Sorry, we're closed Opens Senin at 9:00 am

Polri

Menulis untuk Masa Depan: 39 dari 40 Buku Wakapolri Komjen Pol. Dedi Prasetyo Resmi Terdaftar HAKI

JAKARTA || Jejak-indonesia.id – Wakil Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia, Dedi Prasetyo, kembali menegaskan pentingnya penguatan intelektualitas di tubuh Polri. Sebanyak 39 dari total 40 buku yang ditulisnya kini resmi terdaftar dalam perlindungan Hak Atas Kekayaan Intelektual (HAKI) pada Senin (16/3/2026).

Langkah ini menjadi penegasan bahwa transformasi Polri tidak hanya bertumpu pada kemampuan operasional, tetapi juga pada penguatan riset, gagasan, serta pemikiran strategis yang terdokumentasi secara akademis. Pendaftaran karya tersebut sekaligus menjadi bentuk perlindungan negara terhadap ide dan pemikiran yang lahir dari pengalaman panjang di berbagai medan tugas kepolisian.

Dari total 40 buku yang telah ditulis, sebanyak 39 judul diterbitkan oleh penerbit Raja Grafindo Persada, sementara satu buku lainnya diterbitkan oleh Penerbit Universitas Brawijaya dengan judul “Diskresi Kepolisian pada Tahap Penangkapan Tersangka Terorisme.”

Wakapolri menegaskan bahwa pengalaman lapangan harus diabadikan dalam bentuk pengetahuan agar dapat menjadi referensi bagi generasi penerus Polri.

“Polisi masa kini tidak boleh hanya mengandalkan otot dan kewenangan, tetapi harus berbasis pada ilmu pengetahuan. Menulis bagi saya adalah cara berbagi sekaligus mengabadikan pengalaman lapangan agar dapat dirumuskan menjadi teori dan pengetahuan yang bermanfaat. Dengan demikian, generasi Polri masa kini memiliki bekal wawasan, perspektif, dan referensi untuk terus berkembang serta mampu menjawab tantangan tugas di masa depan,” ujar Dedi Prasetyo setelah menerima sertifikat HAKI.

Ia juga menegaskan bahwa peningkatan kualitas sumber daya manusia menjadi kunci bagi institusi kepolisian untuk menjawab ekspektasi publik yang semakin tinggi.

“Polri perlu dibekali wawasan dan keilmuan yang cukup untuk bisa memenuhi ekspektasi ideal masyarakat Indonesia terhadap institusi kepolisian yang profesional, modern, dan terpercaya,” tambahnya.

Ke-39 buku tersebut mencakup berbagai bidang strategis kepolisian, mulai dari strategi keamanan dan kamtibmas, penanganan terorisme dan kejahatan transnasional, penguatan sumber daya manusia Polri, kebijakan publik, hingga ketahanan pangan dan mitigasi bencana.

Beberapa karya juga membahas inovasi dan adaptasi Polri terhadap perkembangan zaman, seperti pemanfaatan teknologi kepolisian dalam dinamika keamanan modern, manajemen media sebagai cooling system untuk menjaga stabilitas keamanan, hingga reformasi internal melalui sistem meritokrasi jabatan dan pengembangan karier berbasis kompetensi.

Melalui karya-karya tersebut, Wakapolri berupaya menghadirkan perspektif kepolisian yang lebih komprehensif. Pendekatan keamanan tidak lagi dipahami semata sebagai penegakan hukum, tetapi juga sebagai bagian dari upaya menjaga stabilitas sosial, ekonomi, dan kesejahteraan masyarakat.

Dengan terdaftarnya puluhan buku tersebut dalam HAKI, karya-karya ini kini memiliki perlindungan hukum sebagai aset intelektual yang diharapkan dapat menjadi referensi bagi anggota Polri, akademisi, praktisi hukum, hingga masyarakat luas dalam memahami dinamika keamanan dan strategi kepolisian modern.

Warisan pemikiran tersebut diharapkan dapat terus menginspirasi generasi Polri berikutnya untuk mengembangkan budaya literasi, riset, dan inovasi dalam mendukung transformasi institusi menuju Polri yang semakin profesional, modern, dan terpercaya.

Disebut Tutup Mata, Polsek Bangun Justru Langsung Bergerak — Cek Lokasi, Tak Ada Sabung Ayam

SIMALUNGUN || Jejak-indonesia.id – Tudingan miring yang menyebut Polsek Bangun tidak merespons dugaan aktivitas perjudian sabung ayam di Kecamatan Rambung Merah, Kabupaten Simalungun, langsung dibantah keras dengan bukti nyata di lapangan. Bukan sekadar klarifikasi di atas kertas, aparat kepolisian memilih membuktikannya dengan tindakan: turun langsung ke lokasi, malam itu juga.

