Sorry, we're closed Opens today at 9:00 am

Peristiwa

LHOKSEUMAWE || Jejak-indonesia.id  – Personel Polsek Banda Sakti Polres Lhokseumawe terus meningkatkan kehadiran polisi di tengah masyarakat melalui patroli dialogis yang menyasar pusat-pusat keramaian pada Selasa (14/7/2026) malam. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya preventif untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) tetap aman dan kondusif.

Patroli dilakukan dengan menyambangi kawasan yang masih ramai dikunjungi masyarakat, seperti pusat pertokoan, lokasi usaha, ruang publik, serta sejumlah ruas jalan yang menjadi titik berkumpulnya warga pada malam hari.

Dalam pelaksanaannya, personel berdialog langsung dengan masyarakat, pedagang, dan pengunjung untuk menyampaikan pesan-pesan kamtibmas. Warga diimbau agar tetap waspada terhadap potensi tindak kriminalitas, menjaga barang berharga saat berada di tempat umum, serta segera menghubungi pihak kepolisian apabila menemukan aktivitas yang mencurigakan.

Kapolres Lhokseumawe AKBP Dr. Ahzan, S.H., S.I.K., M.S.M., M.H. melalui Kapolsek Banda Sakti AKP Hanafiah, S.H., M.M. mengatakan, patroli dialogis di pusat keramaian merupakan langkah preventif sekaligus bentuk pelayanan Polri untuk memastikan masyarakat dapat beraktivitas dengan aman dan nyaman.

“Melalui patroli dialogis, personel tidak hanya melakukan pemantauan situasi, tetapi juga membangun komunikasi yang baik dengan masyarakat. Kami ingin memastikan setiap aktivitas warga di pusat-pusat keramaian berlangsung dengan aman serta mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga kamtibmas,” ujar AKP Hanafiah.

Ia menambahkan, keterlibatan masyarakat sangat penting dalam menciptakan lingkungan yang kondusif. Karena itu, Polsek Banda Sakti akan terus mengoptimalkan patroli dialogis sebagai sarana mempererat kemitraan antara Polri dan masyarakat, sekaligus mempercepat penyampaian informasi apabila terjadi potensi gangguan keamanan.

Dengan patroli yang dilaksanakan secara rutin, diharapkan situasi kamtibmas di wilayah hukum Polsek Banda Sakti tetap terpelihara, sehingga masyarakat dapat menjalankan aktivitas sehari-hari dengan rasa aman, tertib, dan nyaman.

JAKARTA || Jejak-indonesia.id – Membangun keamanan dan ketertiban masyarakat tidak hanya dilakukan melalui penegakan hukum, tetapi juga dengan mempererat komunikasi dan kebersamaan bersama para tokoh agama.

Semangat itulah yang ditunjukkan Kapolsek Cengkareng AKP Rahis Fadhlillah, S.Tr.K., S.I.K., M.H., saat melakukan kunjungan silaturahmi ke Kantor Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Jakarta Barat di Jalan Bojong Raya, Kelurahan Rawa Buaya, Kecamatan Cengkareng, Selasa (14/7/2026).

Dalam kunjungan tersebut, Kapolsek didampingi Kanit Intelkam Polsek Cengkareng AKP Syamsul Bahri, S.H., M.H., Kapospol Duri Kosambi IPDA Jekson Manurung, serta jajaran personel Polsek Cengkareng.

Kedatangan rombongan disambut hangat oleh Ketua PCNU Jakarta Barat KH Agus Salim beserta jajaran pengurus PCNU tingkat kecamatan dan kelurahan.

Selain sebagai ajang silaturahmi, kunjungan tersebut juga menjadi momentum bagi AKP Rahis Fadhlillah untuk memperkenalkan diri sebagai Kapolsek Cengkareng yang baru sekaligus mempererat hubungan kemitraan antara Polri dan para ulama dalam menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat.

Dalam suasana penuh keakraban, Kapolsek menegaskan bahwa Polsek Cengkareng berkomitmen untuk terus membangun sinergi dengan seluruh elemen masyarakat, khususnya tokoh agama, pemerintah daerah, dan Tiga Pilar, sebagai mitra strategis dalam menciptakan wilayah yang aman, damai, dan kondusif.

“Keamanan adalah tanggung jawab bersama. Kehadiran tokoh agama memiliki peran yang sangat penting dalam membangun kesadaran masyarakat untuk menjaga persatuan, kerukunan, dan menjauhi segala bentuk pelanggaran hukum,” ujar AKP Rahis Fadhlillah.

