Sorry, we're closed Opens today at 9:00 am

Polri

Gaet Salah Aktivis YLKI Di Daerah Sulawesi, Senioritas Ketua YLKI Gorontalo dan Ketua YLKI Sultra Mas Agus , di Korlantas Polri

JAKARTA || jejakindinesia.id - Sepertinya Program Program Polisi Lalulintas (Polantas) Melayani Masyarakat (Publik) Dapat Tanggapan Aktivis Konsumen Senior YLKI Daerah, Mas Agus, Pasalnya sudah 25 Tahun Jadi Ketua YLKI diwilayah Sulawesi, baru kali ini bertatapan muka terkait Program Polantas sangat konsen terhadap Pelayanan.

Diketahui Nama Mas Agus di kalangan Aktivis Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Wilayah Sulawesi , merupakan Tokoh Berpengaruh ke 4 , Setelah Ketua YLKI Sulsel Ambo Dale, YLKI Sulteng dan Sulut, karena namanya Mas Agus dikenal Termasuk Aktivis Keras didunia Konsumen.

Akhir akhir ini sangat dekat Dengan Korlantas Polri, salah satunya mendukung Program Pelayanan Direktur Registrasi dan Identifikasi (Ditregident) Korlantas Polri, Brigjen Wibowo, S.IK, terkait peningkatan kualitas pelayanan publik dan mengoptimalkan pelaksanaan program Polantas Menyapa.

" Sudah Saya Tau itu, Saya monitor juga, faktanya sudah jalan dengan naik Polantas Menyapa, Ada sih satu dua orang tidak menjalankan, itu kan oknum saja, selebihnya bagus semua," ujar julukan Agus Flores ini.

Figur dikenal Ketua Umum Fast Respon Counter Polri ini, Penyampaiannya mendasar,selama Lembaga atau Instansi, mendukung Pelayanan kepada masyarakat dirinya sangat Respon Baik.

Menurutnya Arahan yang disampaikan Brigjen Wibowo dalam kegiatan Rapat Kerja Teknis (Rakernis) Ditregident Korlantas Polri yang digelar di Hotel Aryaduta, Bandung, Jawa Barat, Bulan Lalu Cukup Baik Menaikan Renting Korlantas keberpihakan Kepada Masyarakat.

Termasuk Arahan Brigjen Wibowo menekankan bahwa peningkatan pelayanan publik harus berjalan seiring dengan revitalisasi dan transformasi digital di seluruh lini layanan utama seperti SIM, STNK, dan BPKB. Transformasi ini.

Sehingga menjadi langkah strategis untuk menghadirkan pelayanan yang mudah, cepat, efisien, transparan, dan bebas pungli.

Ada hal lain Menurut Aktivis Konsumen Senior di Daerah Sulawesi inj, terkait Seluruh jajaran Ditregident harus memiliki semangat yang sama untuk memberikan pelayanan terbaik.

Termasuk Reformasi digital bukan hanya soal teknologi, tetapi tentang membangun kepercayaan publik melalui pelayanan yang profesional dan berintegritas.

Programnya Menurut Agus, bukan hanya itu saja, terkait terus mengembangkan berbagai inovasi berbasis digital. Antara lain SIM Nasional Presisi (SINAR) untuk pembuatan dan perpanjangan SIM secara daring. Kemudian Samsat Digital Nasional (SIGNAL) untuk pembayaran pajak kendaraan bermotor dan pengesahan STNK tahunan secara digital. E-BPKB serta Digital ID Regident yang terintegrasi dengan data nasional.

Selain itu, Terlihat Ditregident juga mendorong sistem layanan terintegrasi dalam satu ekosistem digital Polri sehingga data dapat diakses secara cepat dan akurat.

Upaya itu menurut Mas Agus menjadi bagian dari implementasi kebijakan transformasi digital Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo, guna mewujudkan Polri yang presisi, modern, dan berorientasi pada pelayanan publik.

" Brigjen Wibowo juga menekankan penguatan program Polantas Menyapa sebagai wujud nyata pelayanan humanis kepada masyarakat. Program ini mengedepankan pendekatan ramah, cepat, transparan, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat," lanjut Ketua YLKI Sutra dan Gorontalo ini.

Lanjut Agus, Dalam Analisa Ilmiahnya Program ini harus menjadi budaya kerja. Polantas harus hadir dengan senyum, melayani dengan hati, dan mendengar keluhan masyarakat dengan empati.

" Layaanan Tidak Memblokir nomor saya, yang memutuskan layanan informasi harus Diperbaiki di Internal Polantas juga," ujarnya.