Kasi Humas Polres Simalungun, AKP Verry Purba, saat dikonfirmasi pada Minggu (15/3/2026) sekira pukul 23.00 WIB, menegaskan bahwa pemberitaan berjudul "Diduga Tutup Mata, Polsek Bangun Belum Tanggapi Aktivitas Perjudian Sabung Ayam di Rambung Merah" tidak mencerminkan fakta yang sesungguhnya terjadi di lapangan.

"Polsek Bangun tidak pernah tutup mata. Begitu ada informasi yang berkembang, Kapolsek Bangun bersama perwira Polres Simalungun langsung melakukan pengecekan ke lokasi yang dimaksud. Kami bekerja berdasarkan fakta, bukan asumsi," ujar AKP Verry Purba dengan tegas.

Pemberitaan sebelumnya menyebutkan adanya dugaan praktik perjudian sabung ayam yang berlangsung bebas di belakang kawasan Obor, Rambung Merah, bahkan disebut beroperasi hingga larut malam dan menimbulkan keresahan warga setempat. Kapolsek Bangun, AKP Hengky Bonari Siahaan, S.H., M.H., sempat disebut belum memberikan tanggapan resmi ketika dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp.

Namun fakta di balik layar bercerita berbeda. Berdasarkan Surat Perintah Nomor Sprin 79/III/2026 yang berlandaskan Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2002 tentang Kepolisian Negara Republik Indonesia, personel gabungan Polsek Bangun dan Polres Simalungun telah bergerak lebih dulu — jauh sebelum polemik berita itu memanas.

Pada Minggu (15/3/2026) pukul 19.00 hingga 20.30 WIB, seluruh personel menggelar apel pemberian APP (Arahan Pimpinan dan Pengarahan) di halaman depan Kantor Sat Lantas Polres Simalungun, kemudian langsung terjun melaksanakan patroli antisipasi gangguan Kamtibmas sekaligus mengecek lokasi dugaan perjudian di Rambung Merah.

"Kegiatan ini dilaksanakan secara resmi berdasarkan surat perintah yang sah. Personel kami bergerak ke dua titik lokasi, yakni di Jalan Asahan KM 6, Lestari Indah, Kecamatan Siantar, dan Gang Irigasi, Pematang Simalungun," ucap AKP Verry Purba.

Personel yang diterjunkan pun tidak main-main. Dari Polsek Bangun hadir langsung Kapolsek AKP Hengky Bonari Siahaan didampingi IPDA B. Situngkir, S.H., Brigadir Dedy Siahaan, dan Bripka Felix Tamba. Sementara dari Polres Simalungun turut siaga Kasubbag Bekpal AKP W. Harianja bersama Aipda Armen Purba, Brigadir Try Putra Sembiring, Briptu Azan Azhary, Bripda Rivaldi Simarmata, dan Bripda Marolop Purba.

Hasilnya sungguh berbicara. Tidak ditemukan satu pun indikasi aktivitas perjudian sabung ayam di lokasi. Situasi Kamtibmas dilaporkan aman, tertib, dan kondusif.

Bahkan yang menarik, pemilik warung di lokasi tersebut, Jonfran Manurung, secara sukarela memberikan klarifikasi melalui video pernyataan resminya. Dengan lugas ia membantah seluruh tuduhan itu.

"Di warung ini tidak ada praktik perjudian dalam bentuk apa pun," ungkap Jonfran Manurung dalam videonya. Ia juga secara khusus menyampaikan rasa terima kasihnya kepada institusi Polri. "Saya mengucapkan terima kasih kepada Bapak Kapolres Simalungun beserta Kapolsek Bangun yang telah melakukan pengecekan dengan berpatroli di warung kami. Kami sangat menghargai tindakan ini untuk kepentingan ketertiban masyarakat," ucapnya.

AKP Verry Purba menutup keterangannya dengan pesan yang jelas dan tegas.

"Polres Simalungun beserta seluruh jajaran akan terus bekerja secara profesional, transparan, dan akuntabel. Setiap informasi dari masyarakat akan kami tindaklanjuti. Namun kami juga berharap, setiap pemberitaan yang menyangkut institusi Polri dapat dikonfirmasi terlebih dahulu secara menyeluruh sebelum dipublikasikan, demi menjaga keadilan informasi bagi semua pihak," ungkap AKP Verry Purba.

Polres Simalungun membuktikan: diam bukan berarti abai. Gerak cepat adalah jawaban terbaik atas setiap keraguan.

