Sorry, we're closed Opens today at 9:00 am

Polri

Kapoda Kepri Ikuti Laughing Ditres Dan Satres PPA-PPO Serta Bedah Buku Strategi Polri Pemberantasan TTPO Tahun 2026

BATAM || jejak-indonesia.id – Kapolda Kepri Irjen Pol Asep Safrudin, S.I.K., M.H., mengikuti kegiatan Launching Direktorat dan Satuan Reserse Perlindungan Perempuan dan Anak serta Pemberantasan Perdagangan Orang (PPA-PPO) dan Bedah Buku Strategi Polri dalam Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang Tahun 2026 yang dilaksanakan secara zoom meeting dari Ruang Vicon Polda Kepri, Rabu (21/1/2026).

Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh para Pejabat Utama Polda Kepri. Pada kesempatan tersebut, Polri secara resmi mengukuhkan Ditres dan Satres PPA dan PPO pada 11 Polda dan 22 Polres sebagai langkah penguatan kelembagaan dalam penanganan kekerasan terhadap perempuan dan anak serta tindak pidana perdagangan orang.

Adapun 11 Polda yang dikukuhkan meliputi Polda Metro Jaya, Jawa Timur, Sumatera Selatan, Jawa Barat, Jawa Tengah, Sumatera Utara, Sulawesi Selatan, Kalimantan Barat, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, dan Sulawesi Utara. Sementara itu, 22 Polres yang dikukuhkan terdiri dari jajaran Polda Metro Jaya, Jawa Timur, Sumatera Selatan, Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Sumatera Utara, yang tersebar di wilayah-wilayah strategis dengan tingkat kerawanan kasus PPA dan PPO.

Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si., dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada Kabareskrim Polri dan Direktorat PPA dan PPO atas komitmen dan kerja keras dalam memberikan perlindungan kepada kelompok rentan. Kapolri menegaskan bahwa pembentukan Direktorat PPA dan PPO menjadi langkah strategis Polri dalam menjawab tantangan kejahatan kekerasan dan perdagangan orang yang saat ini menjadi perhatian dunia.

Lebih lanjut, Kapolri mengungkapkan bahwa tingginya angka kekerasan terhadap perempuan dan anak serta maraknya praktik eksploitasi manusia, baik secara individu maupun terorganisir, menuntut penanganan yang profesional, terintegrasi, dan berorientasi pada korban. Melalui keberadaan Direktorat PPA dan PPO hingga ke tingkat Polda dan Polres, diharapkan kepercayaan masyarakat terhadap Polri semakin meningkat serta penanganan kasus PPA dan PPO dapat dilakukan secara humanis dan berkeadilan.

Kapolda Kepri Irjen Pol. Asep Safrudin, S.I.K., M.H., melalui Kabid Humas Polda Kepri Kombes Pol. Dr. Nona Pricillia Ohei, S.I.K., S.H., M.H., menegaskan bahwa Polda Kepri siap mendukung penuh kebijakan Polri dalam penguatan Direktorat dan Satuan PPA–PPO. Saat ini, pembentukan Direktorat PPA–PPO di Polda Kepri tengah memasuki tahap pengusulan ke Mabes Polri serta pembentukan Kelompok Kerja (Pokja), disertai penyusunan kajian staf sebagai bagian dari pemenuhan administrasi pembentukan dan peningkatan satuan kerja, dengan mengedepankan penegakan hukum yang profesional, humanis, dan berkeadilan.

*Polri Untuk Masyarakat*

Bidang Humas Polda Kepri

Kombes. Pol. Dr. Nona Pricillia Ohei, S.I.K., S.H., M.H.
Kabidhumas Polda Kepri

E-Mail: humaspoldakepri1@gmail.com
Telp/Fax: 0778-7760038
Twitter: @poldakeprihumas
FB: Humas Polda Kepri
IG: @humaspoldakepri

PWI Banyuwangi Bangun Komunikasi Awal dengan Kapolresta, Dorong Informasi Sehat dan Kondusif

BANYUWANGI || jejak-indonesia.id – Upaya memperkuat hubungan kemitraan antara insan pers dan kepolisian terus dilakukan. Pengurus Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Banyuwangi menggelar silaturahmi bersama Kapolresta Banyuwangi Kombes Pol Rofiq Ripto Himawan, Rabu (21/1/2025) siang.

Pertemuan yang berlangsung di Mapolresta Banyuwangi tersebut menjadi ajang perkenalan sekaligus komunikasi awal, mengingat Kombes Pol Rofiq Ripto Himawan baru menjabat sebagai Kapolresta Banyuwangi.

Ketua PWI Banyuwangi Budi Wiriyanto menyampaikan bahwa sinergi antara pers dan Polri menjadi hal penting, terutama dalam menjaga kualitas informasi di tengah pesatnya perkembangan media digital.

“PWI sebagai organisasi pers tertua di Indonesia memiliki tanggung jawab untuk terus membangun kolaborasi strategis, termasuk dengan Polresta Banyuwangi,” ujar Budi.

