Sorry, we're closed Opens Senin at 9:00 am

Polri

Pastikan Mudik 2026 Aman, Kapolda Aceh Dampingi Gubernur Melepas Ribuan Pemudik Gratis

BANDA ACEH || Jejak-indonesia.id - Unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Aceh menghadiri sekaligus melepas peserta Program Mudik Gratis Pemerintah Aceh Tahun 2026 yang berlangsung di Depo Angkutan Massal Transkutaraja, Komplek Terminal Tipe A Batoh, Banda Aceh, Minggu, 15 Maret 2026 pagi.

Kegiatan pelepasan tersebut dipimpin langsung oleh Gubernur Aceh H. Muzakir Manaf dan turut dihadiri Kapolda Aceh Irjen Pol. Drs. Marzuki Ali Basyah, M.M., bersama sejumlah pejabat Forkopimda dan pimpinan instansi terkait lainnya.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut antara lain Kabinda Aceh, Kepala BNNP Aceh, Dirlantas Polda Aceh, Pa Ahli Bidang Ideologi Politik Pangdam Iskandar Muda, Sekda Aceh, Rektor Universitas Syiah Kuala, Wali Kota Banda Aceh, Kepala Dinas Perhubungan Aceh, Kepala PT Jasa Raharja Cabang Aceh, Direktur PT PEMA Aceh, para kepala SKPA dan pimpinan BUMN, Kasat Lantas Polresta Banda Aceh, serta Kapolsek Banda Raya.

Kabid Humas Polda Aceh Kombes Pol. Joko Krisdiyanto, S. I. K, dalam keterangannya menyampaikan bahwa kegiatan tersebut dilaksanakan dalam rangka pelepasan peserta Program Mudik Gratis Pemerintah Aceh Tahun 2026 menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah.

Program ini merupakan bentuk pelayanan pemerintah kepada masyarakat agar dapat melakukan perjalanan mudik dengan aman, nyaman, dan terjangkau.

“Program ini mengusung semangat Seulamat Bak Jalan, Bahgia di Gampoeng, yang bertujuan memberikan kemudahan kepada masyarakat untuk pulang ke kampung halaman dengan selamat,” ujar Kabid Humas.

Selain itu, program mudik gratis tersebut juga diharapkan dapat membantu mengurangi kepadatan arus lalu lintas selama periode mudik Lebaran sekaligus meningkatkan keselamatan perjalanan masyarakat.

Pada tahun 2026, tercatat sebanyak 6.109 pemudik difasilitasi melalui program ini dengan menggunakan transportasi jalur darat dan laut menuju berbagai daerah di Aceh hingga ke Kota Medan.

Sarana transportasi yang diberangkatkan pada hari ini terdiri dari 11 unit bus dan 21 unit kendaraan Hiace dengan rute tujuan ke sejumlah kabupaten/kota di Aceh serta Medan, Sumatera Utara.

Melalui program tersebut masyarakat dapat melaksanakan perjalanan mudik dengan lebih aman dan nyaman, serta dapat merayakan Hari Raya Idul Fitri bersama keluarga di kampung halaman dengan penuh kebahagiaan, tutup Kabid Humas.

Perkuat Sinergi, Kapolda Gorontalo Terima Audiensi Kepala BBPMP Terkait Modernisasi Pertanian

GORONTALO || Jejak-indonesia.id - Kapolda Gorontalo, Irjen Pol. Drs. Widodo, S.H., M.H., menerima audiensi Kepala Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BBPMP) Gorontalo di Lobby Presisi II Polda Gorontalo, Senin. (16/03/2026).

Pertemuan tersebut berlangsung dalam suasana penuh keakraban dan menjadi momentum untuk mempererat sinergi antara kepolisian dan instansi pemerintah dalam mendukung program pembangunan, khususnya di sektor pertanian modern di wilayah Provinsi Gorontalo.

Dalam audiensi tersebut dibahas berbagai hal terkait penguatan kerja sama dan dukungan terhadap program modernisasi pertanian yang tengah dikembangkan oleh Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian Gorontalo. Kapolda menyampaikan bahwa Polri siap mendukung berbagai program pemerintah yang bertujuan meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat, termasuk di sektor Pertanian.

