Sorry, we're closed Opens today at 9:00 am

Polri

Polri Hadir untuk Kemanusiaan, Bhakti Sosial dan Pelayanan Kesehatan Bantu Warga Terdampak Banjir di Pengungsian Kembangan

JAKARTA || jejak-indonesia.id - Sebagai bentuk kepedulian dan empati terhadap masyarakat yang terdampak banjir, Polres Metro Jakarta Barat bersama Polsek Kembangan, melaksanakan kegiatan bhakti sosial bagi warga yang berada di lokasi penampungan sementara di wilayah Kecamatan Kembangan, Jakarta Barat, Sabtu (24/1/2026) sore.

Kegiatan bhakti sosial tersebut dipimpin langsung oleh Kapolsek Kembangan Kompol Moch. Taufik Iksan, S.H., M.H., dan dihadiri oleh Kasat Binmas Polres Metro Jakarta Barat Kompol Agung Nugroho, S.H., Tim Dokkes Polres Metro Jakarta Barat dan sejumlah personel lainnya

Bhakti sosial dilaksanakan di dua titik lokasi penampungan, yakni Pos RW 001 Jalan KH. Hasim RT 007/001 Kelurahan Kembangan Utara yang menampung sekitar 200 Kepala Keluarga, serta SDN 02 Kembangan Utara RT 001/002 yang menampung sekitar 80 Kepala Keluarga.

Dalam kegiatan tersebut, disalurkan bantuan berupa makanan siap saji kepada warga terdampak banjir sebanyak 280 paket untuk 280 Kepala Keluarga dengan total 727 jiwa.

Selain itu, juga menghadirkan pelayanan kesehatan gratis dari Sidokkes Polres Metro Jakarta Barat guna memastikan kondisi kesehatan para pengungsi tetap terjaga.

Kapolsek Kembangan Kompol Moch. Taufik Iksan, S.H., M.H., menyampaikan bahwa kegiatan bhakti sosial ini merupakan wujud nyata kehadiran Polri di tengah masyarakat, khususnya saat warga sedang menghadapi musibah.

“Kami hadir untuk membantu meringankan beban saudara-saudara kita yang terdampak banjir. Semoga bantuan yang diberikan dapat bermanfaat dan memberikan semangat bagi warga untuk tetap kuat dan tabah,” ujarnya.

( *Humas Polres Metro Jakarta Barat* )

Satlantas Polres Toba, Berkomitmen Ciptakan Kamseltibcarlantas Di Kabupaten Toba

SUMUT || jejak-indonesia.id - Personel Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Toba melaksanakan kegiatan patroli dalam rangka menjaga keamanan, ketertiban, dan keselamatan berlalu lintas (Kamseltibcarlantas) serta mengantisipasi tindak kejahatan jalanan di wilayah hukum Polres Toba, pada Jumat (23/1/2026).

Kegiatan patroli ini dilaksanakan mulai pukul 00:08 WIB hingga selesai dengan menyasar beberapa titik rawan, yang ada di wilayah hukum Polres Toba.

Dalam pelaksanaannya, personel melakukan pemantauan di jalur-jalur protokol dan lokasi yang berpotensi digunakan untuk aksi kejahatan konvensional seperti pencurian, pengerusakan, maupun gangguan kamtibmas oleh kelompok remaja. Selain itu, petugas juga meningkatkan kewaspadaan di sekitar pusat keramaian dan objek vital, guna mencegah terjadinya insiden yang dapat mengganggu ketertiban umum.

Kegiatan patroli ini juga difokuskan untuk mengantisipasi potensi kemacetan dan Kecelakaan, Langkah preventif ini dilakukan sebagai bentuk kehadiran Polri di tengah masyarakat untuk menjaga situasi yang tetap aman, damai, dan kondusif.

