami sampaikan bahwa warga bisa hubungi 110 kapan saja jika ada gangguan keamanan. Polri siap melayani 24 jam," jelas Verry.

Warga sekitar yang menyaksikan penyerahan bantuan juga turut senang dan mengapresiasi kepedulian Polsek Tanah Jawa.

"Warga sekitar sangat senang melihat ada polisi yang peduli dengan tetangga mereka yang kurang mampu. Mereka bilang ini polisi yang benar-benar untuk rakyat," ungkap Verry.

Pelaksanaan kegiatan Minggu Kasih berjalan dengan lancar, aman, dan baik. Tidak ada hambatan atau gangguan selama kegiatan berlangsung.

"Alhamdulillah, semuanya berjalan lancar. Situasi aman dan kondusif. Warga sangat kooperatif dan senang dengan kehadiran kami," lapor Verry.

Cuaca cerah yang mengiringi kegiatan turut mendukung kelancaran program Minggu Kasih.

"Cuaca cerah seperti melambangkan harapan cerah bagi kedua ibu yang menerima bantuan. Semoga kehidupan mereka semakin membaik," ujar Verry.

Verry menegaskan bahwa program Minggu Kasih akan terus dilakukan secara rutin oleh Polsek Tanah Jawa dan polsek-polsek lainnya di wilayah Polres Simalungun.

"Ini bukan program sekali jalan. Kami akan terus berbagi dengan masyarakat yang membutuhkan. Minggu Kasih, Jumat Berkah, dan program sosial lainnya akan terus kami lakukan," tegasnya.

Kapolsek Tanah Jawa Kompol Asmon Bufitra menjadi contoh nyata pemimpin yang peduli dengan rakyat kecil.

"Pak Kapolsek adalah role model bagi anak buahnya. Beliau tidak hanya memerintah, tapi memberi contoh langsung bagaimana cara melayani masyarakat dengan sepenuh hati," puji Verry.

Polres Simalungun mengajak seluruh jajaran kepolisian untuk terus mendekatkan diri dengan masyarakat melalui berbagai program sosial. "Mari kita wujudkan Polri yang dicintai rakyat dengan aksi nyata, bukan hanya kata-kata," ajak Verry kepada seluruh anggota Polri.

IMG-20260110-WA0032

Jumat Berkah, Polsek Taman Berbagi Makanan di Jalan Raya Wonocolo Sidoarjo

SIDOARJO || jejakindonesia.id - Melalui semangat kepedulian dan kebersamaan, Polsek Taman Polresta Sidoarjo kembali menunjukkan komitmennya hadir di tengah masyarakat melalui kegiatan Jumat Berkah.

Kali ini kegiatan itu diisi dengan membagikan makanan kepada warga yang melintas di Jalan Raya Wonocolo Sidoarjo - Jawa Timur, Jumat (9/1/2026).

Kapolsek Taman, Kompol Kanisius Franata mengatakan kegiatan Jumat Berkah merupakan wujud kepedulian Polri kepada masyarakat sekaligus sarana mempererat hubungan emosional antara Polisi dan warga.

"Bukan hanya berbagi makanan, tetapi juga membangun kepercayaan dan kedekatan Polri dengan warga,” tambah Kompol Kanisius.

Ia menambahkan, kehadiran Polri di tengah masyarakat tidak hanya dalam konteks penegakan hukum, tetapi juga melalui kegiatan sosial yang memberikan manfaat langsung bagi warga.

“Kegiatan Jumat Berkah ini bertujuan untuk menumbuhkan rasa empati dan kepedulian sosial, sekaligus mempererat silaturahmi antara Polsek Taman dengan masyarakat," terang Kompol Kanisius.

Selain berbagi makanan, Kapolsek Taman bersama anggota juga menyampaikan pesan-pesan kamtibmas secara singkat.

Polsek Taman Polresta Sidoarjo mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban lingkungan demi terciptanya situasi yang aman dan kondusif.

Aksi sosial tersebut disambut antusias oleh warga yang merasa terbantu dengan kehadiran Polri melalui kegiatan kemanusiaan tersebut.

Masyarakat penerima bantuan mengaku senang dan mengapresiasi kegiatan tersebut.

Suasana penuh kehangatan dan kebersamaan terlihat selama kegiatan berlangsung, mencerminkan sinergi yang baik antara Polri dan masyarakat. (*)

IMG-20260110-WA0013

Danrem 083/Baladika Jaya: Kepedulian Sosial Adalah Jalan Keberkahan dan Kekuatan Bangsa

PASURUAN || Jejakindonesia.id - Kegiatan bakti sosial dan santunan anak yatim yang digelar di Desa Prodo, Dusun Gendol, Kecamatan Winogan Pasuruan, pada Jum'at malam (9/1/2026), berlangsung khidmat dan penuh kehangatan. Acara tersebut dihadiri langsung oleh Danrem 083/Baladika Jaya beserta jajaran, unsur Forkopimka, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta puluhan anak yatim penerima santunan

Dalam sambutannya, Danrem 083/Baladika Jaya menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan sosial yang sarat nilai kemanusiaan tersebut. Ia menegaskan bahwa hujan rintik yang turun sejak siang hingga malam hari bukan sekadar fenomena alam, melainkan pertanda rahmat dan keberkahan dari Allah SWT atas niat baik yang dilakukan bersama.