Kapolda juga menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam menjaga stabilitas keamanan serta mendukung kelancaran pelaksanaan program-program pembangunan di daerah.

“Kami menyambut baik audiensi ini sebagai bagian dari upaya memperkuat koordinasi dan sinergi antarinstansi dalam mendukung program pemerintah, khususnya di bidang pertanian modern yang berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat,” ujar Kapolda.

Kegiatan audiensi tersebut turut diikuti oleh Karo SDM Polda Gorontalo sebagai bentuk dukungan terhadap penguatan koordinasi dan komunikasi antara Polda Gorontalo dengan instansi terkait.

Melalui pertemuan ini diharapkan terjalin kerja sama yang semakin solid dalam mendukung berbagai program pembangunan, khususnya dalam penerapan teknologi dan modernisasi sektor pertanian di Provinsi Gorontalo.

Respon Cepat Tim Urai Polres Blitar Bantu Kendaraan Mogok, Arus Lalu Lintas Tetap Lancar

BLITAR || Jejak-indonesia.id – Hari ketiga pelaksanaan Operasi Ketupat Semeru 2026 di wilayah hukum Polres Blitar Polda Jatim terpantau situasi arus lalu lintas pemudik mulai tampak peningkatan pada Minggu (15/3/26).

Pola - pola pengaturan arus terus dilakukan oleh petugas di lapangan untuk antisipasi kepadatan lalu lintas yang berpotensi kemacetan.

Tampak Tim Urai Polres Blitar Polda Jatim yang dipimpin KBO Lantas, Iptu Putut Siswahyudi bergerak cepat memberikan bantuan kepada pengendara yang mengalami kendaraan mogok di Jalan Raya Kanigoro arah Siraman - Malang.

"Tadi kami menerima laporan ada kendaraan mogok di badan jalan, lalu kami bantu untuk penanganan agar tidak menimbulkan kemacetan," ujar Iptu Putut usai bantu dorong mobil mogok.

Ia menegaskan, Polres Blitar berkomitmen memberikan pelayanan cepat kepada masyarakat guna menjaga keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas di wilayah hukum Polres Blitar.

Berkat respon cepat petugas, situasi lalu lintas di Jalan Raya Kanigoro arah Siraman menuju Kabupaten Malang tetap berjalan lancar dan tidak sempat terjadi kemacetan.

Iptu Putut mengimbau bagi pemudik yang merasa lelah agar dapat memanfaatkan pos - pos yang telah disediakan oleh Polres Blitar Polda Jatim.

"Jika ada kendala atau gangguan kamtibmas, masyarakat bisa hubungi call center 110 bebas pulsa maka kami akan segera tindaklanjuti," pungkasnya.

Dengan kesigapan petugas dari Polres Blitar Polda Jatim yang bersinergi dengan lintas sektor ini, diharapkan Operasi Ketupat Semeru 2026 sukses mewujudkan Mudik Aman Keluarga Bahagia.

Untuk diketahui, Polres Blitar Polda Jatim telah mendirikan sebanyak 17 Pos Operasi Ketupat Semeru 2026 yang tersebar di lokasi stragis di wilayah Kabupaten Blitar.

Pos tersebut berada di Kanigoro,Selorejo,Stasiun Wlingi, Terminal kesamben,Simpang 3 Brongkos,Simpang 3 Siraman, Simpang 3 RSUD Wlingi, Simpang 4 Talun, Simpang 4 Kendalrejo, Simpang 4 Tumpang, Simpang 3 Tingal, Sumpang 4 garum, Simpang 3 Jembatan Kademangan dan Simpang 4 JLS Tambakrejo.