Kasat Lantas Polres Toba Iptu Janitra Giri S.Tr,MH., menyampaikan bahwa kegiatan patroli ini merupakan salah satu upaya rutin dalam menjaga stabilitas keamanan dan keselamatan masyarakat, khususnya, “Kami terus berkomitmen untuk menghadirkan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat melalui kegiatan patroli baik itu pagi hari dan malam. Selain mencegah pelanggaran lalu lintas, kegiatan ini juga efektif untuk menekan angka kejahatan jalanan serta menciptakan Kamseltibcarlantas di wilayah hukum Polres Toba” ujarnya.

Lebih lanjut, Iptu Janitra Giri S.Tr.K,MH., menambahkan bahwa keberhasilan menjaga situasi tetap aman dan terkendali tidak terlepas dari sinergi antara Polri dan masyarakat. “Kami mengimbau masyarakat untuk selalu waspada, berhati-hati saat berkendara, serta segera melapor kepada pihak kepolisian apabila menemukan hal-hal yang mencurigakan. Dengan kerja sama yang baik, kita dapat menciptakan lingkungan yang aman dan tertib,” pungkasnya.

Selama kegiatan berlangsung, situasi di wilayah hukum Polres Toba terpantau aman, tertib, dan kondusif tanpa adanya gangguan berarti. Kegiatan ini menjadi bukti nyata komitmen Polres Toba dalam mewujudkan Polri yang Presisi, humanis, dan selalu hadir memberikan perlindungan bagi masyarakat.

Bersatu Pulihkan Sumatra, Taruna Akpol Dikerahkan ke Aceh Tamiang, Hadirkan Aksi Nyata Pascabencana

TAMIANG || jejak-indonesia.id - Polri mengerahkan 169 Taruna Akademi Kepolisian (Akpol) dalam Latihan Integrasi Taruna Wreda Nusantara (Latsitardus) Tahun 2026 untuk mempercepat pemulihan wilayah terdampak banjir bandang dan tanah longsor di Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh. Kehadiran para taruna menjadi wujud nyata kehadiran negara di tengah masyarakat, sekaligus penguatan peran Polri dalam misi kemanusiaan dalam operasi Aman Nusa 2.

Pembukaan Latsitardus 2026 dilaksanakan di Yonif Raider Khusus 111/Karma Bhakti, diterima langsung Kapolda Aceh Irjen Pol. Dr. Marzuki Ali Basyah, S.I.K., M.Si., bersama unsur Forkopimda, serta dibuka langsung oleh Bupati Aceh Tamiang selaku Inspektur Upacara.

Kegiatan strategis ini diselenggarakan oleh Kementerian Pertahanan RI dan diikuti secara terpadu oleh Taruna Akpol, Taruna TNI AD, TNI AL, dan TNI AU, sebagai bentuk integrasi, soliditas, dan sinergitas lintas matra pertahanan dan keamanan negara dalam melayani masyarakat.

Para taruna langsung diterjunkan ke wilayah terdampak bencana untuk melaksanakan misi kemanusiaan, pemulihan infrastruktur, serta penguatan ketahanan sosial masyarakat di empat kecamatan sasaran, yakni Karang Baru, Rantau, Kuala Simpang, dan Sekerak.

Kapolda Aceh Irjen Pol. Dr. Marzuki Ali Basyah menegaskan bahwa kehadiran taruna bukan sekadar latihan, tetapi menjadi media pembentukan karakter pengabdian sejak dini.

“Latsitardus ini bukan hanya membangun keterampilan teknis, tetapi membentuk empati, kepekaan sosial, dan jiwa pengabdian. Taruna harus hadir sebagai solusi, bekerja tulus, disiplin, serta menjaga marwah Polri di tengah masyarakat. Inilah wujud nyata Polri Presisi yang humanis dan berorientasi pada pelayanan,” tegas Kapolda Aceh.

Kapolda juga menekankan pentingnya menghormati nilai-nilai kearifan lokal dan penerapan Qanun di Aceh, agar seluruh rangkaian kegiatan berjalan harmonis, beretika, dan menjunjung tinggi norma adat serta budaya setempat.