“Ini bukan hanya kegiatan seremonial, tetapi wujud kepedulian dan ikhtiar bersama untuk menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya anak-anak yatim,” ujarnya.

Danrem juga menyampaikan permohonan maaf atas keterlambatan kehadirannya akibat padatnya agenda tugas sejak pagi hari, termasuk kegiatan di Kodam V/Brawijaya.

Dalam kesempatan tersebut, ia turut menyinggung capaian strategis TNI AD dalam mendukung ketahanan pangan nasional yang membuahkan hasil signifikan, di mana Indonesia berhasil mencapai swasembada pangan lebih cepat dari target nasional.

Lebih menyentuh, Danrem mengungkapkan kisah pribadinya sebagai anak yatim sejak usia sebelas tahun. Pengalaman hidup tersebut, menurutnya, menjadi pelajaran berharga tentang kesabaran, keteguhan, dan semangat pantang menyerah.

“Saya ingin adik-adik semua tahu, kalian tidak sendiri. Teruslah belajar, berdoa, dan berjuang. Masa depan yang baik akan selalu terbuka bagi mereka yang tidak menyerah,” pesannya penuh haru.

Ia menegaskan bahwa kegiatan santunan anak yatim merupakan agenda rutin yang dilaksanakan setiap bulan, sebagai bentuk komitmen pribadi dan institusi untuk terus menebar manfaat. Tidak harus besar atau mewah, menurutnya, kepedulian sekecil apa pun memiliki arti yang sangat besar bagi sesama.

“Sebagaimana pesan luhur yang selalu kita dengar, sebaik-baiknya manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lainnya,” pungkasnya.

Sementara itu, selaku tuan rumah, Gus Khoirun Nidhom menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas kehadiran Danrem 083/Baladika Jaya beserta jajaran, Dandim 0819/Pasuruan, unsur kepolisian, pemerintah desa, serta para ulama dan tokoh masyarakat.

Ia menilai kegiatan bakti sosial dan santunan anak yatim tersebut sebagai momentum bersejarah bagi warga Desa Prodo, karena untuk pertama kalinya kegiatan sosial berskala besar dan penuh kebersamaan dilaksanakan di wilayah tersebut.

“Ini bukan sekadar kegiatan santunan, tetapi momentum kebersamaan, kepedulian, dan kasih sayang yang insyaAllah menjadi wasilah turunnya rahmat Allah SWT bagi desa kami,” ungkapnya.

Gus Khoirun Nidhom juga mengisahkan awal mula terselenggaranya kegiatan tersebut, yang bermula dari silaturahmi dengan Danrem 083/Baladika Jaya.

Meski memiliki agenda penting, Danrem berkenan meluangkan waktu untuk mendengarkan aspirasi dan niat menghadirkan kegiatan sosial bagi anak-anak yatim di desa tersebut.

“Sikap rendah hati dan ketulusan beliau sangat menyentuh kami. Ini menunjukkan bahwa kepedulian kepada anak yatim benar-benar lahir dari hati, bukan sekadar program,” tuturnya.

Ia berharap kegiatan tersebut tidak berhenti pada satu momentum saja, melainkan menjadi awal dari tradisi kebaikan yang berkelanjutan dan menginspirasi banyak pihak untuk turut berbagi.

“Semoga apa yang diberikan malam ini dicatat sebagai amal ibadah, dan anak-anak yatim yang hadir kelak tumbuh menjadi generasi yang saleh, sukses, dan bermanfaat bagi agama, bangsa, dan negara,” tutupnya.

 

(RED)

IMG-20260105-WA0057

Polri Dampingi Pemulihan SDN 1 Tualang Cut Pasca banjir, Sekolah Siap Sambut Siswa 5 Januari 2026

Aceh Tamiang || jejakindonesia.id —  Di tengah lumpur yang masih menempel di dinding ruang kelas dan sisa-sisa banjir yang merendam fasilitas sekolah, semangat pemulihan terus menyala di SD Negeri 1 Tualang Cut, Kecamatan Manyak Payed, Kabupaten Aceh Tamiang. Pascabanjir yang melanda wilayah tersebut, Polri hadir bersama para guru untuk memastikan sekolah kembali siap digunakan dan menyambut para siswa pada 5 Januari 2026, membawa harapan baru bagi dunia pendidikan setempat.