Program Polantas Menyapa ini juga menurut Agus , dijalankan oleh jajaran Polantas di seluruh Indonesia dengan dukungan penuh Dari Motivator Kakorlantas Polri Irjen Agus Suryonugroho.

Di mana Kakorlantas mendorong agar seluruh lini pelayanan lalu lintas semakin dekat dengan masyarakat dan berdampak pada peningkatan kepercayaan publik.

Melalui kombinasi transformasi digital dan pelayanan humanis, Ditregident Korlantas Polri bertekad memperkuat sistem integritas, mempercepat reformasi pelayanan, serta menjadikan jajaran lalu lintas sebagai wajah modern dan terpercaya dari institusi Polri.

Ujar Mas Agus, Saat Diwawancara media , dihalaman Korlantas Polri Cikoko Jakarta, Kamis (18/12) .

Gelar Rakor Lintas Sektoral, Polda Kalteng Matangkan Sinergi Pengamanan Nataru

Palangka Raya || jejakindonesia.id - Polda Kalimantan Tengah (Kalteng) menggelar rapat koordinasi lintas sektoral dalam rangka Operasi Kepolisian Terpusat 'Lilin Telabang 2025', bertempat di Graha Bhayangkara, Mapolda setempat, Jl. Tjilik Riwut Km.1, Kota Palangka Raya, Kamis (18/12/2025).

Kegiatan tersebut, dipimpin langsung oleh Kapolda Kalteng Irjen Pol Iwan Kurniawan, S.IK., M.Si. , didampingi Gubernur H. Agustiar Sabran, dan Pangdam XXII Tambun Bungai Mayjen TNI Zainul Arifin, serta turut dihadiri sejumlah pejabat utama Polda, unsur Forkopimda dan Stakeholder terkait.

Adapun tema dalam rakor kali ini, ialah 'Mewujudkan Paradigma Baru Pelayanan Perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 dalam Semangat Transformasi Polri'.

Dalam sambutannya, Kapolda Kalteng menyampaikan bahwa rakor ini digelar dalam rangka pengamanan Natal dan Tahun Baru (Nataru). Dimana kegiatan ini merupakan agenda rutin yang dilaksanakan secara berjenjang, mulai dari tingkat nasional hingga ke daerah.

Rapat koordinasi Natal dan Tahun Baru ini sebelumnya telah dilaksanakan di tingkat nasional, dan hari ini kita laksanakan kembali di tingkat Polda sebagai langkah kesiapan dalam menghadapi perayaan Nataru di wilayah Provinsi Kalteng

"Saya berharap dengan adanya persiapan yang matang ini dapat meminimalisir terjadinya gangguan kamtibmas dan menyukseskan pengamanan selama pelaksanaan Nataru," ujar Irjen Iwan

Sementara itu, Kabidhumas Kombes Pol Erlan Munaji menambahkan bahwa dalam operasi Lilin Telabang ini pihaknya akan menerjunkan sebanyak 1674 personel gabungan dari Polri, TNI, dan unsur terkait lainnya.

"Kemudian untuk Pos Kepolisian, pihaknya juga telah mendirikan sebanyak 55 Pos diberbagai titik lokasi rawan pada sejumlah wilayah di Kalteng, terdiri dari 23 Pos Pengamanan, 18 Pos Pelayanan dan 14 Pos Terpadu," beber Erlan.

Kabidhumas berharap, melalui kegiatan ini berbagai kekurangan atau kendala yang terjadi pada tahun sebelumnya dapat kita antisipasi dan atasi, sehingga operasi pengamanan dan pelayanan kepada masyarakat dapat berjalan lebih maksimal.

"Melalui sinergi lintas sektoral ini, Polda Kalteng berkomitmen menghadirkan pengamanan yang optimal, pelayanan yang humanis, serta menciptakan situasi kamtibmas yang aman dan kondusif selama perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 di wilayah Kalteng," demikian Erlan. (adji)

Polda Sulteng Gelar Rakor Lintas Sektoral, 2.802 Personel Gabungan Siap Amankan Nataru 2025/2026

PALU || jejakindonesia.id – Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Tengah (Sulteng) menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Lintas Sektoral tingkat Provinsi dalam rangka kesiapan pengamanan perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026.

Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Kapolda Sulteng, Irjen Pol Dr. Endi Sutendi, S.H., S.I.K., M.H., bertempat di Lotus Meeting Room, Swiss-Belhotel Silae Palu, Kamis (18/12/2025).

