Sorry, we're closed Opens Senin at 9:00 am

Peristiwa

BANDA ACEH || jejakindonesia.id – Sekretaris Jenderal (Sekjen) Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Forum Fast Respon Nusantara (FRN) Counter Polri Provinsi Aceh, Agus Suriadi, mengeluarkan pernyataan tegas yang mengecam keras aksi intimidasi yang dialami oleh Syahbudin Padank, Wakil Ketua DPW FRN Fast Respon Aceh, yang terjadi di kediamannya di wilayah Kota Subulussalam.

Dalam keterangannya, Agus Suriadi menilai tindakan intimidasi tersebut sebagai bentuk kejahatan yang keji dan sangat mencederai prinsip hukum serta rasa aman masyarakat. Ia menyebut bahwa kejadian itu bukan hanya menyasar seorang individu, tetapi juga menyerang kehormatan lembaga dan seluruh kader FRN di Aceh maupun secara nasional.

“Kami mengutuk keras tindakan kekerasan dan intimidasi yang dilakukan oleh orang tak dikenal (OTK) terhadap saudara kami, Syahbudin Padank. Ini bukan hanya tindakan pengecut, tapi juga bentuk teror terhadap masyarakat sipil yang aktif memperjuangkan keadilan dan transparansi,” tegas Agus dalam pernyataan resminya, Sabtu (19/10).

Aksi intimidasi tersebut terjadi di kediaman Syahbudin Padank dan menyebabkan guncangan besar bagi keluarganya. Agus Suriadi menekankan pentingnya kehadiran negara melalui aparat penegak hukum dalam melindungi warga dari segala bentuk ancaman dan teror.

“Kami mendesak Kapolres Subulussalam agar segera mengusut tuntas kasus ini dan menangkap pelaku. Jangan biarkan pelaku kekerasan berlindung dalam bayang-bayang impunitas. Hukum harus ditegakkan,” lanjut Agus.

Sebagai Sekjen, Agus juga memastikan bahwa FRN tidak akan membiarkan anggotanya menghadapi tekanan sendirian. Ia menegaskan bahwa dukungan penuh terus mengalir kepada Syahbudin Padank dari seluruh pengurus dan kader FRN di berbagai daerah.

“Syahbudin Padank tidak sendiri. Puluhan ribu kader dan pengurus FRN Fast Respon Counter Polri Nusantara berdiri di belakangnya. Kami, segenap jajaran pengurus pusat dan wilayah, akan terus mengawal proses hukum yang menyangkut keselamatan dan martabat saudara kami di Subulussalam,” tegasnya.

Agus juga menyampaikan bahwa FRN adalah organisasi sosial mitra Polri yang berkomitmen mendukung penegakan hukum dan perlindungan masyarakat sipil. Oleh karena itu, ia meminta kepolisian bekerja secara cepat, profesional, dan transparan dalam menangani kasus ini.

“Jangan biarkan masyarakat kehilangan kepercayaan pada hukum. Negara tidak boleh kalah oleh premanisme. Kami akan terus mengawal dan, jika perlu, turun langsung untuk menuntut keadilan,” tutup Agus.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari Polres Subulussalam mengenai perkembangan penyelidikan. Namun FRN menyatakan akan terus memantau dengan serius dan siap mengambil langkah hukum lanjutan jika keadilan tidak ditegakkan.

Penulis: Agus Suriadi, Sekjen DPW FRN Fast Respon Aceh

KEDIRI || jejakindonesia.id – Dalam semangat sinergi dan kepedulian sosial, Polres Kediri Polda Jatim bersama komunitas Dulur Brigif Kodim & Kepolisian (DBK) Kediri Raya menggelar kegiatan social riding yang disertai aksi kemanusiaan dengan membagikan paket sembako kepada masyarakat di wilayah Kecamatan Kandat, Kabupaten Kediri, pada Sabtu pagi 18 Oktober 2025.

Kegiatan tersebut diikuti langsung oleh Kapolres Kediri AKBP Bramastyo Priaji, Komandan Brigif 16/Wira Yudha, Kolonel Inf Taufik Ismail, Komandan Kodim 0809/Kediri, Letkol Inf. Ragil Jaka Utama, Pimpinan BRI Cabang Kediri, serta Ketua Himasal Kediri Raya.

Rombongan memulai perjalanan dari Mako Brigif 16/Wira Yudha, melintasi sejumlah titik strategis, hingga akhirnya tiba di Polsek Kandat yang menjadi lokasi utama kegiatan bakti sosial.

Tanpa seremoni panjang, para peserta social riding langsung turun tangan membagikan ratusan paket sembako kepada warga yang telah menunggu.