Selain itu Pospam juga didirikan oleh Polres Blitar di wisata Blitar Park,Kampung Coklat,Pantai Tambakrejo dan wisata Pantai Serang. (*)

Topeng Narasi Medsos Terbuka, Rekaman Percakapan Pengurus PWRI Kritik Koster Terungkap

DENPASAR || Jejak-indonesia.id - Polemik di media sosial kembali mencuat setelah beredarnya rekaman percakapan yang menyeret nama Gubernur Bali I Wayan Koster dan istrinya, Putri Koster. Rekaman tersebut memicu perbincangan luas di ruang digital hingga akhirnya mendorong munculnya klarifikasi serta permohonan maaf dari Persatuan Wredatama Republik Indonesia (PWRI) Bali.

Isu ini bermula dari rencana kegiatan PWRI Bali yang dijadwalkan berlangsung pada Sabtu, 14 Maret 2026, di Kantor Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Provinsi Bali. Kegiatan tersebut tidak dapat dilaksanakan karena kantor dalam kondisi tutup.

Pihak Kesbangpol menjelaskan bahwa pada hari Sabtu kantor pemerintah memang tidak beroperasi. Selain itu, terdapat edaran dari Kementerian Dalam Negeri yang melarang penggunaan kantor pemerintah untuk kegiatan non-dinas pada hari Sabtu dan Minggu. Meski informasi tersebut disebut telah disampaikan sebelumnya, masih ada pihak yang datang ke lokasi.

Saat mendapati kantor dalam keadaan terkunci, situasi di tempat itu kemudian direkam dan beredar di media sosial.
Rekaman tersebut kemudian berkembang dengan berbagai narasi yang dinilai tidak utuh. Dalam video yang beredar, nama Putri Koster ikut disebut-sebut dan dikaitkan dengan kondisi kantor yang tertutup, padahal tidak memiliki keterkaitan dengan pengaturan operasional kantor tersebut.

Di tengah polemik tersebut, muncul pula rekaman percakapan yang menampilkan dialog antara Ni Ketut Bagiari dengan pengurus PWRI Bali. Dalam rekaman yang beredar di media sosial itu, terdengar pernyataan yang menyinggung Gubernur Bali I Wayan Koster.

Dalam percakapan tersebut, Ni Ketut Bagiari menyampaikan pandangannya mengenai sikap sebagian masyarakat terhadap Gubernur Bali.

"banyak masyarakat sudah tidak suka, kakak tiang aja yang Sri Empu coba, itu aja sudah ngomongang, masalahnya pak Koster itu sudah banyak yang ga seneng pak, saya sendiri dari Buleleng, gimana pernah ada bantuan, ga ada gininya Koster tu setelah, nah gitulah sudah terkenal bahwa yang jadi gubernur Bu Koster"

Rekaman itu kemudian memicu reaksi di masyarakat karena dianggap memuat pernyataan yang menjelekkan Gubernur Bali. Video tersebut juga semakin memperkeruh situasi karena dikaitkan dengan polemik kegiatan PWRI Bali di Kantor Kesbangpol.

Menanggapi berkembangnya isu tersebut, Ketua PWRI Bali bersama jajaran pengurus akhirnya menyampaikan klarifikasi sekaligus permohonan maaf secara terbuka kepada Putri Koster. Permintaan maaf tersebut disampaikan sebagai bentuk tanggung jawab atas berkembangnya narasi yang menimbulkan kesalahpahaman di ruang publik.

PWRI Bali menyatakan bahwa munculnya informasi yang tidak lengkap di media sosial telah memicu persepsi yang keliru. Mereka juga menegaskan bahwa Putri Koster tidak memiliki keterkaitan dengan persoalan teknis terkait rencana kegiatan yang sebelumnya dijadwalkan berlangsung di Kantor Kesbangpol Bali.

Sementara itu, hingga berita ini diturunkan, tim media Balijani telah berupaya menghubungi Ni Ketut Bagiari untuk meminta klarifikasi terkait pernyataan yang beredar dalam rekaman tersebut. Namun yang bersangkutan belum memberikan tanggapan.

Peristiwa ini kembali menunjukkan bagaimana rekaman percakapan maupun potongan peristiwa di media sosial dapat dengan cepat berkembang dan memicu polemik di tengah masyarakat. Karena itu, klarifikasi dari semua pihak yang terlibat menjadi penting agar informasi yang beredar tidak semakin melebar dan menimbulkan kesalahpahaman di ruang publik.

