Sorry, we're closed Opens today at 9:00 am

Polri

Polres Pelabuhan Tanjungperak Larang Nyalakan Kembang Api dan Petasan saat Malam Tahun Baru

TANJUNGPERAK || jejakindonesia.id - Menjelang malam pergantian tahun 2026, jajaran Polres Pelabuhan Tanjung Perak Polda Jatim mulai memperketat pengawasan di wilayah hukumnya.

Langkah preventif diambil guna memastikan situasi tetap kondusif dan aman.

Salah satunya dengan melarang keras penyalaan kembang api maupun mercon yang dinilai membahayakan keselamatan warga.

Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak, AKBP Wahyu Hidayat juga menginstruksikan pemasangan banner imbauan di titik-titik strategis pada Jumat (26/12).

AKBP Wahyu mengatakan pemasangan ini bertujuan agar masyarakat memahami aturan dan tidak melakukan aktivitas yang dapat mengganggu ketertiban umum saat merayakan malam tahun baru.

"Kami ingin memastikan masyarakat dapat menikmati malam pergantian tahun dengan rasa aman," kata AKBP Wahyu.

Kapolres Pelabuhan Tanjungperak juga mengatakan penggunaan petasan atau mercon bukan hanya mengganggu kenyamanan, tetapi juga memiliki risiko tinggi memicu kebakaran dan cedera fisik.

Petugas telah memasang banner imbauan di empat lokasi vital, yakni Jalan Iskandar Muda, Kecamatan Semampir; Jembatan Suroboyo, kawasan Pantai Kenjeran; Taman Suroboyo, Jalan Sukolilo; Jembatan Suramadu, Jalan Kedung Cowek.

Langkah kepolisian ini merujuk pada Surat Telegram Kapolri Nomor: STR/3788/XII/YAN.2.7/2025 tanggal 24 Desember 2025, yang secara tegas menyatakan tidak mengeluarkan izin atau rekomendasi terkait penggunaan bunga api dan kegiatan keramaian dalam skala tertentu demi keamanan Natal dan Tahun Baru.

Selain itu, kebijakan ini sejalan dengan Surat Edaran (SE) Wali Kota Surabaya Nomor 300/34157/436.8.6/2025 yang diterbitkan pada 16 Desember lalu mengenai peningkatan keamanan, ketentraman, dan toleransi di Kota Pahlawan.

AKBP Wahyu menambahkan bahwa pihaknya tidak akan segan mengambil tindakan jika ditemukan pelanggaran di lapangan.

"Pemasangan banner ini adalah langkah sosialisasi. Kami berharap masyarakat kooperatif dan saling menjaga kenyamanan lingkungan masing-masing," ujarnya. (*)

Wakapolri Pimpin Groundbreaking 436 SPPG Serentak, Dukung Program Makan Bergizi Gratis

JAKARTA || jejakindonesia.id – Wakapolri Komjen Pol. Dr. Dedi Prasetyo memimpin pelaksanaan groundbreaking 436 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Polri secara serentak di seluruh Indonesia. Kegiatan ini merupakan wujud nyata komitmen Bapak Kapolri terhadap program Makan Bergizi Gratis yang menjadi bagian dari Program Astacita Presiden RI.

Groundbreaking dipusatkan di SPPG Polda Metro Jaya, Cengkareng, Jakarta Barat, dan dihadiri jajaran pejabat utama Mabes Polri, Kapolda Metro Jaya, serta perwakilan kementerian terkait, Senin (29/12/2025).

Komjen Pol Dedi mengatakan, pembangunan SPPG merupakan komitmen Kapolri untuk mengambil peran aktif dalam menyukseskan program makan bergizi gratis melalui penyediaan layanan pemenuhan gizi di berbagai daerah.

“Hari ini Polri melaksanakan groundbreaking 436 SPPG secara serentak di seluruh Indonesia. Ini merupakan bagian dari target pembangunan total 1.147 unit SPPG Polri,” katanya kepada wartawan.

Ia merinci, hingga saat ini sebanyak 331 unit SPPG telah beroperasi, 135 unit dalam tahap persiapan operasional, dan 245 unit dalam tahap pembangunan dengan progres yang beragam. Sementara 436 unit lainnya resmi memasuki tahap pembangunan melalui kegiatan groundbreaking hari ini.