Kehadiran mereka disambut antusias oleh masyarakat sekitar, menciptakan suasana hangat dan penuh keakraban antara aparat negara dan rakyat.

Dalam kesempatan tersebut, AKBP Bramastyo menyampaikan kegiatan ini merupakan bentuk nyata dari sinergitas Polres Kediri Polda Jatim bersama instansi samping dan elemen masyarakat dalam membangun kedekatan dan kepedulian sosial.

” Kegiatan hari ini sederhana, tapi maknanya besar. Menjalin silaturahmi, memperkuat rasa saling peduli, dan memastikan Kediri tetap guyub. Ini bukan hanya sekadar touring atau acara simbolis, tapi bentuk nyata bahwa kita hadir untuk masyarakat,” ucap AKBP Bramastyo.

Usai membagikan sembako di Kandat, rombongan melanjutkan perjalanan menuju wilayah Kecamatan Puncu sebagai bagian dari rute social riding.

Sepanjang perjalanan, masyarakat tampak antusias melambaikan tangan dan menyapa rombongan, menandakan besarnya sambutan hangat terhadap kegiatan yang sarat nilai kebersamaan ini.

Melalui kegiatan social riding dan bakti sosial ini, diharapkan semangat gotong royong dan kepedulian sosial semakin tumbuh di tengah masyarakat, serta memperkuat kepercayaan publik terhadap institusi negara sebagai pelindung dan pelayan masyarakat.

JAKARTA || jejakindonesia.id — Dunia pers Indonesia kembali dikejutkan dengan dugaan tindakan kriminalisasi terhadap wartawan Syahbudin Padank, yang diketahui tengah menghadapi tekanan hukum dan intimidasi terhadap dirinya serta keluarganya. Menyikapi hal ini, dua organisasi besar insan pers menyatakan sikap tegas dan menyerukan perlawanan terhadap segala bentuk kekerasan, teror, dan upaya pembungkaman terhadap jurnalis.

Ketua Umum Aliansi Cyber Pers Aktivis Indonesia Herry Setiawan, S.H., C.BJ., C.E.J., dalam pernyataannya menyampaikan bahwa pihaknya memberikan dukungan penuh, bantuan hukum, dan pengawalan proses hukum terhadap Syahbudin Padank. Ia menegaskan bahwa pers adalah tiang demokrasi yang tidak boleh dilemahkan dengan cara apa pun.

> “Kami tidak akan tinggal diam melihat jurnalis dikriminalisasi. Saudara Syahbudin Padank adalah simbol perjuangan kebebasan pers. Kami, Aliansi Cyber Pers Aktivis Indonesia, siap berdiri di garda terdepan membela kebenaran dan keadilan. Negara tidak boleh kalah oleh intimidasi terhadap wartawan!” ujar Herry Setiawan dengan tegas.

Seruan Keras dari FW-FRN Fast Respon Counter Polri Nusantara Tak hanya itu, Agus Flores, Ketua Umum Forum Wartawan – Forum Rakyat Nusantara (FW-FRN) Fast Respon Counter Polri Nusantara Pusat, juga ikut bersuara lantang. Dalam pernyataan kerasnya, ia menegaskan bahwa kasus yang menimpa Syahbudin Padank adalah bagian dari kriminalisasi terhadap pers, dan menyebut bahwa banyak wartawan lain juga mengalami teror, ancaman pembunuhan, dan intimidasi di lapangan.

> “Saya menyerukan kepada seluruh insan pers di Indonesia: bersatulah! Ini bukan hanya soal Syahbudin Padank. Ini soal kita semua. Premanisme terhadap wartawan harus dilawan! Jangan pernah takut menyuarakan kebenaran, karena itulah tugas suci kita untuk kepentingan rakyat,” kata Agus Flores dengan nada penuh semangat.

Ia menutup pernyataannya dengan satu kata penuh makna dan semangat juang:

> “Satu kata dari saya, Ketua Umum FW-FRN Fast Respon Counter Polri Nusantara: LAWAN!

Solidaritas Nasional Jurnalis dan Aktivis
Pernyataan tegas dari dua tokoh nasional ini menggambarkan bahwa kebebasan pers di Indonesia belum sepenuhnya aman, dan masih banyak jurnalis yang bekerja di bawah tekanan serta ancaman nyata.

Keduanya mengajak seluruh elemen pers, aktivis, lembaga bantuan hukum, dan masyarakat luas untuk bersatu, menjaga integritas media, dan mengawal proses hukum agar berjalan adil dan transparan.

> “Kita harus buktikan bahwa jurnalis Indonesia tidak akan tunduk pada intimidasi. Kita bukan kriminal, kita adalah pilar keempat demokrasi. Jika hari ini satu wartawan dibungkam, maka besok demokrasi akan mati,” tutup Herry Setiawan.

