Sorry, we're closed Opens Senin at 9:00 am

Pendidikan

IMG-20250911-WA0032

Wabup Mujiono Lepas Kontingen Pramuka Banyuwangi ke Giat Prestasi Jawa Timur

BANYUWANGI || jejakindonesia.id – Wakil Bupati Banyuwangi, Mujiono, secara resmi melepas 16 kontingen Pramuka Banyuwangi yang akan berlaga dalam kompetisi Giat Prestasi Pramuka Penegak Jawa Timur 2025. Pelepasan ditandai dengan penyerahan bendera kontingen oleh Wabup kepada pimpinan kontingen di Gedung Pramuka Banyuwangi, Rabu (10/9/2025).

Giat Prestasi dalam Gerakan Pramuka adalah sebuah kegiatan kompetitif yang dirancang untuk mengasah keterampilan, memperkuat karakter, dan menumbuhkan semangat sportivitas di kalangan anggota Pramuka, khususnya golongan Penegak. Kompetisi akan berlangsung pada hari Kamis hingga Minggu tanggal 11–14 September 2025 di Bumi Perkemahan Coban Rondo, Kabupaten Malang.

Dalam sambutannya, Wabup Mujiono yang juga menjabat sebagai Ketua Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Banyuwangi menekankan bahwa ajang ini bukan sekadar kompetisi, melainkan wadah pengamalan Dasadarma Pramuka.

“Tingkatkan kreativitas, jaga sportivitas, dan jalin persaudaraan dengan kontingen daerah lain. Tunjukkan bahwa Pramuka Banyuwangi tangguh, berkarakter, dan mampu bersaing,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga kesehatan dan kekompakan tim.

“Kalau kalah, sikapilah dengan jiwa ksatria. Yang terpenting adalah proses dan pengalaman yang membentuk karakter,” imbuhnya.

Sementara itu, Pimpinan Kontingen Cabang, Febriansyah Pratama Putra mengatakan, Kontingen Banyuwangi merupakan hasil sinergi Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Banyuwangi didukung Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Banyuwangi.

Kontigen tersebut beranggotakan 16 orang, terdiri atas 8 putra dari Gugusdepan SMK Ihya Ulumuddin dan 8 putri gabungan dari SMAN 1 Giri, SMAN 1 Glenmore, serta SMAN Darussolah Singojuruh.

“Mereka didampingi dua pimpinan kontingen, dua pembina pendamping, dan dua anggota Contingent Support Team (CST),” ujarnya.

Febri menjelaskan, Giat Prestasi akan berlangsung pada hari Kamis hingga Minggu tanggal 11–14 September 2025 di Bumi Perkemahan Coban Rondo, Kabupaten Malang.

“Adapun cabang lomba yang akan diikuti antara lain aquatic championship, kewirausahaan, videografi, teknologi tepat guna, pionering, hingga model united nation challenge dan komik digital,” pungkasnya. (*)

IMG-20250828-WA0061

Fakta dari Rekaman! Calo Kepsek Otak Pelakunya Oknum Wartawan Inisial HS, Tangkap HS!

Deli Serdang || jejakindonesia.id - Kabar mengejutkan terus berlanjut dari Dinas pendidikan Kabupaten Deli Serdang, di mana seorang Kepala Sekolah (Kepsek) di Kecamatan Percut Sei Tuan terlihat pada oyong dan demam tinggi setelah diperiksa oleh Inspektorat terkait dugaan keterlibatan dalam kasus calo kepala sekolah.

Kasus ini semakin kompleks dan terbuka perlahan lahan karena melibatkan oknum wartawan inisial HS yang diduga menjadi otak pelaku pemain inti calo kepsek, dan aduan salah satu kepala sekolah kepada media ini, ia mengaku di memarahi HS yang telah membongkar informasi tentang calo kepala sekolah tersebut.

"Iya bang, demam saya usai diperiksa inspektorat, ditambah lagi saya dimarahi oleh HS dan di ancam ancam, kenapa pak kepsek bocorkan." Cerita (A) oknum kepala sekolah kepada media ini, selasa, (26 /8/2025) via selulernya.

Dugaan ini menunjukan fakta tentang peran HS dalam permainan kasus tersebut dan apakah ada motif tertentu di balik tindakannya.

Pihak penegak hukum Polisi dan kejaksaan diminta periksa inisial HS, dan melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait calo kepala sekolah yang menghebohkan dunia pendidikan di Deli Serdang.

