Sorry, we're closed Opens today at 9:00 am

Polri

Polres Gresik Bongkar Aplikasi Gomatel yang Sebar 1,7 Juta Data Debitur

GRESIK || jejakindonesia.id - Satreskrim Polres Gresik Polda Jawa Timur bergerak cepat membongkar praktik penyalahgunaan data pribadi melalui aplikasi ilegal 'Gomatel - Data R4 Telat Bayar' yang beroperasi di wilayah Gresik.

Dalam pengungkapan kasus ini, Polisi menemukan sebanyak 1,7 juta data debitur yang disebarluaskan tanpa izin.

Kapolres Gresik AKBP Rovan Richard Mahenu mengatakan, data debitur yang disebar tersebut tidak hanya berasal dari Kabupaten Gresik, namun termasuk data debitur yang berada di luar Kabupaten Gresik.

"Pengungkapan ini berawal dari patroli siber yang rutin dilakukan jajaran Satreskrim Polres Gresik Polda Jatim," kata AKBP Rovan, Kamis (18/12).

Dari patroli tersebut, lanjut Kapolres Gresik petugas mendapati informasi viral yang menjadi atensi publik terkait aplikasi yang digunakan oleh oknum debt collector ilegal untuk mengakses data pribadi masyarakat.

Sementara itu, Kanit Tipidter Satreskrim Polres Gresik, Iptu Komang Andhika Haditya Prabu, mengatakan pihaknya langsung melakukan penyelidikan mendalam setelah menemukan indikasi pelanggaran serius terhadap perlindungan data pribadi.

“Karena data pribadi seseorang disebarluaskan di sana, informasi tersebut kami tindak lanjuti dengan penyelidikan. Saat ini kami telah melakukan pemeriksaan terhadap empat orang saksi,” ujar Iptu Komang.

Iptu Komang menjelaskan, aplikasi Gomatel Data R4 Telat Bayar dapat diakses secara umum dan bahkan sempat tersedia di Play Store.

Aplikasi tersebut menggunakan sistem berbasis langganan, dimana data debitur diperjualbelikan kepada pihak-pihak tertentu.

Dari hasil pemeriksaan, diketahui salah satu saksi berperan sebagai pembuat atau aplikator aplikasi ilegal tersebut.

“Salah satu saksi berperan sebagai aplikator. Selain itu, ada saksi lain yang berperan mencari data debitur dengan cara bekerja sama dengan sejumlah finance,” jelasnya.

Hingga saat ini, data debitur yang berhasil diidentifikasi mencapai sekitar 1,7 juta orang, dan jumlah tersebut masih terus didalami oleh penyidik.

Data debitur tersebut kemudian dimasukkan ke dalam aplikasi bernama Gomatel R4 untuk kemudian diperjualbelikan secara berlangganan.

"Kami masih mendalami kemungkinan adanya penambahan data,” beber Iptu Komang.

Tak hanya fokus pada penegakan hukum, Polres Gresik Polda Jatim juga memberikan edukasi dan imbauan kamtibmas kepada masyarakat agar tidak menjadi korban intimidasi oknum debt collector ilegal.

“Kami mengimbau masyarakat agar tidak pernah takut bila ada oknum yang mengaku debt collector menghentikan kendaraan di tengah jalan,” tegasnya.

Masyarakat diminta untuk menanyakan legalitas petugas yang mengaku sebagai debt collector.

“Jika tidak bisa menunjukkan legalitasnya, segera lapor ke polisi. Karena tindakan tersebut bisa diidentifikasi sebagai begal berkedok debt collector,” pungkasnya.

Sebagai bentuk pelayanan dan perlindungan kepada masyarakat, Polres Gresik Polda Jatim membuka layanan pengaduan cepat melalui hotline “Lapor Cak Roma” di nomor 0811-8800-2006, atau masyarakat dapat langsung mendatangi kantor kepolisian terdekat apabila menemukan aktivitas mencurigakan. (*)

Polresta Banyuwangi Gelar Apel Kesiapan Operasi Lilin Semeru 2025

BANYUWANGI || jejakindonesia.id – Menjelang perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru), Polresta Banyuwangi menggelar Apel Kesiapan Pengamanan Operasi Lilin Semeru 2025 di halaman Mako Polresta Banyuwangi, Jumat (19/12/2025).

Apel gelar pasukan tersebut dipimpin langsung oleh Kapolresta Banyuwangi Kombes Pol. Dr. Rama Samtama Putra, S.I.K., M.Si., M.H., dan dihadiri Bupati Banyuwangi Hj. Ipuk Fiestiandani, S.Pd., M.KP., Komandan Lanal Banyuwangi yang diwakili Palaksa Mayor (Mar) I Nyoman Suarmika, Dandim 0825 Banyuwangi Mayor (Kav) Suprapto, Pejabat Utama (PJU) Polresta Banyuwangi, Kapolsek jajaran, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta para stakeholder terkait.