Ia juga mengajak jajaran PCNU Jakarta Barat untuk terus bersinergi dalam memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya menjaga keamanan lingkungan, mencegah tindak kriminal seperti pencurian kendaraan bermotor, pencurian dengan kekerasan, penyalahgunaan narkoba, hingga aksi tawuran yang melibatkan generasi muda.

Menurutnya, pesan-pesan kamtibmas dapat disampaikan melalui berbagai kegiatan keagamaan, termasuk pengajian dan forum kemasyarakatan, sehingga mampu menumbuhkan kesadaran kolektif untuk menciptakan lingkungan yang aman dan harmonis.

Tak hanya itu, Kapolsek juga memohon doa serta masukan dari para ulama agar jajaran Polsek Cengkareng senantiasa diberikan kelancaran dalam menjalankan tugas memberikan perlindungan, pengayoman, dan pelayanan kepada masyarakat.

Sementara itu, Ketua PCNU Jakarta Barat KH Agus Salim menyambut baik kunjungan tersebut dan menyampaikan apresiasinya atas komitmen Polsek Cengkareng dalam membangun komunikasi yang erat dengan para tokoh agama.

Menurutnya, sinergi antara ulama, pemerintah, dan kepolisian merupakan modal penting untuk menjaga persatuan serta meredam potensi konflik sosial di tengah masyarakat.

Melalui silaturahmi ini, diharapkan hubungan baik antara Polsek Cengkareng dan PCNU Jakarta Barat semakin erat sehingga kolaborasi dalam menjaga kerukunan umat, menangkal paham radikalisme, serta menciptakan situasi kamtibmas yang aman dan kondusif di wilayah Cengkareng dapat terus terjalin dengan baik.

SALAK || Jejak-indonesia.id – Ciptakan Kamtibmas yang Kondusif dan mengantisipasi potensi gangguan keamanan, Polres Pakpak Bharat bersama TNI dan Satpol PP gelar Patroli Skala Besar, Selasa 14 Juli 2026 sekira pukul 20.05 s.d 23.15 wib di seputaran Kota Salak Kabupaten Pakpak Bharat.

Baik personel Polres Pakpak Bharat, Personel Yon TP 906/Sanalenggam dan Satpol PP Kab. Pakpak Bharat melaksanakan Apel konsolidasi di halaman Apel Mapolres Pakpak Bharat.

Kapolres Pakpak Bharat AKBP Muhammad Agustiawan, S.T., S.I.K., M.H melalui Ps. Kabag Ops Polres Pakpak Bharat AKP MP. Simamora, S.H seperti yang di sampaikan Kasi Humas dalam keterangan persnya mengatakan Kegiatan Patroli Skala Besar ini sesuai dengan Surat Perintah Kapolres Pakpak Bharat Nomor : Sprin /434 / VII / 2026 tentang melaksanakan Patroli Skala Besar dalam rangka menjaga situasi Kamtibmas serta mengantisipasi potensi gangguan keamanan di wilayah Hukum Polres Pakpak Bharat.

Lanjut Amron Personil Gabungan Polres Pakpak Bharat, Yon TP 906 / Sanalenggam dan Satpol PP Kab. Pakpak Bharat berjumlah 54 ( lima puluh empat ) personel menggunakan Randis R2, R4 dan R6 menyisir lokasi – lokasi yang di anggap rawan gangguan Kamtibmas di seputaran Kota Salak, sambang dan berikan himbauan Kamtibmas kepada masyarakat, terang AKP Amron

Pelaksanaan Patroli Skala Besar berjalan dengan baik aman dan kondusif, situasi Wilkum Polres Pakpak Bharat dalam keadaan aman dan baik.

PASURUAN || Jejak-indonesia.id – Kejaksaan Negeri Kabupaten Pasuruan resmi menetapkan tiga orang sebagai tersangka dalam dugaan tindak pidana korupsi yang terkait pelaksanaan Program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) periode 2022–2023 di Desa Wonosari, Kecamatan Tutur.

Ketiga tersangka tersebut masing-masing berinisial IHS selaku Kepala Desa Wonosari, BTW selaku Ketua Kelompok Masyarakat (Pokmas) Tanah Kas Desa (TKD), serta BC yang menjabat sebagai Bendahara Pokmas TKD. Berdasarkan alat bukti yang dinilai telah cukup oleh tim penyidik, ketiganya langsung ditahan untuk kepentingan proses hukum selanjutnya.