Dalam misi kemanusiaan ini, 169 Taruna Akpol dibagi ke dalam empat sub-satgas dan melaksanakan program fisik dan nonfisik secara terpadu.

Sasaran Fisik
1. Normalisasi jalan, meliputi pembersihan material banjir dan longsor serta perbaikan badan jalan yang amblas.
2. Peningkatan akses desa, melalui perbaikan jalan lingkungan dan jembatan antar-kampung.
3. Pembersihan permukiman warga, dari sisa material kayu dan lumpur dengan dukungan alat berat.
4. Bantuan rekonstruksi, rumah warga, sekolah, rumah ibadah, dan fasilitas umum yang rusak.

Sasaran Nonfisik
1. Trauma healing dan dukungan psikososial bagi korban bencana.
2. Pengelolaan dapur umum, disertai edukasi gizi bagi masyarakat.
3. Pelayanan kesehatan dan penyuluhan sanitasi, termasuk pemeriksaan kesehatan gratis, edukasi air bersih sederhana, serta penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).
4. Edukasi bagi anak-anak, guna menjaga semangat belajar dan pemulihan psikologis pascabencana.

Seluruh rangkaian kegiatan ini diarahkan untuk mempercepat pemulihan sosial, ekonomi, dan infrastruktur, sekaligus memperkuat kepercayaan publik terhadap peran Polri sebagai institusi yang adaptif, responsif, dan humanis.

Kehadiran Polri melalui pengerahan Taruna Akpol dalam Latsitardus 2026 menjadi manifestasi semangat Polri dalam pengabdian bukan hanya menjaga keamanan, tetapi juga hadir memulihkan, melayani, dan menguatkan harapan masyarakat di tengah bencana.

Polri Laksanakan Mutasi 85 Pati dan Pamen pada Januari 2026

JAKARTA || jejak-indonesia.id — Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) kembali melaksanakan mutasi jabatan terhadap perwira tinggi (Pati) dan perwira menengah (Pamen) pada Januari 2026. Total terdapat 85 personel yang mengalami mutasi berdasarkan dua Surat Telegram Kapolri.

Mutasi tersebut tertuang dalam ST Nomor ST/99/I/KEP./2026 tanggal 15 Januari 2026 yang mencakup 53 personel, serta ST Nomor ST/143/I/KEP./2026 tanggal 22 Januari 2026 dengan jumlah 32 personel.

Dari total tersebut, sebanyak 69 personel masuk dalam kategori promosi jabatan dan pergeseran setara (flat). Mutasi ini mencakup pengisian jabatan strategis di tingkat Mabes Polri hingga kewilayahan.

Pada jajaran Pejabat Utama (PJU) Mabes Polri, terdapat empat personel yang menempati jabatan strategis, yakni Kalemdiklat Polri Irjen Pol Dr. Achmad Kartiko, S.I.K., M.H., Kadivhumas Polri Irjen Pol Johnny Eddizon Isir, S.I.K., M.T.C.P., Kapusjarah Polri Kombes Pol Abas Basuni, S.I.K., M.H., serta Kayanma Polri Kombes Pol Yudi Arkara Oktobera, S.I.K., M.H.

Sementara itu, pada jabatan kewilayahan, Polri juga melakukan rotasi terhadap tiga Kapolda, yakni Kapolda Sumatera Selatan Irjen Pol Dr. Sandi Nugroho, S.I.K., S.H., M.Hum., Kapolda Papua Barat Irjen Pol Alfred Papare, S.I.K., serta Kapolda Papua Tengah Kombes Pol Jermias Rontini, S.I.K., M.Si.