Ia menambahkan, momentum silaturahmi ini dinilai tepat karena berdekatan dengan peringatan Hari Pers Nasional (HPN), sekaligus menjadi ruang diskusi terkait tantangan dunia jurnalistik saat ini.
Budi menilai, kecenderungan masyarakat yang lebih banyak mengonsumsi informasi dari media sosial perlu disikapi secara serius. Pasalnya, tidak semua konten digital memiliki kejelasan sumber dan kebenaran informasi.

“Kami sepakat bahwa masyarakat harus mendapatkan informasi yang akurat dan dapat dipertanggungjawabkan. Ini menjadi tugas bersama,” jelasnya.

Sebagai tindak lanjut, PWI Banyuwangi berencana menyelenggarakan kegiatan dialog dan literasi pers dengan melibatkan wartawan se-Banyuwangi serta menghadirkan narasumber dari Dewan Pers.

“Tujuannya untuk menguatkan kembali pemahaman wartawan terhadap kode etik jurnalistik agar kualitas pemberitaan tetap terjaga,” katanya.

Sementara itu, Kapolresta Banyuwangi Kombes Pol Rofiq Ripto Himawan menegaskan bahwa peran media sangat strategis dalam membentuk opini publik dan menjaga stabilitas daerah.

Menurutnya, produk jurnalistik yang profesional dan berimbang dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat serta mendukung terciptanya situasi keamanan dan ketertiban.

“Saya berharap rekan-rekan media, khususnya yang tergabung dalam PWI, dapat terus berkontribusi melalui pemberitaan yang edukatif, konstruktif, dan menyejukkan,” ujarnya.

Kapolresta juga menilai bahwa peran Polri dan pers memiliki kesamaan visi sebagai pilar penjaga keamanan sosial dan peradaban masyarakat.

“Silaturahmi ini diharapkan menjadi langkah awal yang baik untuk membangun kerja sama berkelanjutan demi Banyuwangi yang aman, tertib, dan kondusif,” pungkasnya.
(***)

Kapolres Malang Silaturahmi ke Ulama, Perkuat Sinergi Jaga Kamtibmas

MALANG || jejak-indonesia.id – Mengawali tugas sebagai Kapolres Malang yang baru, AKBP Muhammad Taat Resdi menggelar silaturahmi bersama para ulama di Kabupaten Malang.K egiatan ini dilakukan sebagai upaya memperkuat sinergi antara kepolisian dan tokoh agama dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).

Silaturahmi diawali dengan kunjungan ke kediaman KH Romo Suroso di Pondok Pesantren Darul Mustofa, Gondanglegi pada Senin (20/1/2026).

Pertemuan tersebut berlangsung dalam suasana hangat dan penuh kekeluargaan.

AKBP Muhammad Taat Resdi menegaskan peran ulama sangat penting dalam menjaga stabilitas dan kondusivitas wilayah, khususnya melalui pendekatan keagamaan dan sosial di tengah masyarakat.

“Kami tidak bisa bekerja sendiri. Dukungan para ulama dan tokoh masyarakat sangat kami butuhkan untuk bersama-sama menjaga Kabupaten Malang tetap aman dan damai,” ujar AKBP Taat, Rabu (21/1).

Menurutnya, sinergi Polri dan ulama menjadi kunci dalam mencegah berbagai potensi gangguan kamtibmas, mulai dari konflik sosial hingga penyalahgunaan narkoba.

“Kami ingin memastikan Polri selalu hadir dan terbuka untuk berkolaborasi dengan para ulama dan masyarakat demi menjaga situasi yang aman dan harmonis di Kabupaten Malang,” pungkas AKBP Taat.

Sementara itu Pengasuh Pondok Pesantren Darul Mustofa KH Romo Suroso menyambut baik silaturahmi tersebut dan menyatakan kesiapan mendukung tugas kepolisian di wilayah Kabupaten Malang.

“Kami siap bersinergi dengan Polri untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat,” kata KH Romo.

Usai dari Gondanglegi, silaturahmi Kapolres Malang dilanjutkan ke Pondok Pesantren An-Nur 1 Bululawang menemui DR KH Ahmad Fahrur Rozi, serta ke Ponpes An-Nur 2 Bululawang bertemu KH Fathul Bahri.

Polres Malang Polda Jatim berharap komunikasi dan kerja sama dengan para ulama terus terjalin guna menciptakan situasi kamtibmas yang aman, sejuk, dan kondusif di Kabupaten Malang. (*)

BPOM Apresiasi Standar Keamanan Pangan SPPG Polri, Makanan Diuji Setara Hidangan VIP

JAKARTA || jejak-indonesia.id — Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Republik Indonesia, Prof. dr. Taruna Ikrar, M.Biomed., Ph.D., memberikan apresiasi tinggi terhadap penerapan standar keamanan pangan di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Polri. Hal tersebut disampaikan saat melakukan kunjungan dan pengecekan langsung terhadap proses pengolahan makanan bergizi gratis yang disiapkan di dapur SPPG Polri Cipinang.

Prof. Taruna menegaskan bahwa penilaian BPOM dilakukan secara objektif, termasuk menilai aspek kebersihan dan tahapan produksi makanan. “Saya melihat penilaian kami secara objektif. Kita saksikan secara objektif, dan teman-teman juga melihat kebersihannya,” ujarnya.

