Sorry, we're closed Opens Selasa at 9:00 am

Polri

Polresta Banyuwangi Dampingi Petani Setorkan Jagung ke Bulog

BANYUWANGI || jejakindonesia.id — Polresta Banyuwangi memberikan pendampingan kepada petani dalam proses penyetoran hasil panen jagung ke Perum Bulog Kancab Banyuwangi, Rabu (10/12/2025).

Langkah ini menjadi bagian dari upaya kepolisian untuk mendukung ketahanan pangan sekaligus memastikan proses serah terima hasil panen berjalan tertib, transparan, dan mengedepankan pelayanan humanis.

Pendampingan yang dilakukan jajaran Bag SDM Polresta Banyuwangi serta Kanit Binmas Polsek Tegalsari. Mereka mendampingi pengiriman hasil panen milik H. Boiran, seorang petani dari wilayah Tegalsari, yang diwakili oleh putranya, Supriyadi.

Setibanya di Bulog, jagung dengan berat total 6,25 ton diterima dengan kualitas kadar air 13,8 persen dan aflatoksin 50 ppb. Bulog menetapkan harga pembelian sebesar Rp 6.400 per kilogram sesuai standar yang berlaku.

Pihak petani menyampaikan apresiasi atas pendampingan yang diberikan Polresta Banyuwangi. Menurut mereka, kehadiran aparat kepolisian memberikan rasa aman dan membantu memastikan proses tetap teratur.

“Kami sangat terbantu dengan pendampingan ini. Terima kasih kepada Polresta Banyuwangi dan Bulog,” ujar Supriyadi.

Kapolresta Banyuwangi, Kombes Pol Rama Samtama Putra, S.I.K., M.Si., M.H., menegaskan bahwa pendampingan kepada petani merupakan bentuk komitmen Polri dalam memberikan pelayanan yang dekat dengan masyarakat.

“Polri hadir bukan hanya dalam penegakan hukum, tetapi juga mendukung sektor pangan dan membantu masyarakat dalam proses distribusi hasil panen. Kami ingin memastikan para petani merasa aman, dihargai, dan mendapat pelayanan terbaik,” ujar Kapolresta.

Kombes Pol. Rama Samtama Putra,S.I.K., M.Si., M.H., menambahkan bahwa sinergi antara Polresta Banyuwangi, Bulog, dan para petani menjadi elemen penting dalam menjaga stabilitas pangan daerah."pungkasnya

Slog Polri Percepat Distribusi Bantuan ke Tiga Provinsi Terdampak Bencana Melalui Jalur Udara dan Laut

JAKARTA || jejakindonesia.id – Polri melalui Staf Logistik (Slog) mempercepat penyaluran bantuan bagi masyarakat terdampak bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

Hal ini disampaikan Karo Faskon Slog Polri, Brigjen Pol. Moch Sagi Dharma Adhyakta, S.H., saat memberikan keterangan di Gudang D Slog Polri Cipinang, Jakarta Timur pada Rabu (10/12). Brigjen Sagi menjelaskan bahwa seluruh bantuan dihimpun dari gudang logistik Polri berdasarkan laporan kebutuhan dari masing-masing wilayah. “Kami dari Logistik Polri telah menyiapkan bantuan sesuai kondisi di tiga provinsi tersebut,” ujarnya.

Bantuan awal yang dikirim mencakup obat-obatan, makanan cepat saji, perlengkapan penyelamatan, serta dukungan bagi personel Polri, termasuk 600 pasang pakaian dinas dan rencana tambahan 10.000 pasang.

Selain kebutuhan masyarakat seperti makanan bayi, pakaian, dan kebutuhan perempuan, Polri juga mengaktifkan perangkat Wontek untuk memperkuat jaringan komunikasi di daerah yang terisolir.

Pengiriman dilakukan setiap hari melalui jalur darat dan udara menggunakan fasilitas Polri, termasuk pesawat, helikopter, hingga kargo penerbangan.
“Fokus sebelumnya adalah Aceh Tamiang yang sempat tertutup akses. Alhamdulillah sekarang seluruh barang sudah dapat masuk,” jelas Brigjen Sagi.

Untuk daerah yang tidak bisa dilewati jalur darat, bantuan dipusatkan lebih dulu di Bandara Kualanamu sebelum diteruskan menggunakan helikopter.

Brigjen Sagi menutup keterangan dengan memastikan Polri akan terus menjaga kelancaran distribusi. “Bila jalur darat memungkinkan, kami tetap tempuh jalur darat. Demikian penjelasan kami, terima kasih,” pungkasnya.

Peringati Hari Jadi Reserse ke – 78 Polres Kediri Bantu Sumur Bor

KEDIRI || jejakindoneaia.id - Dalam rangka memperingati Hari Jadi Fungsi Reserse Polri ke-78 tahun 2025, Polres Kediri Polda Jatim menggelar rangkaian kegiatan bakti sosial sebagai wujud komitmen Reserse Presisi Siap Melayani.