Rapat tersebut dihadiri oleh Wakapolda Sulteng Brigjen Pol Dr. Helmi Kwarta Kusuma, jajaran pejabat TNI-Polri, Pemerintah Provinsi Sulteng, instansi terkait, Fkub Provinsi dan Tokoh Lintas Agama.

Dalam sambutannya, Kapolda Sulteng Irjen Pol Endi Sutendi menekankan bahwa pengamanan Nataru merupakan agenda rutin yang harus dilaksanakan secara optimal untuk menjamin rasa aman bagi seluruh lapisan masyarakat.

Irjen Pol Endi Sutendi menyebutkan bahwa momentum ini selalu berimplikasi pada peningkatan mobilitas masyarakat di tempat ibadah dan lokasi wisata.

“Operasi ini bukan sekadar rutinitas, melainkan bentuk kehadiran negara. Kita akan menerapkan paradigma baru pelayanan publik sosial-spiritual yang menyeluruh, di mana Polri bertransformasi dari sekadar penjaga menjadi penguat makna dan rasa aman,” ujar Kapolda Sulteng.

Demi menjamin keamanan di wilayah Sulawesi Tengah, pihaknya bersama TNI dan stakeholder terkait akan menggelar operasi kepolisian terpusat dengan sandi “Operasi Lilin Tinombala-2025”.

Jenderal bintang dua ini juga memberikan instruksi khusus terkait sterilisasi lokasi ibadah sebelum pelaksanaan misa Natal.

Irjen Pol. Endi Sutendi meminta jajarannya melibatkan ormas keagamaan dalam pengamanan sebagai wujud nyata toleransi beragama di Sulawesi Tengah.

Selain itu, kewaspadaan terhadap ancaman terorisme tetap menjadi prioritas utama.

“Kedepankan deteksi dini dan preventive strike. Lakukan penjagaan ketat agar tidak ada letupan sekecil apapun, sehingga saudara-saudara kita dapat beribadah dengan khidmat dan aman,” tegasnya.

Mengakhiri arahannya, Irjen Pol Endi Sutendi berharap rakor ini mampu menyamakan persepsi dan menyelaraskan tindakan di lapangan.

“Sinergitas dan komitmen kuat dari kita semua adalah kunci keberhasilan dalam mewujudkan situasi Kamtibmas yang kondusif di Bumi Tadulako,” tutupnya.

Diketahui, operasi ini akan berlangsung selama 14 hari, terhitung mulai tanggal 20 Desember 2025 hingga 2 Januari 2026.

Kekuatan personel dan sebaran Pos Pengamanan (Pospam) Kapolda memaparkan bahwa sebanyak 2.802 personel gabungan disiagakan, yang terdiri dari 1.073 personel Polri, 359 personel TNI, serta 1.370 personel dari instansi terkait lainnya.

Untuk memaksimalkan pelayanan, telah disiapkan 88 posko yang tersebar di seluruh wilayah Sulteng, meliputi 56 Pos Pengamanan (Pos Pam), 20 Pos Pelayanan (Pos Yan) dan 12 Pos Terpadu.

Seluruh pos ini akan mengamankan sedikitnya 2.924 objek vital, mulai dari Gereja, pusat perbelanjaan, terminal, pelabuhan, bandara, hingga titik-titik keramaian malam pergantian tahun.

Dapur MBG Polri Kembali Jadi Sorotan Internasional

JAKARTA || jejakindonesia.id - SPPG Polri Pejaten sebelumnya telah mendapat sorotan internasional melalui kunjungan Rockefeller Foundation pada 9 Oktober 2025, yang dipimpin Elizabeth Yee (Executive Vice President Rockefeller Foundation). Dalam kunjungan tersebut, Rockefeller Foundation mengapresiasi inovasi Polri dalam membangun sistem penyediaan pangan bergizi yang efisien, aman, dan memberdayakan masyarakat, serta menilai SPPG Polri sebagai model percontohan tata kelola pangan berkelanjutan. Sorotan ini menjadi latar belakang meningkatnya perhatian komunitas internasional terhadap model MBG Polri.

Komitmen Polri dalam mendukung Asta Cita Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto terus diwujudkan secara konkret melalui keterlibatan aktif dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Melalui pengelolaan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Polri, Polri menghadirkan dapur MBG percontohan nasional dengan kekhasan tersendiri, yakni jaminan kualitas dan keamanan pangan yang didukung langsung oleh Dokkes Polri sebelum makanan didistribusikan kepada para penerima manfaat.