Tinjau Kalikangkung, Kapolri Pastikan Pelayanan hingga Rekayasa Lalin Optimal Hadapi Mudik

JATENG || Jejak-indonesia.id - Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo meninjau langsung kesiapan mudik Lebaran di Gerbang Tol Kalikangkung, Jawa Tengah (Jateng). Dalam pengecekan dan koordinasinya, Sigit memastikan Polri dan seluruh stakeholder terkait bakal memberikan pelayanan optimal untuk para masyarakat.

"Dimana ini adalah titik, salah satu titik yang menjadi perhatian untuk pelayanan arus mudik, khususnya karena memang ini adalah titik di tempat masyarakat masuk ke wilayah Jawa Tengah pascaada kegiatan rekayasa. Dan tentunya ini menjadi salah satu pelayanan yang cukup sentral di wilayah Jawa Tengah," kata Sigit di Tol Kalikangkung, Senin (16/3/2026).

Sigit memaparkan, seluruh stakeholder telah melaporkan bahwa telah melakukan kesiapan optimal untuk melakukan pengamanan dan pelayanan di momentum arus mudik.

Menurut Sigit, hal yang difokuskan untuk dimaksimalkan kesiapannya adalah kebijakan soal rekayasa lalu lintas (lalin), mulai dari ganjil genap hingga One Way skala nasional. Terlebih, kata Sigit, Polda Jateng telah melakukan sejumlah inovasi demi mewujudkan mudik yang aman dan bahagia.

"Termasuk juga terobosan-terobosan yang disiapkan seperti valet and ride, dan kemudian tadi ada satu terobosan baru dengan nama 'Si Polan' (Sistem Informasi Polisi Lalu Lintas), ya. Yang tentunya ini menjadi pelengkap selain respons kita terkait dengan 110 yang menjadi salah satu nomor yang bisa dihubungi," ujar Sigit.

Sigit menegaskan, dengan dukungan dari berbagai macam persiapan yang diberikan, diharapkan bisa membantu masyarakat yang ingin mendapatkan informasi terkait dengan layanan-layanan kepolisian.

"Kemudian apabila ada permasalahan di jalan, maka layanan ini bisa digunakan untuk ditanyakan, termasuk juga hal-hal yang diperlukan oleh masyarakat pengemudi atau masyarakat, pemudik yang berada di wilayah Jawa Tengah," ucap Sigit.

Dengan optimalisasi ini, Sigit menekankan, pihaknya bakal siap menghadapi puncak arus mudik yang diprediksi berlangsung pada H-3 Lebaran. Hal itu dilakukan guna memberikan rasa aman dan nyaman yang maksimal bagi seluruh pemudik.

"Dan sampai saat ini, Alhamdulillah dan mudah-mudahan juga bisa terus kita jaga untuk hal-hal yang sifatnya menonjol seperti laka (kecelakaan) menonjol sampai saat ini bisa kita jaga. Dan tentunya harapan kita mendekati hari H, angka laka juga bisa kita jaga untuk bisa lebih rendah dibandingkan tahun sebelumnya," papar Sigit.

Lebih dalam, Sigit mengingatkan untuk terus menjaga dan meningkatkan sinergisitas seluruh pihak dalam mengamankan serta melayani arus mudik hingga balik Lebaran 2026.

"Saya titip pesan agar sinergisitas seluruh stakeholder yang ada dalam memberikan pelayanan mudik di tahun 2024 ini betul-betul bisa dirasakan oleh masyarakat sebagaimana tagline kita: 'Mudik Aman, Keluarga Bahagia'. Jadi ini betul-betul bisa dirasakan oleh masyarakat," tegas Sigit.

"Kita harapkan apa yang menjadi arahan Bapak Presiden untuk kita memberikan pelayanan terbaik di Operasi Ketupat ini dalam hal memberikan pelayanan terhadap masyarakat yang melaksanakan mudik, balik, dan juga melaksanakan Idul Fitri serta kegiatan-kegiatan lainnya betul-betul bisa kita optimalkan," tambah Sigit mengakhiri.

Pemeriksaan di Yeh Malet, Sat Lantas Polres Karangasem Laksanakan Himbauan Tertib Berlalulintas

BALI || Jejak-indonesia.id - Satuan Lalu Lintas Polres Karangasem dengan penuh semangat dengan turun langsung melaksanakan penjagaan, pengaturan serta pemeriksaan ketat surat - surat kelengkapan barang bawaan pribadi dan kelangkapan ranmor terhadap salah satu ranmor pribadi lintas pulau yang barusan turun dari kapal feri penyebrangan Bali - Lombok yang hendak melanjutkan perjalanan masuk ke wilayah hukum Polres Karangasem Polda Bali.