Kegiatan ini dilaksanakan di Masjid Al-Kautsar, Dusun Puhrejo, Desa Sukoharjo, Kecamatan Kayen Kidul, Kabupaten Kediri, Senin (8/12).

Kegiatan bakti sosial tersebut meliputi pemberian sumur bor, penyaluran puluhan paket sembako kepada warga kurang mampu, serta pelayanan kesehatan gratis yang melibatkan tenaga kesehatan dari Polres Kediri Polda Jatim.

Pemerintah Desa, tokoh agama dan masyarakat serta setempat mengucapkan terima kasih atas perhatian yang diberikan Polres Kediri Polda Jatim terutama terkait pembangunan sumur bor yang dinilai sangat membantu kebutuhan air bagi jamaah masjid dan warga sekitar.

Sementara itu Kapolres Kediri AKBP Bramastyo Priaji menuturkan bahwa kegiatan sosial ini merupakan bentuk kepedulian Polri khususnya Polres Kediri Polda Jatim terhadap kebutuhan masyarakat.

Menurutnya, pada peringatan Hari jadi fungsi Reserse Polri tidak hanya menjadi momen refleksi untuk meningkatkan kualitas pelayanan, tetapi juga momen untuk berbagi dan hadir di tengah masyarakat.

"Pembuatan sumur bor ini kami harapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan air bersih warga. Begitu pula dengan bantuan sembako dan pelayanan kesehatan, semoga bisa meringankan beban masyarakat,” tutur AKBP Bramastyo.
AKBP Bramastyo.

Ia juga menyampaikan bahwa Polri, sesuai dengan tema ‘Reserse Presisi Siap Melayani’, berkomitmen untuk terus menghadirkan Polri yang responsif, profesional, dan peduli.

Kegiatan ini menjadi wujud nyata bahwa Reserse Polri tidak hanya bekerja dalam penegakan hukum, tetapi juga mengambil peran dalam memberikan manfaat sosial bagi masyarakat.

"Kami ingin masyarakat merasakan kehadiran Polri tidak hanya dalam penegakan hukum, tetapi juga dalam sisi sosial kemasyarakatan," ucap Kapolres Kediri.

Lebih lanjut AKBP Bramastyo, mengatakan Polres Kediri Polda Jatim akan terus mendukung kegiatan positif maupun keagamaan.

Tempat ibadah sebagai sarana pusat pembinaan akhlak, dan tempat mempererat silaturahmi.

Pemanfaatan masjid sebagai tempat pembinaan masyarakat merupakan langkah penting untuk membangun lingkungan yang harmonis, aman, dan penuh nilai-nilai kebajikan.

"Kami dari Polres Kediri siap mendukung kegiatan-kegiatan positif di masjid, baik dalam bentuk pembinaan, penyuluhan, maupun kerja sama dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat," ungkap AKBP Bramastyo.

Pada kegiatan tersebut Kapolres Kediri AKBP Bramastyo Priaji didampingi oleh Kabag, Kasat dan Pejabat Utama Polres Kediri serta Kapolsek Pagu dan anggotanya. (*)

Polda Jatim Dalami Dugaan Kasus Pencabulan di Ponpes Bangkalan

BANGKALAN || jejakindoneaia.id - Dugaan kasus pencabulan yang melibatkan seorang pengajar salah satu Pondok Pesantren (Ponpes) di Kecamatan Galis, Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur, memasuki tahap penyelidikan serius oleh pihak kepolisian.

Terduga pelaku berinisial U, diduga melakukan tindakan asusila terhadap sejumlah santri.

Kabid Humas Polda Jawa Timur, Kombes Pol Jules Abraham Abast, membenarkan adanya proses penanganan kasus tersebut.

Ia memastikan bahwa penyidik tengah memanggil saksi-saksi untuk dimintai keterangan sebagai bagian dari pengungkapan kasus.

“Hari ini dijadwalkan pemeriksaan sebagai saksi. Tidak menutup kemungkinan jika yang bersangkutan cukup bukti, bisa ditetapkan sebagai tersangka,” ujar Kombes Pol Jules Abraham Abast, Rabu (10/12/2025).

Menurutnya, tim penyidik bekerja secara profesional dan berhati-hati, mengingat perkara ini melibatkan anak-anak di bawah umur serta institusi pendidikan berbasis pesantren.

Polda Jatim juga memastikan pendampingan psikologis bagi para korban untuk mengurangi trauma selama proses pemeriksaan.

Lebih lanjut, Polda Jatim menegaskan komitmennya untuk mengusut tuntas kasus tersebut.