Polresta Malang Kota Petakan 5 Potensi Kerawanan Jelang Nyepi –Lebaran 2026

MALANG || Jejak-indonesia.id – Menjelang rangkaian libur panjang Hari Raya Nyepi dan Idul Fitri 1447 Hijriah, Polresta Malang Kota memetakan lima potensi kerawanan yang perlu diantisipasi guna menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di wilayah Kota Malang.

Pemetaan dilakukan sebagai langkah preventif dan preemtif dalam rangka memastikan kelancaran mobilitas masyarakat selama masa mudik serta aktivitas libur Lebaran tahun 2026.

Kapolresta Malang Kota, Kombes Pol Putu Kholis Aryana menjelaskan, potensi pertama yang menjadi perhatian adalah kepadatan arus lalu lintas.

Kota Malang merupakan jalur strategis menuju kawasan wisata di Malang Raya, sehingga setiap musim mudik terjadi peningkatan signifikan kendaraan yang melintas maupun yang masuk ke wilayah kota.

Selain kepadatan arus kendaraan, Polresta Malang Kota juga memprediksi meningkatnya aktivitas masyarakat di sejumlah fasilitas publik seperti pusat perbelanjaan, destinasi wisata, kawasan kuliner, hingga pusat oleh-oleh khas Malang.

Lonjakan aktivitas tersebut dinilai berpotensi menimbulkan kerawanan apabila tidak diimbangi dengan pengawasan dan pengamanan yang optimal.

Tantangan berikutnya adalah anomali parkir yang sering muncul di kawasan keramaian akibat meningkatnya mobilitas masyarakat.

"Kondisi ini kadang dimanfaatkan pihak tertentu untuk mengambil keuntungan di luar ketentuan yang telah ditetapkan pemerintah daerah,” ujar Kombes Pol Putu Kholis, Sabtu (14/3/2026).

Ia menambahkan, meningkatnya mobilitas masyarakat selama musim liburan juga berdampak pada aktivitas ekonomi yang semakin tinggi.

Situasi tersebut dapat memunculkan persoalan lain seperti pengelolaan parkir, pengelolaan sampah, hingga inflasi musiman akibat peningkatan permintaan barang dan jasa menjelang hari raya.

Menurut Kombes Putu Kholis, semakin tinggi mobilitas masyarakat, maka semakin tinggi pula konsumsi dan aktivitas ekonomi.

"Dampaknya adalah muncul tantangan lain seperti pengelolaan parkir, pengelolaan sampah, hingga inflasi temporer yang perlu kita kendalikan bersama melalui kolaborasi lintas sektor,” jelasnya.

Kombes Pol Putu Kholis menegaskan bahwa lima potensi kerawanan tersebut menjadi dasar bagi jajaran Polresta Malang Kota merumuskan langkah pengamanan melalui Operasi Ketupat Semeru 2026 yang mengusung tema “Mudik Aman, Keluarga Bahagia.”

Operasi ini tidak hanya berfokus pada pengaturan lalu lintas, tetapi juga memastikan keamanan masyarakat serta kelancaran aktivitas ibadah dan wisata selama libur Lebaran.

Dalam pelaksanaannya, pengamanan melibatkan ribuan personel gabungan lintas sektor.

Patroli bersama juga digencarkan oleh Bhabinkamtibmas, Babinsa, serta unsur kelurahan dan RT/RW untuk menjaga kawasan permukiman, terutama rumah kosong yang ditinggal mudik oleh pemiliknya.

“Jika kita mampu bersinergi dan mengelola situasi dengan baik, maka momentum libur panjang ini bukan hanya aman secara kamtibmas, tetapi juga menjadi peluang pertumbuhan ekonomi serta menunjukkan bahwa Kota Malang adalah kota yang aman, ramah bagi wisatawan, dan nyaman bagi warganya,” pungkas Kombes Pol Putu Kholis. (*)