Dari jumlah tersebut, terdapat 26 unit SPPG wilayah 3T (terluar, terdepan, dan tertinggal) yang dibangun sebagai bentuk pemerataan layanan gizi. Pembangunan SPPG 3T ditargetkan rampung dalam waktu sekitar 45 hari dan akan dilanjutkan pada tahap berikutnya.

Komjen Pol Dedi menambahkan, keberadaan SPPG Polri memberikan dampak langsung bagi masyarakat. Dari 331 unit yang telah beroperasi, SPPG Polri mampu menyerap sekitar 57.100 tenaga kerja. Jika seluruh 1.147 unit SPPG Polri telah beroperasi, maka diperkirakan akan melayani sekitar 3,4 juta penerima manfaat di seluruh Indonesia.

Selain itu, seluruh SPPG Polri diwajibkan memenuhi standar ketat keamanan pangan, mulai dari sertifikasi higienis, halal, uji laboratorium air bersih, hingga pengelolaan limbah.

“SPPG di Polda Metro Jaya ini menjadi salah satu prototipe ideal. Kapasitas produksinya mencapai 3.800 porsi per hari, melayani sekolah-sekolah serta ibu dan anak di sekitar lokasi,” ujarnya.

Menurut Dedi, kehadiran SPPG Polri tidak hanya bertujuan menyiapkan generasi sehat menuju Indonesia Emas 2045, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi daerah melalui keterlibatan petani, peternak, nelayan, hingga pelaku UMKM.

“Multiplier effect-nya besar. Selain menyerap tenaga kerja, rantai pasok bahan pangan juga ikut menggerakkan ekonomi lokal,” pungkasnya.

Kapolda Jatim Tinjau Pos Terpadu Pelabuhan Ketapang Pastikan Puncak Nataru Aman Lancar

BANYUWANGI || jejakindonesia.id - Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Drs.Nanang Avianto,M.Si meninjau pos terpadu di Pelabuhan ASDP Ketapang Kabupaten Banyuwangi, pada Senin (29/12/2025).

Dalam kunjungannya, Kapolda Jatim didampingi pejabat utama Polda Jatim, Kapolresta Banyuwangi Kombes Pol Rama Samtama Putra, serta unsur Forkopimda dan stakeholder lainnya.

Dalam keterangannya kepada awak media, Kapolda Jatim Irjen Pol. Nanang Avianto,M.Si., menyampaikan bahwa secara umum situasi kamtibmas di wilayah Jawa Timur selama periode Nataru terpantau aman dan terkendali.

Arus mudik, arus balik, serta aktivitas masyarakat, termasuk sektor pariwisata, berjalan lancar tanpa gangguan yang berarti.

“Secara umum kondisi arus lalu lintas dan penyeberangan di Jawa Timur berjalan lancar. Namun demikian, kami tetap mengimbau masyarakat untuk berhati-hati dan mematuhi aturan demi keselamatan bersama,” ujar Irjen Pol Nanang.

Kapolda Jatim Irjen Pol. Drs. Nanang Avianto, M.Si., juga menegaskan bahwa kepolisian bersama instansi terkait terus melakukan koordinasi intensif dalam pengaturan arus lalu lintas di jalan raya, terminal, pelabuhan, hingga jalur tol.

"Ini mengantisipasi potensi kepadatan serta memastikan kelancaran perjalanan warga masyarakat saat libur Nataru," tambah Irjen Nanang.

Sementara itu, Kapolresta Banyuwangi Kombes Pol. Dr. Rama Samtama Putra menyampaikan peninjauan tersebut dilakukan untuk memastikan kesiapan sarana dan prasarana, kelancaran arus lalu lintas, serta optimalisasi pelayanan penyeberangan selama masa libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru).

Menurutnya Banyuwangi sebagai salah satu wilayah tujuan utama arus mudik, balik, dan wisata di Jawa Timur menjadi perhatian khusus dalam aspek pengamanan dan pelayanan publik.

“Kami bersama pemerintah daerah terus melakukan pemantauan dan evaluasi secara berkelanjutan hingga masa liburan berakhir," ujar Kombes Rama.