Menurutnya, terdapat satu keunggulan yang melampaui standar yang telah ditetapkan, yakni adanya screening atau pengecekan terakhir sebelum makanan dibagikan. “Ada pengecekan kimiawinya, seperti arsen, formalin, dan sebagainya. Itu nilai plus,” jelas Prof. Taruna.

Lebih lanjut, ia menilai pengetesan makanan yang dilakukan SPPG Polri sebagai nilai tambah yang sangat signifikan. “Kelebihan yang kita temukan adalah adanya pengetesan makanan, meskipun pengetesan tersebut belum diwajibkan dalam standar kami,” katanya. Ia menjelaskan bahwa proses pengujian tersebut membutuhkan biaya besar, mulai dari tes kits, reagen, sampel, hingga tenaga ahli.

“Proses ini setara dengan pengetesan makanan untuk tamu VIP. Biasanya, jika presiden atau tamu VIP datang, makanan akan dites terlebih dahulu. Di sini, sebelum makanan sampai ke anak-anak sebagai penerima manfaat, makanan tersebut diuji layaknya makanan VIP. Anak-anak kita diperlakukan seperti VIP,” tutur Prof. Taruna.

Sementara itu, Kepala Satgas MBG Polri, Irjen. Pol. Nurworo Danang, S.I.K., menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas kunjungan langsung Kepala BPOM RI ke SPPG Polri. “kami mengucapkan terima kasih atas kunjungan Bapak Kepala BPOM Republik Indonesia. Ini menjadi kebanggaan dan kehormatan bagi kami,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa kunjungan tersebut merupakan bagian dari komitmen Polri dalam mendukung dan menyukseskan program pemerintah, khususnya program Makan Bergizi Gratis (MBG). Sesuai arahan Kapolri, seluruh SPPG Polri diwajibkan menjalankan proses produksi makanan dengan memenuhi standar Badan Gizi Nasional serta prinsip tata kelola yang baik.

“Kami berharap kualitas makanan yang diproduksi oleh SPPG Polri di seluruh Indonesia memiliki kualitas terbaik, sehingga dapat meningkatkan asupan gizi dan kualitas hidup anak-anak sebagai generasi penerus bangsa,” kata Irjen. Danang. Menurutnya, program ini merupakan bagian dari upaya menyiapkan generasi unggul menuju Indonesia Emas 2045, sekaligus bentuk sinergi seluruh kementerian dan lembaga dalam mendukung program prioritas Presiden Prabowo.

Temui Kapolresta, Pengurus Perbakin Banyuwangi Bahas Penertiban Anggota dan Pembinaan Atlet

BANYUWANGI || jejak-indonesia.id -  Jajaran pengurus Persatuan Menembak Indonesia (Perbakin) Kabupaten Banyuwangi periode 2025-2029 gelar kunjungan silaturahmi ke Mapolresta Banyuwangi pada Rabu (21/1). Kedatangan pengurus organisasi olahraga menembak ini disambut langsung oleh Kapolresta Banyuwangi, Kombes Pol Dr. Rofiq Ripto Himawan, S.I.K., S.H., M.H., di ruang kerjanya.

​Dalam pertemuan tersebut, Ketua Perbakin Banyuwangi, Romadhoni Isyak, S.H., M.H., memperkenalkan struktur kepengurusan baru sekaligus memaparkan program kerja strategis ke depan. Salah satu poin utama yang disampaikan adalah langkah penertiban anggota melalui sistem E-KTA.

​"E-KTA Perbakin ini akan menjadi pedoman identitas resmi yang terintegrasi secara daring (online). Langkah ini penting untuk memastikan database anggota lebih valid, tertib secara administrasi, dan memudahkan pengawasan," ujar Romadhoni.

​Selain urusan administratif, Perbakin Banyuwangi berkomitmen untuk mengoptimalkan fasilitas lapangan olahraga tembaknya. Fokus utamanya adalah memberikan pembinaan intensif bagi para atlet guna menjaring bibit-bibit baru yang potensial.

​"Kami ingin memastikan sarana yang ada digunakan maksimal untuk membina atlet. Target kami jelas, yaitu mencetak atlet-atlet menembak yang mampu mengharumkan nama Banyuwangi di tingkat regional maupun nasional," tambahnya.

​Kapolresta Banyuwangi, Kombes Pol Dr. Rofiq Ripto Himawan, menyambut positif inisiatif dan program kerja yang dipaparkan oleh pengurus Perbakin. Ia menegaskan bahwa Polresta Banyuwangi siap mendukung penuh, terutama dalam aspek pengawasan dan keamanan.

​"Kami berterima kasih atas kunjungan ini. Ini adalah bentuk sinergitas yang nyata untuk bersama-sama mengawasi dan menertibkan administrasi pemilik senjata olahraga. Kami sangat mendukung upaya pembinaan atlet agar Banyuwangi memiliki perwakilan yang membanggakan di bidang olahraga menembak," tegas Kombes Pol Rofiq.
(Humas Perbakin)

Reporter : Rio

error: Content is protected !!