Apel kesiapan ini melibatkan personel gabungan dari Polresta Banyuwangi, Polsek jajaran, TNI, Dinas Perhubungan, Satpol PP, serta instansi terkait lainnya sebagai bentuk sinergi pengamanan Nataru.

Dalam kesempatan tersebut, Kapolresta Banyuwangi memimpin apel dan membacakan amanat Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si., yang menekankan pentingnya kesiapan personel, sarana prasarana, serta soliditas lintas sektor guna menjamin keamanan dan kenyamanan masyarakat selama Nataru.

Kapolresta Banyuwangi Kombes Pol. Dr. Rama Samtama Putra, S.I.K., M.Si., M.H. menyampaikan bahwa seluruh personel Polresta Banyuwangi akan dikerahkan dan ditugaskan sesuai Surat Perintah untuk mendukung pengamanan dan kelancaran Operasi Lilin Semeru 2025.

“Banyuwangi merupakan wilayah yang berbatasan langsung dengan Pulau Bali serta memiliki pelabuhan penyeberangan, sehingga diperlukan metode pengamanan yang tepat dengan penerapan Standar Operasional Prosedur (SOP) yang telah ditetapkan,” ujarnya.

Kapolresta Banyuwangi menegaskan bahwa seluruh personel yang terlibat harus memiliki kesiapan maksimal, memahami tugas dan tanggung jawabnya, serta melaksanakan pengamanan sesuai SOP dengan dukungan peralatan yang digunakan secara optimal dan proporsional.

Sementara itu, Kabag Ops Polresta Banyuwangi Kompol Idham Khalid, S.H., M.H., menekankan kepada seluruh personel agar memanfaatkan aplikasi pendukung tugas kepolisian dalam pelaksanaan pengamanan.

“Seluruh personel harus memahami tugas dan fungsinya masing-masing serta mampu mengantisipasi potensi gangguan kamtibmas selama pelaksanaan Operasi Lilin Semeru 2025,” tegasnya.

Kabag Ops juga berpesan agar seluruh anggota yang terlibat tetap menjaga semangat, kebersamaan, serta profesionalisme dalam memberikan pelayanan dan pengamanan terbaik kepada masyarakat. (***)

Polres Raja Ampat Gelar Upacara Hari Bela Negara ke-77: “Teguhkan Bela Negara untuk Indonesia Maju”

RAJA AMPAT || jejakindonesia.id – Kepolisian Resor (Polres) Raja Ampat melaksanakan Upacara Peringatan Hari Bela Negara ke-77 tahun 2025 dengan khidmat. Kegiatan ini berlangsung di Lapangan Apel Mapolres Raja Ampat pada Jumat (19/12/2025) pukul 08.15 WIT diikuti oleh sekitar 100 personel gabungan.

Bertindak sebagai Inspektur Upacara (Irup) adalah Wakapolres Raja Ampat, Kompol Sofyan Efendi, S.H. Upacara ini juga melibatkan jajaran perwira sebagai pejabat upacara, di antaranya AKP Tatak Heru Latif, S.H., M.H. selaku Perwira Upacara (Paup), IPDA Isak Adwin Jowey sebagai Komandan Upacara (Danup), serta IPDA Maryadi, S.H. (Kasi Humas) yang bertugas membacakan Ikrar Bela Negara.

Dalam amanatnya, Wakapolres Raja Ampat Kompol Sofyan Efendi, S.H., membacakan poin-poin penting mengenai urgensi Bela Negara di era modern. Beliau menekankan bahwa momentum 19 Desember merujuk pada sejarah berdirinya Pemerintah Darurat Republik Indonesia (PDRI) tahun 1948 sebagai bukti keteguhan bangsa dalam mempertahankan kedaulatan.

"Peringatan tahun ini mengusung tema 'Teguhkan Bela Negara untuk Indonesia Maju' bahwa kemajuan bangsa hanya dapat terwujud jika seluruh komponen memiliki kesiapsiagaan, disiplin, dan ketangguhan menghadapi tantangan zaman," ujar Kompol Sofyan Efendi.

Lebih lanjut, Kompol Sofyan Efendi menjelaskan bahwa di wilayah Raja Ampat, tantangan yang dihadapi semakin kompleks, mulai dari disrupsi teknologi, penyebaran hoaks, hingga potensi konflik sosial. Oleh karena itu, Bela Negara saat ini tidak lagi sekadar angkat senjata, melainkan diwujudkan melalui tindakan nyata seperti:

* Menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas).

* Meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi gangguan keamanan.

* Menjaga persatuan dan toleransi di tengah keberagaman masyarakat kepulauan.

Sebagai insan Bhayangkara, Wakapolres berpesan agar semangat Bela Negara tercermin dalam pelayanan publik yang profesional, humanis, dan berkeadilan. "Mari kita jadikan cinta tanah air sebagai penggerak untuk menjaga Raja Ampat tetap aman, damai, dan kondusif," tambahnya.