Upaya pemulihan SDN 1 Tualang Cut bukanlah perkara mudah. Endapan lumpur tebal menutup ruang kelas, perpustakaan, hingga akses masuk sekolah. Menyikapi kondisi tersebut, Polres Langsa bersama Polsek Tualang Cut turun langsung membantu proses pembersihan sekolah sebagai bentuk kepedulian Polri terhadap keberlangsungan pendidikan anak-anak di daerah terdampak bencana.

Kabag Penum Divhumas Polri Kombes Pol Erdi menegaskan bahwa kehadiran Polri di tengah masyarakat, khususnya pascabanjir, merupakan wujud nyata komitmen institusi dalam mendukung pemulihan sosial dan pendidikan.
“Polri tidak hanya hadir dalam menjaga keamanan, tetapi juga berperan aktif membantu masyarakat bangkit pascabencana. Pemulihan fasilitas pendidikan menjadi prioritas agar proses belajar mengajar dapat segera berjalan kembali,” ujar Kombes Pol Erdi.

Kehadiran personel Polri menjadi titik balik dalam proses pemulihan sekolah. Bersama pihak sekolah, tugas dibagi secara terukur. Personel Polres Langsa fokus membersihkan lumpur di ruang-ruang kelas, perpustakaan, serta jalur masuk sekolah yang tertutup endapan cukup tinggi. Mereka juga membantu mengeluarkan meja, kursi, serta buku-buku yang basah akibat banjir untuk ditata di halaman sekolah, sebelum didata dan dipilah oleh pihak sekolah.

Bantuan tersebut disambut haru oleh pihak sekolah. Ervita, Wakil Kepala Sekolah SDN 1 Tualang Cut, mengungkapkan rasa syukur atas dukungan yang diberikan Polri dalam mempercepat pemulihan sekolah.
“Alhamdulillah semua ruangan 100 persen sudah bersih dan anak-anak sudah bisa melaksanakan kegiatan, walaupun meubelair kita tidak lengkap, kemungkinan kita lesehan, insyaallah kita siap,” ujar Ervita.

Dengan kerja sama antara Polri dan pihak sekolah, SD Negeri 1 Tualang Cut kini bersiap membuka kembali pintunya bagi para siswa. Di balik keterbatasan fasilitas pascabanjir, semangat untuk kembali belajar tetap terjaga, menjadi simbol ketangguhan dan harapan bagi masa depan pendidikan di Aceh Tamiang.

IMG-20260103-WA0064

Komitmen Polri dalam Pemulihan Pascabanjir, SD Negeri di Aceh Tamiang Siap Digunakan

TAMIANG || jejakindonesia.id -  Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) menunjukkan komitmennya dalam pemulihan pascabencana dengan membantu pembersihan fasilitas pendidikan terdampak banjir di Kabupaten Aceh Tamiang. Melalui pengerahan personel Korps Brimob, Polri melaksanakan bakti sosial di SD Negeri 1 Karang Baru, Desa Tanjung Karang, Kecamatan Karang Baru.

Kegiatan pembersihan dilakukan untuk memastikan lingkungan sekolah kembali bersih dan layak digunakan setelah terdampak banjir.

Personel Brimob membersihkan ruang kelas, halaman sekolah, serta fasilitas pendukung lainnya agar proses belajar mengajar dapat segera berjalan normal.

Kepala SD Negeri 1 Karang Baru, Neti Suriyah, menyampaikan apresiasi atas bantuan yang diberikan Polri.
“Kami mengucapkan ribuan terima kasih kepada Bapak Kapolri yang sudah mengirimkan pasukan Brimob ke sekolah kami untuk membantu membersihkan lingkungan sekolah kami,” ujarnya.

Neti menambahkan bahwa langkah cepat tersebut sangat membantu pihak sekolah dalam menyiapkan sarana pendidikan menjelang hari pertama masuk sekolah.
“Sehingga nanti pada tanggal 5 Januari 2026, kami bisa melaksanakan pembelajaran di sekolah kami seperti biasanya,” kata Neti.

Dengan selesainya kegiatan pembersihan, SD Negeri 1 Karang Baru dipastikan siap digunakan untuk kegiatan belajar mengajar pada hari pertama masuk sekolah. Bantuan ini juga memberikan kepastian dan rasa aman bagi guru, siswa, serta orang tua murid.

Aksi kemanusiaan tersebut merupakan bagian dari komitmen Polri dalam membantu pemulihan kehidupan masyarakat pascabencana, khususnya di sektor pendidikan. Sejalan dengan arahan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, Polri terus hadir tidak hanya dalam menjaga keamanan, tetapi juga dalam misi kemanusiaan dan sosial di wilayah terdampak bencana.

error: Content is protected !!