Sorotan internasional tersebut kembali menguat saat Delegasi Kedutaan Besar Prancis dan Tim Tenaga Ahli Badan Gizi Nasional (BGN) melakukan kunjungan diplomatik ke SPPG Polri Pejaten, Kamis (18/12). Kunjungan ini menjadi bentuk pengakuan atas peran Polri dalam memastikan program MBG berjalan cepat, masif, aman, higienis, dan berstandar tinggi.

Director General for Global Affairs Kementerian Eropa dan Luar Negeri Prancis, Mrs. Salina Grenet-Catalano, menyampaikan pernyataan lengkapnya terkait komitmen Prancis dan dukungan terhadap Program MBG Indonesia sebagai berikut:

“Di tingkat internasional, Prancis sangat berkomitmen terhadap ketahanan pangan dan gizi. Kami memimpin Koalisi Makanan Sekolah Dunia dan kami sangat senang karena Indonesia baru-baru ini bergabung dalam koalisi tersebut. Di Prancis, kami memiliki program makanan sekolah yang sangat kuat dan bersejarah, sehingga setiap anak dapat mengakses makanan sekolah yang sangat baik dan bergizi. Makanan sekolah di Prancis memang tidak sepenuhnya gratis, namun disubsidi bagi keluarga yang tidak memiliki sumber daya.

Ketika kami mengetahui bahwa Presiden Prabowo meluncurkan program ini, kami sangat senang karena kami memandangnya sebagai sesuatu yang sangat penting bagi pengembangan ekonomi, masyarakat, dan negara, yaitu menyediakan makanan yang baik dan bergizi setiap hari bagi anak-anak. Hal ini sangat penting bagi perkembangan otak dan kapasitas intelektual mereka. Oleh karena itu, kami mendukung program ini sejak awal dan siap untuk memperkuat kerja sama dengan Indonesia di bidang ini.

Program makanan sekolah juga sangat penting untuk dikaitkan dengan produsen lokal dan sektor pertanian. Program ini harus berbasis pada pengembangan pertanian lokal dan produsen lokal agar makanan yang dihasilkan berkualitas baik, segar, dan sekaligus membantu pengembangan ekonomi lokal. Sangat penting untuk memiliki rantai pasok yang pendek, produk lokal, serta tetap menghormati tradisi dan kebiasaan makan masyarakat.

Kami melihat pemanfaatan rumah kaca di sekitar dapur ini sebagai praktik yang sangat baik, karena anak-anak perlu mengonsumsi sayur dan buah setiap hari untuk asupan vitamin. Kami tidak datang untuk memberi pelajaran kepada siapa pun, tetapi kami siap membantu Indonesia menerapkan program ini sebaik mungkin. Target Indonesia sangat ambisius, negara ini luas, penduduknya besar, dan tantangannya tidak kecil. Kami bahkan tidak yakin ada program makanan sekolah yang seambisius ini di dunia. Karena itu, kami sangat senang dapat mendukung agar implementasinya berjalan semulus mungkin, karena tata kelola program sebesar ini sangatlah penting,” ujar Mrs. Salina Grenet-Catalano.

Dalam kunjungan tersebut, delegasi meninjau langsung operasional dapur SPPG Polri, termasuk pemeriksaan keamanan pangan (food safety check) yang dilakukan oleh Dokkes Polri sebelum makanan didistribusikan. Sistem ini memastikan setiap menu MBG memenuhi standar kesehatan, gizi, dan keamanan pangan yang ketat.

Kasatgas MBG Polri Irjen Pol. Nurworo Danang, S.I.K., menegaskan bahwa Polri mengoptimalkan kekuatan organisasinya untuk mempercepat pemerataan pelayanan MBG di seluruh Indonesia.

“Polri memanfaatkan keberadaan 508 Polres yang tersebar di seluruh Indonesia untuk percepatan pembangunan SPPG. Kami mendorong setiap Polres bersama masyarakat minimal membangun satu SPPG agar pelayanan Makan Bergizi Gratis dapat menjangkau seluruh penerima manfaat secara cepat dan merata,” tegas Irjen Pol. Nurworo Danang.

Ia menjelaskan bahwa Mabes Polri telah membentuk Gugus Tugas MBG secara berjenjang di tingkat Mabes Polri, Polda, hingga Polres guna memastikan seluruh dapur SPPG dikelola sesuai standar pemerintah, dilengkapi SOP ketat, pemeriksaan keamanan pangan sebelum distribusi, serta sistem quality control dari tingkat pusat hingga daerah.