Kapolresta Banyuwangi mengatakan berdasarkan hasil pemantauan, volume arus mudik dan balik tahun ini relatif terkendali dan cenderung menurun dibandingkan tahun sebelumnya. (*)

Dekat dengan Masyarakat, Kapolres Aceh Singkil AKBP Joko Triyono Perkuat Keamanan Lewat Literasi Publik

ACEH || jejakindonesia.id - Kapolres Aceh Singkil AKBP Joko Triyono, S.I.K. menerima silaturahmi Tim Fast Respon Counter Polri Nusantara (FRN) Provinsi Aceh bersama rombongan dalam suasana hangat dan penuh keakraban di ruang kerja Kapolres Aceh Singkil.

Silaturahmi ini menjadi momentum penting dalam memperkuat sinergi antara kepolisian dan elemen masyarakat, khususnya dalam upaya **memberikan edukasi serta meningkatkan literasi publik terkait keamanan, ketertiban, dan kesadaran hukum.

AKBP Joko Triyono, S.I.K. dikenal sebagai sosok pimpinan yang terbuka, komunikatif, dan mengedepankan pendekatan humanis dalam menjaga stabilitas keamanan di wilayah Aceh Singkil. Dalam pertemuan tersebut, Kapolres menyambut baik kehadiran FRN dan mengapresiasi peran aktif organisasi masyarakat yang turut membantu Polri dalam menyampaikan informasi yang benar dan menyejukkan kepada masyarakat.

> “Edukasi dan literasi kepada masyarakat adalah kunci dalam menciptakan situasi kamtibmas yang kondusif. Polri tidak bisa bekerja sendiri, perlu dukungan semua elemen, termasuk rekan-rekan FRN,” ujar AKBP Joko Triyono.

Tim FRN Provinsi Aceh menyampaikan komitmennya untuk terus bersinergi dengan Polri, khususnya dalam menangkal hoaks, meningkatkan kesadaran hukum, serta membangun kepercayaan publik terhadap institusi kepolisian.

Silaturahmi ini tidak hanya menjadi ajang perkenalan dan komunikasi, tetapi juga menjadi wujud nyata kolaborasi antara Polri dan masyarakat dalam menjaga persatuan, ketertiban, serta keamanan di Aceh Singkil.

Dengan kepemimpinan AKBP Joko Triyono, S.I.K., Polres Aceh Singkil terus menunjukkan wajah Polri yang presisi, dekat dengan masyarakat, dan responsif terhadap dinamika sosial, sejalan dengan semangat pelayanan dan pengabdian kepada bangsa dan negara.[]

Press Release Akhir Tahun 2025, Kapolda Sulsel Paparkan Capaian Kinerja dan Situasi Kamtibmas Sepanjang Tahun 2025

MAKASAR || jejakindonesia.id - Polda Sulawesi Selatan menggelar Press Release Akhir Tahun 2025 sebagai bentuk transparansi dan akuntabilitas kinerja kepada publik. Kegiatan tersebut berlangsung di Aula Mappaodang Mapolda Sulsel dan dipimpin langsung oleh Kapolda Sulawesi Selatan Irjen Pol. Djuhandhani Rahardjo Puro, S.H., M.H., Senin (29/12/2025).

Dalam kegiatan tersebut, Kapolda Sulsel didampingi oleh Irwasda Polda Sulsel Kombes Pol. Ai Afriandi, S.H., S.I.K., M.M., Kabid Humas Kombes Pol. Didik Supranoto, S.I.K., M.H., Kabid Propam Kombes Pol. Zulham Effendy, S.I.K., M.H., serta para pejabat utama Polda Sulsel lainnya.

Press release akhir tahun ini bertujuan untuk menyampaikan laporan kinerja Polda Sulsel sepanjang tahun 2025, meliputi capaian pengungkapan kasus, evaluasi pelaksanaan tugas, situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), hingga berbagai prestasi yang berhasil diraih.

Kapolda Sulsel menjelaskan bahwa informasi yang disampaikan dalam press release akhir tahun ini mencakup tujuh aspek utama, yaitu aspek pembinaan, aspek operasional, pelaksanaan operasi kepolisian sepanjang tahun 2025, upaya peningkatan kepercayaan publik, program dan inovasi Polda Sulsel, terobosan kreatif dalam mendukung program ketahanan pangan dan makan bergizi gratis, serta penghargaan yang diraih Polda Sulsel selama tahun 2025.

Dalam bidang keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas (Kamseltibcarlantas), Kapolda Sulsel memaparkan adanya tren penurunan signifikan angka kecelakaan lalu lintas. Pada tahun 2024 tercatat sebanyak 7.884 kasus kecelakaan, sedangkan pada tahun 2025 menurun menjadi 7.144 kasus atau berkurang 740 kasus.