Masyarakat berharap agar kasus calo kepala sekolah dapat diusut tuntas dan memberantas oknum calo yang terlibat didalam sampai ke akar-akarnya.

Sumber : tvnya buruh

IMG-20250807-WA0209

Melihat Aktivitas Sekolah Rakyat Banyuwangi, Diajarkan Disiplin dan Hidup Mandiri Sejak Dini

Banyuwangi, Jejak - Indonesia.id |  Tiga pekan Sekolah Rakyat di Banyuwangi telah berlangsung sejak 14 Juli 2025 lalu. Kini, sebanyak 108 siswa yang terletak di Desa Tamansari, Kecamatan Licin itu, telah beradaptasi dengan lingkungan baru dan ritme sekolah berbasis asrama.

Siang itu, Naura Masita siswi kelas 1 SD Sekolah Rakyat tampak berjalan sendiri. Dua tangannya mengenggam gantungan baju. Anak asal Desa Paspan Kecamatan Glagah itu, terlihat ceria sambil berlari kecil membawa baju yang sudah kering usai dijemur.

“Mau ke kamar naruh baju bersih yang sudah dicuci. Belajar cuci sendiri sambil diajari kakak dan Bu Guru,” celoteh Naura.

Tiap hari Naura dibantu kakak asuhnya yang merupakan siswa SMA, belajar mencuci dan menjemur pakaian sendiri.

Tidak hanya Naura, sejumlah siswia lainnya juga terlihat mengambil baju di jemuran yang telah kering, sembari memanfaatkan waktu istirahat sekolah sebelum memulai Salah Zuhur berjemaah dan makan siang bersama.

“Kita ajarkan mereka untuk disiplin, memanfaatkan waktu yang ada. Meski begitu, mereka masih ada waktu untuk bermain,” kata Kepala Sekolah Rakyat Banyuwangi, Chitra Arti Maharani, Kamis (7/8/2025).

Chitra mengatakan, saat ini anak-anak masih dalam masa pengenalan lingkungan sekolah (MPLS) hingga akhir Agustus. Pembelajaran akademik baru akan dimulai pada awal September.

"Selama sebulan ini kita ajarkan dulu kebiasaan di sini. Mereka juga kita ajari life skill, seperti mencuci, menyapu, hingga membersihkan kamar," kata Chitra.

Aktivitas mereka, kata Chitra, diawali dari pagi hari. Diawali dari Salat Subuh berjamaah, dilanjutkan olahraga selama 30 menit. Kemudian persiapan mandi, untuk pukul 06.30 mereka apel pagi, lanjut salat Dhuha.

Pelajaran dimulai tepat pkl 07.00. Kelas 1 sampai 3 SD selesai pukul 12.00, kelas 4 - 6 SD hingga pukul 13.30. SMP dan SMA hingga pukul. 15.00. Setiap pukul 11. 30 mereka istirahat untuk Salat Zuhur lanjut makan siang.

Usai pembelajaran sekolah, para siswa tersebut mengikuti kegiatan ekstra. Seperti ekstra penguatan bahasa Inggris, Teknologi Informasi dan Komunikasi, mengaji, hingga kepanduan.

"Kalau Sabtu mereka mengikuti ekstra kurikuler pilihan mereka. Ada yang milih silat, tari, juga ada hadrah. Minggu waktunya istirahat dan bersih-bersih asrama serta lingkungan sekitar. Minggu juga jadwal dikunjungi keluarga," kata Chitra.

"Selain guru pengajar, mereka juga diawasi sembilan wali asuh dan dua wali asrama," imbuhnya.

Perlahan, para siswa sudah menunjukkan perubahan positif dalam hal kedisiplinan, kemandirian, dan semangat mengikuti kegiatan. Bahkan mereka mulai aktif terlibat dalam berbagai aktivitas di sekitar lingkungan sekolah.

“Anak-anak juga senang dilibatkan berbagai kegiatan luar ruang seperti paskibra, gerak jalan kecamatan, dan jalan sehat desa untuk memeriahkan HUT ke-80 Kemerdekaan RI,” sambungnya.

Ia menambahkan, pengawasan terhadap asupan gizi anak-anak juga diawasi ketat. Makanan disiapkan tiga kali sehari, ditambah dua kali snack siang dan malam. Semua proses penyajian diawasi langsung oleh Dinas Kesehatan (Dinkes) Banyuwangi.

“Kami memastikan makanan yang diberikan higienis dan kebutuhan gizi anak-anak tercukupi,” sambungnya. (red)

error: Content is protected !!