Selain menjamin kualitas dan keamanan pangan, Polri juga mengintegrasikan aspek budaya dan kearifan lokal dalam pelaksanaan MBG melalui pengembangan menu Nusantara di setiap dapur SPPG.

Melalui peran aktif dalam Program MBG, Polri menegaskan bahwa pengabdian Bhayangkara tidak hanya hadir dalam menjaga keamanan dan ketertiban, tetapi juga mengawal kualitas generasi masa depan bangsa, sejalan dengan visi besar Asta Cita Presiden Prabowo Subianto.

Jelang Nataru Polda Jatim Kembali Musnahkan Barang Bukti 9,3kg Sabu

SURABAYA || jejakindonesia.id – Kepolisian Daerah Jawa Timur terus menunjukkan komitmen kuat dan konsisten dalam memberantas peredaran gelap dan penyalahgunaan narkotika.

Komitmen tersebut ditegaskan melalui kegiatan pemusnahan barang bukti narkoba sekaligus penyampaian capaian pengungkapan kasus narkotika sepanjang Tahun Anggaran 2025, pada Kamis (18/12/2025).

Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Jules Abraham Abast mengatakan, dalam pemusnahan barang bukti Narkoba ini hasil pengungkapan 24 perkara dengan jumlah tersangka sebanyak 40 orang.

"Barang bukti yang dimusnahkan ini berupa narkotika jenis sabu dengan berat total 9.335,43 gram serta ekstasi 3 butir," kata Kombes Pol J. Abast.

Kabid Humas Polda Jatim menerangkan, dari 23 perkara yang diungkap Ditresnarkoba Polda Jatim, Polisi berhasil mengamankan 38 tersangka dengan barang bukti sabu seberat 1.476,91 gram dan ekstasi sebanyak 3 butir.

Sementara itu Polresta Sidoarjo mengungkap satu perkara dengan 2 tersangka dengan barang bukti sabu seberat 7.858,52 gram.

Dikesempatan yang sama, Direktur Reserse Narkoba Polda Jatim Kombes Pol Robert Da Costa, menyampaikan dalam paparannya bahwa pengungkapan kasus narkoba di Jawa Timur selama tahun 2025 menunjukkan tren peningkatan.

"Selama periode Januari hingga Desember 2025, Polda Jatim berhasil mengungkap sebanyak 5.924 kasus dengan jumlah tersangka mencapai 7.617 orang," ujar Kombes Pol Robert.

Adapun barang bukti yang berhasil diamankan sepanjang tahun 2025 meliputi 292.488 gram sabu; 103.782 gram dan 960 batang tanaman ganja; 60.989 butir ekstasi; 4,70 gram kokain; dan 8.610.473 butir obat-obatan keras.

"Dibanding tahun 2024, pengungkapan kasus narkoba pada 2025 meningkat 6,49 persen, sementara jumlah tersangka meningkat 9,14 persen," ujar Kombes Pol Robert.

Ia juga menjelaskan bahwa pemusnahan barang bukti narkoba telah dilakukan beberapa kali sepanjang tahun 2025.

Pada Juni 2025, Polda Jatim memusnahkan 49 kg sabu dan 2.860 butir ekstasi, serta 5.688.600 butir obat keras.

Selain itu, pemusnahan bersama Bareskrim Polri juga dilakukan terhadap 85,3 kg sabu.

“Pada hari ini, kita kembali melaksanakan pemusnahan barang bukti dari 24 kasus dengan 40 tersangka, di mana 22 kasus di antaranya merupakan perkara yang telah dilakukan restorative justice,” terang Kombes Pol Robert.

Dari total pengungkapan tersebut, Polda Jatim diperkirakan telah berhasil menyelamatkan sekitar 4,8 juta jiwa dari bahaya penyalahgunaan narkoba.

“Kami mengimbau seluruh elemen masyarakat dan instansi terkait untuk terus menggalakkan pencegahan dan pemberantasan narkoba demi mewujudkan Jawa Timur yang lebih maju dan mendukung Indonesia Emas,” ucap Kombes Pol Robert.

Pada kesempatan tersebut, Kombes Pol Robert Da Costa juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang terlibat, mulai dari BNNP Jawa Timur, Bea Cukai, Angkasa Pura, Pelindo, kejaksaan, pengadilan, hingga seluruh stakeholder dan personel Ditresnarkoba Polda Jatim yang terus bekerja tanpa lelah dalam memberantas peredaran narkoba di Jawa Timur. (*)

error: Content is protected !!