Guna menyikapi dan mengantisipasi keadaan keamanan terkait arus mudik, dalam Ops Ketupat Agung 2026 dalam rangka hari raya Idul Fitri 1447 H dan Hari Raya Nyepi Tahun Baru Caka 1948 di Daerah Hukum Polres Karangasem, oleh sebab itu jajaran Satuan Lalu Lintas Polres Karangasem mengambil langkah - langkah preemtif dan preventif dengan tindakan nyata dalam pelaksanaan tugas pemeriksaan ketat yang ditingkatkan dengan melakukan penjagaan, pemantauan, pengaturan tugas pemeriksaan secara maksimal terhadap ranmor, muatan dan penduduk pendatang dengan memeriksa secara ketat surat - surat dan barang bawaan dan lainnya secara selektif proritas dipelabuhan laut pintu masuk Bali Timur yakni di di areal Yeh Malet hari ini.

Kepala Satuan Lalu Lintas Polres Karangasem AKP I Gusti Agung Putu Maha Putra, S.H., M.H. membenarkan bahwa, "kami memang memerintahkan jajaran personil Lalu Lintas untuk melakukan tugas penebalan, mengingat pelabuhan Padangbai merupakan pintu masuk dari timur Pulau Bali untuk itu agar dapat bersinergi dengan fungsi Kepolisian

Rapi dalam Seragam, Tertib gunakan kelengkapan dan Disiplin dalam Tugas: Propam Polda Bali Pastikan Personel Ops Ketupat Jadi Teladan

BALI || Jejak-indonesia.id - Di tengah tugas besar mengamankan arus mudik dan menjaga ketertiban masyarakat, setiap anggota Polri dituntut tampil rapi, disiplin, dan profesional. Penampilan yang baik bukan sekedar formalitas, melainkan wujud keteladanan aparat negara di hadapan masyarakat.

Untuk memastikan hal tersebut, Bidang Profesi dan Pengamanan (Bidpropam) Polda Bali menggelar Penegakan Ketertiban dan Disiplin (Gaktibplin) terhadap personel yang terlibat Operasi Ketupat Agung-2026 di halaman Mapolda Bali, Senin (16/3/2026).

Kegiatan pengawasan internal ini dipimpin langsung oleh Kabid Propam Polda Bali Kombes Pol. I Ketut Agus Kusmayadi, S.I.K., S.H., M.H. didampingi Kasubbid Provos AKBP I Ketut Dana, S.H. Gaktibplin tersebut menjadi penegasan bahwa pengawasan terhadap disiplin anggota dilakukan secara konsisten dan tanpa kompromi.

Dalam pemeriksaan itu, personel Provos melakukan pengecekan menyeluruh terhadap sikap tampang serta kelengkapan administrasi anggota. Mulai dari kerapian rambut, kesesuaian penggunaan seragam dinas, hingga kelengkapan identitas diri seperti SIM, STNK, KTA, dan KTP diperiksa secara detail.

Kabid Propam Polda Bali Kombes Pol. I Ketut Agus Kusmayadi, S.I.K., S.H., M.H. menegaskan, kegiatan Gaktibplin bukan sekedar rutinitas, tetapi bagian dari upaya menjaga profesionalisme anggota yang bertugas langsung di tengah masyarakat.

“Anggota yang terlibat Ops Ketupat turun langsung melayani masyarakat dan para pemudik. Karena itu tidak boleh ada pelanggaran sekecil apa pun. Performance harus baik, seragam rapi, rambut sesuai ketentuan, dan identitas lengkap. Disiplin adalah harga mati,” tegasnya.

Dari hasil pemeriksaan tersebut, masih ditemukan beberapa personel yang rambutnya tidak sesuai ketentuan. Terhadap anggota yang melanggar langsung diberikan tindakan disiplin serta diperintahkan segera menyesuaikan potongan rambut sesuai aturan dinas kepolisian.

Ia menambahkan, kegiatan Gaktibplin akan terus dilakukan secara berkala dengan waktu yang tidak ditentukan sebagai bentuk pengawasan internal yang berkelanjutan.

“Kami ingin memastikan setiap personel Polda Bali benar-benar siap, baik dari sikap, penampilan, maupun kelengkapan administrasi. Ketika disiplin internal kuat, maka kepercayaan masyarakat terhadap Polri juga akan semakin meningkat,” ujarnya.

Melalui kegiatan ini, Polda Bali kembali menegaskan bahwa profesionalisme dan integritas bukan sekedar slogan, tetapi komitmen yang dijaga melalui pengawasan ketat, tindakan tegas, dan kedisiplinan yang menjadi budaya di lingkungan Polri.