Selain pengisian jabatan PJU dan Kapolda, mutasi juga mencakup 8 personel jabatan IB (Irjen Pol), 15 personel jabatan IIA (Brigjen Pol), serta 29 personel jabatan IIB (Kombes Pol) yang terdiri dari 15 personel nivelering IIB1, 9 personel nivelering IIB2, dan 5 personel nivelering IIB3.

Mutasi juga menyasar 1 jabatan Kapolresta, 5 AKBP Mantap, serta 4 Kapolres.

Karo Penmas Divhumas Polri Brigjen Pol Trunoyudo Wisnu Andiko menegaskan bahwa mutasi merupakan bagian dari mekanisme pembinaan organisasi dan karier personel Polri.

“Mutasi jabatan adalah hal yang rutin dan wajar dalam organisasi Polri. Ini dilakukan sebagai bentuk penyegaran, penguatan struktur organisasi, serta pembinaan karier guna memastikan pelaksanaan tugas Polri berjalan optimal dan profesional,” ujar Brigjen Trunoyudo, Sabtu (24/1).

Ia menambahkan, melalui mutasi ini diharapkan para pejabat yang mendapatkan amanah baru dapat segera menyesuaikan diri dan memberikan kontribusi terbaik dalam menjaga stabilitas kamtibmas serta meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.

Polres Bondowoso Terjunkan Personel Pencarian Korban Hanyut di Sungai Sampeanbaru

BONDOWOSO || jejak-indonesia.id - Hingga hari kedua, puluhan personel Polres Bondowoso bersama tim SAR gabungan terus melakukan pencarian seorang pria asal Madura yang diduga hanyut terbawa arus Sungai Sampeanbaru di Desa Gentong, Kecamatan Taman Krocok, Kabupaten Bondowoso.

Upaya pencarian secara intensif terhadap survivor bernama Adi Yanto (45), warga Desa Bungbungan, Kecamatan Bluto, Kabupaten Sumenep tersebut juga melibatkan tim SAR dari Jember dan Banyuwangi serta relawan.

Kapolres Bondowoso AKBP Aryo Dwi Wibowo mengatakan, pencarian dilakukan mulai dari titik yang diduga sebagai lokasi kejadian hingga Dam 2 dengan metode penyisiran di sepanjang pinggir sungai.

Hal tersebut dilakukan mengingat kondisi arus Sungai Sampeanbaru yang cukup deras.

“Pencarian kemarin dilakukan hingga pukul 17.00 WIB, namun dihentikan karena cuaca hujan," kata kata AKBP Aryo saat dikonfirmasi, Jumat (23/1/2026).

Ia menjelaskan, saat ini tim masih menunggu kedatangan tim Bosamba yang dinilai memahami karakter dan kondisi arus Sungai Sampean Baru.

Kehadiran tim tersebut dibutuhkan sebagai pemandu atau Sweeper sebelum pencarian dilakukan menggunakan perahu.

“Pertimbangan utama kami adalah arus sungai yang deras dan kontur batuan di sungai yang cukup berbahaya. Karena itu, kami menunggu tim Bosamba untuk memastikan teknis dan keamanan sebelum turun ke sungai,” ujarnya.

Sementara itu, sejak pagi hari personel Polres Bondowoso dan tim SAR gabungan telah melakukan penyisiran ulang di sepanjang bantaran sungai dengan berjalan kaki.

Namun pencarian sementara dihentikan mengingat cuaca buruk sambil menunggu hasil koordinasi lanjutan dengan tim SAR dan Bosamba.

AKBP Aryo menegaskan, upaya pencarian akan terus dilakukan secara maksimal dengan tetap mengutamakan keselamatan seluruh personel di lapangan.

Keluarga korban yang merupakan warga asli setempat dinilai memahami titik-titik sungai yang sering dilalui warga juga turut melakukan pencarian.

“Di sini kita saling bersinergi dan berkolaborasi. Tujuan kita satu, yakni membantu mengevakuasi korban dan berharap bisa segera ditemukan,” pungkasnya. (*)

error: Content is protected !!