Kasus ini masih dalam tahap penyelidikan dan perkembangan selanjutnya akan disampaikan setelah pemeriksaan lanjutan terhadap pihak-pihak terkait. (*)

Babuk 300 Liter Ditindak Lanjuti Oleh Polda Sulut, Tangki Dengan Kendaraan Milik Dari Mafia BBM Frenli dan Haji Nur Hilang Tanpa Arah

MANADO || jejakindonesia.id - Pada tahun 2024 yang lalu Polda Sulut berhasil menindaklanjuti Gudang penimbunan solar ilegal yang berada di Desa Koka, Kecamatan Tombulu, Minahasa dan Beberapa kendaraan milik dari mafia BBM FRENLY Rompas.

Dari penindakan tersebut, Polisi berhasil mengamankan barang bukti 15.000 liter solar. perinciannya, 5 ribu di Tandon yang terdapat dalam gudang, 2 ribu dalam tandon yang sudah termuat dalam mobil Box 8 ribu liter berada dalam Mobil Tangki Industri milik PT Sri karya Lintas Sindo (Sri karya Sukses Group). Sementara sebanyak 8 unit kenderaan roda 4 (R4) ikut diamankan.

Setelah berjalannya waktu awak media mendapatkan informasi dari video yang sempat viral dari salah satu Oknum mafia BBM berinisial RS alias Riko Soleman, bahwa Babuk yang pernah di tangkap oleh Polda Sulut sudah tidak terlihat lagi di halaman kediaman Mapolda.

Menurut keterangan isi dalam video yang viral di medsos, bahwa Riko Soleman di panggil oleh Anggota Tipiter Polda untuk melakukan penyerahan berkas kepada kejaksaan dan penyerahan tersangka dikarenakan kasus tersebut kemungkinan masuk di tahap kedua.

Riko Soleman juga meminta kepada rekan-rekan wartawan agar supaya mengawal kasus yang menimpa dirinya. Dikarenakan tidak ada keadilan bagi saya.

"Mengapa??? Krna barang bukti saya hanya 300 Liter dan berkas saya di tindak lanjuti oleh Polda Sulut ke kejaksaan. Akan tetapi mengapa Babuk dari Oknum Owner Haji Nur pemilik PT SKS Sri Karya Lintasindo di lepas oleh anak buah Kapolda dan ada Oknum-oknum tertentu yang melepas, bukan hanya itu juga ada 8 KL dan beberapa unit kendaraan yang parkir di depan ruangan tahanan milik dari Oknum mafia BBM Frenli Rompas juga di lepas oleh pihak Polda".

Riko juga mendapatkan informasi bahwa kopensansi yang Haji Nur berikan kurang lebih 600 juta kalau mafia Frenli Rompas saya tidak mendapatkan informasi dan saya juga berharap kepada Gubernur YSK bisa monitor kasus ini. Kenapa kendaraan mereka di lepas padahal kedua mafia tersebut sangat terbilang besar sedangkan saya hanya 300 Liter di proses lanjut.

Setelah melihat video yang viral di medsos awak media mencoba mengkonfirmasi kepada pihak Polda Sulut akan tetapi sampai ini belum juga memberikan keterangan secara resmi mengenai Babuk yang di lepas oleh Polda.

Menanggapi viralnya vidio dari Riko Soleman ketua PPWI Sulut Hendra Tololiu, bahwa Tim Tipiter Polda Sulut Kompol Rio Gumara dan (Dirreskrimsus) Polda Sulut, Kombes Pol FX Winardi Prabowo, menjadi sorotan publik, dikarenakan Babuk yang seharusnya tidak bisa di lepas entah kenapa bisa di lepas begitu saja, apakah Hukum di Negara ini bisa di beli???.Ujar Ketua PPWI Sulut

"Saya menunggu tindakan tegas dari Propam Polda Sulut, terhadap Oknum-oknum yang terlibat dalam lepasnya barang bukti (Babuk) tersebut". Ucap Ketua PPWI Sulut dengan nada geram

Ketua PPWI Sulut juga menegaskan bagi Seluruh Aparat pegang hukum (APH) yang ada di Manado ,Minut dan Bitung , hentikan (STOP). Praktik Tangkap Lepas Babuk Tanpa Ada Dasar Proses Hukum yang Sah ini perintah tegas dari Presiden Prabowo, Kapolri dan Panglima TNI

"Ini Negara Hukum Jadi Barang Yang sudah di tangkap Harus Di Perjelaskan Ke Publik, jangan hanya diam atau bisu setelah mendapatkan upeti dari semua hasil lepasnya Babuk tersebut".

Ketua PPWI Sulut juga minta Presiden RI, Jendral Kepolisian dan Kapolda Sulut agar segera tindakan terhadap Oknum-oknum Polisi yang sudah melanggar kode etik dan sudah merusak citra Polri. Tegas Ketua PPWI Sulut

 

Tim**

error: Content is protected !!