“Tim penyidik telah mengantongi alat bukti yang memadai, sehingga kami menetapkan IHS, BTW, dan BC sebagai tersangka serta segera melakukan penahanan,” ujar Kepala Kejari Kabupaten Pasuruan, Rutandi Gustawirya, Selasa (14/7/2026).

Perkara ini bermula saat pelaksanaan Program PTSL yang digelar mulai Februari 2022. Dalam prosesnya, ketiga tersangka diduga melakukan pungutan sewenang-wenang kepada 72 warga dengan alasan bahwa bidang tanah yang didaftarkan masuk dalam kategori Tanah Kas Desa.

“Modus operandi yang digunakan adalah memungut biaya dari 72 warga dengan dalih tanah yang diajukan merupakan aset Tanah Kas Desa,” jelas Rutandi.

Besaran pungutan yang dibebankan kepada warga bervariasi, berkisar antara Rp10 juta hingga Rp30 juta per bidang tanah. Dari praktik tersebut, penyidik menduga total dana yang terkumpul mencapai sekitar Rp1,1 miliar.

Penyidikan juga menemukan fakta bahwa sebagian besar uang hasil pungutan tersebut diduga digunakan untuk membeli kebun apel di wilayah Desa Wonosari, yang hingga saat ini diketahui telah menghasilkan keuntungan dari hasil panennya.

“Dana hasil pungutan itu sebagian digunakan untuk membeli kebun apel di Desa Wonosari, yang kini sudah membuahkan hasil panen,” tambahnya.

Seiring proses penyidikan, tim penyidik turut mengamankan sejumlah barang bukti, antara lain uang tunai sebesar Rp162.540.000 yang merupakan sisa hasil pungutan, serta enam sertifikat tanah yang belum diambil oleh pemiliknya.

Saat ini, ketiga tersangka dititipkan di Rumah Tahanan Negara Kelas IIB Bangil guna menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Mereka disangkakan melanggar Pasal 12 huruf a juncto Pasal 18 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 juncto Pasal 20 huruf a, c, dan d KUHP.

BANYUWANGI || Jejak-indonesia.id – Aula Panglima Sudirman Markas Komando Distrik Militer (Makodim) 0825/Banyuwangi, yang berlokasi di Jalan RA. Kartini Nomor 02, Kelurahan Kepatihan, Kabupaten Banyuwangi, berubah menjadi ruang penuh kehangatan dan semangat persaudaraan pada Rabu dini hari (15/7/2026).

Komandan Kodim 0825/Banyuwangi, Letnan Kolonel Armada Tryadi Indrawijaya, S.H., M.I.P., memimpin kegiatan nonton bareng (nobar) pertandingan puncak Final Piala Dunia antara tim nasional Prancis melawan Spanyol, yang diikuti oleh seluruh prajurit TNI dan Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan satuan tersebut.

Kegiatan yang dimulai pukul 02.00 WIB ini bukan sekadar sarana menikmati pertandingan sepak bola paling bergengsi di dunia, melainkan momen berharga untuk mempererat soliditas serta kekompakan keluarga besar Kodim 0825/Banyuwangi, sekaligus menjadi hiburan positif di tengah padatnya jadwal pelaksanaan tugas pengabdian.

Dalam sambutannya, Komandan Kodim menegaskan bahwa momen sederhana seperti ini memiliki makna yang mendalam bagi keutuhan satuan. “Nonton bareng ini bukan hanya tentang menyaksikan pertandingan sepak bola, melainkan wadah untuk memperkuat komunikasi, menjalin kebersamaan, dan menumbuhkan rasa kekeluargaan yang erat antar sesama prajurit maupun rekan ASN,” ujar Letkol Arm Tryadi Indrawijaya.

Lebih lanjut ia menjelaskan, kebersamaan yang terjalin melalui kegiatan positif seperti ini akan membawa dampak nyata bagi peningkatan semangat kerja, kekompakan tim, serta profesionalisme setiap personel dalam menjalankan amanah melayani bangsa dan negara.

Melalui kegiatan ini, Kodim 0825/Banyuwangi juga menegaskan komitmennya dalam membangun soliditas satuan melalui pendekatan yang humanis dan bernilai positif. Antusiasme tinggi yang ditunjukkan seluruh peserta yang mengikuti jalannya pertandingan hingga peluit akhir berbunyi, menjadi bukti nyata bahwa olahraga—khususnya sepak bola—mampu menjadi perekat persaudaraan sekaligus menumbuhkan semangat kolektif untuk mendukung kelancaran seluruh tugas pokok TNI di wilayah Kabupaten Banyuwangi.

error: Content is protected !!