Upacara yang diikuti oleh Pejabat Utama (PJU), Perwira Polres Raja Ampat, Staf, Sat Polairud, Sat Samapta, Sat Lantas, serta gabungan Sat Reskrim dan Intelkam ini berjalan dengan tertib. Rangkaian kegiatan ditutup dengan pembacaan doa dan laporan komandan upacara pada pukul 08.40 WIT.

Kapolresta Banyuwangi Didampingi Bupati Ipuk Musnahkan 5.200 Miras dan Puluhan Knalpot Blong Menjelang Nataru

BANYUWANGI || jejakindonesia.id — Dalam rangka menciptakan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) yang aman dan kondusif menjelang Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru), Polresta Banyuwangi melaksanakan pemusnahan ribuan botol minuman keras (miras) dan puluhan knalpot blong di halaman Mako Polresta Banyuwangi.Jum"at 19-12-2025.

Kegiatan pemusnahan tersebut dipimpin langsung oleh Kapolresta Banyuwangi Kombes Pol. Dr. Rama Samtama Putra, S.I.K., M.Si., M.H., yang didampingi Bupati Banyuwangi Hj. Ipuk Fiestiandani, S.H., M.Kes., serta dihadiri unsur Forkopimda Banyuwangi. Barang bukti yang dimusnahkan terdiri dari 5.200 botol miras berbagai merek dan puluhan knalpot tidak standar hasil razia dan penindakan kepolisian Banyuwangi.

Kapolresta Banyuwangi menegaskan bahwa peredaran miras ilegal dan penggunaan knalpot blong kerap menjadi pemicu gangguan kamtibmas, kecelakaan lalu lintas, serta keresahan masyarakat.

Oleh karena itu, Polresta Banyuwangi berkomitmen untuk terus melakukan penindakan tegas guna memastikan kenyamanan dan keamanan masyarakat selama momentum Nataru.

Sementara itu, Bupati Banyuwangi Hj. Ipuk Fiestiandani menyampaikan dukungan penuh terhadap langkah Polresta Banyuwangi dalam menjaga stabilitas keamanan daerah.

Bupati Banyuwangi, menegaskan bahwa Banyuwangi membutuhkan situasi yang damai, aman, dan kondusif agar seluruh aktivitas masyarakat, termasuk sektor pariwisata dan perekonomian, dapat berjalan dengan baik."Ujarya.

Melalui kegiatan ini, Forkopimda Banyuwangi mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga ketertiban, mematuhi peraturan, serta berperan aktif dalam menciptakan lingkungan yang aman. Sinergi antara pemerintah daerah, aparat keamanan, dan masyarakat diharapkan mampu menjaga Banyuwangi tetap kondusif selama perayaan Nataru 2025–2026."Pungkasnya.

Tim Redaksi (Buang)

Sejalan Usulan Mendagri, Pasukan dan Alut Kemanusiaan Dikerahkan ke Sumatra

JAKARTA || jejakindonesia.id - Polri bergerak cepat menindaklanjuti usulan Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian terkait penambahan pasukan BKO TNI–Polri untuk mempercepat penanganan bencana banjir dan longsor di Aceh serta wilayah Sumatra lainnya.

Usulan tersebut disampaikan dalam Sidang Kabinet Paripurna kepada Presiden RI Prabowo Subianto, menyikapi keterbatasan personel daerah dalam pembersihan lumpur dan material bencana secara besar-besaran. Kamis 18/12/2025.

Sebagai wujud kehadiran negara, Polri langsung memberangkatkan 237 personel terpilih, terdiri dari 226 personel Brimob, 2 perwira pendamping, 4 pengemudi ambulans, dan 5 personel Korps Polairud. Pasukan ini diberangkatkan melalui kapal PT PELNI dari Dermaga 106 Tanjung Priok, Jakarta Utara, untuk memperkuat penanganan bencana di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat.

Tak hanya personel, Polri juga mengirimkan 75 unit alat utama dan kendaraan pendukung (alut) menggunakan kapal PELNI, meliputi ambulans, kendaraan logistik, dapur lapangan, motor trail, hingga swamp boat, serta bantuan logistik berupa tenda, genset, water treatment system, dan bahan pangan siap saji.

Langkah cepat ini menjadi penebalan kekuatan atas ribuan personel Polri yang telah lebih dulu tergelar di wilayah terdampak, sekaligus menegaskan komitmen Polri untuk hadir, bekerja kolaboratif lintas sektor, dan memastikan pemulihan masyarakat berjalan cepat, terkoordinasi, dan berkelanjutan.

#PolriGercep
#PolriUntukMasyarakat
#TanggapBencana
#BKOPolri
#AmanNusa
#NegaraHadir
#SolidaritasNasional

error: Content is protected !!