Tentang Organisasi: Aliansi Cyber Pers Aktivis Indonesia adalah organisasi independen yang menaungi insan pers, media siber, dan aktivis sosial dengan misi memperjuangkan kebebasan berekspresi dan penegakan keadilan dalam dunia jurnalistik.

FW-FRN Fast Respon Counter Polri Nusantara merupakan forum kolaboratif antara jurnalis dan masyarakat sipil dalam mengawal isu-isu strategis nasional, khususnya yang berkaitan dengan penegakan hukum, kebebasan pers, dan perlindungan terhadap jurnalis.

BANDA ACEH || jejakindonesia.id — Ketua Gerakan Masyarakat Bawah Indonesia (GMBI) Wilayah Aceh, Zulfikar ZA, mengecam keras aksi teror yang dialami wartawan asal Subulussalam, Syahbudin Padang. Teror tersebut tidak hanya menyasar Syahbudin secara pribadi, tetapi juga membuat anak dan keluarganya mengalami trauma berat.

Dalam pernyataan terbukanya, Zulfikar ZA menyebutkan bahwa tindakan semacam ini merupakan bentuk premanisme yang tidak boleh dibiarkan tumbuh dan mengancam kebebasan pers di Indonesia.

“Ini adalah bentuk teror yang sangat keji. Wartawan Syahbudin Padang beserta anak dan keluarganya mengalami trauma mendalam akibat ancaman yang diterima. Negara tidak boleh tunduk kepada premanisme, apalagi jika itu dilakukan terhadap insan pers yang menjalankan tugas jurnalistiknya,” tegas Zulfikar, Sabtu (19/10).

Dugaan sementara, teror ini berkaitan dengan pemberitaan atau aktivitas jurnalistik yang dilakukan oleh Syahbudin. Ia dikenal sebagai wartawan yang vokal dan berani mengungkap persoalan-persoalan publik di wilayah Subulussalam. Tindakan intimidasi terhadapnya dinilai sebagai upaya pembungkaman terhadap kebebasan pers.

“Kami dari GMBI Aceh menyatakan sikap tegas: lawan segala bentuk teror dan intimidasi terhadap wartawan. Hari ini Syahbudin, besok bisa siapa saja. Ini tidak boleh dibiarkan,” lanjut Zulfikar.

Ia juga menyerukan kepada aparat penegak hukum untuk segera turun tangan, mengusut tuntas kasus ini, dan memberikan perlindungan terhadap Syahbudin dan keluarganya. Ia menekankan bahwa jurnalis adalah bagian dari pilar demokrasi yang memiliki hak atas perlindungan hukum dalam menjalankan tugasnya.

“Jangan sampai negara ini kalah oleh tekanan preman. Wartawan harus dijaga, bukan diteror,” ujarnya.

Zulfikar juga mengajak semua elemen masyarakat, organisasi pers, dan kelompok sipil untuk bersolidaritas dan tidak tinggal diam atas ancaman terhadap kebebasan pers.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian setempat terkait pelaku maupun motif di balik aksi teror tersebut. Namun tekanan publik terhadap pengungkapan kasus ini terus meningkat, seiring dengan seruan perlindungan terhadap jurnalis dari berbagai pihak.

Palangka Raya || jejakindonesia.id – Kepala Kepolisian Daerah Kalimantan Tengah (Kalteng), Irjen Pol Iwan Kurniawan, S.IK., M.Si. menghadiri langsung Ground Breaking pembangunan gerai pergudangan dan kelengkapan Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih (KDKMP) Kodam XXII/Tambun Bungai di Jl. Seth Adji Induk, Kota Palangka Raya, Jumat (17/10/2025).

Irjen Iwan mengapresiasi atas suksesnya pembangunan 800 KDKMP secara serentak di seluruh Indonesia, yang dipimpin langsung oleh Menteri Koperasi Republik Indonesia Ferry Juliantono, mewakili Presiden RI Prabowo Subianto, secara virtual.

“Saya harapkan dengan terlaksananya ground breaking ini, Koperasi dapat menjadi tonggak penting dalam memajukan desa maupun kelurahan serta mensejahterakan masyarakat,” harapnya.

Kapolda Kalteng juga menyatakan dukungan atas program KDKMP yang merupakan bagian penting dalam mewujudkan Asta Cita Presiden dan Visi Misi Gubernur.

“Tentunya kami dari jajaran Polda Kalteng sangat mendukung pembangunan KDKMP ini, khususnya dalam mewujudkan pembangunan dari desa maupun kelurahan lebih merata dan berkeadilan,” tandasnya. (adji)

error: Content is protected !!