Jumlah korban meninggal dunia juga mengalami penurunan dari 1.095 orang pada tahun 2024 menjadi 807 orang pada tahun 2025. Begitu pula korban luka berat menurun dari 349 orang menjadi 287 orang, serta korban luka ringan dari 11.523 orang menjadi 10.714 orang. Kerugian materiil akibat kecelakaan lalu lintas turut menurun dari Rp. 14.667.333.574 pada tahun 2024 menjadi Rp. 11.703.050.386 pada tahun 2025. Selain itu, pelanggaran lalu lintas juga mengalami penurunan dari 36.914 pelanggaran pada tahun 2024 menjadi 24.615 pelanggaran pada tahun 2025.

Sementara itu, di bidang kriminalitas, Kapolda Sulsel menjelaskan bahwa sepanjang tahun 2025 terjadi penurunan kasus tindak pidana umum. Pada tahun 2024 tercatat 23.359 perkara dengan penyelesaian 19.462 perkara, sedangkan pada tahun 2025 tercatat 20.987 perkara dengan penyelesaian 18.306 perkara. Dengan demikian, terjadi penurunan sebanyak 2.372 perkara tindak pidana umum.

Untuk tindak pidana khusus, Kapolda Sulsel menyampaikan bahwa pada tahun 2025 terdapat peningkatan laporan perkara. Tahun 2024 tercatat 125 perkara dengan penyelesaian 108 perkara, sementara pada tahun 2025 meningkat menjadi 141 perkara dengan penyelesaian 121 perkara. Dalam penanganan tindak pidana khusus, Ditreskrimsus Polda Sulsel berhasil menyelamatkan uang negara sebesar Rp. 74.948.254.000 pada tahun 2025, meningkat signifikan dibandingkan tahun 2024 yang sebesar Rp. 2.595.000.000.

Dalam penanganan penyalahgunaan narkotika, Kapolda Sulsel mengungkapkan bahwa pada tahun 2025 Polda Sulsel berhasil mengungkap 2.789 perkara, meningkat 213 perkara dibandingkan tahun sebelumnya. Jumlah perkara yang berhasil diselesaikan juga meningkat menjadi 2.150 perkara. Sepanjang tahun 2025, jumlah tersangka yang diamankan sebanyak 4.235 orang, terdiri dari 3.976 laki-laki dan 259 perempuan.

Kapolda Sulsel juga memaparkan berbagai operasi kepolisian yang dilaksanakan sepanjang tahun 2025 dalam rangka menjaga stabilitas keamanan. Operasi tersebut meliputi operasi kepolisian terpusat, yaitu Operasi Lilin dan Operasi Ketupat 2025, serta operasi kepolisian kewilayahan seperti Operasi Mantap Praja Pallawa, Operasi Keselamatan Pallawa, Operasi Pekat Lipu, Operasi Antik Lipu, dan Operasi Zebra 2025.

Selain capaian kinerja operasional, Polda Sulsel juga mencatat berbagai prestasi membanggakan sepanjang tahun 2025. Di antaranya meraih predikat Polda Terbaik Kelompok A dalam Kompolnas Award 2025, Hoegeng Awards 2025 kategori Polisi Inovatif, Best Criminal Investigator CNN Indonesia Awards 2025, Juara Umum Internal Lantas Rakernis 2025, serta penghargaan Pelayanan Publik Berbasis HAM dari Kementerian Hukum dan HAM.

Menutup paparannya, Kapolda Sulsel menegaskan bahwa Polda Sulawesi Selatan telah berupaya maksimal dalam melaksanakan tugas pokok Polri, yakni memelihara kamtibmas, memberikan perlindungan, pengayoman, dan pelayanan kepada masyarakat, serta melakukan penegakan hukum secara objektif, transparan, dan akuntabel.

Kapolda juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh stakeholder, masyarakat, dan insan pers atas kritik, saran, dan partisipasi yang diberikan selama ini.

“Ke depan, dengan tekad dan komitmen yang kuat untuk mengabdi sebagai polisi pelayan, pelindung, dan pengayom, kami mengharapkan dukungan serta pengawasan dari seluruh elemen masyarakat guna membangun Polda Sulsel yang semakin dipercaya dan mampu memenuhi harapan publik,” tutup Kapolda Sulsel.

error: Content is protected !!